Betawi Versus Mandarin

Betawi Versus Mandarin
BVM 23 ( Salah Paham, Mae,,)



Kembali ke perusahaan Lin,,


Saat jam makan siang, XiaoWu kembali menemui Mae dan Zanza. Mereka akan makan siang dikantin kantor.


Sebenarnya Mommy XiaoYue ingin mengajak XiaoWu makan siang bersama, namun karena XiaoWu sudah berjanji untuk menemui Mae lagi,, dengan terpaksa Mommy XiaoYue pun mengijinkan.


Kini, XiaoWu, Mae dan Zanza sedang berada di salah satu meja di kantin kantor. XiaoWu mentraktir Mae dan Zanza sebagai perayaan kembalinya XiaoWu.


" Kak Putri,, pulang kesini kagak bareng ame Kak Putra,,? " tanya Mae sambil melahap makanannya.


" Bareng kok,, tapi tadi waktu Kakak kesini, Putra masih tidur di hotel. " jawab XiaoWu setelah makanannya tertelan.


" Kalian tinggal dihotel,,? " kali ini Zanza yang bertanya dan XiaoWu mengangguk.


" Kami ingin memberi kejutan pada Mommy. Tapi memang Kakak kembarku itu pemalas. Sangat susah membangunkannya. Jadinya Kakak pergi sendiri untuk menemui Mommy. "


Mae dan Zanza mengangguk-angguk mengerti. XiaoWu pun kembali melanjutkan makannya. Mae menghentikan makannya, dia menatap XiaoWu. Ingin bertanya namun sedikit ragu. Terlihat dengan jelas diwajahnya, hingga XiaoWu pun menyadarinya.


" Kamu kenapa, Mae,,,? "


" Emm,,, . Abang ganteng ga ikut pulang,,? " suara Mae sangat pelan namun masih dapat terdengar oleh XiaoWu dan Zanza.


Seketika XiaoWu langsung terdiam. Tangannya berhenti saat akan menyuap. Dia menatap Mae dan wajahnya berubah sendu. XiaoWu hanya bisa menggeleng pelan.


Mae menghela nafas lalu menunduk sedih. Abang ganteng nya tidak ikut pulang. Sepertinya,, Abang gantengnya itu sudah melupakannya dan tidak ingin kembali lagi.


" Apa Abang ganteng udeh lupa ye ame Mae,, makanya die kagak mao pulang,,? " ucap Mae sedih. Dia sudah tidak nafsu makan.


" Bukan begitu, Mae. "


" Ga pape, Kak. Siape juge nyang mao inget ame cewek kayak Mae,,? " Mae berusaha tersenyum, namun dapat terlihat matanya sudah berkabut.


Zanza mengenggam tangan Mae, berusaha memberinya kekuatan. Zanza pun ikut merasa sedih saat melihat wajah Mae yang terlihat tidak bersemangat.


Baru saja XiaoWu ingin bersuara, namun kembali dipotong Mae.


" Nyang penting kabarnye Abang ganteng sehat kan,,? " tanya Mae berusaha tegar.


" Baik,,. Kak Raja baik dan sehat,, dia sangat sibuk disana, bahkan jarang pulang kerumah. Dia lebih memilih tinggal di apartemen dekat kantor. " Mae tersenyum kecil.


" Syukurlah,, Dia baik dan sehat." gumam Mae tapi masih bisa terdengar.


" Tapi Kak Raja belum punya pacar kan disana,,? Atau jangan-jangan malah udah nikah,,? " pertanyaan Zanza membuat Mae dan XiaoWu tersedak.


Mae sontak menoleh kearah Zanza sementara XiaoWu menatap tajam Zanza. Zanza hanya berpura-pura biasa dan mengeluarkan wajah polosnya.


Mae kembali menunduk sedih sementara XiaoWu semakin melotot ke Zanza, membuat Zanza mengatupkan tangannya didepan da da nya sambil nyengir tak bersalah.


" Ma,,, "


" Mungkin bener,, disane Abang ganteng udeh punye pacar,, malahan mungkin udeh nikah. " potong Mae lirih, berusaha menahan air matanya.


" Ga mungkin, Mae. Kami pasti tahu kalau Kak Raja menikah. "


" Bise aje kan, Kak. Abang ganteng nikahnye diem-diem. Pan anak laki kagak butuh wali kalo mo nikah. " sahut Mae lagi.


" Ga mungkin dan ga bakalan mungkin, Mae. Mommy pasti jadi yang terdepan menolak dan marah. " tegas XiaoWu.


" Mae udeh kenyang. Mae balik duluan ye,, " Mae langsung beranjak dari duduknya lalu pergi tanpa peduli panggilan dari XiaoWu.


" Kamu sih,, Za. " marah XiaoWu.


" Maaf Kak,, keceplosan tadi. " Zanza cengengesan namun hatinya merasa bersalah pada Mae.


" Mae pasti merasa sedih. " gumam XiaoWu.


" Kak,, Zanza susulin Mae aja ya,, takut nekat. " Zanza segera beranjak dari duduknya.


XiaoWu mengangguk dan Zanza pun setengah berlari menyusul Mae. XiaoWu menatap kepergian Zanza sambil menghela nafas, lalu melihat makanan Mae yang masih banyak tersisa.


" Kak Fei sih,, ga pulang-pulang,, ga kasih kabar pula,, kasihan kan anak orang nungguin tanpa kepastian. " gerutu XiaoWu.


XiaoWu kembali menghela nafasnya lalu beranjak dari duduknya. Dia pun pergi meninggalkan kantin tersebut, lalu kembali keruangan sang Mommy.


Sesampainya didepan ruangan Mommy XiaoYue, XiaoWu langsung masuk tanpa mengetuk, membuat si pemilik ruangan menatap kearah pintu.


Namun wajahnya seketika terkejut melihat wajah putri semata wayangnya masuk dengan wajah muram dan sedih.


" Wu,,, "


XiaoWu duduk disofa dengan lemas lalu merebahkan kepalanya pada sandaran sofa. Mommy XiaoYue pun menghampiri putrinya tersebut.


" Kamu kenapa, Wu,,? " tanya XiaoYue lalu ikut duduk disebelah XiaoWu.


" Mae, Mom. "


" Mae kenapa,,? " XiaoYue mengerutkan keningnya sambil terus menatap XiaoWu.


" Mae sedih,, "


" Wèishéme,,,? " ( kenapa,,?)


" Mae sangat sedih Mom,, "


XiaoYue menghela nafas panjang. Dia juga sedikit kesal dengan putra sulungnya itu. Tidak pulang-pulang,, jarang memberi kabar. Membuat pikiran semua yang ada disini menjadi macam-macam.


" Sudahlah,,. Kita biarkan dulu Mae sendiri dulu untuk sesaat,, biarkan dia menenangkan hati dan pikirannya. "


XiaoYue hanya diam dan mengangguk.


" Mommy akan tunggu sebentar lagi. Apabila sampai satu bulan kedepan, Gēgē mu masih belum kembali juga,, biar Mommy susul dia kesana dan menyeretnya pulang. "


XiaoYue sudah gregetan dengan XiaoFei. Bahkan sedikit heran,, kenapa anak satu itu sangat betah disana hingga enggan untuk pulang.


" Terserah Mommy saja. Wu kembali hotel dulu, Mom. Mengambil barang-barang sekaligus mengajak saudara kembarku itu untuk pulang kerumah. "


XiaoWu berdiri diikuti oleh XiaoYue. XiaoWu mengecup kedua pipi sang Mommy lalu mengambil tasnya kemudian pergi.


XiaoYue menghela nafas sambil menatap kepergian XiaoWu.


*


*


*


Sementara itu ditempat nun jauh disana,,


XiaoFei yang sedang fokus pada layar laptop nya,, tiba-tiba saja meremas da danya. Bahkan XiaoFei sedikit meringis karenanya, membuat Jack yang baru saja masuk langsung bergegas mendekat kearah XiaoFei.


" Kau kenapa, Fei,,? " tanya Jack panik.


XiaoFei menggeleng pelan lalu menarik nafasnya perlahan.


" Aku tak tahu, Jack. Tiba-tiba saja dadaku terasa sesak dan aku merasa sedih,, sangat sedih. " XiaoFei kembali meremas dadanya lalu menepuk-nepuknya pelan.


" Apakah ada sesuatu hal yang mungkin terjadi pada keluargamu,,? " selidik Jack. XiaoFei kembali menggeleng.


" Entahlah,, aku tak tahu. Tapi kalaupun ada sesuatu, pasti mereka akan segera mengabariku atau Paman Lin. Tapi ini rasanya berbeda,,, bukan dengan keluargaku. "


" Apakah ini tentang gadis kecil itu,,? "


" Mungkin saja,,. "


" Ada apa denganmu, Mae,,? Apakah terjadi sesuatu padamu,,? Semoga saja tidak. " batin XiaoFei dalam hati.


" Sudahlah,, aku tidak apa-apa. Kenapa kau masuk keruangan ku,,? " XiaoFei mengalihkan pembicaraan.


" Ohh,, benar. Ini,, ada berkas yang harus segera kau tanda tangani. " Jack menyerahkan beberapa berkas pada XiaoFei.


" Baiklah,, nanti akan aku tanda tangani. Sebaiknya kau kembali keruangan mu. " XiaoFei mengambil berkas itu dari tangan Jack.


" Baiklah,, " Jack pun berbalik badan dan beranjak pergi. Namun baru beberapa langkah, suaranya kembali terdengar.


" Apa kau tidak ingin menghubungi seseorang dari keluarga mu untuk bertanya tentang gadis itu,,? " tanya Jack.


" Tidak usah,,,. Pergilah,, " usir XiaoFei.


" Baiklah,,. Jangan sampai kau menyesal belakangan,,, " Jack kembali melanjutkan langkahnya. Lalu keluar dari ruangan XiaoFei.


XiaoFei menghela nafas panjang setelah Jack menghilang dari pandangannya.


" Mae,,, " panggil XiaoFei lirih.


Kepalanya disandarkan di sandaran kursi. Matanya menatap langit-langit ruangannya. Dia berusaha mengingat wajah gadis kecilnya.


Tangan kirinya diangkat hingga sebuah gelang berwarna hitam terlihat. Ditatap nya gelang hitam tersebut.


" Wǒ zhēn de hǎo xiǎng nǐ,, Mae. " lirih XiaoFei.


( Aku sangat merindukanmu, Mae.)


*


*


*


~~ **Bersambung,,


Maap,, othor maren ga up,,, darah tinggi othor kumat. Pala kliyengan aja seharian,, jadi ga bisa ngetik,, mata maunya merem aje soalnya.


Maap juga nih,, cuman dikit.


Jangan lupa like, Vote, comment dan kopinya, Kakak.


Salam love and peace dari othor,


❤❤✌✌**


**