CEO's Secret Husband

CEO's Secret Husband
|39|. Telah Tanpa Sengaja Menikah



"Sebentar, apa seperti ini perjanjian kerahasiaan itu di buat?" Aldrich mengangkat selembar kertas yang berisi pernyataan Tommy yang bersedia menjaga kerahasian identitas mereka yang tepat di bagian akhir terdapat cap jempol darahnya.


Sean baru saja menyesap wine yang bewarna merah gelap karena telah bercampur darah rusa favoritnya, "Ya"


Bulu mata Aldrich agak bergetar, "Bagaimana dengan mengaitkan jari yang berdarah satu sama lain? Apa itu juga termasuk?"


Sean menatap Aldrich dengan kerlingan serius. Dia meletakkan gelasnya di meja dan menyilangkan kedua kakinya santai, "Termasuk, hanya konsep perjanjiannya berbeda"


Aldrich menjadi tegang, "Berbeda bagaimana?"


Sesaat terdengar dering ponsel berbunyi. Dua orang itu serentak mengalihkan pandangannya kepada Tommy.


"Maaf, saya akan keluar sebentar mengangkat telfon" Tommy menunjukkan ponselnya yang sedang berbunyi itu.


Sean dan Aldrich mengangguk.


Tommy bangun, berjalan ke pintu dan pergi meninggalkan ruang.


Saat itu Sean langsung membidik Aldrich dengan tatapan menginterogasi, "Kau tiba-tiba menanyakan itu...apa kau telah melakukan kesalahan"


Aldrich meremas jari-jemarinya, "Kesalahan?" Suaranya agak terdengar gugup.


"Ya" Sean mengangguk kan kepalanya, "Apa kau melakukan kesalahan terkait perjanjian kerahasiaan yang kau buat dengan gadis manusia itu?"


Yang di maksud Sean, jelas adalah yang beberapa waktu lalu telah menyamar sebagai pelayan di kastil Aldrich.


"Aku menggunakan cara yang kedua"


Sean membelalak kan matanya kaget, "Yang mengaitkan jari berdarah?"


Menanggapi sikap Sean itu, Aldrich menelan saliva nya dan mengangguk.


Sean seketika membuang nafas berat dan mengusap wajahnya gusar, "Ah, Aldrich! Bagaimana bisa kau sebodoh ini?"


"Kau mengatai ku bodoh?" Aldrich menggerutu tak senang.


"Ya" Sean membenarkan dengan wajah frustasinya, "Kau tau kesalahan fatal apa yang telah kau lakukan hum?"


Aldrich menautkan jari-jemarinya dan berpikir sesuatu kemungkinan ketika mengatakan, "Kenapa kau harus begitu gusar? Itu hanya menggunakan konsep kedua, lalu kenapa? Bukankah dua-duanya sama saja perjanjian darah"


Sean tergelak lucu. Itu terdengar lebih seperti mencemooh kebodohan Aldrich.


"Kau mau tau apa?" Sean menatap Aldrich serius dan dalam.


Aldrich mengambil botol anggur darah dan menuangkannya ke dalam gelas miliknya dan menyesapnya sedikit. Matanya kemudian melirik Sean.


"Kau baru saja memperistri seorang gadis manusia"


"Huk..huk" Aldrich terus tersedak dengan anggur darah yang baru saja di minumnya ketika mendengar pernyataan Sean itu.


Meletakkan gelas di meja, dia mengusap sudut bibirnya yang tersisa anggur darah dan matanya menatap Sean agak menyelidik, "Paman bercanda?"


"Memperistri manusia, pftt.." Aldrich tertawa lucu, "Yang benar saja. Memangnya kapan aku melakukannya?"


"Perjanjian itu"


"..."


"Konsep kedua perjanjian itu digunakan vampir untuk mengikat perjanjian rahasia sehidup semati dengan manusia yang akan dinikahinya"


Bulu mata Aldrich berkibar dalam kejutan.


"Sekarang kau bukan lagi pria lajang. Tapi pria yang sudah menikah" Ucap Sean. Penuh penekanan di setiap kata-katanya.


Aldrich terhenyak. Dia agak sulit mencerna situasi gila apa yang telah terjadi padanya.


"Coba kau ingat-ingat lagi janji apa saja yang telah kau utarakan pada gadis pelayan tipuan itu. Karena setiap janji yang keluar dari mulut mu kepada pelayan tipuan itu, akan menjadi janji mati mu padanya"


"Tidak mungkin.." Suara Aldrich bergetar, "Paman bercanda bukan?"


Sean memutar bola matanya, "Menurut mu?"


Aldrich menghempaskan punggungnya ke kepala sofa, "Tidak mungkin..." Wajahnya yang pucat tampan itu diliputi kecemasan dan kepanikan, "A-ku..aku sudah menikah?"


Sean sekali lagi menghela nafas berat dan menggelengkan kepalanya akan kebodohan yang telah dilakukan Aldrich yang sungguh luar biasa gila. Dia bertanya-tanya seperti apa reaksi Egbert dan Annette mengetahui putra semata wayang mereka baru saja tanpa sengaja telah menikahi seorang gadis manusia.


"Bagaimana jika aku ingin bercerai?"


"Itu akan sulit"


"Kenapa?"


"Setelah sistem pengasingan, para vampir dilarang melakukan pernikahan dengan manusia. Itu kenapa sampai hari ini ayah mu berusaha sangat keras merahasiakan identitas ibumu" Sean melipat kedua tangannya di atas pangkuan dan meneruskan, "Jika kau ingin bercerai, proses pertama yang kau lakukan adalah memberitahu pengadilan kalau istri mu adalah manusia. Menurut mu, apa kau akan melakukannya?"


Bola mata coklat Aldrich samar-samar bergetar, "Apa hukuman bagi pelanggar sistem pengasingan?"


"Itu tergantung"


"..."


"Jika itu pelanggaran yang kau lakukan, terutama sekali kau akan kehilangan gelar putra mahkota kehormatan mu dan kemudian kau akan di asing kan ke sebuah pulau di mana tak ada seorang pun yang di perbolehkan mengunjungi mu di sana"


"..."


"Jika kau masih ingin bertemu dengan ayah dan ibumu, ku sarankan agar kau tidak bercerai"


"..."


"Haa, aku tidak menyangka keinginan naif gadis manusia itu ternyata benar-benar terkabul"


......................