BOBBY'S LIFE STORY

BOBBY'S LIFE STORY
Bab 13. Masalah Di Pesta Pernikahan



Pembicaraan mereka tentang apa yang baru saja di lakukan oleh Bobby pun akhirnya di hentikan.


Mereka mengubah topik pembicaraan sambil membeli minuman keras untuk mereka konsumsi.


Setelah meneguk minuman keras, mereka kemudian pergi ke salah satu acara pesta pernikahan.


Saat tiba di acara tersebut, mereka bertemu dengan seorang pria yang sudah berusia sekitar 29 tahun.


Pria itu adalah kakak dari Yakang yang waktu lalu sempat mengajak Bobby ke acara hari ulang tahun temannya.


Pria itu bernama Joni.


Joni sendiri adalah salah satu preman di kampung Bobby.


Dan Joni juga saat itu mulai merasa cemburu dengan pencapaian yang di raih oleh Bobby.


Sebab Bobby kini mulai sangat di segani oleh para pemuda serta para preman senior di kampung tersebut.


Hal itu membuat Joni merasa tersaingi.


Namun karena Joni sedikit licik di dalam mencapai reputasinya itu, sehingga saat bertemu dengan Bobby serta yang lainnya, pria itu langsung memanggil Dani.


Karena Dani memiliki karakter yang sangat tidak baik di mata para penduduk di kampung itu, sehingga dia sangat mudah untuk di pengaruhi.


Apa lagi saat itu Dani juga sudah sedikit mabuk.


Joni pun menyuruh Dani untuk membuat kekacauan di dalam acara pernikahan itu.


Tetapi secara diam - diam, Joni mengambil sebongkah batu dan di lemparkan ke atas atap tenda pesta pernikahan itu yang di tutupi dengan puluhan lembar seng.


Bunyi yang di hasilkan sangat mengejutkan para undangan pesta pernikahan tersebut.


Dani pun langsung menjadi tersangka yang melakukan tindakan itu.


Karena merasa tidak melakukan hal tersebut, akhirnya Dani langsung bertarung dengan salah satu anggota keluarga yang mengadakan pesta perkawinan tersebut.


Saat keduanya bertarung, lawan Dani yang memiliki ukuran tubuh yang lebih besar, langsung membantingnya.


Keduanya kini langsung bergulat di atas tanah.


Bobby yang melihat hal itu, langsung meraih pisau badiknya.


Namun hal itu langsung di cegah oleh Angger.


"Jangan melakukan hal itu lagi! Cukup bertarung dengan menggunakan tangan kosong saja!." Tutur Angger.


Bobby pun langsung menurutinya.


Remaja itu langsung mendekati posisi Dani dan juga lawannya yang kini sedang bergulat di tanah itu serta langsung menendang tubuh dan juga wajah dari lawan Dani.


Akhirnya keduanya terpisah.


Bobby langsung menarik Dani dan bergerak keluar dari dalam tenda acara pernikahan itu.


Setelah mereka berada di luar, tanpa di sadari oleh Bobby, dirinya langsung di pukul oleh seorang pemuda yang keluarganya juga tergolong sangat terkenal dengan kebrutalan mereka.


Bobby tidak tinggal diam saat itu, remaja itu langsung memberikan perlawanan dengan membalas serangan yang di lancarkan oleh pemuda tersebut.


Setelah beberapa kali melepaskan pukulannya, tanpa di duga, lawan Bobby sudah jatuh tersungkur di tanah.


Saat semua peristiwa itu terjadi, mereka kini sudah tidak melihat lagi keberadaan Joni yang sebagai dalang permasalahan itu.


Kelompok mereka pun langsung meninggalkan acara tersebut.


Karena kejadian itu di tempat yang gelap, sehingga Bobby tidak mengetahui penyebab sebenarnya kenapa lawannya itu tersungkur.


Remaja itu hanya mengetahui bahwa lawannya terjatuh karena di akibatkan oleh pukulan tinjunya.


Saat di tengah perjalanan pulang, Bobby melihat lengan bajunya di penuhi oleh noda darah.


Dan hal itu dia sadari bahwa hanya seorang yang dia pukuli dengan menggunakan tangannya.


Karena merasa tidak nyaman dengan apa yang di alaminya, Bobby pun langsung berkata kepada yang lain.


"Lihat! Noda darah ini kemungkinan besar berasal dari pemuda yang baru saja aku pukuli itu!." Tutur Bobby ingin mengetahui reaksi teman - temannya.


"Waduh! Berarti kondisi lawanMu itu sangat memperihatinkan!." Tutur Nofri.


"Kita harus mempertimbangkan terlebih dahulu sebelum kita kembali ke rumah kita masing - masing! Sebab keluarga mereka terdiri dari orang - orang yang sangat nakal! Bisa saja mereka datang untuk mencari keberadaan kita!." Tutur Angger memberikan saran kepada yang lain.


"Jika mereka datang mencari kita! Kita harus siap untuk meladeni mereka!." Tutur Mamang.


"MenurutKu, siapa pun yang datang untuk mencariKu, aku sama sekali tidak akan pernah takut atau pun mundur sedikit pun!." Tutur Bobby dengan penuh percaya diri.


Saat yang lain sedang di sibukkan dengan pembicaraan mereka, Dani langsung mendekati Bobby dan berbisik.


"Jangan terlalu mengungkit permasalahan yang baru saja kamu lakukan! Sebab kemungkinan besar, pemuda itu akan di larikan kerumah sakit! Bukan pukulanMu yang membuat dirinya terjatuh, akan tetapi hal itu di akibatkan oleh pukulan Luter yang di lapisi dengan sebuah batu!." Tutur Dani membisikan hal itu kepada Bobby.


Mendengarkan penjelasan Dani, remaja itu langsung terdiam sejenak dan mulai berpikir.


"Ternyata Luter yang melakukan hal itu! Aku pikir itu di sebabkan oleh pukulanKu!." Gumam Bobby di dalam hatinya.


Setelah beberapa saat mereka berbincang - bincang, akhirnya mereka berpisah dan menuju ke rumah mereka masing - masing.


Bobby, Dani dan Luter juga menuju ke rumah mereka.


Setelah tiba di rumah, ketiganya langsung bersiap dengan parang yang mereka miliki untuk mengantisipasi serangan dari keluarga pemuda yang menjadi korban malam itu.


Hingga pada keesokan harinya, setelah pulang dari sekolah, Vence langsung mengganti pakaiannya dan pergi untuk menemui Bobby.


Saat bertemu, Vence langsung memberitahukan kondisi pemuda yang menjadi korban semalam.


"Bob! Ternyata luka yang di alami oleh pemuda itu di akibatkan karena benturan sebuah benda keras! Dan menurut dokter itu adalah sebuah batu!." Tutur Vence menyampaikan informasi tersebut.


"Apa? Batu? Itu tidak mungkin! Aku tidak menggunakan sebuah batu untuk memukulnya!." Tutur Bobby yang pura - pura merasa terkejut dengan apa yang baru saja di sampaikan oleh Vence.


"Benarkah? Terus siapa yang melakukan hal itu?." Tanya Vence penasaran dan bingung.


"Aku juga tidak tahu! Kemungkinan terbesarnya hal itu di lakukan oleh Joni, dan aku yang menjadi kambing hitamnya!." Tutur Bobby.


Mendengar pendapat Bobby, Vence langsung menerimanya, sebab sifat Joni memang seperti itu.


"Terus bagaimana dengan perkembangan kesehatannya?." Tanya Bobby.


"Saat ini pemuda itu telah siuman! Namun dirinya belum di perkenankan untuk bisa pulang oleh dokter yang menanganinya!." Tutur Vence.


"Oh, jadi seperti itu yah!?." Ujar Bobby menanggapi penjelasan Vence.


"Terus bagaimana dengan keluarganya? Apakah mereka berpikir untuk membalas hal itu?." Tanya Bobby lagi.


"Sepertinya ada orang yang melihat tindakan pemuda itu yang memukuli diriMu terlebih dahulu, sehingga kamu hanya membalas pukulannya itu!." Jawab Vence.


"Jadi seperti itu situasinya?." Ujar Bobby.


"Iya! Memang seperti itu situasinya saat ini!." Tutur Vence menanggapi perkataan Bobby.


"Berarti masalah ini tidak akan berkembang menjadi masalah yang besar!." Tutur Bobby sedikit lega.


Vence hanya menganggukkan kepalanya menanggapi perkataan Bobby.


"Bob! Terus dimana Luter dan Dani?." Tanya Vence.


"Mereka berdua saat ini sedang membantu pamanKu di kebun!." Jawab Bobby.


"Bagaimana kalau kita menyusul mereka berdua untuk menyampaikan perkembangan masalah itu!?." Tanya Vence menyarankan idenya kepada Bobby.


"Jika kamu mau, ayo kita menyusul mereka berdua!." Tutur Bobby menanggapi perkataan Vence.


Keduanya langsung bergegas untuk menyusul Luter dan Dani di kebun paman Bobby.


~Bersambung~