Betawi Versus Mandarin

Betawi Versus Mandarin
BVM 31 ( Dia gadisku,,!!)



** **Assalamu'alaikum,,, dan


Salam MERDEKA,,!!!


Hari ini othor mau up satu bab,, tapi othor masih belum bisa janji akan up setiap hari. Karena kondisi kesehatan othor masih kurang sehat.


Harap maklum dan mohon do'anya. Terimakasih**,,


**


*


*


*


" Jack,,. " panggil XiaoFei.


" Ya,,? " sahut Jack yang sedari tadi diam.


" Kau tahu apa yang harus kau lakukan. " tegas XiaoFei. Dan Jack pun mengangguk.


Jack beranjak keluar dari ruangan itu lalu menghubungi anak buahnya. Dia harus bertindak cepat, karena Jack tahu kalau saat ini, Bos nya itu sedang sangat marah.


" Memangnya kau ingin melakukan apa pada Dimas, Fei,,? " tanya Daddy Jimmy sedikit khawatir kalau XiaoFei akan melakukan tindakan yang anarki.


XiaoFei tersenyum sinis, hingga membuat XiaoZhan dan XiaoWu yang melihatnya, bergidik ngeri.


" Tentu saja melakukan sesuatu hal yang memang pantas dia dapatkan. " jawab XiaoFei santai.


" Namun jangan sampai kau yang melanggar hukum, Fei. " Daddy Jimmy benar-benar khawatir.


" Daddy tenang saja, Fei hanya akan memberikan nya sedikit pelajaran karena sudah berani mengganggu keluarga Lin. " tegas XiaoFei, rahangnya kembali mengeras.


" Bukannya Dimas mengganggu Mae,, bukan keluarga Lin,,,? Kenapa,,, Aaww,,,, "


Mommy XiaoYue menginjak kaki sang suami dengan sangat keras. Daddy Jimmy menoleh kearah sang istri sambil meringis, sementara Mommy XiaoYue terlihat tanpa rasa bersalah, hanya diam sambil tersenyum sendiri.


" Kenapa Mommy menginjak kaki Daddy,,? " bisik Jimmy pelan.


" Daddy terlalu banyak bicara. " sahut Mommy XiaoYue dengan berbisik pula.


Mommy XiaoYue dan XiaoWu dapat melihat dengan jelas dari wajah XiaoFei, kalau ternyata selama ini XiaoFei diam-diam memendam rasa pada Mae.


" *Aahh,, ternyata putra sulung ku ini ada rasa pada Mae. Tentu saja,, aku harus mendukungnya. Aku bahkan sempat berpikir kalau putraku ini 'belok', ternyata,, oh, ternyata,, " batin Mommy Xiaoyu bahagia sambil senyum-senyum sendiri.


" Aih,, aih,,, ternyata Kakakku diam-diam menyimpan rasa pada Mae,, dan aku tidak boleh dima saja. Mae,, aku mendukungmu, karena Kak Fei jiga ada rasa padamu. Tapi aku tidak boleh bicara apa-apa pada Mae, atau kalau tidak,,akan sia-sia penantian Kakakku selama sepuluh tahun ini. " pikir XiaoWu dalam hati.


" Cih,,,!! Dasar Bucin.. " batin XiaoZhan*.


Mereka bertiga sibuk dengan pikiran mereka masing-masing, sementara Daddy Jimmy hanya diam melongo.


" Mom,, Dad,,,. Fei kembali kekamar dulu. " Mommy XiaoYue dan Daddy Jimmy hanya mengangguk.


XiaoFei pun berjalan keluar lalu menghampiri Jack, yang sedang menghubungi seseorang. XiaoFei menepuk bahu Jack pelan.


" Bilang pada mereka, untuk membawanya besok ketempat biasa dimana keluarga Lin mengeksekusi pada musuhnya yang berani mencari masalah. " Jack mengangguk.


Tentu saja Jack sudah tahu dimana itu, karena sebelum mereka kembali ke Indonesia, Paman XiaoLi sempat memberitahukan keberadaan para pengawal pribadi keluarga Lin dan juga tempat eksekusi nya.


XiaoFei pun kembali ke kamarnya, setelah membisikkan hal itu pada Jack. Jack segera menyusul, setelah dia selesai memberi perintah pada anak buahnya sesuai dengan perintah yang diberikan oleh XiaoFei.


Sementara itu diruang keluarga tadi,,


" Mommy,, kenapa tadi Mommy menginjak kaki Daddy,,? Sakit tahu, Mmy. " protes Daddy Jimmy saat melihat XiaoFei sudah kembali ke kamarnya.


" Itu karena Daddy terlalu banyak bicara. " jawab Mommy XiaoYue tanpa rasa bersalah.


" Memang Daddy bicara apa,,? " tanya Daddy Jimmy lagi.


" Cckk,, cckk,,, Daddy benar-benar polos atau bodoh. " sahut XiaoZhan mengejek sang Daddy.


" Apa kau bilang,,,??!! " gertak Daddy Jimmy.


" Dad,, tanpa dibicarakan pun, itu sudah sangat terlihat, kalau Kak Fei diam-diam memendam rasa pada Mae. Makanya dia sangat marah pada Dimas. "


Daddy Jimmy langsung menoleh dan menatap Mommy XiaoYue saat mendengarkan ucapan XiaoZhan.


" Benarkah itu, Mmy,,,? " Mommy XiaoYue menepuk dahinya.


" Astaga,,,!! "


XiaoWu dan XiaoZhan hanya tersenyum mengejek sambil menggelengkan kepala mereka.


" Sepertinya, Mommy harus menghilang lagi seperti dulu. Tampaknya, waktu lima tahun itu, kurang untuk Daddy. " sindir XiaoWu.


Mereka memang sudah mengetahui cerita dimana Mommy nya itu menghilang selama lima tahun, karena kecewa pada sang Daddy. Tentu saja, mereka tahu dari Paman mereka, yaitu Lin XiaoLi, saat mereka berdua masih berada di China.


Daddy Jimmy langsung memeluk lengan Mommy XiaoYue dengan erat. Dan menatap tajam XiaoWu.


" Sepertinya apa yang dibilang oleh Wu, ada benarnya juga. " Mommy XiaoYue mengulum senyumnya, membuat Daddy Jimmy semakin mengeratkan pelukan di lengan sangat istri.


" Janganlah, sayang. Kau tega padaku,,. " pinta Daddy Jimmy dengan suara memelas.


XiaoZhan beranjak dari duduknya dan berniat untuk keluar dan kembali ke kamarnya. Namun saat dia sampai disamping Daddy nya,,


" Dasar Bucin,,!! Daddy dan Kak Fei sama saja. " ledek XiaoZhan, lalu meneruskan langkahnya.


Daddy Jimmy langsung menoleh ke arah XiaoZhan, lalu berteriak.


" Apa kau bilang,,,??!! Dasar kau anak tidak ada akhlak. "


Mommy XiaoYue dan XiaoWu hanya bisa tertawa, melihat kelakuan kedua pria berbeda usia tersebut.


XiaoWu pun ikut beranjak dari duduknya, begitu juga dengan Mommy XiaoYue. Daddy Jimmy pun tidak mau ketinggalan, dia semakin merapatkan tubuhnya pada Mommy XiaoYue, membuat XiaoWu terkekeh sambil menggelengkan kepalanya.


Mereka pun masuk kedalam kamar mereka masing-masing. Karena hari semakin larut dan sudah waktunya mereka untuk beristirahat.


*


*


*


Keesokan harinya,,


Setelah sarapan,, XiaoFei dan Jack langsung berangkat menuju lokasi yang sudah mereka tentukan semalam. Untuk memberikan sedikit pelajaran pada Dimas.


Dan saat ini, mereka sudah sampai di sebuah rumah yang dikelilingi oleh dinding yang tinggi menjulang, yang terbuat dari beton.


Beberapa orang pengawal dengan badan yang cukup besar namun tetap cekatan, berdiri menjaga pintu gerbang masuk.


Mereka menunduk hormat, saat mobil yang ditumpangi XiaoFei dan Jack, masuk kedalam. Mereka sudah diberitahu kalau salah satu anggota keluarga Lin akan datang untuk menghukum musuhnya.


XiaoFei dan Jack keluar dari mobil dan disambut oleh seseorang bertampang sadis. Dia adalah ketua pimpinan disana, tentu saja masih dibawah kekuasaan keluarga Lin.


" Selamat datang, Tuan muda Lin,, Tuan Jack. " sapa pria tersebut yang bernama Elang.


XiaoFei dan Jack hanya menganggukan kepalanya. Elang mempimpin mereka masuk kedalam.


" Bagaimana,,,? " tanya XiaoFei singkat.


" Dia ada dalam, Tuan Muda. Menunggu instruksi selanjutnya dari anda. " jawab Elang dengan hormat. XiaoFei mengangguk dalam diam.


Semakin masuk kedalam, ruangan semakin suram dan sedikit menyeramkan. Dan semakin mereka mendekat, terdengar suara erangan kesakitan ynag keluar dari mulut seseorang.


XiaoFei dan Jack sudah dapat menebaknya, itu siapa. Dan mereka terlihat tidak peduli.


" Dia masih hidup kan,,? "


" Tentu saja, Tuan Muda. Sesuai dengan perintah anda. "


Elang kemudian membuka sebuah pintu dan tercium aroma anyir yang berasal dari darah Dimas.


Dimas mengangkat wajahnya yang babakbelur dengan perlahan, saat melihat ada beberapa suara sepatu mendekat.


Dimas dapat melihat wajah orang-orang tersebut saat mereka sudah berdiri dihadapannya. Dimas bingung, karena merasa tidak kenal dengan mereka, namun mereka menangkap dan menyiksanya dengan kejam.


" Si,, a,, pa,, kau,,? " tanya Dimas dengan terbata-bata sambil meringis menahan sakit ditubuhnya.


" Kau sudah salah mencari lawan, Dimas Atmadja. " tegas XiaoFei sambil menatap tajam Dimas.


Dimas hanya bisa diam sambil menatap kembali wajah XiaoFei. Berusaha untuk mengenali siapa yang ada dihadapannya.


XiaoFei sedikit membungkukkan badannya, dan mensejajarkan wajah nya pada wajah Dimas. Karena saat ini, Dimas sedang duduk di kursi dan tentu saja sambil diikat.


" Kau mencari masalah dengan keluarga Lin. " lanjut XiaoFei.


" Tapi aku merasa tidak pernah membuat masalah dengan keluarga Lin. " jawab Dimas lirih.


XiaoFei kembali menegakkan tubuhnya sambil tersenyum sinis.


" Tentu saja bukan denganku,, tapi kau berani mencari masalah dengan Mae. " Dimas terkejut saat mendengar nama Mae.


" Kau bukan hanya sudah mengganggunya, kau bahkan membuatnya celaka dengan hampir menabraknya dengan sengaja. Benar bukan,,? " Lagi-lagi Dimas dibuat terkejut dengan ucapan XiaoFei.


" Kenapa,,? Kau terkejut,,? " XiaoFei kembali tersenyum sinis.


" Tentu saja aku tahu, karena aku lah yang telah menyelamatkan nya. " mata Dimas membulat.


" Kau tahu,,,? Mae adalah gadisku,, gadis yang sudah kutunggu selama sepuluh tahun. Dan sekarang kau berani mengusiknya, mengusik gadis milik Tuan Muda Lin ini. Kau benar-benar sangat berani, Tuan muda Atmadja. " Dimas semakin dibuat terkejut karena ucapan XiaoFei.


Dan Dimas semakin tidak menyangka, kalau pria tampan yang ada dihadapannya kini adalah Tuan Muda Lin. Dimas benar-benar menyesal, karena salah mencari lawan.


" Terimalah hukumanmu, Dimas. "


" Ampuni saya, Tuan Muda. " lirih Dimas sambil memohon. XiaoFei mencengkram kuat rahang Dimas dengan tangannya, membuat Dimas semakin meringis kesakitan.


" Kau mohon ampun padaku,,? " XiaoFei menatap jijik pada Dimas.


" Apabila saat ini yang ada dihadapan mu adalah Kakek buyutku, Tuan besar Lin,, maka saat ini juga kau sudah menjadi mayat dengan kepala yang berlubang. " Dimas menatap ngeri XiaoFei.


Dengan kasar, XiaoFei menghentakkan tangannya dari rahang Dimas.


" Bawa dia ke kantor polisi, dan katakan pada mereka, kalau dia babakbelur karena perbuatan warga. " perintah XiaoFei pada Elang.


" Baik, Tuan Muda Lin. "


Dimas tidak bisa berkata dan berbuat apa-apa lagi, dia hanya bisa menangisi perbuatannya yang telah lalu dan hukuman yang akan menantinya.


*


*


*


~~ **Bersambung,,


Jangan lupa tinggalkan jejak, Kakak.


Dengan membuat koment, menekan like, vote dan kopinya.


Lope lope sekebon kopi buat kalian.


Salam love and peace dari othor,,


❤❤✌✌**


**