Betawi Versus Mandarin

Betawi Versus Mandarin
BVM 20 ( Hukuman untuk Doni )



****Assalamu'alaikum,,


Maapin ye,, othor beberapa hari kemarin ga up,, othor sibuk banget terus seudahannya othor malah sakit. Baru ini bisa up lagi,, Semoga reader's pecinta Mae mau memaklumi othor.


Oke, deh. Happy reading semua nya****,, **


*


*


*


Setelah menutup panggilan telepon dari Mae, XiaoYue segera menghubungi suaminya, Jimmy. Setelah dering ketiga, Jimmy baru mengangkat telepon dari XiaoYue.


"*Jimmy : " Assalamu'alaikum,, Sayang. "


XiaoYue : " Wa'alaikumsalam. Daddy dimana,,? Apa sedang sibuk,,? "


Jimmy : " Daddy baru saja selesai makan siang bersama klien, My. Memang ada apa,,? "


XiaoYue : " Syukurlah,,. Sekarang Daddy jangan balik ke kantor. Segera temui Mommy di Lin's University & College. "


Jimmy : " Ke Universitas,,,? Sekarang,,? Tapi untuk apa,,? "


XiaoYue : " Ini mengenai Mae. "


Jimmy : " Mae,,,? Ada apa dengan Mae,,? "


XiaoYue : " Sudah,,. Nanti Mommy akan ceritakan,, sekarang Daddy harus segera ke Universitas. Mommy juga sedang menuju kesana. "


Jimmy : " Baiklah,, My Queen. Perintah segera dilaksanakan*. "


XiaoYue segera menutup panggilan teleponnya dan bergegas menuju Universitas. Sementara itu, Jimmy pun memerintahkan Adiknya, Ricky, untuk segera mengantarnya ke Universitas.


" Kakak mau ke Universitas untuk apa,,? " tanya Ricky.


" Entahlah,,. Kakak iparmu yang menyuruhnya. Dan dia tadi juga sempat menyebutkan tentang Mae. "


" Mae,,?? "


" Iya,, Mae. Gadis kecil pernah ditolong XiaoFei. ".


Ricky terdiam untuk sesaat,, berusaha mengingat-ingat siapa Mae. Setelah beberapa saat,,


" Gadis kecil yang pernah Kakak ceritakan waktu itu,,? " Jimmy mengangguk.


" Gadis kecil asli betawi dengan logatnya yang unik,,? " Jimmy mengangguk lagi.


" Yang kalau datang ke Mansion selalu membawa macam-macam,,? " lagi-lagi Jimmy menganggukan kepalanya.


" Memangnya Mae kenapa,,? " kali ini Jimmy menggeleng.


" Entahlah,,. Kakak iparmu tidak mengatakannya. Kakak hanya disuruh secepatnya datang ke Universitas. "


" Semoga saja tidak ada apa-apa. " Jimmy mengangguk.


" Setelah mengantarkan Kakak, lebih baik kau segera kembali ke kantor. Nanti Kakak pulang bersama Kakak iparmu saja. "


" Baiklah, Kak. "


Setelah sepuluh menit kemudian,, mereka pun sampai. XiaoYue ternyata sudah datang dan menunggunya di tempat parkir.


Jimmy pun segera turun, begitu mobil Ricky berhenti. Jimmy segera menghampiri XiaoYue sementara Ricky hanya menyapa XiaoYue sesaat lalu pergi untuk kembali ke kantor.


" Sekarang bisa Mommy ceritakan ada apa,,? " Jimmy bertanya begitu mobil Ricky pergi.


XiaoYue pun segera menceritakan masalah Mae pada Jimmy. Termasuk perihal Doni dan Dimas Atmadja.


Rahang Jimmy mengeras, tangan nya mengepal kencang begitu dia mendengar cerita dari sang istri. Jimmy merasa geram sekaligus marah, pada Doni yang sudah menyalahgunakan kekuasaannya.


" Sebaiknya kita segera temui Doni. Benar-benar membuatku geram. " XiaoYue mengangguk.


Mereka pun segera menemui Doni diruangan Rektor. XiaoYue dan Jimmy melewati lorong khusus untuk pemilik dan para donatur Lin's University & College.


Jimmy segera mengetuk pintu ruangan Doni, begitu mereka sampai. Tak berapa lama, terdengar suara yang memerintahkan mereka untuk masuk.


XiaoYue dan Jimmy saling pandang sambil mengerutkan kening mereka. Tanpa pikir panjang, mereka pun masuk kedalam, membuat si pemilik ruangan terkejut melihat kedatangan XiaoYue dan Jimmy, selalu pemilik Universitas.


Dengan tergesa-gesa, Doni beranjak dari duduknya dan segera menghampiri XiaoYue dan Jimmy. Dengan setengah membungkukkan badannya, Dino meminta maaf akan ketidaktahuan nya karena pemilik Universitas tersebut datang tanpa penyambutan.


" Kami memang sengaja datang dan tidak memberitahukan sebelumnya. Karena kami mendapat laporan adanya hal melenceng yang terjadi di kampus ini. "


Doni menelan salivanya dengan susah payah mendengar ucapan Jimmy. Doni berusaha bersikap biasa dan tersenyum palsu.


" Mari,, silahkan duduk, Tuan dan Nyonya Lin. "


Dengan acuh, XiaoYue duduk disofa yang ada diruangan tersebut, diikuti oleh Jimmy. Doni menatap pasangan tersebut, dengan berbagai macam pikiran.


" Anda tidak ikut duduk, Tuan Atmadja,,? " tanya XiaoYue dengan ketus dan menatap Doni dengan tajam.


Doni tersadar dan kembali berpura-pura tersenyum,, lalu kemudian duduk, berhadapan dengan XiaoYue dan Jimmy.


" Apa Anda ingin minum sesuatu, Tuan,, Nyonya,,? " tawar Doni, berbasa-basi.


" Tidak perlu. Saya hanya ingin bertanya sesuatu pada Anda, Tuan Atmadja. Apa Anda keberatan,,,? " tanya Jimmy, dan mendapatkan gelengan sebagai jawaban.


" Tidak, Tuan. "


" Baiklah. Siapa pemilik Universitas ini,,,? " tanya XiaoYue dengan ketus.


" Anda, Nyonya. "


" Lalu apa jabatan Anda,,? "


" Rektor, Nyonya. "


" Lalu,, siapa yang berhak mencabut beasiswa untuk mahasiswa disini,,? "


" Anda, Nyonya. "


" Maksud Nyonya,,? Saya tidak mengerti,,. "


" Cih,,. Anda jangan terus berpura-pura, Tuan Atmadja. Dan Anda tahu, apa dan siapa yang istri saya maksud,,? " kali ini Jimmy yang bicara.


Seketika, Doni menjadi gugup dan terdiam, dia benar-benar terkejut.


" Bagaimana mereka bisa tahu,,,? " Doni bertanya-tanya dalam hati.


" Jangan Anda pikir, kami tidak tahu, apa yang terjadi hari ini,,,? " ucapan XiaoYue kembali membuat Doni terkejut, karena ucapan XiaoYue seakan mendengar suara hati Doni.


" Apakah Anda tahu, siapa mahasiswi itu, Tuan Atmadja,,,? " tanya Jimmy.


Doni menggeleng pelan, tiba-tiba rasa takut hinggap dihatinya.


" Dia adalah anak angkat istri saya. Dan istri saya ini sangat menyayangi nya. "


Doni seketika membulatkan matanya, dia menelan salivanya dengan susah dan seakan tercekat. Doni menundukkan kepalanya.


" Ya Ampun,,, Dimas. Kau sudah membuat Papa dalam malu. Dan jabatan Papa kini dalam bahaya. " Doni menjerit dalam hatinya.


" Anda sudah membuat anak angkat saya menangis, Tuan Atmadja. Dan Anda juga sudah menyalahgunakan kekuasaan Anda. Saya benar-benar kecewa pada Anda. "


Doni semakin dalam menundukkan kepalanya, mendengar ucapan XiaoYue. Keringat dingin sudah memenuhi keningnya.


" Dan Anda sudah sangat tahu bagaimana saya. Saya paling tidak suka kebohongan,, penghianatan,, dan penyalahgunaan kekuasaan. Dan Anda pasti juga sangat tahu, konsekuensi nya dari tindakan Anda hari ini. "


Doni merasa tubuhnya lemas, seakan tak bertenaga. Tentu saja, dia sangat tahu, apa yang dimaksud oleh XiaoYue.


" Maafkan saya,, Nyonya. " ucap Doni dengan lirih dan pelan. Suaranya bergetar.


" Saya memaafkan, Anda,,,, "


Doni langsung mengangkat wajahnya, menatap XiaoYue penuh harap. Wajahnya kembali cerah.


" .. Tapi tidak dengan hukuman Anda. "


Wajah Doni kembali redup dan suram, mendengar lanjutan ucapan XiaoYue. Mungkin Doni,, keluarga Lin selalu bertindak tegas dan tanpa ampun, bila orang itu benar-benar bersalah.


" Hanya karena masalah perasaan anak muda, Anda telah melanggar sumpah Anda. " tegas Jimmy.


Doni kembali menunduk. Rasa sesal datang menyelimuti hatinya. Sesal yang selalu datang terlambat. Doni menghela nafas panjang.


" Sekali lagi, maafkan segala tindakan saya yang egois dan menyalahi aturan. Saya terima hukuman dari Anda, Nyonya. " Doni sudah pasrah.


" Baiklah,,."


XiaoYue terdiam untuk sesaat, lalu menatap Jimmy, dan Jimmy menganggukan kepalanya.


" Anda akan tetap menjadi Rektor,, namun Anda, saya pindah tugaskan di Universitas lain, yang masih berada dalam naungan perusahaan Lin. Dan Anda akan saya kirim ke pulau Kalimantan. "


Doni memejamkan matanya mendengar keputusan XiaoYue. Hati dan pikiran nya bimbang.


" Bagaimana,,, Tuan,,? " tanya Jimmy.


" Kalau saya menerimanya, apa anak saya masih boleh meneruskan kuliahnya disini, Tuan,, Nyonya,,,? Dimas hanya tinggal menyelesaikan skripsi nya saja. Dan tahun ini, dia lulus. " Doni memohon dengan suara memelas.


Jimmy menoleh kearah XiaoYue, seakan bertanya. XiaoYue mengangkat bahunya. Dia sendiri bingung. XiaoYue tidak mau kalau Dimas kembali mengganggu Mae. Tapi disisi lain, XiaoYue juga tidak tega.


" Kalau anak Anda tetap disini,,, Apakah Anda dapat menjamin nya kalau dia tidak mengganggu Maesaroh Hafsany lagi,,,? " pertanyaan yang terdengar sepele namun berat untuk Doni.


Lagi-lagi,, Doni menelan salivanya dengan susah payah. Dia berpikir untuk sesaat.


" Baiklah,,, Tuan,, Nyonya. " ucap Doni pasrah.


" Bagus,,!! Saya pegang janji Anda. Dan sekarang, Anda hubungi Wida,, untuk segera membatalkan pencabutan beasiswa untuk Maesaroh Hafsany. "


" Baik, Tuan. "


Doni beranjak dari duduknya lalu pergi ke mejanya, untuk menghubungi Wida. Menyampaikan apa yang sudah dibicarakan tadi.


Wida seketika merasa bahagia,, dan ingin menjerit untuk sesaat, namun dia urungkan. Doni segera menutup teleponnya, setelah dia selesai bicara. Doni kembali duduk disofa, berhadapan dengan XiaoYue dan Jimmy.


" Sudah, Tuan,, Nyonya,,. "


" Baiklah,,, masalah sudah selesai. Namun saya ingatkan Anda sekali lagi, Tuan Atmadja,,,. Peringati anak Anda untuk bersikap lebih sopan lagi dan jangan sombong. Dan,, jauhi Maesaroh Hafsany, anak angkat saya. " dengan tegas, XiaoYue memperingati Doni.


" Baik, Nyonya. "


" Ingat janji Anda, Tuan. Dan kami permisi. " Jimmy dan XiaoYue bangun dari duduknya.


Doni pun ikut bangun dan mengikuti XiaoYue dan Jimmy saat mereka berjalan kearah pintu keluar.


XiaoYue dan Jimmy keluar dari ruangan itu tanpa pamit lagi, namun Doni masih bilang,,


" Hati-hati,, Tuan,, Nyonya. "


XiaoYue dan Jimmy pergi tanpa mempedulikan ucapan Doni, membuat Doni kembali menghela nafas panjang.


Doni merasa tubuh nya lemas,, sekaligus kesal dan marah pada sang Anak, yang sudah membuatnya dimutasi.


Setelah merapikan mejanya, Doni bergegas pulang, untuk menemui Doni yang kemungkinan sudah pulang dan berada dirumah.


*


*


*


~~ **Bersambung,,,


Maaf,, othor cuma bisa up satu bab. Masih pusing dan lemes. Jangan lupa untuk like, vote dan comment nya ya,,


Salam love and peace dari othor,,


❤❤❤✌✌******