Cheossarang

Cheossarang
Tidak di restui



Jangan lupa like komen sama vote ya bestie..


🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Happy Reading..


Setelah liburan panjang mereka, Sean dan kawan-kawan kembali pulang ke Ibu kota.Karena esok mereka sudah harus mulai masuk sekolah mereka beristirahat di rumah masing-masing.


Nampak Flora begitu lelah, sepulang nya ke mansion ia langsung merebahkan diri nya di atas ranjang.Berbeda dengan Flora, Sean pecinta kebersihan selelah apapun dirinya ia selalu menyempatkan diri untuk membersihkan diri. Setelah selesai dengan ritual mandi nya Sean pun merebahkan diri nya di atas ranjang.


Keesokan hari nya mereka semua sudah kembali dengan rutinitas masing-masing.Flora dan Sean sudah sampai di sekolah tiba-tiba ada notifikasi pesan dari ponsel Flora.Flora membuka pesan tersebut, antara senang dan tidak saat ia membuka pesan tersebut.Senang karena jalannya menjadi sutradara Hollywood semakin terbuka, sedih karena dengan begitu ia harus berjauhan dengan Sean.


" Kenapa? " tanya Sean saat melihat perubahan raut wajah Flora.


Flora menunjukkan isi pesan itu kepada Sean sambil merenggut.Sean terkejut ia sebenarnya merasa sedih, namun ia harus dapat terlihat bahagia.Sean tidak boleh egois menghalangi mimpi nya Flora, Sean harus mendukung Flora.


" Bagus dong sayang, ini kan cita - cita kamu. " ucap Sean lalu mengusap puncak kepala Flora.


Flora terdiam sejenak, " Kenapa kamu kayaknya seneng banget aku pergi? kamu mau cari pacar lagi ya? " tanya Flora dengan raut wajah yang sulit di artikan.


Eh..


" Bukan gitu sayaang, aku harus ngedukung segala mimpi kamu.Lagi pula kita masih bisa LDR an, banyak orang sukses LDR an kenapa nggak kita coba. " ucap Sean.


Flora mengerucutkan bibir nya, " Nanti kamu di sini banyak yang naksir gimana? " cibir Flora.


" Gimana kalau sebelum kamu pergi ke LA kita tunangan dulu, nanti setelah aku lulus aku nyusul kamu ke sana. " ucap Sean.


" Kamu tahu jadwal keberangkatan kami di percepat? " tanya Flora.


" Kamu lupa aku ketos di sini? awalnya aku sedih sama kayak kamu tapi mau bagaimana lagi aku nggak boleh egois dan menghalangi mimpi kamu. " cerocos Sean lalu berjalan masuk ke kelas Flora.


" Udah jangan pikirin apa- apa. " ucap Sean sambil menepuk kedua pundak Flora.


Flora pun mencoba untuk tersenyum lalu mengangguk, setelah melihat Flora duduk di bangku nya Sean pergi menuju kelas nya.


Sama halnya dengan Flora di dalam kelas Rachel kini sedang merenggut karena ia pun harus ikut terpilih ke Hollywood bersama Flora dan juga Adit.


Rachel saat ini sedang mendaratkan kepalanya di atas meja.Tiba-tiba Darren melakukan hal yang sama di depan kekasih nya.


Cup


Darren memberikan kecupan di bibir Rachel, " Jangan sedih gitu dong beib, bukannya kamu harusnya seneng. " goda Darren.


" Masa harus jauh dari kamu aku harus seneng? " sahut Rachel kembali merenggut kini ia sudah terbangun sambil bersidekap dada.


" Janji ya kamu nggak boleh nakal di sini. " ucap Rachel lalu memberikan jari kelingking nya kepada Darren.


Darren pun menautkan kelingking nya dan kelingking Rachel. " Promise. " ucap Darren lalu tersenyum.


Rachel pun mengulum senyum.Saat jam istirahat semua iri kepada Rachel dan Flora yang terpilih, yang otomatis masa depan mereka terjamin sangat bagus di sana nanti.


" Selamat ya kalian emang the best " puji Kiara lalu tersenyum.


Semua nya pun mengucapkan selamat kepada Flora dan Rachel.Dari kejauhan nampak Adit tidak suka melihat kedekatan antara Rachel dan Darren.Adit sudah mengetahui bahwa Darren dan Flora sudah resmi jadian.Namun seperti saat mengejar Flora ia tidak patah semangat untuk menikung pacar orang kali ini.Terlebih seolah semesta sedang ada di pihaknya ia dan Rachel sama- sama akan berangkat ke LA untuk pendidikan.Ia akan terus mencari celah agar hubungan mereka renggang.


Sepulang sekolah Darren membawa Rachel ke mansion nya untuk mengenalkan Rachel kepada ibunya.Mengingat ia sudah sangat mengenal kedua orang tua Rachel, kini gilirannya untuk mengenal orang tua Darren.


Rachel sangat gugup saat duduk di sofa mewah ruang tamu dalam mansion. Pandangannya mengeksplor seluruh isi mansion yang sangat berbeda dengan rumah nya.Ia semakin gugup saat melihat seorang wanita paruh baya yang masih cantik karena rajin merawat diri.Ia sudah membayangkan seperti di dalam sinetron yang selalu ibu nya tonton di mana ibu anak orang kaya tidak menyetujui hubungan putra nya dengan gadis miskin. Benar saja apa yang dipikirkan Rachel, saat Rachel bangkit dari duduknya dan hendak mencium tangan nyonya Anderson ia menolaknya bahkan membuang muka.Rachel langsung menarik kembali tangannya yang hendak menyalami calon mertuanya itu.


" Mah, Rachel ini pacar aku. " ucap Darren.


" Pacar, pacar kamu itu nggak ada waktu buat pacar - pacaran nggak jelas.Setelah kamu lulus nanti kamu akan langsung terjun ke perusahaan sambil kuliah. Jadi nggak ada waktu untuk pacaran, apalagi sama gadis miskin yang nggak jelas asal usul nya. " cibir nyonya Anderson sambil melirik sinis Rachel yang tertunduk dengan manik mata yang berkaca - kaca.


" Kamu lagian begi banget kenapa pake putus segala dari anak keluarga Wijaya, dengan kita mempunyai hubungan dengan mereka kita akan mendapatkan banyak dukungan dari perusahaan lain. " sambung nyonya Anderson lagi.


Hati Rachel sangat sakit saat mendengar segala hinaan yang keluar dari mulut nyonya Anderson. Apalagi kini nyonya Anderson membandingkan nya dengan Flora yang sudah jelas anak sultan, berbeda jauh dengannya yang anak seorang pegawai biasa.


" Mama jangan gitu, aku serius sama Rachel aku ingin menikah dengan nya. " ucap Darren yang membuat ibunya semakin tersulut emosi.


" Kau gila Darren Anderson, kau ini masih muda kehidupan mu masih panjang. Jangan kau sia- dia kan waktu berharga mu hanya karna gadis ini. Dia pasti sengaja mendekatimu karena kau kaya. " sentak nyonya Anderson.


Darren menarik lengan Rachel untuk ikut pergi dengan nya, namun Rachel diam tak bergeming. Darren menjadi bingung saat melihat gadis yang ia cintai semakin terisak.


" Ibu mu benar Darren, kita masih muda masa depan kita masih panjang.Cari lah gadis yang sepadan dengan mu. " ucap Rachel lalu melepaskan pegangan tangan Darren.


" Tante yang terhormat aku tau aku gadis miskin, tapi aku mencintai putra mu dengan tulus bukan karena dia seorang anak orang kaya, permisi. " ucap Rachel lalu pamit.


Rachel melangkahkan kakinya keluar dari mansion dengan air mata yang berlinang.Darren yang pun mengejar Rachel keluar dari mansion.


" Darren apabila kau keluar dari mansion kau tidak akan aku anggap anak. " teriak nyonya Anderson.


" Oke. " teriak Darren dari luar.


...........


Jangan lupa tinggalkan jejak oke bestie.. 🥰