Cheossarang

Cheossarang
Life must go on



Come on epribadeh bantu like komen dan vote karya aku.. sebanyak-banyaknya aku suka banget baca komenan dari kalian....


🌺🌺🌺🌺🌺


Happy Reading..


.......


Di sela kuliah nya Rachel menerima tawaran untuk menjadi model.Awalnya ia ragu namun dengan di temani Adit akhirnya ia memberanikan diri.Wajah cantik Rachel kini tengah digemari warga sekitar Los Angeles.Hari demi hari karir nya semakin meningkat namun ia masih tetap melanjutkan study nya hingga lulus.Rachel sangat berhutang budi kepada Adit yang selalu mendukungnya dan membantu nya saat ia mengalami kesulitan hidup sendiri di negri orang.


Flora kini kuliah sambil bekerja sambilan menjadi asisten sutradara Kent.Karir Flora pun semakin melejit karena naskah-naskah yang di tulis Flora membuat banyak orang tertarik dengan film yang mereka sutradarai.Flora kini menjadi anak emas sutradara Kent, tidak sia - sia ia mensponsori mereka baik Flora, Rachel atau pun Adit membuat sutradara Kent bangga.Ketiga nya menjadi mahasiswa terbaik di kampus mereka.


Kini Rachel dan Flora sedang berada di kafe dekat kampus. Rachel melihat Flora yang kini menjadi dingin, ia tidak pernah tersenyum semenjak di sakiti oleh Sean.Sama halnya dengan dirinya cinta pertama mereka tidak berhasil, kandas begitu saja.


" Lo masih mikirin Sean Flo? " tanya Rachel selidik.


" Nggak, ngapain gue capek - capek mikirin orang yang nggak mikirin gue. " jawab Flora lalu menyantap cheesecake yang sedari tadi ia pesan.


" Gue nggak nyangka cinta pertama kita berakhir seperti ini. " sahut Rachel terkekeh.


" Lo masih mikirin Darren?. " tanya Flora sambil memicing kan matanya.


" Susah banget ngusir Darren dari hati gue. " ucap Rachel sendu.


" Lo nggak akan buka hati lo buat Darren? kayak nya orang tua Adit nggak seribet orang tua Darren.Atau lo mau di angkat jadi sodara gue biar ada nama Wijaya dibelakang nama lo, biar nyonya Anderson menyesal. " cerocos Flora kesal dengan sikap nyonya Anderson yang selalu membeda - bedakan kasta.


Rachel menoyor kepala Flora, " Gampang bener tuh mulut kalau ngomong. " protes Rachel mencebik.


" Eh enak tau jadi sodara gue, gue ini adik yang baik hati dan tidak sombong. " seru Flora penuh percaya diri.


Tiba-tiba saja tangan Flora mengenai minuman seorang pria yang berjalan mencari tempat duduk.Minuman pria tersebut terjatuh karena tersenggol tangan Flora.


" Sorry, maaf aku nggak sengaja. " ucap Flora merasa bersalah kini ia membantu pria itu membersihkan sisa minuman yang terkena baju nya.Minuman yang terjatuh di lantai dibersihkan oleh pelayan kafe, pria itu menatap terus Flora yang nampak cantik dengan penampilan sederhana nya.


" Nggak apa, nyantai aja. " jawab pria tersebut.


" Aku ganti minuman mu, ayo kita pesan lagi. " ucap Flora lalu menarik pria itu untuk kembali memesan minuman nya.


Setelah selesai memesan minuman pria itu ikut bergabung dengan Flora dan Rachel.Ternyata pria itu mahasiswa di kampus Rachel dan Flora.


" Waw lo orang Indonesia juga. " seru Rachel antusias ia selalu seperti itu apabila berjumpa dengan warga asli Indonesia setidaknya ia memiliki teman yang bisa di ajak bicara tanpa harus berbicara bahasa Inggris.


" Gue Rachel. " sambung Rachel memperkenalkan diri.


" Gue Flora. " ucap Flora lalu tersenyum membuat Farel semakin terpana dengan kecantikan Flora.


" Kalian kuliah perfilman juga? tunggu - tunggu lo kan anak emas sutradara Kent. " ucap Farel lagi.


" Seheboh itu ya beritanya. " sahut Flora sungkan.


" Iya lah secara semua saran dan karya lo mendapatkan banyak penghargaan, gue yakin dua tahun juga lo bisa lulus deh. " puji Rachel sambil bertepuk tangan.


" Lo juga hel, muka lo udah terkenal di mana-mana, sekarang lo Idola para remaja di sini. " puji Farel.


Tak lama kemudian Adit datang dengan membawa minuman nya, ia ikut bergabung bersama mereka bertiga.


" Wah lo ada di sini rel? " tanya Adit kepada Farel.


" Lo kenal mereka? " tanya Farel yang mendapat anggukan kepala dari Adit.


" Lo kenapa nggak bilang di kampus kita ada bidadari cantik. " ucap Farel sambil menatap Flora yang sibuk mengaduk - ngaduk minuman nya.


" Asal lo jangan ngincer yang ini aja. " bisik Adit sambil melirik ke arah Rachel.


Farel terkekeh melihat sikap Adit yang begitu perhatian kepada Rachel.Flora dan Rachel biasa saja mereka tidak sadar dua pria dihadapan mereka sedang mencuri pandang kepada mereka.


Di Indonesia Sean kini menjalani therapy nya di temani Maira, dengan telaten Maira membantu Sean agar kembali dapat berjalan.Namun hal yang membuat Maira sakit hati setiap hari nya Sean selalu menceritakan kisahnya dengan Flora.Entah sampai kapan Sean dapat membalas cintanya.


" Mai, jangan pindahin foto gue sama Flora dari kamar gue ya, walaupun gue nggak bisa lihat tapi gue bisa merasakan nya." ucap Sean lalu mendorong kursi roda nya menuju kamarnya.


" Iya Se. " jawab Maira lirih.


Maira menghela nafas kasar, ia sadar cinta Sean hanya untuk Flora.Sean sangat sulit untuk ia gapai namun ia tetap ingin merawat Sean, ia tidak tega melihat Sean sendirian.


Sementara Darren kini sibuk kuliah sambil bekerja di perusahaan nya.Setelah ia lulus nanti perusahaan itu akan diambil alih oleh nya.Berkali-kali nyonya Anderson mengenal kan anak rekan bisnis nya kepada Darren namun tak ada satu pun yang mampu menggetarkan hati Darren.Hati Darren kini telah membeku hanya Rachel yang dapat membuat nya kembali mencair.