Cheossarang

Cheossarang
Isi hati Darren



Jangan lupa laik komen dan vote bestie..


🌸🌸🌸🌸🌸


Happy Reading..


Acara pentas pun di mulai, para pemeran sudah berkumpul di belakang stage.Para sponsor dan tamu undangan sudah memasuki aula.Para siswa pun tidak ingin melewatkan acara besar ini.Nampak Flora mulai menarikan tarian balet sebagai pembuka acara bersama dengan Rachel.Keduanya nampak melakukan nya sebaik mungkin.Berjinjit berputar mengikuti irama.Setelah tarian balet selesai drama musikal pun di mulai.Para sponsor dan tamu undangan sangat menyukai bakat mereka semua.Alur cerita pun sangat menarik membuat para penonton menyukainya.Apalagi saat Odette menangis ketika melihat sang pangeran berdansa dan menyatakan cinta kepada Oddie anak si penyihir.Lain hal nya dengan para penonton Darren yang melihat Rachel berdansa dengan Adit merasa marah.Ingin rasanya ia mengobrak-abrik panggung saat ini juga. Sean tersenyum miring melihat Darren yang sedang dilanda cemburu.


" Kalau cinta jangan gengsi, nyatain perasaan lo.Nanti kalau udah dipepet orang lain baru tau rasa lho. " celetuk Sean memberi saran.


" Saat gue berhadapan sama dia ungkapan cinta itu berubah jadi marah- marah, nggak ngerti gue juga. " sahut Darren sambil menatap tajam ke arah panggung.


Beberapa jam kemudian acara pun berakhir Sean menghampiri Flora sambil memberikan buket bunga kepada gadis nya.


" Makasih sayang, bunga nya cantik. " ucap Flora sambil mencium bunga tersebut.


" Secantik kamu. " puji Sean lalu mengulum senyum.


Oh senyuman itu membuat hati Flora klepek-klepek dibuat nya.


Nino, Rain dan Rico pun memberikan selamat juga kepada para pacar nya.


" Hey penyihir hati ku, aku tau kamu pasti bisa. " ucap Rico lalu membentang kan tangannya.


Kiara berlari memeluk Rico.


" Bunga buat aku mana? " tanya Ghea malu- malu.


Rain pun memberikan buket bunga yang ia sembunyikan di balik punggung nya.Manda pun sama mendapatkan bunga mawar cantik dari Nino.


Lain halnya dengan mereka Rachel memandang mereka iri karena hanya ia yang tidak mendapatkan ucapan dari orang terkasih. Tiba-tiba ada sebuah buket bunga berada di depan wajah Rachel.Rachel tersenyum ia berharap Darren yang memberikannya, namun saat ia melihat wajah Adit yang tampan sedang tersenyum manis kepada nya senyum nya sedikit memudar.


" Selamat akting lo keren banget, gue yakin lo sama Flora akan di bawa ke Hollywood sama mereka. " ucap Adit.


" Akting lo juga bagus, makasih bunga nya. "balas Rachel lalu tersenyum.


" Gimana kalau kita rayain di kafe depan sekolah? " tanya Adit.


"Nggak bisa, Rachel harus balik sama gue. " ucap Darren tiba-tiba.


Adit berdecak, " Ck ck lo lagi lo lagi, emang Rachel siapa lo? bukan pacar lo kan? " sentak Adit kesal.


" Gue ada urusan sama Rachel. " ucap Darren lalu menarik lengan Rachel.


" Gue yang lebih dulu ada janji sama Rachel. " balas Adit ikut menarik lengan Rachel yang satu lagi.


Terjadi lah adegan tarik menarik tangan Rachel, Rachel merasa jengah dengan kedua pria ini.


Manda dan yang lainnya pun melihat adegan tarik menarik itu. " Omo omo sumpah demi apa cha eunwoo kita lagi berebutan kak Rachel sama kak Darren. " ucap Manda sambil menutup kedua mulut nya histeris.


" Aduh gue juga mau dong direbutin kayak gitu. " ucap Kiara yang langsung dapat tatapan tajam dari Rico.


" Peace beb. " sambung Kiara lagi saat melihat tatapan Rico.


Rachel pun melepaskan kedua tangan yang terus saja menariknya. " Gue mau pergi sendiri bye. " ucap Rachel lalu melambaikan tangannya lalu pergi begitu saja.


" Ini semua gara- gara lo jadi Rachel pergi. " sentak Adit.


" Salah lo lah, gue udah biasa pulang bareng Rachel nggak usah maen tikung gitu" Ketus Darren tidak mau kalah.


" Tapi Rachel belum jadi siapa- siapa lo, masih ada kesempatan buat gue. " sarkas Adit kesal.


" Lo kenapa sih? " tanya Rachel berdecak sebal.


Darren membawa Rachel masuk ke dalam mobilnya setelah memastikan Rachel duduk dengan tenang Darren memasuki mobilnya lalu duduk di kursi kemudi.


" Lo kenapa sih ren? " tanya Rachel saat Darren baru saja menyalakan mesin mobil. Mobil Darren pun berjalan membelah jalanan kota.Di tengah jalan Darren membuang bunga yang dipegang Rachel sedari tadi.


" Kenapa lo buang sih? " cibir Rachel masih tidak paham dengan sikap Darren.


" Nanti gue beliin lagi, sekalian sama toko nya gue beli buat lo. " sahut Darren fokus menyetir.


Rachel menghela nafas kasar, " Tau deh yang banyak duit.. lo tuh harus bisa ngehargain pemberian orang tau. "


Darren menghentikan mobilnya, ia menoleh ke arah Rachel yang melihat nya dengan tatapan tajam.


" Lo suka sama dia hah? " sentak Darren kesal.


" Lo kenapa sih? kadang gue nggak ngerti sama sikap lo yang posesif dan kaya yang cemburu." ucap Rachel kesal.


" Iya gue cemburu gue nggak suka lo deket sama cowok lain puas lo. " sentak Darren tidak sadar ia mengatakan hal yang sulit ia ucapkan.


Rachel tertawa kecil, sudah ia duga Darren memiliki perasaan yang sama dengannya.Seperti ada jutaan kupu- kupu mengelilingi Rachel saat ini.Ia begitu senang saat mengetahui Darren cemburu pada Adit.


Cup


Rachel mengecup pipi Darren yang masih emosi, emosi Darren mendadak ciut setelah mendapat ciuman di pipi dari Rachel.Kini ia bagai kucing imut menggemaskan yang senyam senyum sendiri.


" Nggak seru ! masa nembak gue sambil marah - marah. " ucap Rachel sambil melipat kedua tangannya di depan dada dengan bibir yang mengerucut.


Darren terkekeh, ia gemas melihat Rachel yang seperti ini. " Jadi mau lo gimana? "tanya Darren.


" Ya tembak gue lah. " sahut Rachel.


" Gue nggak bawa pistol beib. " jawab Darren yang sudah mengganti panggilannya kepada Rachel.


" Ish ngeselin. " decak Rachel sebal ia hendak membuka pintu mobil namun dicegat oleh


Darren.


" I love you Rachel, aku cinta kamu temen berantem ku. " ucap Darren lalu mengecup bibir Rachel.


Rachel tersenyum senang, Darren kembali melajukan mobilnya.


" Jadi kamu mau ngerayain di mana? " tanya Darren sambil menengok ke arah Rachel sebentar lalu kembali fokus pada jalanan.


"Ngerayain apa? " tanya Rachel tersipu malu.


" Ngerayain kesuksesan kamu sama hari pertama kita. "jawab Darren mengulum senyum.


" Gu_ eh aku terserah kamu aja. " balas Rachel malu - malu.


Sumpah demi apa saat ini wajah Rachel memerah seperti tomat.Ia merasa ada jutaan kembang api sedang bersorak di dalam dirinya.


Sama halnya dengan Rachel Darren sangat senang akhirnya ia bisa mengutarakan isi hatinya yang selama ini ia pendam.Darren senyam senyum sambil sesekali melirik Rachel.


.............


Jangan lupa tinggalkan jejak.. and pencet love juga ya..


Maaf aq telat up aq lagi ga enak badan..