
Setelah selesai dengan ritual mandi nya Adit keluar dari kamar mandi dengan handuk yang ia lilitkan di pinggang.Beruntung gadis itu sudah keluar dari kamar nya, Adit pun berjalan menuju walk in closet lalu berpakaian.Setelah selesai berpakaian ia keluar kamar, ia menghirup aroma masakan yang membuat perut nya bertalu talu minta diberi asupan.Feronica sengaja memasak apa yang ada di dalam kulkas sebagai permintaan maaf.
" Maaf aku lancang, aku tak enak kepada mu.Jadi aku sengaja memasak untuk mu. "ucap Feronica sungkan.
Adit pun duduk di kursi mini bar dekat dapur, ia mencoba menghargai apa yang dilakukan wanita itu. Feronica duduk di samping Adit, lalu ia mengambil kan makanan untuk Adit.Feronica terbiasa melakukan hal seperti ini bersama mendiang ibu nya dulu.
Keduanya pun sarapan bersama," Terimakasih. " ucap Adit kepada Feronica saat gadis itu hendak pamit.
" Aku yang seharusnya berterima kasih. " saut Feronica.
" Oh ya aku Feronica. " ucap Feronica memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya.
" Aku Aditya. " jawab Adit lalu menjabat tangan Feronica.
" Terimakasih karena telah menolong ku. " ucap Feronica lagi.
" Iya sama - sama. "
Feronica pun pergi meninggalkan apartemen Adit setelah berpamitan.
Sementara itu hari ini di London semua orang tengah gugup menunggu operasi mata Sean. Tak lama kemudian dokter keluar dari ruangan operasi.
" Bagaimana dok? " tanya Ayah Lexy.
" Operasi berjalan lancar, kita tinggal tunggu hasil nya. " ucap Dokter itu lalu pergi.
Semua merasa lega operasi mata Sean berjalan lancar, mereka berharap Sean dapat kembali melihat. Mata Sean masih di perban saat ia di bawa ke ruang rawat oleh para perawat.
Setelah melewati masa pemulihan kini perban di mata Sean boleh dibuka.Dengan perlahan perawat membuka perban tersebut satu persatu.Sean mulai membuka mata nya, ia merasa tidak percaya dengan apa yang ia lihat.Setelah beberapa tahun berada dalam kegelapan kini ia dapat kembali melihat seluruh keluarga dan kerabat nya.
" Bunda. " ucap Sean memanggil bunda Nichole.Bunda Nichole menghampiri putra nya lalu ia pun menghambur memeluk Sean.Semua orang ikut menangis bahagia melihat Sean dapat kembali seperti semula.
" Sean masih butuh banyak istirahat bun, jangan terlalu banyak aktivitas yang membuat mata nya lelah. Jangan dulu main ponsel Se. " jelas Kean.
" Hey bukannya lo dokter bedah. " celetuk Kavin.
" Gue di kasih tau temen gue bege. " cetus Kean kepada Kavin.
" Nggak sabar lo ya pengen video call an sama ade gue. " ledek Key.
Sean pun mengulum senyum mendengar ucapan Key. Semenjak hari itu kesehatan Sean sudah muali pulih setelah beberapa hari istirahat, Sean sudah mulai kuliah sambil belajar mengelola hotel Adhitama. Pertama kali ia ber video call bersama Flora ia sangat terkejut melihat Flora yang semakin cantik saat dewasa.Rasa nya Sean ingin cepat - cepat menikah dengan Flora.Namun ia ingat menikah tidak hanya harus bermodal kan cinta saja.Ia harus bisa bekerja agar dapat membiayai Flora nanti.
" Sayang, kamu pasti capek istirahat dulu sana. " titah Sean saat melihat wajah lelah Flora yang sedari tadi menemani Sean mengerjakan tugas nya lewat video call.
" Baiklah, kamu jangan malem - malem tidur nya. " seru Flora lalu mematikan sambungan telepon setelah Sean menganggukkan kepalanya.
" I can see your smile again Flo. " ucap Sean sambil memeluk ponsel nya.
Sudah dua bulan ini mereka melakukan hubungan jarak jauh antara London dan LA. Keduanya sesekali saling berkirim pesan atau video call untuk melepas rindu. Sama hal nya dengan Sean dan Flora, Rachel dan Darren pun selalu melakukan video call terlebih sifat Darren yang lebay yang langsung menelpon Rachel apan wanita nya tidak membalas pesan nya.
Feronica kembali di pertemukan dengan Adit saat ia mencari pekerjaan menjadi asisten sutradara. Keduanya mulai dekat saat menjadi rekan kerja.
Sore ini di Indonesia tepat nya di ballroom hotel, Kiara dan Rico masih menjadi partner kerja.Karena hingga saat ini Kiara masih belum menemukan fotografer untuk WO nya. Nino dan Rain selalu mengolok-olok mereka karena saat ini mereka selalu bersama. Untung nya acara sudah selesai sehingga Kiara dan Rico bisa bersantai.
" Udah kalau kata gue Wo kalian itu di gabung jadi satu dengan lo yang jadi fotografer dan lo jadi ahli make up . " saran Nino.
" Iya dari pada terus saingan mendingan jadi partner, sekalian partner ranjang. " goda Rain si mesum.
" Idih najis. " ucap kedua nya saling membuang muka.
Nino dan Rain begitu pusing menghadapi dua pasangan yang masih saling cinta namun saling gengsi ini.Sepertinya akan sulit untuk mempersatukan mereka. Keduanya pun memil ide membuat mereka berdua mabuk, setelah itu mereka berdua di bawa oleh Nino dan Rain ke dalam kamar hotel.
" Maaf ya kita ngelakuin ini, semoga kalian nggak macem-macem.Semoga kalian akur lagi. " ucap Nino.
Lalu keduanya pun keluar meninggalkan mereka yang sudah mabuk di dalam kamar.
" Kalau mereka making love gimana No? " tanya Rai khawatir.
" Percaya mereka nggak akan ngelakuin itu, mereka kan cuma mabuk bukan kita kasih obat perangsang. " jawab Nino.
Sementara di dalam kamar, dua insan yang di jebak itu masih saling bermusuhan walaupun dalam pengaruh alkohol. Bahkan kini mereka saling menjambak satu sama lain.
" Lo jahat!! dari dulu sampai sekarang lo jahat, lo selingkuh. " jerit Kiara menangis.
" Gue nggak pernah selingkuh, lo nya aja yang cepet percaya sama ucapan orang. " bentak Rico.
Kiara menghentikan tangisan nya, bibirnya masih mengerucut ia lalu menghapus air mata yang membasahi pipi nya.
" Boong lo. " ucap Kiara merenggut.
" Beneran, dari dulu sampai sekarang cuma lo yang gue sayang. " jelas Rico sambil menangkup wajah Kiara dengan kedua tangannya.
" Gue juga cinta banget sama lo dari dulu bego. " ketus Kiara kesal.
Entah siapa yang memulai kini mereka berciuman, untung nya mereka dapat menahan nafsu yang meningkat karena efek alkohol.
" Sialan mereka ngejebak kita, gimana kalau kita ampe ngapa - ngapain. " ucap Rico yang mulai sadar.
Kiara tidak menjawab ia yang belum pernah mabuk langsung tertidur di atas ranjang.
Huft.. Rico benar-benar ingin mengutuk dua sahabat sablengnya itu.Ia tahu mereka berdua ingin membuat nya dan Kiara kembali rujuk.Namun cara mereka salah, untung nya mereka berdua dapat menahan gejolak hati yang sedari tadi mengusik mereka.
Namun kini ia tahu kalau Kiara juga masih mencintai nya. Rico tersenyum sambil menatap Kiara yang tertidur pulas di atas ranjang.
.........
Jangan lupa like komen dan vote bestie