
Pagi ini Flora sangat senang mengingat kecanggungan antara ia dan Sean sudah menghilang.Flora mengingat kejadian semalam saat mereka menari bersama sambil bernyanyi.
Bahkan dari bawah stage Darren pun ikut berjoget seperti mereka.Flora berharap semoga mereka bisa akur setelah ini.
Kini Flora sudah berada di depan sekolah, Kiara, Manda dan Ghea sudah menunggu nya dari tadi.
" Flo, lo udah ngerjain tugas matematika belum? " tanya Manda.
Flora menepuk keningnya, " Ya ampun gue lupa, kemarin terlalu sibuk nyiapin pernikahan kakak gue. " ucap Flora panik.
" Galau gue, kakak lo yang ganteng nya nggak ketulungan itu udah sold out. " ucap Kiara lesu.
" Huuh mana istri nya juga cantik banget. " sahut Manda ikutan galau.
Pernikahan kakak pertama Flora menjadi hari patah hati sedunia pasalnya banyak gadis yang bermimpi ingin bersanding dengan anak Sultan itu.
Darren menghampiri Flora bersama Rico yang langsung nempel dengan Kiara.
" Flo, kamu udah sarapan belum? " tanya Sean perhatian.
" Udah kak, gue duluan ya.. gue lupa belum ngerjain tugas. " ucap Flora dengan nada pelan.
Darren mengangguk, Flora dan teman-temannya lalu berjalan menuju kelas.
Di kelas Flora dengan cepat mengerjakan tugas yang belum sempat ia kerjakan kemarin.
" Jadi sekarang lo jomblo nih Flo? " tanya Manda kepo.
" Hmm. " Flo yang masih sibuk menyalin tugas hanya menjawab pertanyaan Manda dengan deheman.
" Nggak enak tau jomblo. " cibir Kiara.
" Tau lah yang lagi PDKT sama kak Rico. " goda Ghea sambil mencolek dagu Kiara.
" Biarin biar ada yang anter jemput gue. " ucap Kiara santai.
" Tukang ojeg juga bisa tuh. " kini Flora yang ikut menimpali sambil mata nya masih tertuju pada tugas nya.
" Gue kalau jadi si Flora gue pacarin aja dua duanya. " celetuk Ghea yang langsung mendapatkan pelototan mata dari semua.
Ghea menyengir kuda, " Hehe abis kak Sean sama kak Darren itu terlalu sayang buat di lepas, dua cowok most wanted Adhitama School gitu lho. " cerocos Ghea.
" Gue nggak mau nyakitin salah satu diantara mereka. " ucap Flora menutup bukunya setelah selesai mengerjakan tugas.
"Berarti lo masih suka sama Sean ya Flo? " tanya Kiara selidik.
" Sean itu cinta pertama gue, entah kenapa susah banget lupain dia. Padahal kalau boleh milih nih Darren lebih baik dari dia, tapi kayak nya hati gue udah kepentok banget sama Sean. " jelas Cinta.
" Susah kalau udah bucin dari orok. " cibir Ghea.
" Terus jadi sekarang gimana? " tanya Manda.
" Kita temenan aja, lagian gue mau fokus sama pelajaran aja dulu. " ucap Flora serius.
" Yakin mereka bakal akur? " tanya Manda.
" Mudah-mudahan. " jawab Flora lalu mengulum senyum.
Saat jam istirahat Flora mengajak Sean dan Darren makan bersama di halaman belakang sekolah.
Kedua pria itu masih saling membuang muka. Flora tersenyum melihat tingkah kekanak-kanakan keduanya.Sebelum jam istirahat keduanya mengirim pesan mengajak makan bersama, karena tidak ingin membuat kecewa Flora mengajak mereka bersama.
Flora ingin membuat mereka berteman lagi seperti dulu.
" Jadi mau makan bareng nggak nih? " tanya Flora melirik ke arah keduanya.
" Ish kalian gemesin deh kalau akur gini kan. " goda Flora mencubit pipi mereka.
Lama-lama kelamaan kecanggungan kedua rival itu menghilang. Kini mereka sedang sibuk berebut cilok yang dipesan Flora.Flora mencebik karena jatah nya dimakan habis oleh Darren dan Sean.
" Kalian jahat banget sih gue nggak disisain. " ketus Flora dengan mulut yang masih penuh dengan makanan.
" Nanti gue beliin lagi. " ucap Darren.
" Bentar lagi jam masuk bege. " ucap Sean.
" Yaudah besok lagi kalian yang traktir gue ya. " ucap Flora bersidekap dada masih merajuk.
" Oke tuan putri. " ucap Sean dan Darren bersama an.
Dari kejauhan Rain, Nino dan Rico melihat kebersamaan mereka.
" Lo pernah denger istri pertama sama kedua? " tanya Rain.
" Pernah, tapi ini suami pertama dan kedua nampak akur. " ucap Rico.
Nino menggeplak keduanya, " Mereka cuma temenan tau jangan nge gosip yang aneh- aneh deh. " protes Nino.
Setelah selesai makan mereka kembali ke kelas masing-masing.Flora yang baru sampai ke kelas ia tiba-tiba di hadang oleh Gishele dan teman-temannya.
" Kecentilan banget sih lo, sekarang lo ngejar-ngejar dua duanya. " bentak Gishele.
Flora melipat kedua tangannya didepan dada, " Ish.
lo nggak ngeliat kita lagi temenan bukan pacaran. " ketus Flora.
Flora pun mendorong Gishele agar menyingkir karna ia ingin masuk ke dalam kelas.Gishele yang melihat Flora berhasil masuk ia hanya bisa mengepal kan tangan nya.
Kini jam olahraga di mulai Flora yang disuruh mengambil bola basket berjalan ke gudang tempat menaruh alat- alat olahraga.Ia terkejut saat melihat Sean sedang duduk di sofa yang berada di ruangan itu.
" Gue mau ambil bola". ucap nya.
Sean hanya menjawab dengan senyuman, namun tiba-tiba kaki Flora terbentur sesuatu sehingga ia malah jatuh ke atas tubuh Sean.
Jarak mereka semakin dekat, Flora merasa degub jantung nya terpacu sangat cepat.Apalagi kini Sean seperti akan mencium nya lagi.
" Udah gue bilang juga apa kita itu jodoh sayang. " bisik Sean lalu mengecup pipi Flora.
Dengan cepat Flora menjauhkan dirinya dari Sean, wajah nya memerah menahan malu.Flora langsung mengambil bola di ruangan itu.Flora kesulitan mengambil bola yang berada di atas lemari. Flora berjinjit berusaha mengambil,tiba-tiba Sean dari belakang mwngam bola tersebut dengan satu tangannya dan satu tangan lagi memeluk pinggang Flora.
" Gue nggak akan bosen buat bilang I love you Flora. " bisik Sean lagi lalu memberikan bola itu kepada Flora.
Sean pun meninggalkan Flora yang masih berdiri mematung sambil menormalkan detak jantung nya.
" Oh astaga kalau seperti ini cara nya gue bisa goyah. " batin Flora.
Flora pun kembali ke lapangan menyusul teman sekelas nya yang lain.
Sepanjang perjalanan menuju lapangan Flora mengingat kejadian tadi saat Sean hampir saja mencium nya lagi.Ingin rasanya ia melompat lompat namun ia tidak boleh terbawa suasana.
Di dalam gudang Sean terus saja tersenyum mengingat wajah Flora yang menggemaskan saat merasa gugup.Dapat ia dengar degub jantung Flora saat bersama nya.
Oh seperti ini yang namanya jatuh cinta, kenapa Sean begitu bodoh baru menyadari akan perasaan itu.Ia terus saja berjingkrak jingkrak seperti orang gila. Cinta memang dapat merubah segalanya.
.................
Jangan lupa tinggal kan jejak like komen dan vote..
Terima kasih sista udah setia baca novel ku..