
Loha epribadeh.. aku nggak akan bosen buat ingetin kamu kamu buat like komen dan Vote karya aku ini
๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ
Happy Reading ๐
Setelah kejadian tadi Farel dan Maira menjadi canggung, namun mama Farel yang merasakan terjadi sesuatu antara keduanya yang sedari tadi diam saja dengan wajah malu - malu meong. Mama Farel mengajak Maira membantunya untuk memasak, sebelum nya ia menelepon bunda Nichole untuk meminta izin agar Maira masih tetap di rumahnya karena di luar hujan tak kunjung reda.
Farel melihat Maira menangis saat mengupas bawang, gadis ini kenapa mudah sekali menangis.Farel menangkup wajah Maira dengan kedua tangannya, lalu ia meniup kedua mata Maira agar tidak perih.Ia hapus air mata Maira dengan kedua ibu jari nya.Maira terkekeh ia merasa dirinya mudah sekali menangis.
" Gue cengeng ya. " ucap Maira sambil melanjutkan memotong sayuran yang akan mereka masak.
" Nggak, gue juga suka gitu kalau lagi kupas bawang. " jawab Farel lalu mengulum senyum.
Mama Farel kembali masuk ke dapur, ia senang melihat kedekatan Farel dengan Maira. Walaupun Maira tidak berasal dari kalangan seperti nya itu tidak masalah bagi nya.Yang terpenting mama Farel ingin Farel cepat move on dari Flora.Entah marah atau harus bagaimana kepada Flora yang jelas saat ini ia begitu kecewa dengan Flora yang membatalkan acara pertunangan mereka.Namun setelah mendengar penjelasan dari Farrel mama nya akhirnya menerima semua ini. Namun ia pun ingin melihat putra nya bahagia dengan gadis yang ia cintai dan mencintai nya setulus hati.
" Ih gemes deh kalian kayak pasutri yang lagi belajar masak. " seru mama Farel.
Farel dan Maira otomatis sedikit menjauh mendengar ucapan mama Farel membuat keduanya kini menjadi canggung.
" Idih malu - malu lagi kalian. " ledek mama Farel.
Setelah selesai masak bersama mereka makan bersama, Mari cepat berbaur dengan mama Farel dan juga Farel.Keduanya nyaman saat bercengkrama dengan Maira.
Hari mulai malam, Maira pamit untuk pulang ke rumahnya.Ia berterima kasih kepada mama Farel yang sudah baik hati kepada nya.Kini ia dalam perjalanan menuju rumah Maira, keduanya kembali gugup mengingat ciuman kilat yang tadi terjadi.
" Mai, besok weekend mau temenin gue nggak? " tanya Farel.
" Kemana? " tanya Maira.
" Ke acara pernikahan Nino dan Manda. " jawab Farel.
"Lo kenal Nino sama Manda juga? " tanya Maira. Farel pun menjawab dengan anggukan kepala.
" Lo sekolah di Adhitama School juga dulu? " tanya Maira lagi.
" Enggak, gue kenal Nino aja sebenarnya cuma Nino pernah ngenalin Manda ke gue. " jawab Farel.
" Lo yakin mau ajak gue? nggak ajak cewek lain gitu yang lebih cakepan dikit. " balas Maira sungkan. Sebenarnya ia minder harus jalan bareng Farel artis papan atas sedangkan dia hanya asisten desainer.
" Gue nyamannya sama lo, lagian kan gue ngajak dateng ke acara pernikahan bukan ngajak lo married. " seloroh Farel membuat Maira menjadi kikuk.
" Iya juga ya. " jawab Maira lalu mengulum senyum.Farel menatap wajah Maira yang sederhana tanpa riasan wajah namun tetap cantik alami.
Keesokan harinya Kiara di sibukkan dengan persiapan acara pernikahan Manda dan Nino.Kiara melihat Rico yang hendak masuk namun akan keluar lagi.Dengan cepat ia berlari lalu menarik kerah kemeja Rico dari belakang.
" Mau kabur lo? laki-laki yang dipegang itu omongan nya. " cetus Kiara.
Manda tidak menyangka hubungan nya dengan Nino yang awalnya tidak direstui oleh ibu Nino kini akhirnya mereka merestui hubungan mereka.Ibu Nino tidak tahu kalau ibu Manda adalah sahabat karib nya.Sedari dulu ia ingin berbesanan dengan sahabat nya itu.Ia tidak menyangka gadis yang sempat ia tolak adalah putri sahabat nya.Kedua orang tua Nino dan Manda menunggu di belakang Nino.
Ayah Manda mulai mengucapkan ijab nya, dengan satu tarikan nafas Nino dapat mengucapkan ijab kabul dengan lantang.
" Saya terima nikah nya Amanda Ayumi dengan mas kawin tersebut di bayar tunai. " ucap Nino dengan lantang.
" Sah? "
"SAH." ucap Para tamu undangan serempak.
" Yes Sah!!. " pekik Nino membuat kedua orang tuanya malu melihat tingkah absurd putra nya itu.
" Maafin anakku ya jeng. " saut ibu Nino kepada sahabatnya.
" Iya, nama nya juga anak muda. " jawab mama Manda.
Setelah itu Manda di bawa memasuki tempat Nino dan yang lainnya berada.Manik mata Nino tidak berkedip sekali pun, ia begitu terpesona melihat Manda yang jarang berdandan kini seperti dewi yang turun dari kayangan.Andai boleh memilih rasa nya Nino ingin segera menarik wanita yang baru beberapa menit yang lalu telah SAH menjadi istri nya itu ke kamar.
Seolah mengetahui senyum mesum yang terukir dari wajah putra nya sang Ayah menyenggol lengan Nino. " Nanti mesum nya kalau udah di kamar. " bisik ayah Nino dan Nino hanya cengengesan.
Nino dan Manda menandatangani surat - surat nikah mereka. Setelah itu Manda mencium punggung tangan Nino lalu Nino mencium kening Manda.Hal ini tentu saja di abadikan oleh sang fotografer dadakan Rico.
Flora yang datang sendiri nampak senang melihat satu persatu cinta pertama sahabat nya berhasil sampai ke pelaminan.Sean masih belum mau muncul di hadapan orang banyak saat ia masih belum bisa melihat.Flora memaklumi nya oleh karena itu ia datang sendiri.
Para awak media kini beralih saat Farel datang bersama Maira. Maira nampak cantik setelah di make over oleh mama Farel. Bahkan Farel pun tidak pernah melepaskan pegangan tangannya di tangan Maira.
" Selanjutnya siapa nih? " tanya Ghea sambil melirik Flora dan Farel bergantian.
" Kayak nya Flora dulu. " seru Farel.
" Si Rachel dulu gue rasa. " elak Flora.
" Kita mah sekarang juga hayu ke KUA. " cetus Darren.
Rachel terdiam sejenak menatap Darren, masalahnya hingga kini ia belum bertemu kembali dengan nyonya Anderson.Entah ia akan merestui hubungan nya dengan Darren atau tidak.
" Nggak tau mereka tuh. " tunjuk Flora ke arah Kiara dan Rico yang nampak asyik melihat hasil jepretan Rico.
" Cie cie.. cinta lama balik lagi. " ledek mereka bersamaan.
Yang disindir auto saling menjauh seolah lupa kalau mereka sekarang sedang bermusuhan.
... ...
Jangan lupa like komen dan vote bestie๐