
" Lalu kenapa Paman kalian tidak memberitahu Mommy tentang kedatangan kalian,,? tanya XiaoYue setelah mereka puas tertawa.
" Kami yang menyuruh Paman untuk merahasiakan kepulangan kami, Mom. " jawab XiaoFei lalu minum minuman yang tadi sudah dibawakan oleh OB, XiaoYue yang memesannya saat mereka sedang asyik tertawa.
" Cih,,,. Dasar,,, Kakak tidak punya ahlak. " gerutu XiaoYue membuat XiaoFei dan Jack mengulum senyumnya.
*
*
Sementara itu,, disaat yang sama namun ditempat yang berbeda,,
Hatchhii,,,
" Anda sakit, Tuan,,? " tanya seorang asisten yang berada di hadapan seorang pimpinan perusahaan.
Pria itu mengusap hidungnya perlahan lalu menggelengkan kepalanya.
" Tidak, Shin. Tiba-tiba bersin begitu saja. " jawab pria tersebut yang tak lain adalah Lin XiaoLi, kakak sepupu XiaoYue.
" Mungkin ada yang sedang membicarakan anda, Tuan. " asisten Shin menebak dengan asal.
XiaoLi terdiam untuk sesaat lalu menganggukan kepalanya karena teringat sesuatu.
" Ya,, kau benar, Shin. Dan pasti yang sedang membicarakan ku adalah dua beruang kutub dan Mommy nya. "
" Adik tercintaku itu pasti sedang memaki dan mengutuk ku. " XiaoLi tersenyum kecil, mengingat siapa yang sedang membicarakan nya.
Asisten Shin hanya bisa tersenyum tanpa menjawab. Karena tahu kalau yang dimaksud oleh Bos nya itu adalah Keponakan, Anak angkat dan Adik sepupu si Bos.
" Sudahlah,, kita lanjutkan lagi. "
" Baik, Tuan. "
Mereka pun kembali fokus pada pekerjaan mereka yang sebelumnya terganggu oleh bersin.
*
*
Kembali ke Indonesia,,
Di perusahaan yang sama namun diruangan yang berbeda, dua sahabat saling berbisik membicarakan dua pria tampan yang tadi lewat dihadapan mereka.
Ya,, mereka adalah Mae dan Zanza.
" Loe tau ga, Zenab,,,? " Zanza menggeleng.
" Cowok nyang tadi paling depan, mirip bener ama aktor Mandarin paporit gue,, si Huang Junjie. " bisik Mae.
" Kalo menurut gue, yang belakang mirip juga ama aktor Mandarin yang filmnya pernah kita tonton. Yang film apaan dah tuh, Mae,, yang MC nya main suling,,,? " Zanza menggaruk dahinya, berusaha mengingat-ingat.
" Ohh,,, film The Untamed. Terus maksud loe MC nye nyang mane,,? Nyang maen suling ape nyang maen Guzheng,,,?" Zanza tersenyum sumringah lalu mengangguk.
* Guzheng adalah salah satu alat musik tradisional China dengan cara di petik.
" Yang main Guzheng. "
" Ohh,, si Wang Yibo,,. " lagi-lagi Zanza mengangguk.
" Emm,, kalo gue inget-inget lagi sih,, emang mirip. Baru engeh gue. " Mae menekan dagunya dengan jari telunjuknya.
" Tuh kan,, ganteng kan. "
" Iye,, ganteng. " Mae mengalah, karena baginya aktor Huang Junjie nya lah yang paling ganteng, selain abang ganteng nya tentu saja.
" Loe ga ada niat deketin si Huang,, Huang tadi, Mae,,? " tanya Zanza.
" Huang,,,? " ulang Mae, Zanza mengangguk.
" Huang sape,,? " Mae balik bertanya, membuat Zanza menepuk dahinya.
" Kan tadi loe bilang cowok yang depan mirip aktor Huang,,,. Huang siapa tadi,,? "
" Huang Junjie,,? " Zanza mengangguk lagi.
" Lahh,, laginye loe manggilnye si Huang,, Huang aje,,. Pan gue bingung. " gerutu Mae, membuat Zanza nyengir.
" Gue ribet ama namanya, makanya gue singkat aja jadi si Huang. "
" Gue ga tau. " Mae menghela nafas.
" Loe masih ngarepin si abang ganteng,,? " tanya Zanza lirih.
" Gue ga tau, Zenab. " tekan Mae dengan tegas membuat Zanza terdiam.
" Gue masih bingung. Secara gue udeh nungguin selama sepuluh tahun. Tanpa dia berniat pulang atau hanya sekedar memberi kabar, gue tetep nungguin. Susah buat gue ngelupain nya. "
Zanza menghela nafas. Memang si Mae,, kalau lagi kenapa, bicaranya nyablak,, dengan logat Betawi nya. Namun sewaktu-waktu,, Mae bisa bicara dengan normal, tanpa ada logat Betawi nya sedikit pun.
" Bukannya gue mau mempengaruhi loe,, tapi menurut gue, ga ada salahnya loe belajar untuk membuka hati loe buat cowok lain. Selama sepuluh tahun ini,, ga ada satu pun kabar dari dia langsung, tanpa harus loe tanya sama Kak Putri. Hati seseorang bisa berubah, Mae. "
Mae terdiam,, dia hanya bisa menghela nafas panjang. Wajahnya berubah sendu.
" Ada benernya juga sih, apa yang loe ucapin. Dulu waktu gue masih kecil,, udah cerewet, butek, dekil lagi. Mana mungkin dia bakalan inget ama gue,,? " Mae merasa rendah diri.
" Tapi kan sekarang loe udah cantik, Mae. Kulit loe juga udah bersih, putih, mulus. Udah kagak butek lagi kayak dulu. " Zanza berusaha menghibur. Mae hanya bisa tersenyum kecut.
" Dah ah,, gue mo lanjut kerja dulu. "
Mae kembali pada pekerjaan nya. Matanya terlihat fokus pada layar laptop nya, namun pikirannya melayang entah kemana.
*
*
*
Kita kembali keruangan XiaoYue,,
" Kalian berdua benar-benar ya,,, bekerja sama dengan Kakek tua itu. Awas kau, Kak Li,,, akan kuhajar kau nanti saat aku datang kesana. " XiaoYue kembali mencubit, namun kali ini di lengan kedua laki-laki dengan sebutan beruang kutub tersebut.
XiaoFei dan Jack sampai meringis kesakitan,, bahkan mata mereka sampai basah karena rasa sakit sekaligus perih akibat cubitan dari XiaoYue.
" Aaww,,, "
Mereka mengusap-usap lengan mereka setelah XiaoYue melepaskan cubitannya.
" Mom,,, kau manusia atau kepiting,,? Mengapa cubitanmu terasa panas dan perih,,. " gerutu XiaoFei sementara Jack hanya diam, takut salah bicara lagi.
" Biar kalian kapok dan tidak akan mengulangi perbuatan kalian untuk mengerjai Mommy lagi. " tegas XiaoYue.
" Maaf, Mom. " ucap XiaoFei dan Jack bersamaan.
" Ya sudah,, sebagai hukuman untuk kalian. Mulai besok, kau yang akan mengambil alih perusahaan ini. Mommy mau santai kayak dipantai,, " XiaoYue sampai tersenyum sendiri.
Dirinya memang sudah sangat lelah untuk bekerja. Dia ingin meliburkan dirinya dengan pergi ke berbagai tempat dan menyerahkan urusan perusahaan nya pada XiaoFei dan asisten nya, si Jack.
" Tapi, Mom,,, "
" Tidak ada penolakan,,!! " tegas XiaoYue dan XiaoFei bersamaan, memotong ucapan Jack.
Jack hanya bisa menghela nafas panjang dan pasrah.
" Kalau bekerja terus, kapan aku ada waktu untuk mencari cinta dan merasakan berkencan,,? " gumam Jack pelan namun masih dapat didengar oleh XiaoYue.
Tiba-tiba saja, XiaoYue kembali memukul lengan Jack dengan kencang, membuat si pemilik lengan terkejut karena kaget sekaligus merasakan sakit dan panas di lengannya.
" Mom,,,. Apa Mommy dulu seorang petinju,,,? " tanya Jack sambil terus mengusap-usap lengannya. Rasa perih karena cubitan tadi saja belum hilang, sudah ditambah lagi dengan pukulan.
" Memang kenapa,,? " XiaoYue balik bertanya sementara XiaoFei hanya terkekeh melihat Jack yang terus ditindas oleh sang Mommy.
" Mommy begitu senang memukul,, itu hobi Mommy atau memang dulu bagian dari pekerjaan Mommy,,? " tanya Jack lagi membuat wajah XiaoYue memerah karena kesal.
" Anak ini, benar-benar,,, " XiaoYue berdiri lalu mulai menggulung blazer nya membuat mata Jack membulat.
Sontak Jack memundurkan duduknya perlahan lalu menangkupkan kedua tangannya didepan dada dan memohon ampun pada XiaoYue.
" Ampun,, Mom. Jack minta maaf,,, " wajah Jack sudah pucat.
Bagi Jack, lebih baik melawan dan berkelahi dengan puluhan musuhnya daripada harus melawan Mommy XiaoYue.
Selain karena XiaoYue adalah adik dari ayah angkatnya, Jack juga masih tahu etika, tidak akan berani melawan orang tua apalagi seorang Ibu.
Jack yang sudah sejak kecil ditinggal pergi oleh kedua orangtuanya, membuatnya sangat merindukan kasih sayang dan kehangatan keluarga dan orang tua.
Saat XiaoYue menyuruhnya memanggil XiaoYue dengan panggilan Mommy, hatinya terasa hangat. Oleh sebab itu,, Jack lebih baik mundur saat XiaoYue sudah mulai mengeluarkan taringnya.
" Maafin Jack, Mom,, " pinta Jack lagi dengan memasang wajah memelas.
XiaoYue pun menarik nafas dan membuangnya kasar. Ditatap nya Jack dengan tajam.
" Kau laki-laki,,? " tanya XiaoYue
" Tentu saja, Mom. " jawab Jack dengan cepat.
" Kau normal,,,? " XiaoYue bertanya lagi.
" Mom,,!! Jack tentu saja masih normal, pedang Jack hanya bisa tegak berdiri pada sarung milik seorang wanita. " tegas Jack walau ucapannya sedikit absurd.
" Lalu kenapa selama ini kau tidak pernah mencari cinta dan berkencan,,? " tanya XiaoYue lagi.
" Tentu saja karena anak Mommy. " XiaoFei langsung menatap tajam Jack, membuatnya menutup mulutnya yang keceplosan.
XiaoYue langsung menoleh kearah XiaoFei dan menatapnya tajam, penuh dengan pertanyaan.
" Apa maksud dari perkataan Jack,,? Apa kau benar-benar 'belok',,? " tanya XiaoYue.
" Mom,,,!! " XiaoFei tidak terima dengan pertanyaan sang Mommy.
" Apa,,??!!! " tegas XiaoYue.
XiaoFei diam lalu menghela nafas. Dia masih menutup rapat-rapat rahasia hatinya pada sang Mommy.
" Jack,,,? " suara XiaoYue sudah mulai naik satu oktaf.
" Bukan 'belok', Mom. Tapi ada seseorang yang ditunggu nya. " jawab Jack pasrah.
" Jack,,!!! Kau mau ku kirim kembali ke China,,? " ancam XiaoFei.
" Silahkan saja,,. " tantang Jack tenang.
Wajah XiaoYue melunak saat mendengar ucapan Jack. XiaoYue kembali duduk dan memasang wajah manisnya, membuat XiaoFei menelan salivanya yang tercekat.
" Habislah aku,, " ucap XiaoFei dalam hati.
" Siapa,,? " tanya XiaoYue sambil menaik turunkan alisnya.
" Bukan siapa-siapa,,,. " elak XiaoFei.
" Fei,,,,!!! " XiaoYue menekan suaranya.
" Mom,,. Berikan Fei waktu, Hǎo de,,,?" pinta XiaoFei.
" Hǎo,,. Mommy tunggu,,,. " ucap XiaoYue mengalah membuat XiaoFei menarik nafas lega.
Setidaknya, itu memberikannya waktu untuk mencari tahu keberadaan gadis kecilnya tanpa bertanya pada keluarganya termasuk XiaoYue dan XiaoWu.
*
*
*
~~ ***Bersambung,,
Besok lanjut lagi ye,,
Lope lope sekebon kopi.
Jangan lupa tinggalkan jejaknya Kakak,,
Salam love and peace dari othor,,
❤❤✌✌***
**