Betawi Versus Mandarin

Betawi Versus Mandarin
BVM 4 ( SABAR )



Sementara itu,, di lain tempat,,,


Setiap akhir pekan apabila tidak acara kumpul-kumpul dengan keluarga, XiaoFei selalu pergi ke toko buku langganan nya.


Seperti biasa, dia mencari komik terbaru kesukaan nya. Selain menyukai MotoGP, XiaoFei memang sangat suka membaca buku komik, salah satunya detektif Conan dan Naruto. Apabila ditoko buku langganan nya tidak ada komik terbaru favoritnya, dia akan tetap membaca buku komik lain.


Pulang dari toko buku, XiaoFei mampir ke sebuah toko kue, untuk membeli cheesecake favorit nya. Dia juga membeli brownies kenari untuk sang Mommy, XiaoYue.


Memang itu anak,, bener-bener menomor satukan Mommynya. XiaoFei membeli beberapa donat untuk si kembar dan Tiramisu untuk sang Daddy.


Selesai membeli beberapa kue, XiaoFei memakai helm dan membawa motor besarnya melaju dijalanan untuk pulang kerumah. Disaat melewati tempat dulu dia menolong seorang gadis kecil, tiba-tiba saja,,,


" Abangg gantengg,,,!!! " teriak seorang gadis kecil sambil melambaikan tangannya tinggi-tinggi memanggil XiaoFei.


" Abang ganteng,,,!!! teriaknya lagi.


XiaoFei melihat dan mendengarnya, menepikan motornya perlahan sambil mengernyitkan dahinya. Berusaha untuk mengingat, siapakah gadis kecil itu,,?.


XiaoFei membuka helm nya, dan lagi-lagi gadis kecil itu memekik kencang.


" Abang ganteng,,!!! ".


" Kamu,,??!! Kamu ngapain disini,,? " tanya XiaoFei seraya turun dari motornya dan berjalan menghampiri gadis kecil itu yaitu si Maesaroh.


Maesaroh nyengir sambil mendongak menatap XiaoFei dengan mata yang berbinar.


" Ada apa,,? " tanya XiaoFei lagi karena si Mae belum menjawab pertanyaanya.


" He,, he,,. Mei cuma mau kasih ini buat abang ganteng. " jawab Mae sambil menyerahkan dua kantong kresek berwarna hitam.


XiaoFei hanya menatapnya sambil mengernyitkan dahinya tanpa mengambil kanting itu.


" Itu apa,,? " tanya XiaoFei.


" Ini buah mangga yang baru Mei petik tadi buat abang ganteng, sebagai tanda terimakasih karena kemarin udah nolongin Mei." jelas Mei sementara XiaoFei masih tetap diam.


Maesaroh menyodorkan kantong kresek itu ke tangannya XiaoFei.


" Ini,, buruan diambil. Berat tau,,,.!! " sungut Maesaroh yang akhirnya mau tidak mau XiaoFei terima dua kantong kresek itu.


" Ya sudah, Kakak terima buah mangga nya. Makasih ya,, seharusnya kamu ga usah repot-repot begini. Lagian Kakak ikhlas kok nolongin kamu kemarin. " ucap XiaoFei dengan lembut sambil tersenyum, membuat Maesaroh semakin terpesona.


" Ga pa-pa, Bang. Kata Babeh, kalau ada orang yang sudah berbuat baik pada kita, harus kita balas dengan kebaikan pula. " jelas Maesaroh sambil cengengesan.


" Ya sudah kalau begitu. Sekali lagi makasih ya, maaf kalau udah ngerepotin. " Maesaroh mengangguk.


" Sama-sama, Bang. " balas Maesaroh.


" Mei,, maaf ya. Kakak harus segera pulang, udah ditungguin sama keluarga Kakak soalnya. " pamit XiaoFei.


" Oke, Bang. Hati-hati ya,,. " ucap Maesaroh.


XiaoFei mengangguk sambil tersenyum lalu mengacak rambut Mae sebelum pergi.


" Kamu juga hati-hati naik sepeda nya. Banyak motor sama mobil. Jalannya di pinggir aja ya. " pesan XiaoFei dan diangguki oleh Maesaroh.


XiaoFei pun pergi menuju motornya dan memakai helmnya. Sebelum menjalankan motornya, XiaoFei menyempatkan melambaikan tangannya pada Maesaroh, yang membuat si Mae jejingkrakan sambil membalas lambaian tangan XiaoFei.


XiaoFei pun mulai melakukan motornya, menjauh dari tempat itu. Mae menatap terus motor XiaoFei hingga menghilang di sebuah tikungan.


Mae pulang dengan mengayuh sepeda nya sambil senyum-senyum sendiri sepanjang jalan.


Semoga aja ga keterusan senyumnya ya Mae,, bisa gila lama-lama ente,, 😅😅.


*


*


*


Sesampainya dirumah kediaman keluarga Jimmy Dirgantara,,


XiaoFei memarkir kan motornya dibagasi. Dia sedikit kerepotan dengan barang bawaannya.


" Assalamu'alaikum,, " sapa XiaoFei begitu masuk kedalam rumah.


Dan dilihatnya kedua orang tuanya berserta kedua adik kembarnya sedang duduk santai sambil menonton TV diruang keluarga.


" Wa'alaikumsalam,,,. " sahut mereka semua.


" Banyak banget bawaan kamu, Kak,,? " tanya sang Mommy, XiaoYue.


" Oh,,. Ini cake, brownies, donat sama tiramisu. " jawab XiaoFei sambil meletakkan bawaannya dimeja.


" Terus yang dikantong kresek ini apa, Kak,,? " tanya XiaoWu sambil menunjukkan kearah kantong kresek itu.


" Emm,, itu,,,. Itu,, buah mangga dari gadis kecil yang tempo hari Kakak tolong, De,,, Mom,,. " jawab XiaoFei sedikit malu.


" Gadis kecil,,? " tanya Jimmy bingung, karena dia memang masih belum tau cerita tentang XiaoFei yang menolong Mae.


XiaoYue pun menceritakan siapa gadis kecil yang ditanyakan suaminya. Jimmy manggut-manggut begitu XiaoYue selesai bercerita. Sementara XiaoFei sudah duduk disamping Daddy nya.


" Memang kamu ketemu gadis kecil itu dimana, Kak,,? " tanya XiaoYue.


" Ditempat yang kemarin, Mom. Dia berteriak memanggil-manggil aku. Suaranya benar-benar kencang, macam toak masjid, sampai tembus kedalam helm ku. " jawab XiaoFei membuat kedua adiknya tertawa.


" Hush,, ga boleh begitu kamu. " omel XiaoYue sambil menahan senyum.


" Habisnya gadis itu benar-benar ceriwis banget, Mom. Lincah dan ga bisa diam. Beda banget sama XiaoWu. Mana aku di panggil abang ganteng sama dia, ich,,, malu banget aku, Mom. " curhat XiaoFei membuat kedua adik kembarnya semakin terbahak.


" Abang,,,!! Abang ganteng,,. " panggil XiaoWu menggoda sang Kakak.


" Ish,,, " XiaoFei semakin kesal lalu bangun dari duduknya dan pergi masuk kedalam kamarnya. Dan dapat XiaoFei dengan jelas tawa si kembar dan Daddynya.


XiaoFei menutup pintu kamarnya dengan wajah yang memerah karena menahan kesal.


" Ichh,,, ini semua gara-gara gadis kecil itu. " sungut XiaoFei dalam hati.


*


*


*


Di tempat yang berbeda,,


" Assalamu'alaikum,,,!!!! " seru seorang gadis dengan suara cempreng nya.


" Beh,,,!!! Babeh,,!!! " jeritnya lagi dengan suara volume yang lebih kencang.


Seorang pria berusia empat puluhan, berlari keluar dengan tergesa-gesa.


" Ya Allah,,,. Mae,,,!!! Jangan jejeritan nape,,, Babeh belonan budeg. " gerutu sang Babeh yang bernama Mansyur.


" Cckk,,, orang kasih salam bukannye dijawab salamnye malah ngoceh. Pegimane sih Babeh,, " Maesaroh berdecak kesal.


" Oiye,, ampe kelupaan Babeh. Wa'alaikumsalam,,, anak Babeh nyang ca'em, nyang botoh, ame cerewet. Ade ape Mae dedowakan manggil-manggil Babeh,,? " si Babeh Mansyur cengengesan ditegur anak semata wayangnya itu.


" Kagak ade ape-ape. Cuman manggil doangan. " sahut Maesaroh dengan entengnya, yang spontan membuat wajah Babeh Mansyur memerah karena menahan kesal dengan jawaban anaknya itu.


Babeh Mansyur menarik nafas panjang,, berulang kali sambil ber-istighfar. Berusaha menetralisir rasa kesalnya dengan mengelus dadanya pelan.


" Sabar,, Syur. Sabar,,,. Ntu anak loe atu-atu nye. Anak kesayangan loe walopun keseringan bikin loe emosi ame spaneng. " ujar Babeh Mansyur dalam hati.


" Loe abis dari mane, Neng,,,? " tanya Babeh Mansyur dengan suara lembut, setelah amarahnya mereda.


Maesaroh senyum,, eh,, bukan senyum. Lebih tepatnya, cengengesan.


" Mae abis nemuin abang ganteng, Beh. " jawaban Maesaroh kembali membuat Babeh Mansyur mengelus dadanya.


" Ngapain,,,? "


" He,, he,, he,,,. Tadi pagi Mae abis manjat po'on mangganye Babeh,, nyang di ujung sono. Terusan nye,, mangganye Mae kasiin ke abang ganteng. Sebage ungkapan rase terimakasih Mae. " spontan Babeh Mansyur langsung menepuk jidatnya.


" Ya Allah,,,,. Astagfirullahalazim,,,. " Babeh Mansyur ber istighfar dalam hati.


" Banyak loe ambilnye, Neng,,? " tanya Babeh Mansyur.


Maesaroh menggeleng, membuat Babeh Mansyur menarik sudut bibir.


" Alhamdulillah,,, " ujarnya dalam hati.


" Kagak banyak kok, Beh. Cuman dua kantong kresek item gede doang. " jawab Maesaroh dengan santainya.


" Allahuakbar,,,,!! Astagfirullahalazim,,,,!! " jerit Babeh Mansyur dalam hati.


Hatinya menangis sedih. Mangga yang siap panen, dan sudah ada tengkulak yang mau membelinya, terpaksa berkurang banyak.


" Mae,,,,!!!! "


~~ ***Bersambung,,


Jangan lupa untuk tekan like, vote, comment dan hadiahnya, biar Kak Ull makin semangat up nya.


Salam love and peace dari Kak Ull,,


❤❤✌✌*****


****