
Waktu terus berlalu hingga tidak terasa bagi Flora dan Sean yang sudah satu tahun ini menjalani hubungan jarak jauh. Sean yang memiliki otak jenius lulus dengan nilai terbaiknya.Ia kini sudah kembali ke Indonesia melanjutkan bisnis hotel kakek Dion. Sebenarnya Sean ditawari mengurus perusahaan Smith di London karena Kaivan pindah ke Indonesia namun ternyata Sean pun menolak tawaran itu.Ia pun menginginkan pindah ke Indonesia mengikuti Keanu yang kini menjadi profesor di rumah sakit yang ia pimpin sekarang.
Flora pun sudah bebas tugas, ia sudah menyelesaikan semua kontrak nya.Semua kru sangat menyayangkan dengan rencana Flora yang akan berhenti total di dunia perfilman. Terlebih bukan Flora saja Rachel pun akan kembali ke Indonesia dan berkarir di negeri tercintanya.
Saat ini Flora dan Sean akan kembali bertemu setelah satu tahun tidak bertemu. Sean menjemput Flora ia begitu terkejut melihat penampilan Flora yang semakin dewasa semakin cantik.Ini kali pertama Sean melihat Flora secara langsung setelah ia dapat melihat kembali.
" Masya Allah, cantik nya calon istri ku. " puji Sean masih terpana.
" Ish.. kamu malah gombal. " ucap Flora sambil mencubit pinggang Sean.
" Awww sakit sayang. " protes Sean meringis kesakitan.
" Abis kamu, baru ketemu udah nge gombal. " cibir Flora.
" Tapi kamu emang cantik banget sayang. " balas Sean sambil mengelus pipi Flora dengan lembut.
Flora pun masuk kedalam mobil,Sean pun masuk lalu duduk di kursi kemudi. Tak lama kemudian mobil Sean melaju membelah jalanan kota.
Setelah menempuh waktu setengah jam berkendara Sean dan Flora sampai mansion Wijaya.Di sana banyak keluarga dan kerabat sudah berkumpul karena esok adalah hari ulang tahun Romeo putra dari Key dan Cinta. Sean sengaja membawa Flora menuju paviliun yang dibangun seperti penthouse tempat Sean dan para The K tinggal dulu.
Sean menutupi mata Flora dengan sapu tangannya, untung nya para ibu peri belum melihat Flora yang sudah sampai.Kalau tidak rencananya akan gagal, para ibu peri pasti akan menguasai Flora.
Sean membawa Flora ke lantai atas, terdengar lagu favorite mereka di mainkan lewat pemutar musik. Sean membuka mata Flora secara perlahan, Flora terkejut saat melihat pemandangan di depannya.Ia seperti sedang bermimpi, ada banyak hiasan di dekat jendela besar dengan tulisan Will you marry Me.
Sean pun membungkuk kan badannya, ia berjongkok didepan Flora sambil memberikan kotak Cincin yang ia pegang sedari tadi.
" Flora Alexandra Wijaya mau kah kau menikah dengan ku, menjadi istri ku menemani hari hari ku hingga tua nanti.? " tanya Sean sambil menatap lekat manik mata Flora.
Flora mengatupkan kedua tangannya menutupi mulutnya." Siapa yang bisa menolak mu tuan Adhitama. " jawab Flora lalu mengulas senyum.
" Jadi? " tanya Sean memastikan.
Flora menganggukkan kepala nya, Sean pun berdiri lalu memeluk Flora. Ia bahkan memutar tubuh Flora saking senang nya.Sean mendekat kan wajah nya dengan wajah Flora, ia hendak mencium Flora namun ia terkejut saat mendengar suara yang begitu mereka kenal.
" Sean Adhitama. " jerit bunda Nichole memekik di telinga Sean.
Sean menolah ke arah samping ternyata para ibu dan ayah peri sudah melihat acara lamaran Sean. Bahkan Kavin sempat merekam mereka.
" Kamu curang ya, bikin acara sendiri. " protes bunda Nichole sambil menarik telinga Sean seperti anak kecil.
" Aduh bun sakit,. " jerit Sean meringis kesakitan.
" Ish lo ya, kuping anak gue yang ganteng ini nanti copot. " protes mom Jessica melepaskan tangan Nichole dari telinga Sean.
" Sakit mom, bunda jahat. " rengek Sean manja kepada mom Jessica. Mom Jessica pun memeluk Sean, namun dengan cepat di tarik oleh dad Jonas.
" Idih daddy masa jealous sama Sean. " protes Sean sambil mengerucutkan bibirnya.
" Yaudah daddy boleh peluk Flo ya. " ucap Dad Jonas hendak memeluk Flora namun dengan cepat Sean memeluk Flora.
Semuanya pun tergelak tawa melihat tingkah Sean dan Dad Jonas. Sean memeluk Flora posesif , mom Alexa dan Bunda Nichole senang melihat mereka akhirnya dapat kembali bersama.
Sama hal nya dengan Flora dan Sean, Rachel dan Darren kini mengunjungi keluarga Anderson.Sebelum kembali ke tanah air Darren pun melamar Rachel saat ia masih bekerja, bahkan para awak media pun mengabadikan moment bersejarah itu. Darren sengaja melakukan hal itu agar ibu nya mau tidak mau setuju Darren menikah dengan Rachel.Karena kini seluruh dunia sudah mengetahui Rachel adalah miliknya jadi nyonya Anderson tidak akan bisa memisahkan mereka lagi.
Kedua kali nya Rachel menginjakkan kaki nya di rumah besar ini, rumah yang pernah memberi nya luka saat pertama kali datang. Saat itu ia hanya gadis biasa, dan kini ia dapat mengangkat sedikit wajahnya karena kini ia bukan lah gadis miskin yang di hina nyonya Anderson tempo hari.
Ingin sekali Rachel membenci wanita itu namun mau tak mau suka tak suka wanita itu adalah ibu dari pria yang ia cintai.
Tuan Anderson menyambut kedatangan Rachel dan Darren dengan ramah, lain hal nya nyonya Anderson masih saja belum menunjukkan rasa tidak suka nya pada Rachel. Walaupun Rachel berhasil sukses bahkan kekayaannya kini melebihi dirinya namun ia masih saja gengsi untuk meminta maaf atas kesalahan nya dahulu.
" Duduk nak Rachel. " ucap Tuan Anderson ramah.
Rachel dan Darren pun duduk bersamaan dengan nyonya dan tuan Anderson.Para pelayan menyajikan makanan dan minuman untuk Rachel dan Darren.
" Jadi kapan rencananya kalian akan menikah? " tanya Tuan Anderson.
" Kalau boleh besok juga aku siap pah. " celetuk Darren yang langsung dapat pukulan kecil dari Rachel.
" Rencananya bulan depan tuan. " jawab Rachel sungkan.
" Jangan panggil tuan, sebentar lagi kamu juga akan menjadi anak papa. Panggil papa saja ya. " ucap Tuan Anderson terkekeh.
Rachel pun tersenyum kikuk memandang nyonya Anderson yang sedari tadi hanya terdiam tidak ikut berbicara.Wanita itu menatap Rachel dengan tatapan horor. Sepertinya Rachel harus bisa menaklukkan penyihir meksiko itu agar menjadi ibu peri.
" Kalau kalian menikah bagaimana pekerjaan mu Rachel? " tanya Tuan Anderson.
" Saya sudah berhenti pa, saya mau fokus dengan rumah tangga saya dan Darren. " jawab Rachel serius.
Tuan Anderson membelalakan matanya begitu pun istrinya, mereka tidak menyangka Rachel melepaskan karir nya yang kini sedang berada di puncak demi anak mereka.
" Kau tidak menyesal? " tanya tuan Anderson.
" Tidak pa, aku hanya ingin menjadi istri Darren. " jawab Rachel santai.
Hati nyonya Anderson sedikit terenyuh mendengar ucapan Rachel, pantas saja Darren begitu mencintai nya. Ternyata wanita ini memiliki jiwa yang besar, nyonya Anderson akan mencoba membuka hati nya untuk Rachel. Mereka pun melanjutkan pertemuan mereka dengan makan malam bersama.
............
Jangan lupa like komen dan vote