Brooke's Priority

Brooke's Priority
Chapter 5



Alexrod Bartos. Dia tidak mempunyai adik perempuan dan tidak tahu cara memperlakukan perempuan dengan baik. Dia berwajah tampan dengan rambut hitam gelap dan tatapan mata tajam (pesonanya terletak pada tatapan itu). Reevi menceritakan bahwa Alex tidak terlalu menyukai Brooke yang pintar dan menghabiskan banyak waktu dengan buku. Sebaliknya, dia menyukai Grace yang selalu tersenyum padanya dan bertanya apa yang sedang dia lakukan bersama Lucas.


Mungkin aku harus membawa Reevi dalam ekspedisiku nanti. Aku suka kejujurannya.


“Brooke Cohenherb.”


Suara berat itu berasal dari Duke Cohenherb. Ayahku di dunia ini.


“Kau memikirkan hal lain saat aku sedang bicara mengenai masalahmu?”


Aku berdiri sambil menundukkan kepalaku di ruang kerja ayah. Bersikap seperti anak yang sedang dimarahi oleh orang tuanya karena berbuat nakal. Aku bisa merasakan ayah sedang menatapku dengan pandangan dingin yang tidak bisa kubaca. Lucas juga ada di ruangan itu. Grace dan Duchess Cohenherb yang tak lain adalah ibuku sudah kembali dan mengetahui apa yang sudah terjadi. Dia sangat terkejut hingga menangis di hadapanku. Aku benar-benar sudah membuat kekacauan di rumah yang damai ini.


“Tidak, Ayah. Aku sedang menyesali perbuatanku.”


Aku sungguh tidak menyesal.


“Perbuatan yang mana?”


“Bersikap tidak sopan kepada Alexrod Batros.”


Ayah terlihat menghela napas panjang sambil memijit kepalanya. “Hanya itu?”


Aku mengangguk. Ayah lalu memukul meja dengan keras.


“Pedang. Bagaimana dengan itu? Kita sudah mendiskusikannya dan Ayah dengan jelas mengatakan kau tidak boleh memegang pedang.”


Aku sengaja berlatih mengayun pedang di taman agar dilihat oleh semua orang.


“Aku tidak menyesali hal itu.” Aku mendongkakkan wajahku dan mencoba menunjukkan wajah penuh keyakinan. “Aku akan belajar memegang pedang. Aku akan melakukannya apapun yang terjadi.”


Hanya dengan cara itu, semua orang bisa melihat tekadku yang sudah bulat.


“Apapun yang terjadi?” Duke Cohenherb tampak tidak senang mendengar ucapanku. Brooke yang dulu mungkin tidak pernah melawan ayah seperti yang sedang kulakukan sekarang.


“Panggil Filley!” perintahnya kepada salah seorang pengawal di ruangan itu.


Kemudian, Filley menghadap dan berdiri di belakangku.


“Filley Strauss, kau akan mendapatkan hukuman karena melanggar perintahku.”


“Tunggu sebentar,” aku menyela ayah yang sedang bicara. “Hukum aku. Bukan Filley Strauss. Dia hanya mengikuti perintahku sesuai dengan loyalitasnya.”


Aku mendengar suara meja yang dipukul lagi dengan keras.


“Kau tidak berpikir tindakanmu salah?”


“Aku yakin sudah bertindak benar, Duke Cohenherb.”


Aku harus memenangkan perdebatan ini bagaimanapun caranya.


Jika di masa lalu, Brooke hanya seorang kutu buku yang tidak bisa membela pengawalnya sendiri, maka Brooke versi Shin Yoo Ri akan melindungi semua orang terdekatnya. Bukan tanpa sebab dulu aku mendapatkan julukanku si lidah tajam.


“Yang berdiri di hadapan anda hari ini adalah Brooke Cohenherb,” lanjutku. “Dengan penuh kesadaran memohon untuk diizinkan belajar berpedang dari Filley Strauss. Tolong izinkan dia mendapatkan kembali gelarnya sebagai seorang bangsawan dari keluarga Strauss di Kerajaan Kirkuz wilayah utara.”


“Nona..” Filley tersentak dan aku mendengar suaranya tanpa berbalik. “Nama saya hanya Filley. Filley Strauss hanya nama di masa lalu.”


Aku mendapatkan informasi akurat mengenai Filley yang menjadi tawanan perang dari Kerajaan Kirkuz. Salah satu catatan Brooke mengisahkan perjuangan Duke Cohenherb melepaskan Filley dan menjadikannya pengawal kepercayaan.


Aku bertaruh.


Aku bertaruh bahwa ayah tidak berpikir nama itu hanya ada di masa lalu. Dia menghormati Filley Strauss hingga menempatkannya sebagai kesatria yang mengawalku secara langsung. Filley hanya korban dari keegoisan perang antara daerah bagian utara dan selatan. Hal itu menjelaskan kenapa dia memanggil Filley dengan nama lengkapnya.


Prioritas kelima kubuat setelah membaca kisah tentang Filley. Aku akan mendapatkan kepercayaan Putra Mahkota untuk mengubah hubungan diplomatik antara bagian utara dan selatan. Selain itu, aku harus memastikan Putra Mahkota tidak memiliki musuh sebanyak Raja yang sekarang agar Grace bisa hidup dengan tenang.


“Gelar bangsawan? Itu mustahil.” Ayah bangkit berdiri.


Sejak awal aku tahu itu tidak mungkin. Aku hanya bertaruh. Ayahku bukan orang yang berhak mengembalikan status kebangsawanan dari seorang tawanan perang.


“Kalau begitu izinkan saya memberinya nama baru.”


“Nama baru?”


“Haley. Itu nama baru untuk Filley mulai hari ini.”


Aku lalu menarik napas dalam-dalam. “Haley akan menaati perintah saya sepenuhnya sebagai Brooke Cohenherb. Jika anda menghukum dia, anda menghukum saya juga.”


Tidak ada yang bisa mengambarkan keheningan mendalam yang terjadi setelah aku memberi nama baru untuk Filley. Aku melirik Lucas yang menatapku seolah aku sudah kehilangan akal sehatku. Seolah tidak ada yang bisa menghentikan keinginanku, apapun yang kuinginkan akan kudapatkan walaupun harus melawan Duke yang dihormati semua orang.


“Apa tawaranmu untuk mendapatkan izin itu?”


Aku meminta hal yang tidak mudah. Aku sedang berusaha merebut orang kepercayaannya dan ada harga untuk itu. Memberi nama baru pada Filley berarti menyuruh Duke untuk tidak ikut campur terhadap perintah apapun yang kuberikan pada Filley termasuk jika aku memintanya untuk mengajariku memegang pedang.


“Berikan saya hukuman kurungan selama sepuluh hari di gudang bawah tanah,” kataku dengan penuh percaya diri. Keberadaan gudang itu sampai di telingaku berkat Haley. Itu adalah tempat tidak terpakai yang tidak ingin dimasuki oleh siapapun di rumah ini.


“Apa kau sudah gila?” tanya ayah. Sebagai seorang ayah, dia sangat mencintai anak-anaknya. Walaupun dia mencintai mereka, dia bertindak tegas jika mereka berbuat salah.


Permohonanku memang terdengar cukup gila.


“Tidak. Saya hanya berpikir itu harga yang pantas untuk mendapatkan kesatria berbakat seperti Haley.”


Ayah menatapku dengan tatapan menusuk namun aku berpura-pura tidak takut terhadapnya.


“Baiklah. Kau mendapatkan Haley sesuai keinginanmu. Kau akan dikurung di gudang bawah tanah selama sepuluh hari.”


Aku bersorak dalam hati.


“Ayah!” Lucas berteriak tidak percaya. “Ayah, Brooke baru saja sembuh. Ini tidak benar.”


“Ini perintah.”


Setelah itu, ayah keluar dari ruangan diikuti Lucas yang berusaha membujuknya agar aku tidak dikurung di gudang bawah tanah. Haley langsung menarik pundakku dan berkata untuk membatalkan ucapanku. Dia tidak ingin aku mengalami masa sulit dan tidak masalah jika dihukum karena pedang kayu itu. Namun, aku menyakinkannya untuk tetap tenang dan percaya padaku. Aku menyuruh Haley membawa pedang kayu dan beberapa buku dari perpustakaan, kertas dan tinta untuk menulis.


Sekarang, tinggal mengumpulkan beberapa orang lagi dan menunggu sampai usia delapan belas tahun untuk pergi ke utara.


“Haley, tolong sampaikan pada Jane untuk membawakanku coklat secara diam-diam. Jika dia tidak berani melakukannya, berikan saja itu pada Reevi. Dia tidak kenal takut,” aku tertawa ringan. “Dan suruh Reevi mendapatkan informasi mengenai makanan kesukaan Alexrod Batros. Aku harus berbaikan dengannya karena dia teman kakakku.”


Aku harus melakukannya demi Lucas. Tanda terima kasih karena sudah membelaku tadi.


Berada di gudang selama sepuluh hari bukan masalah besar. Aku bisa istirahat dari perbincangan payah sambil minum teh di taman dengan guru etika, tidak belajar menyulam dan yang paling penting tidak meladeni orang-orang dari keluarga bangsawan yang pura-pura kasihan padaku yang hilang ingatan ini. Aku jadi memahami Brooke yang tidak terlalu tertarik bersosialisasi dengan anak bangsawan lain. Dia pasti sangat cermat hingga tahu mereka tidak tulus dan tidak tahan menghadapi sikap itu. Grace sangat polos dan sederhana untuk berpikiran buruk atau menerka seperti Brooke. Namun, sikap Grace itulah yang membuat Putra Mahkota jatuh cinta padanya. Putra Mahkota menyukai Grace karena membuatnya merasa ingin melindunginya.


Mari bersantai sejenak di gudang bawah tanah.


*****