BOBBY'S LIFE STORY

BOBBY'S LIFE STORY
Bab 25. Kebersamaan Dengan Siska



Waktu telah menunjukkan pukul 18:30 tempat pada saat malam dimana Siska dan Bobby akan bertemu untuk mendapatkan kepastian mengenai hubungan keduanya, Bobby dengan penuh semangat segera menuju ke rumah Selly yang telah ditentukan oleh Siska.


"Selamat malam...!" Bobby memberikan salam.


"Selamat malam...!" Jawab Selly sambil berjalan keluar untuk melihat siapa yang datang.


"Oh...aku pikir siapa? Tumben kau datang kesini malam ini...Ada apa?" Lanjut Selly.


"Sel...apakah Siska ada? Aku disuruh oleh Siska untuk datang kesini malam ini" Kata Bobby.


"Oh...Siska ada dikamarnya...ayo masuk!" Jawab Selly sambil membukakan pintu rumahnya lebih lebar lagi.


Bobby pun segera masuk mengikuti Selly dari belakang.


"Bob, duduk dulu yah!? Aku akan pergi untuk memanggil Siska." Kata Selly dan segera pergi ke kamar Siska.


Selly langsung membuka pintu kamar Siska dan berkata "Apakah kau menyuruh Bobby untuk datang kesini?" Tanya Selly dengan nada suara yang sedikit tidak bersahabat.


"Iya...apakah dia sudah tiba?" Balas Siska.


"Untuk apa kau menyuruhnya datang kesini?" Tanya Selly dan tidak menjawab pertanyaan Siska.


"Ada hal penting yang akan aku sampaikan kepadanya." Jawab Siska.


"Apakah kalian berdua akan berpacaran?" Tanya Selly dengan tatapan yang penuh selidik.


"Sudahlah, kau jangan terlalu serius seperti itu menatapku...itu adalah urusanku dengannya." Balas Siska.


"Sis...kamu tahu kan, jika tingkah laku Bobby itu dikenal semua orang di kampung kita ini tidak baik!? Jadi jangan kau berpikir untuk menjalin suatu hubungan dengannya." Kata Selly.


"Sel...setiap manusia pasti memiliki sikap yang buruk dan juga memiliki sikap yang baik...jadi menurutku, jika diberikan kesempatan, pasti Bobby akan berubah." Siska menanggapi perkataan Selly.


"Baiklah, aku hanya bisa mengingatkanmu saja, jika kau merasa keputusan mu itu benar, aku tidak akan lagi ikut campur dengan urusan mu." Kata Selly mengalah.


"Ayo keluar, Bobby sedang menunggumu." Lanjut Selly dan segera berbalik untuk keluar dari kamar Siska.


"Iya...tolong katakan kepadanya untuk bisa menunggu ku siap-siap." Pesan Siska.


Setelah Selly tiba di ruang tamu, dia segera memberitahukan apa yang dipesan oleh Siska kepadanya.


Bobby pun mengiyahkan hal tersebut dan setia untuk menunggu Siska keluar dari kamarnya.


Beberapa saat kemudian, akhirnya Siska keluar dari kamarnya dan langsung menuju ke ruang tamu dan menyapa Bobby "Sorry yah! Sudah membuatmu menunggu."


"Tidak mengapa kok...aku sudah biasa menunggu...apalagi menunggu dirimu, aku akan tetap memberikan seluruh kesabaranku demi untuk menunggu kehadiran mu." Balas Bobby diseratai dengan sedikit kata menggoda.


"Awas buaya darat." Kata Selly menyindir Bobby.


Siska dan Bobby secara bersamaan langsung menatap kearah Selly sambil tersenyum.


"Ayo Bob kita jalan..." Ajak Siska.


"Bukannya kau mengatakan untuk berbincang-bincang disini saja malam ini?" Tanya Bobby bingung.


"Awalnya seperti itu, tetapi aku lebih suka untuk menikmati pemandangan di tepi pantai saja." Jawab Siska.


"Terus jam berapa kau akan pulang?" Tanya Selly menyela.


"Mungkin sekitar jam sepuluh malam." Jawab Siska.


"Jika sudah jam segitu, pasti aku sudah tertidur." Kata Selly.


"Oh...jika jam segitu kau sudah tidur, aku akan menginap dirumah Bobby saja." Balas Siska dengan niat bercanda.


"Apa katamu? Apakah kau sudah gila?" Tutur Selly dengan intonasi suara yang tinggi karena merasa terkejut mendengar perkataan Siska.


"Pokoknya kalian harus kembali sebelum jam sembilan malam...jangan lupa membawakan ku gorengan." Tutur Selly.


"Oke...oke...Bob, ayo kita pergi...Sel, kami pergi dulu yah!?" Siska mengajak Bobby dan langsung berpamitan dengan Selly.


Keduanya pun segera pergi dengan mengendarai sepeda motor.


Siska langsung merangkul Bobby dari belakang sehingga membuat pemuda itu merasa terkejut dengan sikap wanita dibelakangnya itu.


"Sepertinya ini adalah jawaban jika dia telah menerimaku sebagai kekasihnya." Pikir Bobby sambil tersenyum bahagia.


"Aku tidak menyangka bisa memiliki pacar yang cantik...apakah aku sedang bermimpi?" Lanjutnya.


Akhirnya mereka berdua pun tiba ditempat yang sebelumnya mereka berdua kunjungi.


Keduanya memesan gorengan serta air mineral untuk menemani kebersamaan mereka menikmati suasana malam itu.


"Sis...bagaimana? Apakah kau sudah memikirkan jawabannya?" Tanya Bobby membuka pembicaraan.


"Terus...apa jawabannya?" Tanya Bobby lagi sambil menatap wanita cantik disampingnya itu.


"Dasar laki-laki tidak peka...apakah dia tidak mengerti dengan isyarat yang telah aku berikan kepadanya saat kesini?" Siska menggerutu didalam hatinya.


"Menurutmu apa jawabannya?" Siska balik bertanya.


Bobby berpura-pura tidak mengetahui jawaban yang akan diberikan oleh Siska dan hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Baiklah...aku akan memberikan jawabannya..." Ucap Siska.


Siska sedikit terdiam dan berkata "Bob, sepertinya..." Siska kembali terdiam.


Situasi saat itu menjadi sangat menegangkan bagi Bobby "Sial, apakah dia akan menolakku?" Pikir Bobby.


"Aku mau menjadi pacarmu..." Siska melanjutkan kata-katanya sambil menatap Bobby dengan senyuman yang indah.


Bobby langsung menggenggam tangan Siska dan mengecup keningnya seraya berkata "Terima kasih yah karena telah menerimaku untuk menjadi pacarmu."


Siska hanya membalasnya dengan senyuman dan berkata "Tetapi ingat, kau harus mencoba untuk menguasai emosimu itu agar tidak melakukan lagi suatu perbuatan pidana."


"Baik ibu pengacara..." Balas Bobby menggoda.


"Ibu pengacara? Lulus saja belum, sudah mengatakan ku sebagai ibu pengacara...kau pikir mudah untuk bisa menjadi seorang pengacara?" Balas Siska.


"Bagiku kau sudah menjadi seorang pengacara atau penasehat hukum, karena kau akan selalu menasehati ku." Kata Bobby dan langsung merangkul tubuh wanita disampingnya itu.


Siska hanya bisa tersenyum bahagia dengan perkataan pemuda yang baru saja menjadi kekasihnya itu.


Dan menikmati kehangatan pelukan pria yang telah meluluhkan hatinya.


Keduanya pun terus berbincang-bincang dan diselingi dengan candaan yang menambah kebahagiaan bagi keduanya.


"Bob...sepertinya sudah waktunya bagi kita untuk kembali." Ucap Siska mengingatkan Bobby.


"Baiklah, ayo kita pulang..." Bobby menanggapinya dan segera berdiri untuk bersiap pergi.


Siska pun ikut berdiri sambil tangannya digenggam oleh Bobby.


Keduanya langsung berjalan dan Siska pun berkata "Tunggu, aku akan membeli gorengan untuk Selly...jika tidak, pasti dia akan ngambek kepadaku."


"Ini...ambil uang ini untuk membayar gorengan itu." Ucap Bobby.


"Sudahlah...aku masih memiliki cukup uang untuk membayarnya." Balas Siska yang segera pergi.


Bobby pun menunggu wanita itu diparkiran sepeda motor miliknya.


Beberapa saat kemudian, akhirnya Siska pun sudah selesai membelikan gorengan untuk Selly dan berjalan menuju ke arah dimana Bobby berada.


"Ayo kita pergi." Ucap Siska dan segera naik di sepeda motor Bobby.


Keduanya pun segera meluncur untuk kembali ke rumah Selly.


"Sis...besok kau mau kemana?" Tanya Bobby.


"Kenapa kau bertanya seperti itu?" Balas Siska.


"Bagaimana jika kita pergi ke Bukit Kasih...apakah kau mau?" Tanya Bobby menawarkan.


Bukit Kasih adalah salah satu tempat wisata yang sangat di gemari oleh para wisatawan, sehingga Siska merasa tertarik juga untuk bisa mengunjunginya.


"Iya...iya...aku mau! Jam berapa kita akan berangkat ke sana?" Balas Siska.


"Bagaimana jika jam sembilan pagi kita berangkat dari sini?" Jawab Bobby dengan balik bertanya.


"Boleh juga...besok pagi aku terlebih dahulu akan membuatkan sedikit bekal untuk kita berdua...hitung-hitung sedikit berhemat." Ucap Siska.


"Ternyata tidak hanya cantik dan berpendidikan, tetapi memiliki pemikiran yang dewasa juga... sepertinya aku tidak salah memilih seorang wanita untuk menjadi pendamping hidupku." Tutur Bobby.


Siska langsung mencubit perut pemuda itu dan berkata "Jangan selalu memuji ku...nanti aku tidak sanggup lagi untuk menanggungnya."


Bobby hanya bisa tersenyum mendengar perkataan wanita yang sedang memeluk tubuhnya dari belakang itu.


Hingga akhirnya mereka berdua pun kini sudah tiba didepan rumah Selly.


Bobby memarkirkan sepeda motornya untuk mengantarkan Siska sampai didepan pintu rumah Selly.


Sebelum memanggil Selly, Bobby kembali mengecup kening wanita itu dan berkata "Sampai bertemu didalam mimpi yah." Sambil tersenyum.


Siska membalasnya juga dengan senyuman termanis yang dia miliki dan menganggukkan kepalanya.


~Bersambung~