Cheossarang

Cheossarang
Dua hati yang sakit



Sean dan Flora masih di dalam kamar, para teman nya pun mulai masuk ke dalam kamar Sean.Sean mulai panik saat mendengar suara para sahabat gendeng nya itu.


" Segitu nya lo nggak nganggap kita sahabat Se? " tanya Darren dengan nada tinggi.


" Bukan gitu, gue cuma nggak mau nyusahin kalian.Mimpi kalian masih panjang, terlebih tempo hari gue nggak bisa jalan, gue pasti bakal nyusahin kalian nanti nya. " jelas Sean.


" Tapi seenggaknya kita semua ada disisi lo Se. " kini Rico yang ikut kesal.


" Lo tau kita merasa menjadi sahabat yang nggak berguna buat lo, kita nggak nemenin lo saat lo kesusahan. " cetus Nino.


" Iya maafin kita Se, kita pikir lo udah lupain kita. " ucap Rain sedikit lebay.


" Lo udah nikah masih aja lebay. " cibir Sean.


" Dan ini lah asli nya Sean, selalu pedas di setiap ucapan nya. " ledek Nino menepuk pundak Sean.


" Oke kita semua akan berusaha mencari donor mata buat lo Se. " ucap Rachel.


" Iya lo tau cewek gue sekarang jadi artis Hollywood. Dia pasti banyak kenalan nya. " sombong Darren.


" Idih sombong banget sih yang cinta lama balik lagi. " ledek Kiara sambil mengerucut kan bibirnya.


" Dih!! ngiri ya belum balikan. " kini Rachel yang membalas meledek.


" Idih najis. " saut Kiara dan Rico bersamaan.


" Sean ama Flora juga cinta lama balik lagi kan tadi abis kiss kiss an. " celetuk Rain sambil menautkan kedua jari nya.


" Sialan lo Rain. " balas Flora.


" Udah kuy otw nikah, gue ama Manda juga lagi proses. " ungkap Nino sambil merangkul pinggang Manda.


" Gue harus sembuh dulu, gue nggak mau nyusahin Flora nanti nya.Sebagai lelaki gue yang harus melindungi bukan di lindungi. " jelas Sean.


Semuanya pun terdiam sejenak, jika Sean sudah berkata seperti itu tidak ada yang bisa menolak.


" Lagian Flora juga masih banyak jadwal di sana, gimana selama Flora menyelesaikan pekerjaannya di sana lo disini berusaha buat sembuh Se. " usul Rachel memecah keheningan.


" Bener banget tuh, biar sama kayak gue LDR an. " ledek Darren.


" Idih ada orang kayak lo LDR an aja ngajak- ngajak. " protes Kiara lagi.


" Ini bocah kenapa dari tadi sewot mulu? " tanya Flora.


" Mereka tuh sebenarnya sama - sama masih cinta cuma gengsian jadi aja nggak kayak kita balikan lagi. " balas Darren menatap Kiara yang ditatap langsung menjulurkan lidah nya.


" Idih ogah. " jawab Kiara sambil. mengerucutkan bibir nya. Semuanya pun tergelak tawa melihat tingkah Kiara. Sementara di depan pintu Maira melihat kebahagiaan kini terukir di wajah tampan Sean ia ikut tersenyum.Maira melangkah kan kaki nya pergi meninggalkan kamar Sean.


Sebenarnya hati Maira sakit sangat sakit, bertahun-tahun ia mencintai Sean namun hingga kini Sean tidak dapat membalas cinta nya.Namun ia lebih sakit lagi saat setiap hari nya yang Sean ceritakan hanya Flora, Maira pun merasa sakit saat Sean bersedih saat mendengar Flora yang akan bertunangan.Namun kini saat melihat pria yang ia cintai dapat menemukan kembali kebahagiaan nya entah mengapa ia merasa lega.Bukankah cinta tidak selamanya harus memiliki? melihat orang yang di cintai nya dapat bahagia dengan orang yang ia cintai saja sudah cukup.


Maira berjalan memasuki taman kota, ia berjalan sendirian.Tiba-tiba ia melihat seorang pria duduk sendirian di tepi kolam sepertinya ia sedang bersedih seperti dirinya.Maira pun menghampiri pria tersebut, pria tersebut memakai kacamata dan masker.


" Aku boleh ikut duduk sini ya? tempat ini kayak nya adem buat nenangin pikiran. " cetus Maira lalu menghirup udara segar yang berasal dari taman itu.


" Boleh, ini tempat umum. " jawab pria itu.


Maira pun mendudukkan diri nya di atas rerumputan duduk di samping Farel.Ia laki-laki berkacamata dan masker itu Farel.


" Lo lagi sedih/kamu lagi sedih? " tanya mereka bersamaan.


Keduanya pun tergelak tawa.


" Jadi sama nih. " goda Farel.


" Gue abis ngelepas cinta gue sedari SMA. " kata Maira sambil menatap langit.Maira mengikuti bahasa Farel yang memanggil lo gue.


" Sama gue juga, ada rasa lega ada rasa sedikit nggak rela.Tapi maksain hubungan yang nggak di dasari cinta akan lebih menyakitkan kedepannya. " jelas Farel kepada Maira.


" Kita belum kenalan nama gue Maira. " saut Maira sambil mengulurkan tangannya kepada Farel.


" Gue Farel, " jawab Farel lalu menjabat tangan Maira.


Maira mengerutkan keningnya saat jabatan tangan mereka terlepas.Ia seperti ingat nama itu tapi di mana.


" Lo Farel yang artis itu? " tanya Maira.


" Iya Farel yang artis yang gagal bertunangan. " ledek Farel kepada dirinya sendiri.


Oh astaga!! apa dunia sesempit ini sehingga ia bertemu dengan mantan calon tunangan nya Flora.


" Jadi lo patah hati karena Flora? " tanya Maira lagi.


" Kok lo tau, jangan - jangan lo wartawan ya? " tanya Farel selidik.


Maira mencebik, " Gue bukan wartawan, gue juga patah hati karena gue melepas Sean sebelum Sean mengetahui perasaan gue ke dia sedari dulu. " cerocos Maira.


Farel terkejut, " Sean pria yang di cintai Flora? " tanya Farel memastikan.Dan Maira menjawab dengan menganggukkan kepala nya.


Keduanya tiba-tiba saja tergelak tawa, mereka sedang tertawa karena takdir yang sedang mempermaikan mereka.Seolah semesta sedang mempertemukan mereka untuk saling menghibur satu sama lain.Keduanya terus bertukar cerita hingga tanpa Farel dan Maira sadari seseorang mengambil gambar kedekatan mereka.


Tiba-tiba saja mata Maira kemasukan debu, Farel melepaskan masker dan kacamatanya.Farel menangkup wajah Maira lalu meniup mata Maira yang kemasukan debu tersebut.Posisi tersebut tentu saja posisi yang begitu menguntungkan bagi seseorang yang mengambil gambar tersebut.Wartawan itu tersenyum senang setelah seharian ini mengikuti Farel ia mendapatkan berita besar.


............


Jangan lupa tinggal kan jejak🄰


Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan nya..