Cheossarang

Cheossarang
Slow but sure



Sean kini sudah di pindahkan ke ruang rawat, dengan telaten Flora menyuapi Sean dengan bubur.Nichole dan Lexy nampak senang melihat keduanya sangat mesra, bahkan kini Sean sangat manja kepada Flora.


" Apa pelaku nya sudah tertanggap? " tanya Keenan kepada Lexy.


" Dia berhasil kabur, tapi sekarang masih dalam proses pencarian. " jawab Lexy.


Keenan menghampiri Sean lalu menepuk lengan Sean. " Makasih ya kami udah jagain putri kesayangan daddy. " ucap Keenan lalu mengulum senyum.


" Sean akan selalu jagain Flo dad, " ucap Sean lalu mengusap punggung tangan Flora.


Flora menanggapi nya dengan senyuman.


Darren dan yang lainnya sudah pulang ke rumah masing-masing.Darren kini sedang menatap foto- foto nya saat berpacaran dengan Flora.Ia mengingat kenangan bersama Flora.


Darren merebahkan tubuhnya di atas ranjang, ia mentap langit langit di kamar nya.Di sisi lain ia tau pasti Flora tidak akan mencintai nya terlebih melihat Flora yang begitu ketakutan kehilangan Sean.Namun jauh di lubuk hati Darren sulit sekali melupakan Flora.


Mungkin sangat sulit melepaskan Flora dan kenangan nya.Namun melihat Keduanya saling mencintai ia tidak bisa terus menerus menjadi penghalang dalam hubungan mereka.


Sementara di tempat lain Nino mengantarkan Manda ke kost an nya.Karena kejadian Sean yang terluka rencananya mencari kost an menjadi batal.


" Makasih. " ucap Manda ketus.


Nino tidak menjawab ia malah menyelonong masuk ke dalam kost an Manda.Manda mendengus kesal dengan tingkah Nino.


" Kenapa lo masuk? pulang sana ini udah malem. " ucap Manda sambil bersidekap dada.


" Gantian sekarang gue yang nginep di sini. " balas Nino yang langsung merebahkan diri di atas ranjang.


Manik mata Manda membelalak, ia pun menarik lengan Nino sehingga Nino terjatuh di atas tubuhnya.


Manik mata mereka saling bertemu, debaran jantung mereka berdetak seirama.


Manda mendorong dada Nino, lalu duduk di atas lantai.


" Kalau lo tidur di sini gue tidur dimana? " tanya Manda kesal.


" Di kasur aja sama gue. " ucap Nino santai.


Manda semakin kesal dengan ucapan Nino seolah tak berdosa.


" Denger ya tuan muda Nino, gue emang miskin tapi gue nggak murahan.Gue bukan cewek gampangan yang lo cium seenaknya dan tidur sama lo. " ucap Manda dengan nada getir. Manik mata Manda berkaca- kaca, ia merasa sakit hati dengan tingkah laku Nino yang sebentar membawa nya melayang lalu ia hempaskan begitu saja.


Nino yang mendengar kekesalan Manda langsung menarik Manda ke dalam dekapan nya.


" Maafin gue, gue terlalu gengsi ngakuin perasaan gue sama lo. " ucap Nino sambil mengecup puncak kepala Manda.


" Gue cinta sama lo Amanda. " ucap nya.


Manda mengurai pelukan Nino, ia seperti tidak percaya dengan apa yang ia dengar.Elnino Farez mencintai gadis miskin seperti nya.


Hati Manda kini dipenuhi bunga - bunga yang di kelilingi jutaan kupu- kupu.Ingin rasanya Manda berteriak saking senang nya.


Nino menangkup pipi Manda dengan kedua tangannya ia mendaratkan bibir nya di atas bibir Mnada.Keduanya mulai terbuai dengan Ciuman yang ketiga kalinya mereka lakukan.Manda mengalungkan tangan nya di leher Nino.


Nino meremas dua benda kenyal yang masih terhalang oleh kemeja sekolah Manda. Hampir saja Nino lepas kendali saat hendak membuka kemeja Manda, tangan Manda menahannya.


" Kita masih muda, kita belum nikah. Jadi jangan macem-macem. " ancam Manda dengan sorot mata yang tajam.


Nino tersenyum lalu mencubit kedua pipi Manda. " Maaf sayang gue lupa, yaudah kita ke KUA yuk. " goda Nino sambil menaik turunkan kedua alisnya.


Manda mencebik kesal, " Idih ogah.. gue masih pengen sekolah kuliah, belum mau nikah muda. "


" Terserah lo, kan tadi lo juga yang nggak mau ngakuin ke temen- temen lo. " cibir Manda.


" Oh jadi kamu marah gara- gara itu. " ucap Nino tanpa ada embel-embel lo gue lagi.


" Maaf deh maaf aku ngaku salah. " sambung nya lagi sambil menjewer kedua telinga nya.


Manda terkekeh melihat tingkah Nino yang menggemaskan.Ia menangkup wajah kekasihnya itu lalu mengecup bibir nya sekilas.


" Kamu yakin mau nginep di sini? " tanya Manda.


Nino mengangguk, " Besok kita cari kost an buat kamu, cari yang deket sekolah sama kafe. "


Manda memeluk Nino, " Makasih ya. "


" Apa yang enggak buat kamu. "


" Cih gombal. "


" Tidur bareng sambil peluk boleh ya? " tanya Nino meminta izin.


" Iya peluk doank ya nggak lebih," jawab Manda.


Setelah membersihkan diri bergantian mereka tidur saling berpelukan.


Sama halnya dengan Manda dan Nino, Flora kini tidur di samping Sean dibatas ranjang rumah sakit.


Nichole dan Lexy yang melihat hal tersebut hanya menggelengkan kepalanya.


" Apa kita harus cepat nikahin mereka? " tanya Nichole.


" Mereka masih kecil sayang, kamu jangan ikut- ikutan Alexa yang pengen cepet punya cucu. " protes Lexy.


" Okay suami ku.. hmm Wecheese tapi aku gemesin banget sama mereka.Takutnya mereka berubah pikiran lagi. " ucap Nichole sambil mengerucut kan bibir nya.


Cup


Cup


Lexy mengecup bibir Nichole seolah melupakan Kean yang sedari tadi bermain ponsel di sana.


" Aduuhh.. nggak mommy daddy nggak ayah bunda sama aja selalu mencemari mata polos ku. " protes Kean sebal.


Lexy dan Nichole terkekeh mendengar ocehan anak sulungnya.Anak sulung nya ini lebih suka bermain ponsel sehingga kini ia masih saja jomblo.


Berbeda dengan Kavin yang memiliki stok pacar yang banyak.


" Kamu kalau bosen pulang gih, " ucap Nichole kepada putra nya.


" Ngapain? nggak ada Kai yang ada aku ngeliatin pasangan Cinderella itu di rumah. " ketus Kean.


" Maka nya cari kegiatan apa gitu biar kamu nggak bosen. " bujuk Lexy.


" Kalian ngusir aku mulu pengen mesra- mesraan ya? inget yah bun ini rumah sakit. " celetuk Kean.


" Emang ayah sama bunda mau apa coba? ayah takut kamu kelelahan aja. " jawab Lexy.


Kean menggedik kedua bahunya lalu kembali memainkan ponselnya.