Betawi Versus Mandarin

Betawi Versus Mandarin
BVM 22 ( XiaoFei belok,,?)



❤❤


Assalamu'alaikum,,


Maapin othor ye,, maren othor repot dengan urusan didunia nyata. Ada pesenan kue nastar,, lumayan,, buat ngebulin dapur lagi 😁😁😁.


Hari ini othor up sedikit siang,, sambil nungguin antrian di puskesmas. Othor ada pemeriksaan kehamilan rutin.


Oke deh,, Happy reading,,


*


*


*


Seminggu kemudian,,


Mae dan Zanza hari ini sudah mulai magang di perusahaan Lin's Corporation. Tentu saja dengan bantuan Mommy Xiaoyue. Namun baik Mae ataupun Zanza tidak ada yang mengetahui nya.


Disaat Mae dan Zanza sedang mengantri untuk mengisi daftar kehadiran, tiba-tiba saja namanya di panggil seseorang.


" Mae,,? "


Mae menoleh sambil mengernyitkan dahinya. Siapa di perusahaan ini yang tau nama panggilannya.


Seketika mata Mae membulat saat melihat siapa yang memanggilnya. Mae langsung memeluk orang itu.


" Kak Putri,,,. "


XiaoWu( Putri) tersenyum sambil mengusap pelan punggung Mae.


" Mae apa kabar,,? " tanya XiaoWu lalu melepaskan pelukannya.


" Alhamdulillah,,. Mae baik, Kak. Kakak sendiri pegimane kabarnye,,? " Mae balik bertanya.


Sementara Zanza tengah mengisi daftar nya dan juga Mae, sambil terus menatap Mae dan seorang gadis yang sangat cantik.


Wajah yang oriental mirip artis Mandarin,, kulit yang putih,, hidung yang mancung, membuat Zanza berusaha mengingat siapa gadis itu.


Zanza merasa familiar dengan wajah gadis itu tapi dia lupa, pernah melihatnya dimana. Apalagi gadis itu sepertinya dekat dengan Mae, karena tau nama panggilan Mae.


" Kabar Kakak baik, Mae. Kamu disini ngapain,,? " tanya XiaoWu lagi.


Mae cengengesan sambil menggaruk tengkuk lehernya.


" Mae magang disini, Kak. " XiaoWu sedikit terkejut pada awalnya, namun kemudian dia tersenyum, karena tau pasti ini campur tangan sang Mommy.


" Kamu sama siapa,,? "


" Tuh,,, ame Zenab. "


" Zenab,,? " ulang XiaoWu.


" Ame Zanza maksudnye, Kak. " Mae nyengir, karena keceplosan menyebut nama panggilannya untuk Zanza.


XiaoWu menoleh kearah belakang Mae, lalu tersenyum melihat Zanza yang sedang menatapnya.


" Zanza,, apa kabar,,? " tanya XiaoWu.


Zanza diam lalu menyikut tangan Mae.


" Loe lupe ame Kak Putri,,? " tanya Mae, seakan mengerti arti sikutan tangan Zanza.


Mata Zanza membulat saat Mae menyebut nama XiaoWu.


" Kak Putri,,? " XiaoWu mengangguk.


" Seniornya kita waktu di SMA,,? " lagi-lagi XiaoWu mengangguk.


" Kamu apa kabar,,? " ulang XiaoWu.


" Alhamdulillah,,. Zanza baik, Kak. "


" Nanti siang kita lanjutin ngobrolnya,, Kakak harus segera naik keatas. Ada urusan. " Mae dan Zanza mengangguk.


XiaoWu segera pergi sambil melambaikan tangannya pada Mae dan Zanza. Mereka pun membalasnya.


Mae dan Zanza saling melempar senyum. Dan kemudian, mereka pun masuk kedalam ruangan mereka. Kebetulan yang memang diatur,, Mommy XiaoWu menempatkan mereka di satu divisi.


Karena Mommy XiaoYue tau dengan sangat kedekatan dia sahabat itu. Mommy XiaoYue tidak ingin Mae merasa sendiri ditempat kerjanya yang baru.


*


*


*


Sementara itu,,


*Tok,,


Tok,,


Tok*,,


XiaoWu mengetuk pintu ruangan Presdir, dan kemudian dia masuk saat terdengar jawaban yang menyuruhnya untuk masuk.


" Mom,, " panggil XiaoWu saat kepalanya menyembul masuk kedalam.


XiaoYue yang sedang fokus pada layar laptop nya, seketika langsung menatap lurus kedepan. Matanya membulat menatap sosok yang ada didepannya. Gadis kecilnya yang sudah dirindukan nya selama empat tahun ini.


XiaoWu berjalan mendekat ke sang Mommy sambil tersenyum walau matanya sudah berkabut karena menahan rindu.


Mommy XiaoYue berdiri dan begegas menuju XiaoWu berdiri. Dia langsung memeluk gadis kecilnya itu, penuh kerinduan.


" Wu'er,,, "


" Mommy,,, "


Mereka saling melepas rindu. Air mata sudah mengalir dari mata keduanya. Mommy XiaoYue melepaskan pelukannya lalu menatap wajah gadis yang ada dihadapannya itu. Tangannya menangkup dikedua pipi XiaoWu.


" Cantiknya Mommy kapan datang,,? " tanya XiaoYue menatap mata sang putri semata wayangnya itu.


" Tengah malam tadi, Mom. Wu sengaja menginap dihotel lalu datang kesini ingin memberi kejutan pada Mom. " jawab XiaoWu masih terisak.


XiaoYue tersenyum lalu kembali memeluk anak gadisnya.


" Apa Dad sudah tahu,, ? " tanya XiaoYue. XiaoWu menggeleng.


" Tidak ada yang tahu, Mom. "


" Lalu A'Zhan,,? " ( A'Zhan panggilan Mommy XiaoYue untuk XiaoZhan,, saudara kembar XiaoWu.)


Bulir bening dari mata XiaoYue kembali keluar, dan dia pun kembali memeluk anak gadisnya itu.


" Māmā hǎo xiǎng nǐ,, "


( Mommy sangat merindukanmu)


" Mom,,, Mae magang disini,,? " tanya XiaoWu sambil melepaskan pelukannya.


Mereka pun duduk disofa yang ada didalam ruangan itu. XiaoYue mengangguk sebagai jawaban untuk pertanyaan XiaoWu.


" Ya,, Dia magang disini bersama dengan sahabatnya, Zanza. "


" Pasti dengan campur tangan dari Mommy kan,,? " tebak XiaoWu.


" Yīdiǎn,, " jawab XiaoYue sambil memperlihatkan ujung jari telunjuknya yang menempel dengan ibu jarinya.


( Sedikit.)


XiaoWu tertawa diikuti oleh XiaoYue. Mommy XiaoYue meraih tangan XiaoWu dan menggenggamnya.


" Gēgē mu ikut pulang,,? " Wajah XiaoWu seketika berubah muram. XiaoWu menggeleng pelan.


" Kak Fei masih belum mau pulang. Entah ada apa disana hingga Kak Fei tidak mau pulang. "


Wajah XiaoYue ikut berubah sedih. Anak sulung nya itu masih betah di negara kelahirannya.


" Apakah Fei tidak merindukan Mommy,,? " tanya XiaoYue lirih.


" Pasti Kak Fei rindu, Mom. Sudah sepuluh tahun Kak Fei tidak pulang. Mungkin Kak Fei mau menyelesaikan pekerjaannya sebelum kembali kesini. " XiaoWu berusaha menenangkan sang Mommy.


" Jangan-jangan Gēgē mu disana sudah punya pacar,,? makanya dia belum mau pulang. " tebak Mommy XiaoYue yang langsung membuat XiaoWu tersedak salivanya sendiri.


*Uhuk,,


uhuk,,


Uhuk*,,


XiaoYue menepuk pelan punggung XiaoWu lalu memberikan air minum miliknya.


" Apa Mommy tahu,, bahkan Wu tidak ada pikiran sedikit pun kearah sana. Bagaimana Mommy bisa mempunyai pikiran seperti itu,,? " tanya XiaoWu setelah dia minum air pemberian sang Mommy.


" Ya,, siapa tahu aja. Diam-diam Fei ada hubungan istimewa dengan salah satu gadis disana. " gerutu XiaoYue, membuat XiaoWu terkekeh.


" Kalaupun ada yang dekat dengan Kak Fei, itu bukanlah seorang gadis. Kak Fei kemana-mana selalu berdua dengan Kak Jack. Yang patut dicurigai sebagai pacar Kak Fei itu ya Kak Jack."


Mommy XiaoYue langsung memukul pelan lengan XiaoWu dengan gemas.


" Mulutmu,,,. Tidak mungkin anak tampan Mommy ' belok ' kan,,? " XiaoWu kembali terkekeh. Dia mengangkat bahunya.


" Mana Wu tahu,,,.? "


XiaoYue langsung terdiam mendengar ucapan XiaoYue. Dia langsung memikirkan hal yang tidak-tidak.


Karena memang di usia Xiao Fei yang sudah hampir dua puluh delapan tahun, sang Mommy belum pernah sekalipun mendengar kalau putranya itu menjalin hubungan dengan seorang gadis.


Pikirannya menjadi tidak karuan, membuat XiaoWu terdiam sambil menatap cemas wajah sang Mommy.


" Mom,,. Mommy tenang saja,, Kak Fei tidak mungkin seperti itu. Mommy harus percaya dan yakin pada Kak Fei. " bujuk XiaoWu.


XiaoYue hanya mengangguk namun hatinya tetap dipenuhi kecemasan.


*


*


*


Sementara itu,,


Di negara yang berbahasa Mandarin, seorang pria sedang berjalan di pagi hari yang cerah. Pria itu sengaja berjalan seorang diri tanpa diikuti oleh asisten sekaligus sahabatnya itu.


Ya,, pria itu adalah Lin XiaoFei Raja Dirgantara. Putra sulung dari Jimmy Dirgantara dan Lin XiaoYue. Pria itu sudah sepuluh tahun berada di negara kelahirannya. Negara tempat keluarga besar sang Mommy berasal.



Dengan menggunakan mantel putih, XiaoFei berjalan kaki menyusuri sebuah taman. Saat itu memang cuaca cukup dingin, karena musim dingin akan segera tiba.


XiaoFei selalu pergi ke taman itu setiap kali dia merindukan gadis kecilnya yang ceriwis dan sedikit unik itu. XiaoFei sungguh sangat merindukan sosok mungil yang selalu memanggilnya abang ganteng.


Sudah sepuluh tahun dia tidak melihat gadis kecil itu, yang tidak lain adalah Mae. Sebenarnya XiaoFei sudah memutuskan akan kembali ke Indonesia dalam waktu dekat. Hanya saja, dia sengaja belum memberitahu keluarganya.


XiaoFei bahkan akan mengajak Jack untuk kembali ke Indonesia, negara asalnya. Sudah cukup lama juga, dia meninggalkan negara kelahirannya tersebut.


Untuk sesaat, XiaoFei menatap langit dan menghela nafas panjang.


" Bagaimana kabar mu sekarang, Mae,,? Apakah kau akan mengingat ku jika aku kembali ke negaramu nanti,,? " gumam XiaoFei.


Setelah berada di taman itu selama beberapa menit, XiaoFei pun keluar dari taman lalu masuk kedalam mobilnya. Jack sudah menunggu didalam mobil itu.


" Bagaimana,, Jack,,? " tanya XiaoFei saat membuka pintu mobil dan masuk kedalam.


" Sudah siap, Fei. Kita akan pulang tiga minggu lagi. " ujar Jack begitu XiaoFei duduk di samping kursinya.


" Baiklah,, kau atur saja semua. Paman sudah tahu, kan,,? "


" Sudah. Dan beliau juga sudah berjanji untuk merahasiakan kepulanganmu pada Nyonya XiaoYue. "


" Terimakasih, Jack. "


Jack hanya mengangguk lalu mulai melajukan mobilnya menuju perusahaan Lin's Corporation. Pusat perusahaan tersebut memang ada di China.


XiaoFei kembali diam, matanya memandang keluar mobil. Negara besar yang akan segera ditinggalkan nya. Dan kembali ke negara yang sudah lama ditinggalkan nya, yaitu Indonesia.


*


*


*


~~ **Bersambung,,


Jangan lupa untuk like, vote, comment dan kopinya, Kakak.


Salam love and peace dari othor,,


❤❤✌✌**


**