
Beberapa Bab adalah bab ulangan di kisah Sahabatku Menjadi Pasanganku. Sengaja Kak Ull ulang,, supaya lebih paham dan inget lagi kisahnya.
Oke deh,, Happy reading,,
****
" MOMM,,,,!!! Kaos kaki aku dimana,,? " jerit XiaoZhe.
" MOMMY,,,!!! Rambut aku belum dikuncir,,!! " seru XiaoWu.
Ya,, mereka adalah putra dan putri kembar Jimmy dan XiaoYue.
XiaoYue bergegas lari kekamar anak kembarnya itu yang berada bersampingan, setelah dia menyiapkan pakaian kerja untuk suaminya, Jimmy.
" Sebentar, sayang. " sahut XiaoYue.
" Mom,,,. " panggil XiaoFei lembut.
XiaoYue berhenti didepan kamar XiaoFei. Dilihat anak sulungnya itu sudah rapi berseragam sekolah. Kamar XiaoFei memang berada disamping kamar adik kembarnya.
Saat ini XiaoFei sudah bersekolah menengah atas, sementara kedua adik kembarnya sudah kelas tiga SD.
" Anak sulung Mommy sudah rapi. Ada apa, Nak,,? " tanya XiaoYue.
" Mommy bantu XiaoWu saja, biar aku yang membantu XiaoZhe mencari kaos kakinya. " jawab XiaoFei masih dengan suara lembut.
Ya,, XiaoFei selalu berbicara lembut pada wanita cinta pertamanya itu, yaitu Mommy nya. Tapi bila berhadapan dengan orang lain, hanya wajah datar, dingin dan irit bicara tapi tegas yang terlihat.
" Terimakasih, sayang. " sahut XiaoYue lalu berjalan masuk kedalam kamar XiaoWu, sementara XiaoFei masuk kedalam kamar adiknya, XiaoZhe.
" Bisakah kau tidak berteriak pada Mommy,,? " omel XiaoFei pada XiaoZhe kesal.
XiaoFei membantu mencari kaos kaki adiknya itu dalam laci lemari.
" Dan bisakah kau mencari dulu, baru bertanya tanpa berteriak,,? Apa kau tidak kasihan pada Mommy,,? " omel XiaoFei lagi, seraya memberikan kaos kakinya pada XiaoZhe.
XiaoZhe menundukkan kepalanya sambil menerima kaos kaki dari XiaoFei. Lalu duduk dipinggir ranjangnya dan memakai kaos kakinya itu.
" Maaf, Kak.. " ucap XiaoZhe pelan setelah dia selesai memakai kaos kaki.
XiaoFei duduk disamping adiknya itu. Diusapnya lembut punggung XiaoZhe.
" Walaupun kita ada pelayan, tapi mereka hanya membantu pekerjaan rumah saja. Sementara untuk mengurus kita dan Daddy, Mommy hanya mau mengurusnya sendiri."
" Kau sudah besar, belajarlah untuk mandiri. Selama bisa, kau kerjakan sendiri. Tetapi bila kau memang sudah tidak bisa dan tidak sanggup, baru kau meminta tolong. Bicara dengan lembut tanpa harus berteriak. Kau ingat itu, Zhe,,?? " nasihat XiaoFei lembut tapi tegas.
XiaoZhe mengangguk pelan dan memeluk XiaoFei.
" Maafkan Zhe, Kak. " ucap XiaoZhe.
XiaoFei mengacak-acak pelan rambut XiaoZhe dan tersenyum.
" Ya,,, Sudah. Sekarang kita sarapan, yang lain pasti sudah menunggu. " XiaoZhe mengangguk dan kembali bersiap, memakai sepatunya, merapikan baju seragam dan keperluan sekolahnya.
XiaoFei keluar lebih dulu dari kamar XiaoZhe, dan kembali kekamarnya untuk mengambil tas nya. Lalu berjalan turun kebawah untuk sarapan bersama.
" Dimana adikmu, Kak Fei,,? " tanya Jimmy begitu dia melihat XiaoFei turun seorang diri.
Jimmy dan XiaoYue memang membiasakan memanggil XiaoFei dengan sebutan Kakak, agar kedua adiknya mengikuti memanggilnya dengan sebutan Kakak.
" Zhe sedang bersiap, Dad. Sebentar lagi turun. " sahut XiaoFei seraya duduk.
" Mommy mu, masih mengurus XiaoWu,,? " tanya Jimmy lagi.
" Hmm,,,. Seperti biasa, Dad. Drama di pagi hari saat hari sekolah datang. " jawab XiaoFei.
Tak lama, XiaoZhe turun diikuti oleh XiaoYue yang menggandeng tangan XiaoWu. Mereka lalu duduk di kursi mereka masing-masing.
" Mommy,, maafkan Zhe. " ucap XiaoZhe tiba-tiba, membuat XiaoYue menghentikan kegiatannya mengoleskan roti dengan selai untuk Jimmy dan anak-anak nya.
XiaoYue mengerutkan keningnya seraya menatap XiaoZhe penuh dengan tanda tanya.
" Maaf untuk apa, sayang,,? " tanya XiaoYue lembut.
" Maaf,, karena Zhe sudah berteriak-teriak memanggil Mommy. Maafkan Zhe, karena masih meminta bantuan Mommy padahal Zhe sudah besar. Zhe selalu merepotkan Mommy. " jawab XiaoZhe lirih.
XiaoYue tersenyum seraya melanjutkan kegiatannya membuat sarapan untuk anak dan suaminya. Jimmy menatap lekat kearah salah satu dari anak kembarnya itu.
" Tidak apa-apa, sayang. Itu memang sudah kewajiban Mommy sebagai orangtua kalian. " sahut XiaoYue lembut.
" Tapi Kakak bilang, Zhe sudah besar. Seharusnya Zhe membantu Mommy bukannya merepotkan Mommy. Zhe janji, mulai besok Zhe akan mandiri dan akan membantu Mommy. " ucap XiaoZhe membuat XiaoYue dan Jimmy tersenyum.
" Anak Mommy and Daddy sudah besar dan pintar. Terimakasih, sayang. " jawab XiaoYue.
XiaoZhe tersipu, dan mengangguk. Jimmy menunjukan ibu jarinya pada XiaoZhe.
XiaoZhe menoleh kearah XiaoFei dan XiaoFei hanya mengangguk. XiaoZhe tersenyum.
" Anak-anak Daddy memang pintar, tampan dan cantik. " puji Jimmy lagi.
" Sudah,,, sudah,,. Lekas dimakan sarapannya dan jangan lupa, diminum susunya. " perintah XiaoYue.
" Oke,, Mommy,,!!! " sahut Jimmy, XiaoFei, XiaoZhe dan XiaoWu kompak.
Mereka pun mulai sarapannya tanpa ada yang bersuara lagi.
Tak lama kemudian, Jimmy sudah berada disamping mobilnya, bersiap untuk ke kantor keluarga Dirgantara.
Sementara XiaoYue pun tengah bersiap untuk mengantar si kembar ke sekolahnya lalu XiaoYue pun akan pergi ke perusahaan Lin.
XiaoFei pergi ke sekolah dengan menggunakan motor besar nya. Motor balap persis kepunyaan pembalap terkenal Valentino Rossi. XiaoFei memang penggemar berat MotoGP.
" Kak Fei,,,. " panggil XiaoYue.
XiaoFei menghampiri Mommy nya.
" Ingat ya, Kak. Saat perkenalan diri nanti, jangan menyebutkan marga Mommy. Kau bilang saja namamu Raja Dirgantara. Kau tahu kan, alasannya apa,,? " XiaoYue mengingatkan XiaoFei.
XiaoFei mengangguk seraya mengecup punggung tangan XiaoYue dan Jimmy. Tak lupa juga, dia mengecup lembut pipi Mommy nya.
" Mommy tenang saja, Fei selalu ingat pesan Mommy. " jawab XiaoFei. XiaoYue mengangguk.
" Fei'er berangkat duluan ya, Mom, Daddy. " pamit XiaoFei.
XiaoYue dan Jimmy mengangguk.
" Hati-hati, Kak. " sahut XiaoYue.
" Oke, Mom. " seru XiaoFei seraya memakai helm dan naik keatas motornya. Lalu menyalakan motornya dan melajukan nya pelan.
" Bye Mom,, Dad,, kembar..!! " seru XiaoFei dari balik helmnya.
XiaoYue, Jimmy, dan si kembar melambaikan tangannya.
Sesampainya di sekolah menengah atas Bakti Persada. Salah satu sekolah elit terkenal, dan harus mempunyai otak encer untuk bisa bersekolah disana.
XiaoFei memarkir motornya ditempat parkir yang sudah disediakan pihak sekolah. Kemunculannya membuat sebagian murid perempuan memekik histeris.
Wajah tampan oriental, tubuh yang tinggi dan tegap, kulit putih, tatapan mata yang tajam, hidung mancung, perempuan mana coba yang tidak akan histeris.
Dengan santai dan cueknya, XiaoFei masuk kedalam sekolah dan mencari dimana kelasnya. XiaoFei berhenti didepan sebuah pintu kelas X IPA1.
XiaoFei masuk kedalam, dan lagi-lagi,, kehadirannya membuat teman perempuan satu kelasnya itu histeris. XiaoFei memutar bola matanya dengan malas.
XiaoFei duduk di pojok dekat jendela, karena memang kebetulan bangku itu kosong. Karena merasa terganggu dengan bisik-bisik teman sekelasnya itu, XiaoFei memakai headphone di telinganya dan mendengarkan musik kesukaannya.
Ya,, baginya itu lebih baik dari pada harus mendengar jeritan atau omongan yang bisa membuat telinga nya panas. Tak lupa juga, XiaoFei mengeluarkan salah satu buku komik kesayangannya, Detektif Conan.
Tidak akan ada yang menyangka, murid pintar dan cerdas yang menggemari MotoGP itu, ternyata menyukai buku komik. Bagi XiaoFei, buku komik itu sebuah hobi membacanya saja.
Begitu bel tanda masuk pun telah berbunyi, XiaoFei segera melepaskan headphone nya dan memasukkan nya kedalam tas. Begitu juga dengan buku komiknya.
Saat perkenalan diri didalam kelas, XiaoFei hanya menatap keluar jendela.
" Membosankan,,. " keluh XiaoFei dalam hati.
Ya,, kecerdasan XiaoFei yang diatas rata-rata itu, membuatnya lebih suka menyendiri. Selain karena ingin menyembunyikan indentitas asli keluarga Lin nya, XiaoFei juga ingin menghindari mereka yang hanya ingin mengambil kesempatan berteman dengannya karena pintar. Cih,,, XiaoFei sangat benci itu.
****
***Hai,, Hai,, Hai,,,
Jumpa lagi dengan Kak Ull,,,
Maaf baru nongol sekarang kisahnya XiaoFei. Manusia hanya bisa berencana,, Allah lah yang menentukan.
Pokoknya baca aja dulu ya,, semoga kalian semua suka.
Jangan lupa bintang lima nya,, like, comment, vote,, sama kopinya. Biar Kak Ull makin semangat up nya,,
Salam love and peace dari Kak Ull,,,
❤❤✌✌***
****