BOBBY'S LIFE STORY

BOBBY'S LIFE STORY
Bab 11. Paket B



Saat Vence melihat kondisi sang korban, dirinya bisa mengetahui bahwa sang korban kini sedang menjalani operasi besar, sebab telah terjadi pendarahan yang hebat akibat tikaman yang di lakukan oleh Bobby.


Setelah mengetahui keadaan korban, Vence pun langsung bergegas untuk pulang dan ingin secepatnya melaporkan informasi tersebut.


Saat sudah tiba di rumahnya, tidak lama kemudian Dani sudah tiba di rumahnya untuk menanyakan perkembangan informasi tersebut.


Vence langsung mengatakan apa yang baru saja dia ketahui.


"Waduh! Saat ini korban sedang di operasi karena pendarahan yang terjadi di dalam tubuhnya! Itu menurut informasi yang aku dapatkan!." Ujar Vence.


Mendengar pernyataan dari Vence, Dani pun langsung bergegas untuk kembali menemui Bobby dan ingin memberitahukan juga apa yang baru saja dia dengar dari Vence.


Saat kakak beradik itu bertemu, Dani pun langsung memberitahukan apa yang baru saja dia dengar dari Vence.


"Kalau begitu! Aku akan melarikan diri saja!." Tutur Bobby kepada Dani.


"Terserah kamu saja!." Ujar Dani menanggapi perkataan Bobby.


Bobby pun langsung bergegas untuk pergi melarikan diri.


Saat dirinya mau melarikan diri, dirumahnya datang seorang guru sekolah menengah pertama atau sekolah lanjutan tingkat pertama untuk menawarkan kepada Bobby agar mengikuti ujian Paket B yang adalah program dari pemerintah.


Ibu Bobby pun langsung mengiyahkannya.


Semua persyaratan pun sudah di serahkan kepada guru tersebut yang sudah saling mengenal karena jarak kediamannya dengan rumah Bobby hanya berkisar seratus lima puluh meter saja.


Saat Dani tiba di rumah untuk mengemasi beberapa keperluan Bobby saat mau melarikan diri, ibunya langsung memberitahukan hal tersebut.


Dani pun kembali bergegas untuk menemui Bobby dan mengatakan hal itu kepada adiknya.


"Berhubung korban masih dalam keadaan belum siap untuk di periksa, lebih baik kamu mengikuti terlebih dahulu ujian paket B tersebut, agar supaya kamu sudah memiliki ijasah SMP!." Tutur Dani.


Bobby langsung berpikir sejenak tentang dirinya yang kini sedang di kejar - kejar oleh tim buru sergap dari pihak kepolisian.


Setelah beberapa saat dia berpikir, akhirnya Bobby pun mengiyahkan untuk mengikuti ujian tersebut.


"Terus kapan ujian itu akan di laksanakan?." Tanya Bobby lagi.


"Kemungkinannya sekitar bulan depan! Karena berkas - berkasMu baru saja akan di kirimkan!." Tutur Dani.


"Kalau begitu aku akan menjauh dari kampung ini terlebih dahulu, nanti aku akan kembali lagi untuk mengikuti ujian tersebut!." Tutur Bobby yang langsung bergegas untuk meninggalkan tempat tersebut.


***


Satu bulan kemudian.


Bobby langsung kembali lagi ke kampungnya.


Namun kini dirinya hanya tinggal di sebuah gubuk reot di sebuah hutan dan tidak ada orang yang melihatnya selain Dani kakaknya.


Hari senin pagi - pagi benar Dani langsung meminjam sepeda motor temannya dan mengantarkan Bobby untuk menuju ke sekolah dimana remaja itu akan mengikuti ujian Paket B tersebut.


Situasi pagi itu pun bisa di kendalikan oleh Dani.


Mereka berdua tidak di ketahui oleh orang lain saat bertemu dan mengantarkan Bobby.


Hal itu sudah di antisipasi oleh Dani sebelum dia bertindak.


Setelah sampai di sekolah yang mereka tuju, Bobby langsung mencari guru yang menawarkan hal tersebut.


Sedangkan Dani langsung kembali pulang.


Akhirnya Bobby bertemu dengan guru yang di carinya.


Pria tersebut langsung menyambut Bobby dan mengantarkannya ke kelas yang sudah di tentukan untuk remaja itu tempati saat mengikuti ujian nanti.


Walau pun dirinya sedang berada di area sekolah, namun di pinggang remaja itu terselip sebilah badik.


Hal yang sangat tidak wajar untuk seorang siswa.


Dengan pikiran serta perasaan yang was - was karena merasa masih di cari oleh pihak kepolisian, Bobby pun mengikuti ujian Paket B tersebut.


Selama lima hari Bobby dapat mengikuti ujian tersebut tanpa ada gangguan sedikit pun.


Setelah selesai mengikuti ujian dan mulai merasa tidak lagi di cari oleh pihak kepolisian, akhirnya remaja itu pun mulai memberanikan diri untuk kembali bergaul dengan teman - teman di komplexnya tersebut, namun masih tetap berhati - hati.


Tidak lama kemudian hasil ujian pun telah keluar dan Bobby telah di nyatakan lulus.


Setelah menerima ijasah Paket B tersebut, Bobby langsung berpikir untuk kembali melanjutkan pendidikannya ke sekolah menengah atas (SMA) atau sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA).


Bobby pun ingin di bantu oleh seseorang yang bekerja di dinas pendidikan di kota tersebut agar bisa melanjutkan sekolahnya.


Namun karena pergaulan Bobby yang belum di rubahnya, sehingga saat malam minggu sebelum hari senin tiba untuk awal masuk sekolah, Bobby kembali melakukan kesalahan yang fatal.


Sore hari sebelum kejadian itu, Bobby bersama beberapa teman lainnya sedang menikmati minuman keras yang di beli oleh salah satu dari mereka.


Tidak lama kemudian, seorang pria yang sebelas tahun lebih tua dari Bobby tiba di tempat tersebut.


"Yakang! Ayo mari gabung bersama kita!." Panggil Bobby menawarkan kepada pria tersebut.


"Sudahlah! Bawa saja minuman itu! Kita pergi saja ke rumah temanKu, karena aku telah di undang olehnya untuk merayakan hari ulang tahunnya!." Tutur pria tersebut dengan sangat meyakinkan untuk mengajak Bobby dan temannya saat itu duduk bersama remaja tersebut.


"Bagaimana? Kalian mau mengikuti Yakang ke acara temannya!?." Tanya Bobby kepada dua orang lainnya.


"Bagaimana denganMu?." Tanya Bobby kepada teman yang satunya lagi yang bernama Davi.


"Aku ikut!." Jawab Davi.


"Baiklah! Kalau begitu, ayo kita pergi ke rumah Hawe untuk menunggu mobil agar bisa kita tumpangi agar bisa pergi ke rumah temanKu!." Ujar Yakang kepada Bobby dan juga Davi.


Yakang langsung berjalan dan di ikuti oleh Bobby dan Davi.


Beberapa saat kemudian, akhirnya mereka bertiga sudah tiba di rumah yang Yakang maksudkan.


Saat melihat Yakang dan dua orang lainnya, Hawe langsung menyambut baik kedatangan mereka.


"Yakang! Bobby! Davi! Mari masuk!." Tutur Hawe menyambut ketiganya.


Saat memasuki rumah Hawe, ternyata mereka juga sedang menikmati minuman keras juga.


Karena rumah teman Yakang yang akan menjadi tujuan mereka terletak di salah satu perumahan yang berjarak dua kilo meter dari kampung Bobby dan mengarah ke luar kota itu, sehingga kendaraan yang lewat untuk mereka tumpangi masih tergolong sedikit.


Mereka pun sambil menunggu kendaraan untuk mereka tumpangi, mereka menikmati minuman keras yang sedang di nikmati oleh Hawe dan juga salah satu ponakannya.


Mendengar cerita Yakang, Hawe dan juga ponakannya juga ingin ikut bersama.


Tidak lama kemudian, mobil yang biasa beroperasi untuk melayani para penumpang di perumahan yang akan mereka tuju pun muncul.


Dengan cepat Yakang langsung menghentikannya.


Mereka berlima langsung naik ke kendaraan roda empat itu dan menuju ke perumahan tempat dimana rumah teman Yakang berada.


Setelah mereka tiba di perumahan tersebut, keempat orang itu langsung mengikuti Yakang untuk menuju ke rumah temannya.


Setelah tiba, ternyata tidak ada acara seperti yang Yakang katakan.


Bobby pun langsung berkata.


"Yakang! Sepertinya kamu membohongi kami!." Tutur Bobby dengan nada suara yang marah karena merasa di bohongi oleh Yakang.


"Sudahlah! Kita tetap akan pesta minuman keras di rumah temanKu ini walau pun tidak ada acaranya!." Tutur Yakang membujuk Bobby.


Teman Yakang langsung menyambut kedatangan mereka berlima.


"Eh...Yakang! Ayo, mari masuk!." Tutur teman Yakang menyambut mereka.


"Dot! Siapkan saja minuman keras untuk kami!." Tutur Yakang kepada Meidi yang biasa di panggil Medot oleh Yakang.


Walau pun perkataan Yakang terdengar tidak sopan, namun Meidi tidak bisa membantahnya.


"Yakang! Tunggu yah! Aku akan ke warung dahulu!." Ujar Meidi sambil bergegas meninggalkan kelima orang tersebut untuk membelikan minuman keras kepada mereka.


Meidi sendiri bekerja sebagai pegawai negeri sipil atau saat ini di sebut aparatur sipil negara di dinas perhubungan.


Pria tersebut langsung pergi ke salah satu warung yang berada tidak jauh dari rumahnya.


Meidi hanya membeli beberapa botol minuman keras yang sudah dalam kemasan.


Karena hari sudah malam, Meidi pun di undang oleh temannya untuk menghadiri acara di rumahnya.


Meidi langsung mengajak kelima orang tersebut untuk pergi ke rumah teman yang mengundangnya.


Saat sudah berada di rumah teman Meidi, mereka langsung di jamu dengan baik.


Namun karena ponakan Hawe sudah mabuk, sikap serta tingkah lakunya sudah tidak baik lagi.


Apa lagi perlakuannya terhadap Hawe, keduanya langsung pulang dan meninggalkan acara tersebut.


Yakang sendiri pergi bersama Meidi ke rumah salah satu temannya juga.


Sedangkan Bobby dan Davi di tinggalkannya di acara tersebut.


Kira - kira dua jam kemudian, ponakan Hawe pun kembali sambil berteriak membuat gaduh area tersebut.


Bobby pun langsung menegurnya agar tidak membuat keributan di tempat itu.


Namun ponakan Hawe tidak mau mendengarkan teguran Bobby.


Pemuda itu langsung memukul Bobby dengan tinjunya.


Untung saja Bobby masih bisa menangkisnya.


Tubuh ponakan Hawe jauh lebih tinggi dan lebih kekar dari Bobby, sebab dia saat itu sedang menuntut ilmu di akademi kelautan.


Pertarungan keduanya berlangsung singkat, Bobby merasa tidak bisa mengalahkan lawannya itu.


Saat tubuhnya terhempas oleh pukulan lawannya, Bobby langsung meraih pisau badik yang terselip di pinggangnya dan langsung menikam lawannya tersebut.


Merasakan tubuhnya telah di hujani dengan beberapa tikaman dari Bobby, akhirnya pemuda itu melarikan diri.


Sedangkan Bobby dan Davi langsung kembali pulang dengan berjalan kaki.


~Bersambung~