
**
Assalamu'alaikum,,,
selamat siang dan Happy reading.**
*
*
*
XiaoFei masuk kedalam ruangannya, diikuti oleh Jack. XiaoFei masuk masih dengan memeluk tas kain pemberian Mae, tanpa memperbolehkan Jack untuk menyentuhnya.
" Jack,,, " panggil XiaoFei setelah dia duduk di kursi kebesarannya. Tentu saja, dengan tas kain dari Mae, berada dipangkuan nya.
" Ya,,. "
" Aku ingin Mae menjadi asisten ku, bagaimana menurut mu,,? " Jack tersentak kaget, mendengar ucapan XiaoFei.
" Lalu,, aku,,,? Kau menyingkirkan aku setelah ada yang baru, tega sekali kau padaku. " sungut Jack kesal.
" Haishh,,,,. " XiaoFei menepuk dahinya mendengar ucapan Jack yang terdengar cemburu pada Mae.
" Mulutmu itu, Jack. Bila ada yang mendengar, mereka akan berpikir kalau kita 'belok'. Atau jangan-jangan,, kau memang 'belok',,? " XiaoFei mengerutkan alisnya sambil menatap tajam Jack.
" Cih,,,. Maaf saja, Bos. Aku masih normal, pedangku ini hanya bernafsu pada sarung milik wanita, bukan sama-sama pedang. Otakku masih waras. " jawab Jack dengan ucapan yang sedikit absurd.
XiaoFei tertawa keras, membuat Jack mengerutkan dahinya, bingung.
" Mengapa aku ragu dengan ucapan mu itu,,,? Selama sepuluh tahun aku mengenalmu, tidak sekali pun aku mendengar atau melihat kau bicara atau berkencan dengan seorang gadis. "
" Heii,,, itu karena kau. Kau selalu curhat tentang gadis kecilmu, dan selalu memikirkannya. Apa kau pikir, aku akan tega berkencan dengan seorang gadis sementara dirimu selalu galau karena gadis kecilmu itu,,? Cih,,, tidak sadar diri. "
XiaoFei langsung terdiam mendengar ucapan Jack, dia menatap tajam Jack.
" Kau ingin mati, Jack,,? " tegas XiaoFei.
" Oh ya,,,? Kau yakin bisa membunuhku, sementara ilmu bela diriku saja diatasmu,,? " ledek Jack sambil tersenyum sinis.
Bukannya marah, XiaoFei justru menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi.
" Hahh,,, mengapa aku betah mempunyai asisten sepertimu, Jack,,? " XiaoFei menghela nafas, membuat Jack tertawa.
" Tapi buktinya sekarang kau berniat ingin menggantikan ku dengan Mae, bukan,,? " XiaoFei menggelengkan kepalanya.
" Apa kau berubah menjadi bodoh setelah kau kembali ke negara kelahiran mu ini, Jack,,? " Jack melolot mendengar ledekan yang keluar dari mulut XiaoFei.
" Aku hanya ingin lebih dekat dengannya, bukan ingin menggantikan mu, Jack. " lanjut XiaoFei, membuat Jack terdiam dan berpikir.
" Cihh,, dasar bucin. " Jack berdecih kesal.
Dia sudah paham maksud XiaoFei yang sebenarnya. Sementara XiaoFei melotot mendengar umpatan Jack.
" Baiklah,, akan aku atur. Kau tunggu saja kabar selanjutnya. Aku pergi ke ruangan ku,, dan selamat menikmati buahan dari calon mertua. "
Jack meledek XiaoFei sambil berbalik badan, beranjak pergi dari ruangan XiaoFei. XiaoFei hanya tertawa mendengar ledekan dari Jack.
" Iri bilang, Boss..!! " seru XiaoFei sebelum Jack keluar dari pintu.
" Nǐ fēngle,,, !! " sahut Jack membuat XiaoFei semakin tertawa keras.
( Dasar gila,,!! )
XiaoFei membuka sedikit tas kain yang sedang berada dipangkuannya. Dilihatnya tas itu berisi buah jeruk dan apel.
" Sepertinya hasil perkebunan Babeh sudah bertambah, sejak sepuluh tahun belakangan. " gumam XiaoFei pelan.
Dia tersenyum kembali saat mengingat Mae yang tadi keceplosan mengeluarkan logat uniknya. XiaoFei memejamkan matanya, mengingat wajah Mae, yang benar-benar sudah berubah, sampai-sampai dia tidak mengenalinya.
" Siapapun tidak akan menyangka, kalau kau adalah gadis keciku dulu, Mae. Kau dulu begitu tomboy, cuek, masa bodo, asal ceplas-ceplos, bahkan kulitmu sedikit gelap karena sering bermain. Tapi kini,,,, "
" Kau terlihat begitu cantik dan penampilan sedikit anggun. Walau masih terlihat cuek dan tomboy, namun tidak mengurangi kecantikanmu. "
" Aku ingin memelukmu seperti dulu, saat kita akan berpisah. Aku ingin segera menjadikan dirimu sebagai milikku. Namun aku harus sedikit lagi untuk bersabar. " gumam XiaoFei bermonolog sendiri.
*
*
*
Sementara itu di ruangan Mae dan Zanza magang,,
" Loe tadi dari mana, Mae,,? " tanya Zanza dengan berbisik pada Mae.
" Habis ketemu sama malaikat penolong gue. " jawab Mae sambil tersenyum, tentu saja mereka masih saling berbisik.
" Ngapain,,,? "
" Ntu,, si Babeh ngasih buahan buat malaikat penolong gue maren. Sebagai ucapan makasih, kate Babeh. "
" Dari tadi loe manggil dia malaikat penolong,,, gue jadi penasaran sama nama sekaligus orang nya kayak mana. " Mae tersenyum mendengar ucapan Zanza.
Mae mencolek bahu Zanza pelan, membuat Zanza langsung menoleh kearah nya.
" Eh,, Zenab. Loe masih inget kagak ame dua cowok ganteng nyang loe panggil si Huang,,,? " Zanza mengangguk.
" Hahhh,,,!!! " Zanza memekik kencang, membuat Mae sontak langsung membekap mulut Zanza.
Mae melotot menatap Zanza, membuat Zanza nyengir sambil menunjukkan kedua jari telunjuk dan jari tengah nya.
" Piss,,, Mae. Piss,,, "
Mae kembali menegakkan tubuhnya, sambil mendengus kesal.
" Loe tadi serius,,? " tanya Zanza dan Mae hanya mengangguk.
Wajah kesal Mae berubah sesaat kemudian. Dia tersenyum sendiri, membuat Zanza mengerutkan alisnya.
" Loe ngape,,? "
" Tadi ada si Wang Yibo juga. "
Baru saja Zanza ingin menjerit namun suara Mae kembali terdengar.
" Awas kalo tereak lagi,,!! " ancam Mae membuat Zanza mengatupkan kedua bibirnya. Zanza menggelengkan kepalanya.
" Namenye si Huang ntu Fei,, Nah kalo si Wang Yibo namenye Jack. " Zanza jadi ikut tersenyum.
" Gue sih kagak tau, jabatannye si Fei itu ape, tapi kayaknye tinggi. Soalnye si Jack ntu asisten nye Fei. " jelas Mae sementara Zanza hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.
" Gue jadi penasaran ama si Jack, secara dia ganteng, jutek, pasti banyak cewek yang ngejar-ngejar dia. "
" Kalo ntu, gue kagak tau. Gue juga kagak tau, si Fei udah punya pacar apa kagak. Nyang penting,, mereka kite jadiin gebetan aje, gimana,,? " Zanza langsung tersenyum sambil mengangguk.
" Eh,, tapi abang ganteng loe gimana,,? " tanya Zanza, membuat Mae terdiam. Wajahnya berubah sendu.
" Gue juga kagak tau,, mungkin emang udeh waktunye buat gue ngelupain die. " lirih Mae.
Zanza langsung merangkul Mae, dan mengusap pelan bahu Mae.
" Ya udah,, apapun keputusan loe dan apapun yang ingin loe lakukan, kalo emang itu yang terbaik, gue akan selalu dukung loe. " Mae tersenyum lalu menatap Zanza.
" Emangnye loe kuat ndukung gue,,? " Zanza langsung menoyor kepala Mae.
" Sue loe,,,!! Maksud gue mendukung,, bukan ndukung dalam artian gendong, o'on." Mae hanya nyengir, membuat Zanza tersenyum lega.
Karena setidaknya Mae sedikit melupakan kesedihan nya akibat ingat dengan abang gantengnya.
" Udeh,, kita lanjut kerja lagi. " Mae mengangguk.
Mereka pun kembali fokus pada kerjaan mereka, setelah break untuk sesaat karena gosip.
*
*
*
Sementara itu di ruangan Jack,,
Jack sedang merutuki keinginan dari Bos nya itu. Sikap XiaoFei saat di perusahaan Lin di China dengan disini sangat jelas berbeda. Apalagi karena sudah bertemu dengan gadis kecil pujaan nya itu.
" Haruskah aku mengerjakan hal sepele seperti ini, Fei,,,? Kau benar-benar sudah dibodohi oleh cinta. " gerutu Jack kesal.
Namun dia tetap melaksanakan keinginan XiaoFei, yang ingin agar Mae menjadi asisten XiaoFei setelah dirinya.
Tentu saja, dalam artian yang berbeda. Bila Jack, menjadi asisten, pengawal pribadi, sekaligus sahabat nya. Tapi untuk Mae, XiaoFei menjadikan asisten nya hanya karena ingin melakukan pendekatan.
XiaoFei ingin membuat Mae secara perlahan mengenalnya sebagai abang ganteng nya yang sudah kembali setelah pergi lama.
Jack sedang membaca berkas berisi biodata Mae dan jurusan kuliah yang diambil nya. Walaupun ada tujuan tertentu, namun tetap saja, Jack harus memberikan nya sedikit pekerjaan. Atau kalau tidak, Mae pasti akan curiga.
" Fei sudah bertemu dengan gadis kecilnya. Lalu kapan giliran ku tiba, Tuhan,,? " gumam Jack pelan sambil menyandarkan badannya pada sandaran kursi. Matanya menerawang jauh.
" Aku juga ingin merasakan bertemu dengan seseorang dan merasakan jatuh cinta. Merasakan berkencan,, dan merasakan rindu apabila tidak bertemu. "
" Kapan waktu itu akan tiba, Tuhan,,? Usiaku sudah hampir kepala tiga, namun belum pernah sekalipun aku merasakan apa itu 'cinta',,? " Jack menghela nafas panjang.
***Sabar ye,, abang Jack ganteng. Jodoh abang udah ada kok,, kagak jauh malahan deket banget. Tapi sabar dulu ye,,, othor ngurusin PDKT nya si abang ganteng dulu. Oke,, abang Jack,,??!!.
Maapin othor ye,, cuman dikit. Pala masih kliyengan,, tangan othor juga kumat lagi. Kesemutan,, rasanya cenat-cenut.
Harap maklum ye,,
*
*
*
~~ Bersambung,,
Jangan lupa untuk tinggalkan jejaknya, Kakak.
Tekan like, vote, comment dan kopinye,, ditunggu ye,,.
Lope lope sekebon kopi buat kalian,,
Dalam love and peace dari othor
❤❤✌✌**
*