Betawi Versus Mandarin

Betawi Versus Mandarin
BVM 38 ( Pilem Mandarin )



* Sedikit informasi,,


Disini aku menggunakan dua bahasa,, bila ada penulisan atau translate nya yang keliru,, othor mohon maaf. Othor menggunakan goggle translate untuk mencari tahu. 🙏🙏🙏


Terimakasih sebelumnya dan


Happy Reading All,,,


**


*


*


*


Keesokan harinya,,


XiaoFei sudah sampai dikantornya terlebih dahulu daripada Mae. Sejak kemarin, bibirnya selalu tersenyum,, wajahnya berbinar bahagia. Dengan bersandar di meja kebesarannya,, XiaoFei berdiri sambil menunggu kedatangan Mae.


Dengan menggunakan setelan jas dan celana berwarna putih, XiaoFei menangkupkan kedua tangannya di dada. Matanya terus menatap arah pintu masuk.



Hingga tak lama kemudian, sosok yang dia tunggu pun datang. Mae masuk dengan wajah yang masih merengut dan sedikit ditekuk. Bahkan dia sampai tidak menyadari kalau Bos nya itu sudah datang dan tengah sibuk memperhatikannya.


" Ehemm,,, "


XiaoFei sengaja berdeham, membuat Mae mengalihkan pandangannya dan sedikit terkejut saat menyadari kalau Bos nya itu datang.


" Selamat Pagi, Tuan Fei. Maaf,, saya tidak menyadari kalau Anda sudah datang. " ucap Mae sambil merubah raut wajahnya dan memaksa untuk tersenyum.


" Pagi juga, Mèi,,. " sahut XiaoFei sambil tersenyum.


Mae duduk lalu menghela nafas panjang. Kejadian kemarin masih membuatnya kesal sampai sekarang. Bahkan sampai terbawa ke kantor. Mae sudah berusaha untuk melupakannya, namun bayangan kejadian itu lagi-lagi hadir.


" Kau kenapa, Mèi,,,? " tanya XiaoFei dengan lembut.


" Saya tidak apa-apa, Tuan Fei. Hanya sedikit badmood. " jawab Mae sambil menyalakan laptop nya.


" Oh ya,,,? Di pagi yang cerah ini, bagaimana bisa suasana hatimu buruk,,? " tanya XiaoFei lagi, berpura-pura tidak tahu.


" Hahh,,,, " lagi-lagi Mae menghela nafas panjang.


" Pegimane kagak badmood, Tuan,, kalo ada maling motor yang udeh bikin saya kesel. Udeh salah,, ngotot lagi. Pengen di gibeng kali ntu orang,,,. " sungut Mae kesal, sementara XiaoFei hanya mengulum senyumnya. ( Gibeng \= tampar/gampar/tonjok)


" Maling motor,,,? Motor kamu dicuri orang,,,? " tanya XiaoFei pura-pura kaget. Mae langsung menggeleng.


" Bukan, Tuan. Duh,,,, Pegimane njelasinnye ye,, ah,, susah deh. Pokoknye,,, ade yang udah maling motor. Dah,, gitu aje intinye. "


XiaoFei hampir saja kelepasan tertawa, dia menggigit bibir bawahnya.


" Begitukah,,,? "


" Iye,,,. Udah Tuan jangan tanya-tanya lagi. Saya mau kerja. " ketus Mae, sepertinya dia lupa kalau yang ada dihadapannya itu adalah Bos besarnya.


Mae mulai fokus pada pekerjaannya, sementara XiaoFei masih tetap pada posisi awal,, menatap Mae sambil tersenyum.


Hingga tak lama kemudian,, Jack masuk tanpa mengetuk dan menghampiri XiaoFei. Menatap tajam XiaoFei yang terus memandangi Mae.



" Dasar Bucin. " gerutu Jack dalam hati sambil menggelengkan kepalanya.


" Kàn lái nǐ fēngle, Fēi,,,. " ejek Jack setelah dia mendekat.


( Sepertinya kau sudah gila, Fei )


" Suǒyǐ ne,,? " tanya XiaoFei.


( Memangnya kenapa,,?)


" Nǐ bù zhīdào, cóng nà yǐhòu nǐ yīzhí zài duì zìjǐ wéixiào ma? " Jack justru balik bertanya.


( Apa kau tidak sadar, sejak tadi kau senyum-senyum sendiri,,?)


" Haisshhh,,,. Nǐ bù zhīdào, cóng zuótiān kāishǐ wǒ hěn kāixīn. " XiaoFei kembali tersenyum.


( Haisshhh,,,. Kau tidak tahu saja, kalau sejak kemarin aku sedang bahagia.)


" Dàodǐ shì zěnme huí shì? " tanya Jack. Memang sejak kemarin dia memang sudah sangat penasaran.


( Memangnya ada apa,,?)


XiaoFei pun menceritakan kejadian kemarin,, tentu saja dengan menggunakan bahasa Mandarin. Hingga, tanpa Jack sadari, dia tertawa lepas, bahkan sampai terbahak.


" Het dah,, berisik amat yak.. " gerutu Mae, sontak membuat tawa Jack berhenti dan menoleh kearah Mae. Begitu pun dengan XiaoFei.


" Maap nih ye,, Tuan, Tuan. Saya lagi kerja ini, dan obrolan nye Tuan Tuan pade, bikin saya kagak konsen. Saya jadi kayak lagi nonton pilem Mandarin. Beneran dah,, sumpah,,,. " sahut Mae lagi.


XiaoFei melongo sementara Jack berusaha menahan tawanya lagi.


" Tuan Tuan pada sadar kagak,, saya tuh kagak ngerti bahasa nyang Tuan Tuan pake. Nah kalo nonton pilem mah enak,, ada teks translatenya. Lah ini,,, ngerti kagak,, cengo iye. " lanjut Mae.


XiaoFei terdiam bukan karena apa-apa, dia hanya kaget, karena sejak tadi Mae berbicara dengan mengeluarkan logat uniknya tanpa dia sadari.


XiaoFei menatap bibir tipis Mae yang terus mengoceh sambil menggerutu dengan logat uniknya. Kecerewetan yang sangat dirindukannya.


" Tuan bedua tinggal ganti kostum,, biar lebih nyata. Kalo perlu malah pake aksesorisnye. Tinggal pilih dah,, mo judul pilem apaan. The Untamed boleh,,, The World of Honor juga boleh. Pan pas tuh bedua,, kagak ada pemeran ceweknya. Iye kagak,,? " XiaoFei dan Jack benar-benar sudah kehabisan kata untuk menyahut ucapan Mae.


Mereka berdua hanya menatap Mae sambil terus mengedip-ngedipkan mata mereka. Mereka berdua sudah bukan dua manusia beruang kutub, tapi lebih persis seperti dua manusia bo*doh.


" Ehem,, ehem,,. " XiaoFei berdeham untuk menetralkan rasa kagetnya.


" Maap, Tuan. Bukan maksud saya untuk menganggu obrolan Tuan berdua, tapi jujur,, sumpah,, saya sedikit merasa terganggu. Alangkah baiknya Tuan berdua berbicara diluar. " ucap Mae kembali ke mode formalnya.


" Kau mengusirku, Mèi,,,? " tanya XiaoFei dengan suara sedikit tegas.


" Bukan Tuan,,. Maksud saya bukan seperti itu, tapi saya benar-benar tidak konsen. " sahut Mae, sedikit bingung.


" Siapa Bos nya disini,,? " tanya XiaoFei lagi.


" Anda, Tuan. " Mae sedikit menunduk, karena merasa tidak enak karena sudah mengusir si empu ruangan.


" Dan kau berani protes bahkan berani mengusirku dari ruangan ku sendiri. " tegas XiaoFei lagi. Mae semakin menundukan kepalanya.


" Maafkan saya, Tuan. " ucap lirih.


Jack menyikut lengan XiaoFei, membuat XiaoFei menoleh kearahnya.


" Sudahlah,,,. Mau sampai kapan kau mengerjainya terus,,? Apa kau tidak lihat wajahnya,,? Lagi pula, menurutku dia sedikit menggemaskan saat mengoceh tadi. " bisik Jack, membuat XiaoFei melotot tajam padanya.


" Nǐ gǎn ma,,,??!! " tanya XiaoFei sambil berbisik, dia mengeraskan rahangnya, membuat Jack mengulum senyumnya. Jack mengangguk.


( Berani kau,,??!! )


" Tā hěn piàoliang, hěn kě'ài. " puji Jack seakan memanas-manasi XiaoFei.


( Dia cantik, lucu menggemaskan )


Sontak XiaoFei langsung menginjak kaki Jack dengan cukup kencang, membuat Jack memekik kesakitan.


" Aaww,,,. Nǐ fēngle!! " pekik Jack dengan mengangkat sedikit kakinya yang tadi injak XiaoFei.


( Kau Gila!!)


" Haisshhh,,,. " Mae menepuk dahinya sambil menggelengkan kepalanya, mengalihkan perhatian kedua pria tampan itu.


" Sudahlah,,,. Sebenarnya kau kesini ada urusan apa,,? " tanya XiaoFei pelan namun tegas. Jack menepuk dahinya.


" Haishh,,,. Gara-gara kau, hampir saja aku lupa. Satu jam lagi kita ada meeting penting. " Jack melirik jam tangannya.


" Lebih tepatnya, setengah jam dari sekarang."


" Baiklah. Persiapkan semuanya dan kau panggil aku saat tiba waktunya nanti. " XiaoFei beranjak lalu duduk di kursi kebesarannya.


" Baiklah,, aku keluar dulu. Waktuku terbuang sia-sia, gara-gara kau. " gerutu Jack sambil melangkahkan kakinya keluar dengan berjalan sedikit berjinjit.


Kakinya masih sedikit nyeri yang tadi diinjak XiaoFei. Membuatnya sedikit sakit saat berjalan.


" Untung Bos,,. Kalau bukan, sudah kuhabisi kau sejak tadi. " Jack kembali menggerutu pelan.


" Berhenti menggerutu..!! " tegas XiaoFei.


Jack terus berjalan keluar dan kembali ke ruangannya. Dengan mulut yang terus menggerutu tanpa peduli ucapan XiaoFei.


Mae mengulum senyumnya sambil terus menatap layar laptopnya. Dia kembali fokus saat ruangan itu kembali sunyi.


XiaoFei pun sudah fokus kembali pada pekerjaannya yang belum tersentuh sejak dia datang tadi.


Suasana hening menyelimuti ruangan wakil presiden itu. Mereka berdua sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.


XiaoFei merasa sudah cukup untuk hari ini mengerjai Mae, si gadis kecilnya yang cerewet. Dan dia merasa senang dan puas.


*


*


*


~~ **Bersambung,,


Jangan lupa tinggalkan jejaknya, Kakak.


Maaf,, othor baru sempat up, setelah beberapa hari kemarin, othor kehabisan kuota.


Mohon maaf juga, kalau ada salah penulisan bahasa Mandarin nya,, 🙏🙏


Salam love and peace dari othor,,


❤❤✌✌*


*