
Come on yang masih belum like komen ma vote..
🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Happy Reading..
Siang ini SMA Adhitama School tepat nya di lapangan basket sudah dipenuhi para siswa yang tengah menonton pertandingan basket para senior mereka.Semua siswi berteriak histeris saat para kakak senior mereka tengah mendrible lalu mencetak skor.Walaupun mereka tahu para senior mereka sudah memiliki pawang nya namun mereka tidak pernah berhenti memuja mereka.
" Kak Sean. "
" Kak Darren. "
" Kak Nino. Aku padamu. "
" Semangat Kak Rain. "
" Kak Rico the best. "
" Kak Sean yang the best. "
Jerit para suporter mereka, terlihat pacar - pacar mereka begitu santai mendengar kekasih mereka begitu di puja oleh mereka.Suara sorak mereka semakin menggila kalau Adit ikut bergabung bersama mereka.
" Kyaaa.. cha eunwoo kita. " jerit salah satu siswa.
" Ngapain lu ke sini? " tanya Darren tidak suka kepada Adit.
" Ya maen basket lah, masa mau tebar pesona sama Rachel. " jawab Adit sambil mengerlingkan sebelah mata nya ke arah Rachel.
" Jangan sok kecakepan di depan cewek gue lo. " protes Darren.
" Lo takut Rachel pindah ke lain hati? " ledek Adit terkekeh.
" Oke kita one by one kalau gue menang lo harus menjauh dari cewek gue. " tantang Darren kesal.
" Kalau gue menang gimana? " tanya Adit dengan senyum menyeringai.
" Kalau lo menang nggak ada hadiahnya. " jawab Darren ketus.
" Ah nggak seru dong, gue juga mau kalau gue menang gue bisa deketin Rachel. " sahut Adit.
" Cewek gue bukan barang taruhan. " sentak Darren.
" Tapi tadi lo yang mulai kan? " pancing Adit.
" Gue nggak mau aja nanti di LA lo mepetin cewek gue. " ucap Darren kesal.
" Wowow seorang Darren Anderson saat ini begitu takut cewek nya gue rebut, apa lo nggak percaya cinta Rachel ke elu. " sahut Adit terus saja memancing emosi Darren.
Darren terdiam sejenak, bukannya ia tidak percaya akan cinta Rachel namun saat ini hubungan mereka sedang terhalang restu.Darren takut Rachel mundur dan berhenti berjuang. Darren melemparkan bola basket asal dia keluar dari lapangan.Sean dan yang lainnya merasa aneh dengan sikap Darren. Rachel yang melihat hal tersebut mengikuti langkah Darren dari belakang.
" Kamu kenapa beib? " tanya Rachel sambil memegang tangan Darren.
" Si Adit bikin aku kesel terus, dia terus - terusan pengen ngejar kamu. " jawab Darren dengan bibir yang mengerucut.
Cup
Rachel mengecup pipi Darren, " Kamu lucu kalau lagu ngambek gini? ".
" Ish.. malah di ledekin. " rengek Darren manja.
Darren begitu senang mendengar ucapan Rachel, ingin rasanya ia saat ini berjingkrak jingkrak atau berguling-guling di jalanan saking senang nya.
" Tapi nanti kamu di LA bakal makin deket sama dia. " ucap Darren merenggut.
Rachel mencubit pipi Darren gemas, " Di sana ada Flo juga kan kamu bisa tanya apapun sama Flo nanti. " jelas Rachel.
Darren tersenyum lalu ia memeluk Rachel, ia benar-benar terlalu takut kehilangan gadis cantik yang saat ini mengisi hatinya.Pertama kalinya Darren merasakan takut kehilangan seperti ini, apalagi kini penghalang terbesar mereka adalah ibu nya sendiri.
Sepulang sekolah Sean yang terburu-buru menyusul Flora ke parkiran tanpa sengaja ia menabrak seorang siswi.Gadis cantik itu terjatuh Sean pun membantunya untuk berdiri.
" Sorry yah gue buru- buru. " ucap Sean tanpa meliirk sekali pun kepada gadis itu.
" Iya nggak apa - apa." jawab gadis itu.
" Gue duluan ya. " pamit Sean lalu pergi meninggalkan gadis itu.
Gadis itu ia lah Maira, anak dari Naura asisten Bunda Nichole di butik. Maira menyukai Sean sejak mereka duduk di kelas 1 SMA. Saat itu Sean sering berkunjung ke butik Bunda Nichole.Sepulang sekolah Maira selalu membantu Naura di butik.
Dulu Maira sangat tidak suka apabila Flora selalu menyusul Sean ke butik.Gadis itu selalu mengikuti Sean kemana pun pria itu pergi.
Namun kini Maira sangat sadar kalau Sean sulit untuk ia gapai, apalagi kini ia dan Flora terbukti saling mencintai.Ia tidak bisa bersaing dengan Flora,Flora yang begitu segala nya dari pada dirinya.Maira hanya bisa mencintai Sean dalam diam tanpa ada yang tahu dengan perasaan nya.
" Hari ini mau ke mana dulu tuan putri? " tanya Sean dengan senyumannya saat mereka sudah berada di dalam mobil.
" Kami kalau aku nggak ada nggak boleh senyum gitu sama cewek lain ya, aku nggak rela. " protes Flora mengerucut kan bibir nya.
" Ashiaap sayang. " jawab Sean lalu melajukan mobilnya membelah jalanan kota.
" Kita ke kafe aja ngumpul sama yang lain. " ajak Flora.
" Mumpung kamu masih di sini kita mendingan pergi berdua aja jalan- jalan ke mall atau ke mana gitu.Nanti kalau kamu di sana kan nggak ada yang bisa aku ajak jalan. " cerocos Sean merajuk.
" Oke oke, eh ya kamu tahu denger - denger kak Darren juga mau nyusul Rachel saat udah lulus nanti. " ucap Flora.
" Dia takut Rachel diambil Adit di sana, secara kan si Adit ikut ke Hollywood juga kan? " sahut Sean lalu menoleh ke arah Flora yang menganggukkan kepalanya.
" Aku justru takut kamu yang pindah ke lain hati, secara kamu ganteng banyak yang suka belum lagi kamu anak pemilik sekolah, hotel, rumah sakit pasti bakal banyak yang ngejar kamu kalau aku nggak ada. " ucap Flora merendah padahal dia lebih Sultan dari Sean.
Sean mencubit gemas pipi Flora, " Aku nggak akan mungkin pindah ke lain hati sayang dari kecil kamu itu cinta pertama aku. " jelas Sean lalu mengerlingkan sebelah mata nya kepada Flora.
" Idih genit. "
" Biarin genit nya sama kamu juga calon istri. " goda Sean lagi.
Beberapa menit kemudian keduanya sudah sampai di mall terbesar di kota Jakarta.Keduanya kini mengelilingi mall tersebut, Flora melihat arena bermain.Mereka bermain dari mulai bermain basket, hingga semua permainan yang ada di pusat permainan itu mereka mainkan.Kini keduanya sedang asyik bermain bombom car Sean dan Flora terus bertabrakan lalu tertawa.Hari ini mereka sangat senang setelah lelah bermain game mereka berjalan menuju foodcourt di mall tersebut.Mereka memilih makan makanan cepat saji di sana agar mempercepat waktu.Setelah selesai mengantri kini keduanya membawa makanan mereka menuju tempat duduk yang sudah disediakan.
" Kamu seneng nggak yang? " tanya Sean.
" Seneng banget, makasih ya." jawab Flora tersenyum lalu kembali memakan makanan nya.
" Abis ini kita langsung pulang aja ya, kamu kayak nya capek banget. " sahut Sean sambil mengusap bibir Flora yang terkena saos.
" Iya aku cape banget, tapi seneng. " jawab Flora lalu mengulum senyum.Ia merasa sangat bahagia bisa menghabiskan waktu seharian ini bersama Sean.
..........
Jangan lupa like komen dan vote ya bestie..