Cheossarang

Cheossarang
Sean terluka



Masih di dalam kantin seperti biasa Darren dan Sean masih saja berebut perhatian Flora.Hal tersebut tentu tak luput dari pandangan tak suka dari Gishele.Ia sebagai queen di sekolah merasa tersaingi, pasalnya dua pria most wanted di sekolah kini mengejar- ngejar Flora bukan diri nya


Gishele mengepalkan tangan nya, ia sangat membenci Flora.Ia akan berbuat apa saja untuk menyingkirkan Flora.


" Lo emang nggak tau apa yang terjadi sama mereka Rain? " tanya Flora yang masih kepo dengan hubungan Manda dan Nino.


" Kemarin abis nolongin Manda gue langsung balik, Manda sama Nino pulang ke apartemen. Selebihnya gue nggak tau. " ucap Rain sambil menggedik kan kedua bahu nya.


Flora manggut-manggut, " Kayak nya ada something. " ucap nya sambil memicingkan mata nya.


" Si Nino sama kayak Sean yang gengsian saat suka sama lo, udah di gaet sama Darren nyesel kan? " celetuk Rain yang langsung mendapatkan pelotottan mata dari Sean dan Flora.


" Ish.. kalian udah kompakan aja. " cibir Rain lagi.


" Sama gue juga kompak ya Flo. " ucap Darren tidak mau kalah.


" Iya kita kompak kita kan best friend. " ucap Flora merangkul Sean dan Darren bersama an.


Keduanya nampak mengerucut kan bibirnya saat mendengar Flora hanya menganggap mereka teman.


Jam istirahat pun selesai, kini mereka berjalan menuju kelas.Saat melewati lapangan basket tiba-tiba ada seseorang yang melemparkan pot bunga ke arah Flora.Sean yang melihat itu langsung memeluk Flora sehingga pot bunga itu terjatuh menimpa nya.


" Lo nggak apa- apa Flo? " tanya Sean panik.


Flora masih dalam keadaan syok, ia hanya diam menatap Sean.Semua teman yang lain mencari pelaku yang melemparkan pot tersebut.


Flora semakin syok saat melihat darah segar mengalir dari belakang kepala Sean.Pandangan Sean pun memudar ia pun pingsan di pangkuan Flora.


" Se Sean.. Sean.. " teriak Flora mengguncang tubuh Sean.


Semua teman- teman Sean dan Flora pun ikut panik. Dengan cepat Darren menggendong Sean dari belakang menuju mobil nya. Teman-teman yang lain pun ikut, para guru pun ikut langsung menghampiri tempat kejadian.


Mereka terkejut saat melihat putra pemilik sekolah mengalami insiden tersebut.Mereka merasa bersalah tidak bisa menjaga keamanan Sekolah dengan benar.


Darren, Flora dan Rico membawa Sean ke rumah sakit. Di susul teman lainnya dari belakang dengan kendaraan masing-masing.


Sepanjang perjalanan Flora menangis memeluk Sean yang tak sadarkan diri.Darren dapat melihat Flora yang begitu ketakutan saat Sean terluka dari kaca spion mobil.


Melihat pengorbanan Sean yang mempertaruhkan nyawa nya untuk menolong Flora membuat nya merasa cinta Sean lebih besar dari pada cinta nya kepada Flora.


Tak lama kemudian mereka sudah sampai di rumah sakit, Sean dengan cepat di tangani oleh tim medis.


Kini mereka semua sedang menunggu di depan ruang ICU.Ayah Lexy dan Bunda Nichole pun baru sampai rumah sakit bersama Kean dan Kavin.


" Gimana keadaan putra saya dok? " tanya bunda Nichole saat dokter keluar dari ruang ICU.


" Tidak ada yang perlu di khawatirkan nyonya hanya saja benturan di kepalanya terlalu keras membuat ia masih belum sadarkan diri. " jelas dokter.


" Apa kami sudah boleh menjenguk nya dok? " tanya Flora sambil mengusap air matanya.


" Pasien masih belum siuman, tapi dari tadi ia mengigau memanggil nama Flora. " ucap dokter tersebut.


" Saya Flora apa saya boleh masuk dok? "tanya Flora.


" Boleh saja tapi satu satu ya jangan terlalu ramai ya.. "ucap dokter kepada semua orang.


Flora menatap bunda Nichole seolah meminta izin untuk masuk lebih dahulu.Bunda Nichole menganggukkan kepala nya. Flora pun masuk ke dalam ruang ICU.


Ayah Lexy memeluk istrinya, " Dasar anak nakal, udah gede inget nya sama Flora bukan sama bunda.. hiks.. " ucap Nichole terkekeh.


Lexy mengusap lembut punggung istrinya, " Wecheese.. sama kayak kamu ya dia. " celetuk Lexy mengucapkan mantra sakti Nichole.


Nichole tersipu malu, ia bersembunyi di dada bidang suaminya.


Rico mencubit gemas pipi chubby kekasih nya itu, " Hayu otw KUA. " goda nya sambil mengerlingkan sebelah mata nya.


Tak lama kemudian Manda dan Nino baru sampai dengan nafas tersengal.


" Gimana keadaan Sean? " tanya Manda khawatir.


" Udah di atasi cuma belum siuman aja jadi belum dipindahin ke ruang rawat. " jelas Ghea.


" Pacaran mulu sih lo. " goda Rain kepada Nino.


Nino mendengus kesal, " Dia noh yang pacaran mulu sama si Jerry. " ketus Nino.


Manda hanya diam tidak menanggapi ucapan Nino.


" Roman- roman nya ada yang cembokur. " goda Rico terkekeh.


Nino menatap tajam ke arah Manda yang membuang muka saat bertatapan dengan nya.


Sementara di ruang ICU Flora sedang mengenggam tangan Sean.Ia masih saja menangis, Flora merasa bersalah. Ia tahu sasaran lemparan itu untuknya, andai tidak ada Sean mungkin kini ia yang terbaring di rumah sakit.


" Bangun dong Se, gue takut nih. " ucap Flora terisak.


" Kata nya mau jadi calon suami gue, tapi kok lo masih belum bangun. Nanti gue gimana? " ucap Flora lagi.


" Beneran mau jadi calon istri gue lagi? ".


" Iya.. maka_" ucapan Flora terhenti saat ia baru sadar kalau Sean menjawab ucapan nya.


Mata Sean terbuka, lalu tersenyum semanis mungkin di hadapan gadis pujaan nya itu.


Flora memukul dada Sean, " Ish lo jahat ngerjain gue. " Flora mengerucut kan bibir nya.


Sean pura-pura meringis kesakitan, " Aduh sayang.. gue ini pasien masa di aniaya. " rengek nya manja.


Flora bersidekap dada dengan wajah yang ditekuk.


" Cie.. cie ngambek,makin cantik kalau lagi ngambek gitu. Makin cinta aku" goda Sean mencolek dagu Flora.


Flora masih memalingkan wajahnya kesal, Sean menarik Flora kedalam dekapannya.


" Maafin gue udah bikin lo khawatir. " ucap Sean mengusap punggung Flora.


" Gue yang salah, harus nya lo jangan nolongin gue. Gue nggak bisa liat lo sakit kayak gini. " ucap Flora sedih.


" Gue juga nggak bisa liat lo sakit, gue akan selalu jagain lo Flo.Walaupun nyawa gue taruhan nya. " ucap Sean.


Flora melepaskan pelukan nya lalu menaruh telunjuknya di bibir Sean.


" Hust.. ngomong nya jangan gitu," ucap Flora merenggut.


Entah siapa yang memulai kini kedua bibir mereka saling bertautan.Seolah mereka lupa sedang berada di rumah sakit, mereka terus bertukar saliva.


Sampai sampai Darren yang hendak masuk untuk memberitahu Flora akan kedatangan orang tuanya auto undur diri.


Ada rasa sesak di dada Darren melihat gadis yang ia cintai ternyata begitu mencintai pria lain.Namun ia harus rela merestui hubungan mereka.Ia tidak berhak memisahkan kedua insan yang saling jatuh cinta itu.


..........


Like komen dan vote jangan lupa ya gaess