BOBBY'S LIFE STORY

BOBBY'S LIFE STORY
Bab 8. Nembak Cewek



Bobby kini sudah sangat di hormati dalam pergaulannya di lingkungannya mau pun di terminal tempat dirinya bergaul.


Karena Mamang masih menimbah ilmu di Sekolah Pengatur Rawat Gigi (SPRG) yang kini sudah berada di tingkat tiga, Bobby juga sering pergi ke sekolah tersebut untuk menjadi pasien dalam praktek mereka.


Mamang mengajak Bobby ke salah satu asrama putri yang terletak tidak jauh dari lingkungan tempat tinggal mereka untuk di kenalkan dengan seorang gadis yang saat itu masih berada di tingkat dua sekolah tersebut.


Usia gadis itu lebih tua dua tahun dari Bobby.


Febrianti adalah nama gadis yang memiliki rambut ikal serta kulit kuning langsat dengan bentuk wajah yang oval, hidung mancung serta memiliki mata yang tidak terlihat sipit itu saat di pertemukan untuk di kenalkan dengan Bobby, tidak menunjukkan suatu sikap yang seperti tidak menyukai Bobby.


Namun Bobby sendiri sangat merasa minder saat bertemu dengan gadis tersebut.


Hal itu di sebabkan karena Bobby merasa gadis tersebut terlalu cantik baginya.


Namun karena dorongan dari Mamang, sehingga Bobby pun mengikuti saja situasi yang akan terjadi.


"Bob! Kenalkan, ini adik satu tingkatKu!." Ujar Mamang.


Bobby langsung mendekati gadis tersebut dan langsung mengulurkan tangan untuk saling berjabat tangan.


Keduanya pun langsung saling kenalan.


"Bobby!."


"Febrianti!."


Selesai mengucapkan nama mereka masing - masing, tanpa menunggu aba - aba lagi, keduanya sama - sama langsung melepaskan tangan mereka yang sedang berjabat tersebut.


Mamang langsung meninggalkan keduanya untuk berbincang - bincang.


Bobby yang saat itu tidak terlalu fasih dalam merangkai kata - kata saat sedang bersama dengan seorang gadis hanya bisa diam sambil mengaruk - garuk kepalanya.


Setelah beberapa saat keduanya saling diam, akhirnya Febrianti lebih dulu mengambil inisiatif untuk bertanya kepada Bobby.


"Bob! Kamu usianya berapa?." Tanya Febrianti sambil menatap Bobby.


Bobby langsung menjawab pertanyaan tersebut.


"Aku saat ini baru berusia empat belas tahun dan sebentar lagi genap lima belas tahun." Jawab Bobby malu - malu.


"Oh, berarti aku lebih tua dua tahun dariMu!." Tutur Febrianti.


"Jadi usiaMu kini sudah enam belas tahun!?." Tanya Bobby.


"Iya!." Jawab singkat gadis disampingnya.


"Apakah kamu masih bersekolah?." Tanya Febrianti.


"Aku saat ini sudah tidak bersekolah lagi, sebab aku telah melakukan kesalahan yang sangat fatal di sekolahKu!." Jawab Bobby jujur.


"Oh, jadi begitu yah!?." Ujar Febrianti menanggapi jawaban dari Bobby.


"Terus, jika aku boleh tahu, kesalahan apa yang telah kamu lakukan!?." Lanjut gadis itu kembali bertanya kepada Bobby.


"Aku telah memukuli beberapa siswa di sekolahKu!." Jawab Bobby lagi.


"Kenapa hingga kamu memukul mereka?." Tanya gadis itu penasaran.


"Itu karena mereka telah mengeroyokKu terlebih dahulu!." Jawab Bobby yang selalu berkata jujur.


"Feb! Kalau kamu asalnya dari mana!?." Tanya Bobby mengalihkan pembicaraan.


Gadis itu langsung mengatakan dari mana dirinya berasal untuk menjawab pertanyaan Bobby.


Setelah itu, Bobby pun kembali bertanya.


"Apakah kamu sudah punya pacar?."


"Belum! Aku belum punya pacar!." Jawab gadis itu.


"Apakah kamu mau menjadi pacarKu?." Bobby langsung masuk pada inti dari maksud sehingga Mamang memperkenalkan keduanya.


"Sebenarnya saat ini aku masih belum memikirkan untuk berpacaran! Apa lagi usiaMu dua tahun lebih muda dariKu! Jadi menurutKu kamu tidak cocok untuk menjadi pacarKu!." Jawab Febrianti.


Saat mendengar jawaban yang di berikan oleh gadis tersebut, Bobby pun langsung berkata.


"Apakah berpacaran itu harus seumuran atau harus pria yang lebih tua dari wanitanya!?." Tanya Bobby menanggapi perkataan Febrianti.


Dan kata - kata yang di ucapkan oleh Bobby, semuanya itu telah di ajarkan oleh Mamang sebelum keduanya bertemu.


Sehingga Bobby hanya terus mengikuti setiap kata atau pun trik yang telah di ajarkan oleh Mamang, bukan kata - kata yang berasal dari dalam hati, pikiran serta perasaannya sendiri.


"Memang tidak juga seperti itu! Tetapi menurut pemikiranKu, aku lebih suka berpacaran dengan cowok yang usianya lebih tua dariKu!." Febrianti menjelaskan untuk menanggapi perkataan Bobby.


"Feb! Bisa tidak kita tetap berteman setelah pertemuan kita saat ini!?." Ujar Bobby penuh harap.


"MenurutKu, itu sudah pasti bisa! Sebab kita berdua saat ini sudah saling kenal toch!? Jadi kenapa tidak!?." Tutur Febrianti tulus.


"Feb! Bisa tidak kamu mengabulkan satu permintaanKu!?." Ujar Bobby lagi.


"Bob! Aku minta maaf! Sebab aku ini bukanlah seorang jin, yang bisa mengabulkan setiap permintaanMu!." Ucap Febrianti bercanda.


Bobby langsung tersenyum malu dan mengaruk kepalanya yang tidak gatal saat mendengar perkataan gadis di sampingnya itu.


"Sudahlah! Karena kamu bukan jin! Jadi aku tidak mau lagi untuk mengatakan satu permintaanKu itu!." Ujar Bobby yang juga mencoba mengimbangi candaan Febrianti.


"Iya...iya! Aku serius kali ini! Terus apa permintaanMu itu!?." Tanya gadis itu.


"Aku hanya ingin kamu mengatakan kepada Mamang bahwa kita sudah pacaran!." Jawab Bobby memberitahukan permintaannya.


"Kenapa bisa begitu!?." Tanya Febrianti lagi.


"Sebab aku merasa malu jika dia mengetahui bahwa aku telah di tolak oleh diriMu!." Ujar Bobby dengan wajah yang terlihat malu - malu sambil kembali mengaruk kepalanya yang tidak gatal.


Gadis itu langsung tersenyum sambil menatap Bobby dan berkata.


"Kenapa harus malu? MenurutKu yang seharusnya kamu merasa malu itu jika kamu takut mengungkapkan perasaanMu kepada seorang wanita yang kamu sukai atau yang kamu cintai!." Tutur Febrianti menjelaskan.


"Yang aku tahu bagi seorang pria! Yang memalukan itu jika kita di tolak saat nembak seorang cewek untuk menjadi pacar kita!." Ujar Bobby menanggapi perkataan Febrianti.


"Oh! Jadi seperti itu yah!?." Ucap Febrianti seperti sudah menerima alasan yang Bobby berikan.


"Iya! Memang seperti itu!." Tutur Bobby untuk lebih meyakinkan.


"Jadi bagaimana? Apakah kamu mau mengabulkan permintaanKu itu!?." Ujar Bobby penuh harap.


"Jadi maksudMu, saat aku di tanya oleh kak Mamang tentang hubungan kita, aku harus mengatakan bahwa kita sudah pacaran!? Begitu?." Ucap Febrianti mencari kejelasan.


"Iya! Seperti itu!." Tutur Bobby membenarkan.


"Tetapi hubungan kita tetap temanan toch!?." Tanya Febrianti.


"Iya! Seperti itu! Tetapi jika kamu memberikan kesempatan bagi diriKu hingga beberapa waktu kedepan untuk bisa menjadi pacarMu! MenurutKu itu akan lebih baik lagi!." Tutur Bobby bercanda sambil tersenyum menatap gadis di sampingnya itu.


"Jika benar aku memberiMu waktu kedepannya untuk bisa menjadi pacarKu, bagaimana!?." Tanya Febrianti.


"Apa? Apakah aku tidak salah dengar!?." Ucap Bobby dengan mimik muka yang tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar tersebut.


"Sudahlah jika kamu tidak mendengarnya! Aku tidak ingin mengatakannya untuk kedua kali setiap kata - kataKu!." Tutur Febrianti dengan nada suara yang serius.


"Baiklah...baiklah! Terima kasih yah, karena telah memberikan aku kesempatan untuk bisa menjadi pacarMu!." Ucap Bobby dengan penuh kebahagiaan.


Kebahagiaan serta rasa bangga kini nampak terlihat dari tingkah serta mimik wajah dari remaja itu.


Dirinya merasa itu adalah suatu keberhasilan yang besar untuk dirinya.


Sebab Bobby selama ini belum pernah nembak secara langsung seorang cewek untuk menjadi pacarnya.


Remaja itu pernah nembak seorang cewek untuk menjadi pacarnya, akan tetapi Bobby melakukan hal itu melalui surat yang di tulisnya.


Dan gadis yang itu adalah adik sepupu dari Mamang sendiri.


Namun karena hubungan mereka berdua masih di katakan sebagai cinta monyet, sehingga mereka berdua terlihat hanya seperti teman biasa saja.


Bobby pun langsung mengulurkan tangannya kepada Febrianti.


Gadis itu pun merasa bingung dengan apa yang Bobby lakukan.


"Kenapa kamu mengulurkan tanganMu kepadaKu!?." Tanya Febrianti ingin tahu.


"Kita berjabat tangan untuk mengukuhkan setiap kata - kata yang baru saja kita ucapkan!." Tutur Bobby menjelaskan.


"Oh, jadi seperti itu yah!?." Tutur Febrianti seperti sudah mengerti sambil mengulurkan juga tangannya untuk saling berjabat tangan.


Keduanya kembali berjabat tangan, dan karena Bobby sudah berlatih setiap kata - kata serta trik yang telah di berikan oleh Mamang, tanpa dia sadari, secara spontan dia langsung mencium kening dari Febrianti.


Gadis itu pun terkejut dengan apa yang Bobby lakukan, namun Febrianti hanya terdiam.


Setelah mencium kening gadis itu, Bobby kembali duduk di samping Febrianti dan tidak melepaskan tangan gadis itu dari genggamannya.


Bobby terus tersenyum karena merasa bahagia dengan apa yang baru saja dia capai tersebut.


Febrianti yang menatapnya, langsung tersenyum juga, sebab dia bisa mengerti akan apa yang sedang Bobby rasakan saat itu.


~Bersambung~