Betawi Versus Mandarin

Betawi Versus Mandarin
BVM 26 ( Siapa gadis itu,,,?)



Keesokan harinya,,


Setelah kemarin terjadi perdebatan yang cukup panjang saat dikantor, XiaoFei dan Jack terpaksa mengalah dan menuruti permintaan sang Mommy untuk menginap di Mansion nya.


XiaoFei dan Jack yang sudah terbiasa hidup tenang dan mandiri selama hampir enam tahun, karena memilih tinggal di apartemen, membuat mereka merasa sedikit tidak nyaman.


Ditambah lagi sejak kedatangan nya dan saat makan malam, dirinya dan Jack dicecar banyak pertanyaan dari sang Daddy dan juga adik perempuan nya.


Flashback on,,,


" Kak Fei,,,,!!! " pekik XiaoWu saat melihat XiaoFei masuk kedalam rumah.


XiaoFei menghela nafas panjang saat sang adik perempuan satu-satunya itu memeluknya dengan erat. Bukannya dia tidak rindu, hanya saja dia merasa sedikit risih, karena tidak pernah dekat dengan perempuan, walaupun itu adiknya sendiri.


" Apa kabar, Wu,,? " tanya XiaoFei setelah dia berhasil melepaskan diri dari pelukan XiaoWu.


" Jangan tanyakan kabar adikmu yang cantik ini,, tentu saja aku selalu sehat dan bahagia. " jawabnya antusias.


" Katakan padaku,,, kenapa Kakak baru pulang sekarang,,? Apa Kakak tidak merindukan kami,,? Apa disana lebih menyenangkan daripada disini,,? Apa Kakak benar sudah punya pacar disana hingga melupakan kami,,? " cerosos XiaoWu, membuat XiaoFei kembali menghela nafas.


" Wu,,,. Bisakah membiarkan Kakak untuk masuk dan duduk dulu,,? Apa kau sekarang seorang wartawan,,? " XiaoWu tersenyum malu, kemudian memeluk lengan sang Kakak dan membawanya masuk kedalam.


Jack hanya mengulum senyumnya melihat kehangatan Adik dan Kakak itu.


" Wu,,,. Lepaskan Kakakmu,, biarkan dia beristirahat dan membersihkan dirinya dulu. " perintah XiaoYue membuat XiaoWu mengembungkan pipinya.


" Fei,,, " panggil Daddy Jimmy.


XiaoFei melepaskan tangan XiaoWu yang masih memeluk lengannya, kemudian dia memeluk Jimmy.


" Daddy pikir, kau tidak jadi pulang. " Jimmy melepaskan pelukannya.


Kemudian XiaoFei beralih memeluk adik lelakinya, XiaoZhan.


" Kak Fei,,, "


" Kau semakin tampan. " puji XiaoFei membuat XiaoZhan tersenyum lebar.


Saat XiaoZhan dan XiaoWu kuliah dan tinggal di Mansion Lin di China, XiaoFei memang sudah pindah dan tinggal di apartemen. Hanya sesekali dia datang untuk menemui kedua adik kembarnya itu.


" Itu,,,? " Daddy Jimmy melihat kearah Jack, diikuti oleh XiaoFei.


" Ohh,, Dia Jack, Dad. "


" Jadi seperti ini penampakan pria bernama Jack yang dipilih Pamanmu untuk menjadi asisten pribadi sekaligus pengawalmu,,,. " Jimmy menatap Jack dari ujung kaki sampai kepala.


" Tuan,, saya manusia,, bukan makhluk jadi-jadian. " Jimmy spontan tertawa mendengar gurauan Jack.


" Ternyata dibalik wajah beruang kutubmu, kau bisa bergurau juga. "


" Anda menyebut saya penampakan, Tuan. Bagaimana bisa wajah tampan saya disebut penampakan,,? " Jack memuji dirinya sendiri.


" Cih,,, Dasar Narsis. " ejek XiaoFei, sementara Jimmy semakin tertawa.


" Sudah,, sudah. Sebaiknya kalian istirahat dan membersihkan diri dahulu, nanti kita makan malam bersama. " XiaoYue mengalihkan pembicaraan.


" Baik, Mom. " jawab XiaoFei dan Jack kompak.


" Oh iya, Jack. Jangan panggil aku Tuan lagi,, panggil Daddy seperti XiaoFei. Sama seperti kau memanggil istriku, Mom. " ucap Jimmy saat Jack dan XiaoFei akan melangkahkan kakinya.


" Tapi,,, "


" Tidak ada penolakan, Jack. " potong Jimmy tegas.


" Kenapa kalian suami istri dan anak suka sekali memaksaku dan mengucapkan kata ' tidak ada penolakan, Jack ',,,? " gerutu Jack.


" Hei,,, kami ini satu keluarga,, satu gen,,, jelas saja sama. " jawab Jimmy.


" Hahh,, baiklah. Aku hanya bisa pasrah,, lakukanlah semau kalian padaku. " Jack berpura-pura memelas membuat Mommy XiaoYue kembali merasa gemas.


" Kau benar-benar,,,, " XiaoYue kembali mencibit kedua pipi Jack, membuatnya meronta kesakitan.


" Mom,,,!! Jangan terus mencubit pipiku,, nanti kadar ketampanan ku berkurang. " protes Jack saat XiaoYue sudah melepaskan cubitannya.


Jack mengusap-usap pipinya yang memerah, sementara XiaoYue semakin geregetan karena ucapan Jack.


Jack segera berlari menghindari XiaoYue yang sudah bersiap untuk mencubitnya. Jack mengejar XiaoFei yang sudah berada di tangga.


XiaoYue, Jimmy dan kedua anak kembar itu tertawa melihat tingkah Jack yang kekanak-kanakan.


" Wajah tampan, sikap dingin, dan julukan sebagai beruang kutub seperti nya tidak pantas lagi disandang oleh Jack. " ejek Jimmy dan diangguki oleh XiaoYue.


" Daddy benar,, seperti nya dia bersikap dingin karena selama ini merindukan kehangatan sebuah keluarga. " ucap XiaoYue sedikit lirih.


" Kasihan Kak Jack ya, Mom. Sudah hidup sendirian disaat usianya masih kecil dan hidup dijalanan. " XiaoWu ikut merasa prihatin.


Mereka semua memang sudah tahu perihal tentang masa lalu Jack. Hanya saja, XiaoWu dan XiaoZhan jarang bertemu dengannya.


Sementara XiaoYue baru sekali melihat Jack, kalau Daddy Jimmy justru belum pernah. Jimmy hanya mendengar cerita tentang Jack dari XiaoLi dan XiaoFei.


XiaoFei membawa Jack ke kamar tamu yang berada di samping kamarnya. XiaoFei langsung merebahkan badannya saat di sudah masuk kedalam kamarnya.


Kamar yang sudah sepuluh tahun ditinggalkan nya. Semua letak perabotan dan poster-poster di dinding kamarnya masih sama. XiaoYue selalu menyuruh salah satu maid nya untuk membersihkan kamar XiaoFei setiap dua hari sekali.


XiaoFei tersenyum sendiri, melihat poster gambar MotoGP dan Detektif Conan. Dia kembali teringat masa lalunya. XiaoFei menarik nafas panjang, saat dia melihat gelang hitam ditangan kirinya.


" Mae,,,. Aku sudah datang,,, " gumam XiaoFei.


Sebenarnya ada ketakutan tersendiri yang dirasakan oleh XiaoFei. Dia sama sekali tidak tahu bagaimana wajah Mae sekarang. Dan dia juga tidak tahu, apakah Mae masih mengingatnya tau tidak.


Saat makan malam,,


" Fei,, Jack,,. Makanlah yang banyak,, kalian pasti sudah lama tidak makan masakan rumah kan,,. " XiaoFei dan Jack mengangguk.


Mereka berdua memang benar-benar sudah sangat merindukan masakan rumah. Selama di apartemen, XiaoFei dan Jack memang bergantian memasak. Namun tak jarang pula, mereka makan diluar atau memesan makanan secara online.


XiaoFei dan Jack makan dengan lahap. XiaoYue tersenyum melihatnya.


" Ya ampun,,,!!! Apakah kalian baru saja menjadi musafir,,,? " tanya XiaoWu yang terkejut melihat cara makan Kakak dan asistennya itu.


" Memang kenapa,,? " XiaoFei balik bertanya.


" Kalian terlihat sangat kelaparan,, membuat kadar wajah tampan kalian turun sangat drastis. " ledek XiaoWu.


Namun XiaoFei dan Jack tidak menanggapi ledekan XiaoWu. Mereka meneruskan makannya, membuat XiaoWu merasa kesal karena tidak dianggap.


" Mulai besok,, Wu dan Zhan akan bekerja di perusahaan Daddy, membantu Uncle Ricky. Sementara Fei dan Jack memegang perusahaan Mommy. " tegas Jimmy di sela-sela makannya.


" Wèishéme,,,? " tanya XiaoWu dan XiaoZhan kompak.


( Kenapa,,?)


Jimmy dan XiaoYue saling tatap dan saling melempar senyum.


" Karena kami berdua ingin pensiun dan menikmati hari tua kami berdua. Anggap saja kami sedang berbulan madu kedua. " jawab Jimmy sambil terkekeh.


" Cih,,,. Bulan madu kedua,,,? Apa kalian tidak sadar dengan umur kalian,,? " XiaoFei berdecih.


" Hei,, anak muda. Kami ingin memuaskan diri kami berdua, sementara kami belum mempunyai cucu. Lagipula, kau sendiri tidak punya pacar, bagaimana bisa memberi kami cucu,,? " Jimmy meledek XiaoFei.


" Pacar memang tidak ada, Dad,,, tapi anak Daddy yang satu ini, dengan setia masih menunggu seseorang. " ucapan Jack membuat Jimmy, XiaoWu dan XiaoZhan tersedak.


Sementara XiaoFei menatap tajam Jack, dan yang ditatap hanya masa bodo, kembali melanjutkan makannya.


" Benarkah itu, Fei,,? " tanya Jimmy setelah dia minum air untuk meredakan batuknya karena tersedak.


" Haishh,,, mulutmu itu Jack,,, " gerutu XiaoFei, Jack hanya mengangkat bahunya.


" Fei,,,!! " panggil Jimmy.


" Lain kali Fei cerita, Daddy. Tidak untuk saat ini, sampai semuanya jelas. "


" Kak,,. Jadi didalam hati Kakak sudah ada nama seorang gadis,,,, ? " tanya XiaoWu.


" Benar. " yang menjawab Jack bukan XiaoFei.


XiaoWu mendadak lemas setelah mendengar jawaban Jack. Tanpa bertanya lebih jelas lagi, siapa yang dimaksud oleh Jack. XiaoWu merasa miris, dengan Mae yang sudah sepuluh tahun menunggu sang Kakak.


" Mae,,,. Maafin Abang ganteng mu,, ternyata dia sudah mempunyai seseorang yang di nantinya. " ucap XiaoWu dalam hati.


" Seperti nya aku benar-benar akan mengirim mu kembali ke China, Jack. " tegas XiaoFei, karena kesal dengan mulut embernya Jack.


" Silakan saja. " jawab Jack dengan acuh.


" Aishh,,, " XiaoFei pun menghela nafas panjang.


" Sstt,, Jack. Kau tahu siapa,,? bisik Jimmy namun tentu saja XiaoFei dapat mendengarnya.


Belum sempat Jack menjawab, XiaoFei sudah melotot kearahnya. Membuat Jack menutup mulutnya rapat.


" Cukup, Dad. Jangan bertanya lagi. Dan kau Jack,, tutup mulutmu. " tegas XiaoFei kesal.


" Maaf, Dad. " ucap Jack tidak berani menatap Jimmy.


" Fei, sudah selesai. Maaf,, Fei harus segera kembali ke kamar. Fei lelah. " XiaoFei bangun dari duduknya, lalu beranjak menuju kamarnya di lantai dua.


Sementara XiaoYue menepuk bahu Jimmy dengan keras.


Plaakk,,,


" Aww,, Mom. Sakit,,, " Jimmy meringis kesakitan.


" Makanya,, mulutmu itu dijaga. Akan ada waktunya nanti, pasti Fei akan bicara siapa sosok gadis penghuni hatinya. " celetuk XiaoYue kesal.


Jimmy dan Jack menundukkan kepalanya. Nyali keduanya menciut di hadapan singa betina keluarga Lin.


Flashback off,,


*


*


*


~~ **Bersambung,,


Jangan lupa tinggalkan jejaknya, Kakak.


Lope lope sekebon kopi buat kalian.


Salam love and peace dari othor,,


❤❤✌✌**


**