
XiaoFei tiba didepan ruangan sang Mommy yang kini sudah menjadi ruangannya. XiaoFei juga memberikan sebuah ruangan pribadi untuk Jack, yang tepat berada disamping ruangannya.
Seorang gadis cantik dengan pakaian yang sangat seksi, berdiri menyambut kedatangan XiaoFei dan Jack.
XiaoFei memutar bola matanya, menatap gadis itu jengah. Cara berdandan dan caranya berpakaian, membuat XiaoFei berencana mengganti sekretaris nya.
" Selamat pagi, Tuan Muda Lin,,. Selamat pagi, Tuan Jack. " sapa sekretaris Mommy XiaoYue yang bernama Rossa.
" Hmm,, " XiaoFei hanya berdeham sebagai jawaban, lalu masuk kedalam ruangan diikuti oleh Jack.
" Jack,,. " panggil XiaoFei setelah dia duduk di kursi kebesaran nya.
" Ya,,? " Jack menjawab singkat karena sedang memeriksa berkas yang ada diatas meja, sebelum ditanda tangani oleh XiaoFei.
" Segera minta pada Mommy untuk mengganti sekretaris yang ada di depan. "
" Kenapa,,? " Jack mengangkat wajahnya yang sejak tadi menunduk karena melihat berkas dimeja.
Jack menatap XiaoFei dengan bingung. XiaoFei menghela nafas lalu menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi.
" Apa kau tidak lihat dandanan dan caranya berpakaian,,? Hei,, ini kantor bukan club malam. Melihatnya membuat mataku sakit. " Jack tertawa mendengarnya.
" Tapi pasti pekerjaannya bagus kan, Fei. Kalau tidak,, bagaimana mungkin Mommy merekrut nya menjadi sekretaris,,? " jawab Jack masih terkekeh.
" Sudahlah,,, biar aku yang menelepon Mommy. Aku benar-benar merasa jengah padahal baru sekali melihatnya. "
XiaoFei pun meraih ponselnya lalu menelepon sang Mommy. Dan tak butuh waktu lama, panggilan pun terssambung.
Sedikit terjadi perdebatan saat XiaoFei mengutarakan niatnya untuk mengganti sekretaris. Awalnya Mommy XiaoYue menolak, namun setelah XiaoFei menjelaskan keadaan yang membuatnya merasa jengah dan matanya merasa sakit, sang Mommy pun akhirnya setuju.
📱 XiaoYue : " Baiklah,, nanti Mommy akan menggantinya. "
📱 XiaoFei : " Bisakah aku saja yang mencarinya, Mom,,? "
📱 XiaoYue : " Baiklah,,. Karena sekarang kau lah bos nya. Semua terserah padamu. "
📱 XiaoFei : " Xièxiè,, Mom. "
XiaoFei pun mengakhiri panggilan telepon nya. Dia menarik nafas lega.
" Bagaimana,,? " tanya Jack.
" Urus pemindahan sekretaris yang ada didepan segera, Jack. Dan cari orang lain dengan penampilan agak tertutup dan yang jelas tidak kecentilan. "
Jack mengernyitkan dahinya mendengar perintah XiaoFei. Dia tidak salah dengar, kan,,.
" Maksudmu yang berhijab,,? " XiaoFei menggeleng.
" Bukan seperti itu. Maksudku,, penampilannya rapi dan bajunya tidak terbuka seperti jal*ng. Dandanan nya pun cukup yang simple,, buka seperti badut atau seperti ondel-ondel. " jelas XiaoFei. Jack kembali tertawa.
" Bukankah gadis yang ada didepan itu cantik,, mengapa kau menyebutnya badut dan ondel-ondel,,? " ejek Jack.
" Cih,,, sepertinya matamu sudah katarak dan harus segera diperiksa. Bagaimana bisa, penampilan seperti itu dibilang cantik,,? " XiaoFei berdecak kesal.
Jack kembali tertawa mendengar ejekan XiaoFei untuknya.
" Baiklah,, Kau ingin sekretaris seorang laki-laki atau perempuan,,? " tanya Jack pada akhirnya menuruti keinginan XiaoFei.
" Kalau bisa, cari yang laki-laki saja yang pintar, jujur dan tidak banyak omong. Kalaupun harus perempuan,, syaratnya harus pintar, pekerja keras, jujur, tidak norak, tidak kecentilan, tidak berusaha menarik perhatian ku, dan berpenampilan sederhana namun tetap terlihat rapi. " Jack membelelalakan matanya mendengar syarat yang diberikan XiaoFei untuk calon sekretaris nya.
" Wǒ de tiān,, " Jack menarik nafas panjang sambil menepuk dahinya.
( Ya Tuhan,,,)
" Wèishéme,,? " ( Kenapa,,?)
" Hah,,, baiklah. Terserah padamu, Tuan Muda Lin. " Jack malas untuk berdebat dengan XiaoFei.
Jack menyerahkan berkas yang sudah diperiksanya, walau baru beberapa.
" Ini sudah kuperiksa dan hanya tinggal ditanda tangani. Sisanya akan ku bawa keruanganku untuk keperiksa. Aku juga akan segera mengurus semuanya. " XiaoFei mengangguk.
Jack mengambil setumpuk berkas yang belum di periksa nya lalu membawanya ke ruangannya.
XiaoFei pun mulai menandatangani berkas tersebut. Dan membacanya sebentar sebelum akhirnya menandatangani nya. XiaoFei beruntung mempunyai Jack sebagai asisten. Dan dia juga ingin sekretaris nya nanti seperti Jack.
*
*
*
Seminggu kemudian,,
Sekretaris XiaoFei kini sudah diganti sesuai dengan keinginannya. Jack sengaja mencari sekretaris laki-laki, karena syarat yang diberikan XiaoFei untuk sekretaris perempuan terlalu sulit bahkan sangat susah untuk dicari, menurut Jack.
XiaoFei dan Jack baru saja kembali dari makan siang bersama klien. XiaoFei keluar dari mobilnya diikuti oleh Jack.
XiaoFei dan Jack sesaat melihat gadis yang waktu itu mengebut untuk sampai ke kantor. Gadis itu sedang berdiri di pinggir jalan, seperti nya dia ingin menyebrang.
Namun baru saja XiaoFei ingin mengalihkan pandangannya, tanpa sengaja XiaoFei melihat sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi, berjalan mendekat kearah gadis yang ingin menyebrang itu.
Tanpa pikir panjang, XiaoFei segera berlari dengan kencang, menghampiri gadis tadi yang sudah ingin menyebrang. XiaoFei langsung menarik tangan gadis itu, sesaat sebelum mobil tadi menabrak nya.
XiaoFei dan gadis itu terjatuh, bahkan tangan dan lutut gadis itu terluka. Gadis itu lebih terlihat ketakutan daripada merasa kesakitan.
Mobil yang tadi tidak berhasil menabrak gadis itu pun langsung pergi. Misinya gagal.
" Jack,,,!! " seru XiaoFei.
Jack mengangguk lalu segera masuk kedalam kantor untuk melihat CCTV. Sementara XiaoFei menatap gadis itu, yang penampilannya cukup berantakan.
Disaat gadis itu sedang merapikan rambutnya, tanpa sengaja XiaoFei melihat kalung si gadis. XiaoFei terkejut untuk sesaat.
" Kalung itu,,,? " batin XiaoFei.
Jantungnya kembali berdetak kencang. Kalung dengan liontin yang sangat dikenalnya. XiaoFei ingin bertanya, namun dilihat lagi, situasi nya kurang tepat. XiaoFei pun membantu gadis itu berdiri.
" Saya tidak apa-apa, Tuan. Terimakasih sudah menyelamatkan saya. Maaf,, sudah merepotkan Anda. " gadis itu sedikit membungkukkan badannya saat berterima kasih.
" Tidak merepotkan,,. Dan sudah menjadi kewajiban bagi sesama untuk saling membantu. " jawab XiaoFei tulus.
Gadis itu yang awalnya menunduk, langsung mengangkat wajahnya dan menatap XiaoFei.
Deg,,,
Lagi-lagi, jantung XiaoFei berdetak kencang saat matanya dan mata gadis itu saling bertubrukan.
" Si Huang,,. " gumam gadis itu pelan.
" Ya,,? " XiaoFei merasa gadis itu mengucapkan sesuatu. Gadis itu langsung menggeleng cepat.
" Tidak,,. Sekali lagi, terimakasih atas pertolongan anda. " XiaoFei tersenyum kecil sambil mengangguk.
" Kau benar tidak apa-apa,,? " tanya XiaoFei sekali lagi, ingin memastikan.
" Ya, Tuan. Saya tidak apa-apa. " XiaoFei menarik nafas lega.
" Baiklah,,. Kalau begitu, aku masuk duluan. " pamit XiaoFei.
" Ya Tuan. "
XiaoFei pun masuk kedalam kantornya. Setelah melihat XiaoFei menghilang, gadis itu baru meringis kesakitan.
" Hsstt,,,. Ah, sakit. Sue banget tuh mobil. " gerutu gadis itu, yang merasakan nyeri ditangan dan lututnya.
Gadis berjalan dengan sedikit pincang dan perlahan, ingin kembali masuk kedalam kantor. Baru saja beberapa langkah,, seseorang berlari kearahnya dengan tergesa.
" Mae,,,!! "
Gadis yang hampir tertabrak tadi, melihat kearah orang yang memanggilnya. Dia pun tersenyum.
Ya,, gadis yang hampir tertabrak tadi dan ditolong oleh XiaoFei adalah Mae. Dia berniat menyebrang untuk pergi ke sebuah toko yang ada disebrang kantornya.
Orang yang memanggil Mae adalah Zanza. Wajahnya terlihat panik saat melihat keadaan Mae yang berantakan dan sedikit kotor. Dengan luka ditangan dan kakinya.
" Loe ngapa,,? " tanya Zanza setelah dia sampai didepan Mae.
Zanza keluar untuk menyusul Mae karena merasa gadis itu sudah pergi terlalu lama, hanya untuk membeli pembalut di toko sebrang jalan.
Mae menggeleng, sementara Zanza berusaha menopang tubuh Mae dan membantunya berjalan, masuk kedalam kantor.
" Loe udah jadi beli roti kempitnya,,? " tanya Zanza setelah dia membawa Mae masuk dan duduk di kursi tunggu lobby. Mae menggeleng.
" Ya udah,, bentar gue yang beliin. Loe tunggu disini. " Mae mengangguk.
Zanza segera berlari keluar, dia sebenarnya ingin sekali bertanya, namun yang lebih penting selain bertanya dan mengobati luka Mae. Yaitu membeli roti kempit alias pembalut.
Tak lama kemudian,, Zanza sudah kembali sambil menenteng kantong kresek berwarna hitam. Zanza memberikan nya pada Mae lalu membantunya berjalan menuju kamar mandi untuk menggunakan roti kempitnya.
Sementara itu,,
XiaoFei sedang menunggu kedatangannya Jack di ruangan nya. Jack sedang melihat CCTV untuk mencari tahu nomer plat mobil yang hampir menabrak salah satu karyawan tadi.
Setelah menunggu beberapa saat,, Jack masuk kedalam ruangan XiaoFei.
" Bagaimana,,,? " XiaoFei langsung bertanya begitu Jack masuk.
" Sudah, Fei. Dan aku juga menyelidiki siapa pemilik mobil tersebut. " jawab Jack sambil mendekat kearah XiaoFei.
Jack memberikan selembar kertas pada XiaoFei. Dan XiaoFei langsung membacanya. Dahinya berkerut saat membaca sebuah nama di kertas tersebut.
" Dimas Atmadja,,? " Jack mengangguk.
" Aku seperti mengenal nama keluarga si pemilik mobil itu,, tapi mengapa sekarang aku lupa. " XiaoFei memijat keningnya, berusaha mengingat-ingat nama keluarga Atmadja.
" Sebaiknya kita tanya Mommy atau Daddy, Fei. Mungkin mereka kenal. " usul Jack.
" Ya,, kau benar. Nanti kita kerumah Mommy sebentar. " Jack mengangguk.
XiaoFei dan Jack sudah pindah ke apartemen setelah dua hari menginap di Mansion sang Mommy.
" Oh ya, Jack. Selidiki gadis yang hampir tertabrak tadi. Bukankah dia salah satu karyawan kita,,? ".
" Sepertinya iya,, nanti akan aku cari tahu. Kenapa seperti nya kau ingin tahu sekali gadis itu,,? " Jack balik bertanya.
" Ada yang ingin aku cari tahu. "
" Baiklah,, aku kembali keruanganku. " XiaoFei mengangguk.
XiaoFei menyandarkan kepalanya disandaran kursi. Dia memejamkan matanya dan kembali mengingat kejadian tadi.
" Kalung itu,,,? Kenapa kalung itu sama persis seperti kalung yang aku berikan pada Mae,,? Siapa gadis itu sebenarnya,,? Dan ada hubungan apa dia dengan Mae,,? " gumam XiaoFei bertanya-tanya.
*
*
*
~~ ***Bersambung,,
Jangan lupa tinggalkan jejak, Kakak.
Biar othor makin semangat up nya. Lope lope sekebon kopi buat kalian.
Salam love and peace dari othor,,
❤❤✌✌***
***