Betawi Versus Mandarin

Betawi Versus Mandarin
BVM 24 ( Kedatangan XiaoFei,,)



**❤❤


Assalamu'alaikum,,, eperibadeh,,,


Para Mae lovers,, maapin othor ye. Pan othor rencananya mau up tiap hari,, tapi ape daye othor,, othor cuman bise berencana,, nyang menentukan semuanye HP.


Yup,,, HP othor marenan jatoh,, rusak parah akhirnya othor servis. Nah,, janjinya tuh konter cuman atu hari,, nah,, pas othor kesono mo ambil,, eh tuh konter tutup. Pan ngeselin banget ye,,,


Mangkanya nih ari begitu othor ambil HP othor,, langsung othor up. Bukan maksud othor ingkar janji,, ya mo pegimane lagi. HP othor cuman atu-atunye ini.


Harap maklum ye,, and maapin othor.


Happy reading aja dah,,


❤❤**


*


*


*


Saat XiaoFei sedang merasakan sesak di dadanya,, disaat yang sama pula, Mae sedang duduk diatas toilet duduk di salah satu kamar mandi kantor.


Mae sedang menangis sambil memegangi dadanya yang terasa sakit dan sesak. Ya,, hatinya terasa sakit saat mendengar ucapan sahabatnya tadi.


Padahal apa yang diucapkan Zanza belum tentu benar,, namun karena selama sepuluh tahun ini tidak ada kabar satu pun selain dari XiaoWu, makanya pikiran Mae sudah macam-macam.


" *Harusnye gue sadar diri, mane mungkin abang ganteng bakalan inget ame bocah kecil nyang dekil en de kumel kayak gue,,? Tapi tetep aje,, ati gue rasanye sakit bener,, ampe nyesek banget. "


" Behh,,,. Anak perawan Babeh sakit hati nih,, Kayak lagunye Olga,, hancur,, hancur,, hancur hatiku. Hiks,, hiks,, hiks*,, "


Begitu puas menangis, Mae pun keluar dari dalam bilik toilet tersebut. Dia pun mencuci mukanya yang terlihat sangat tidak karuan. Bahkan matanya sembab dan sedikit bengkak serta memerah karena kebanyakan menangis.


Mae merapikan rambut dan merias wajahnya sedikit untuk menutupi sembabnya. Dia menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan. Mae melakukannya berulang kali hingga sedikit lebih tenang.


Mae segera keluar dari kamar mandi begitu dia sudah merasa tenang. Namun saat Mae membuka pintu kamar mandi, Mae seketika terlonjak karena terkejut.


Zanza sedang berdiri didepan pintu kamar mandi dengan wajah khawatir nya. Begitu Mae menunjukan batang hidungnya, Zanza langsung memeluknya.


" Maafin gue ya, Mae. Omongan gue jangan loe anggap serius ya,, kan kita belum tahu kebenarannya. "


Mae melepaskan pelukan Zanza dan berusaha tersenyum walaupun kecil. Mae mengangguk pelan


" Iye, Zenab. Gue kagak ngape-ngape. Maap ye,, gue udeh bikin loe khawatir. "


" Syukur deh,, kalau loe ngga apa-apa. Kita balik keruangan yuk,, udah telat nih kita. " Mae pun mengangguk.


Mereka pun segera kembali keruangan mereka. Zanza merangkul Mae dan tangannya mengusap lengan Mae, seakan berusaha menenangkan hati Mae yang masih galau.


*


*


*


Tiga minggu kemudian,,


Suasana lobby kantor yang awalnya sedikit ramai karena masih banyak karyawan yang lalu lalang, tiba-tiba mendadak sunyi.


Mae dan Zanza yang sedang mengantri untuk mengisi daftar hadir,, pun dibuat bingung. Banyak bisik-bisik karyawan terutama wanita, membuat Mae dan Zanza saling pandang lalu mengangkat bahu.


Pandangan mereka pun beralih mengikuti tatapan para karyawan wanita yang heboh kasak-kusuk tadi. Mereka mengatakan kalau anak dari pimpinan perusahaan Lin's itu datang.


Mae dan Zanza ikut berbaris mengikuti para karyawan senior yang sudah membuat barisan. Hingga tak lama kemudian, dua sosok pria tampan masuk dan berjalan dengan gagahnya, membuat kasak-kususk semakin ramai terdengar, termasuk Mae.


" MashaAlloh,,,!! Ntu nyang ade didepan muke aye beneran manusie,,? Ganteng banget,, mirip aktor paporit aye. " Ujar pelan seorang gadis dengan logat betawi nya yang sangat kental, pada sahabat yang ada di sampingnya.


Pria jutek dan terkenal dingin itu mengulum senyumnya saat mendengar ocehan dari seorang gadis yang ada dijejeran para karyawan yang menyambutnya saat dia baru saja tiba di perusahaan yang dipimpin nya, perusahaan milik sang Mommy.


Pria itu adalah Lin XiaoFei Raja Dirgantara. Anak sulung dari pasangan Lin XiaoYue dan Jimmy Dirgantara.


Pria itu untuk sesaat teringat akan gadis kecil yang selama sepuluh tahun ini mengisi hati dan pikirannya. Gadis kecil yang cerewet, unik, lucu, keras kepala namun cengeng.


" Bagaimana kah kabar gadis kecilku itu,,? " tanya XiaoFei dalam hati.


Sementara Jack berjalan dibelakang mengawasi gadis yang berbisik namun masih dapat terdengar olehnya.


Ya,, gadis tadi adalah Mae yang terpesona oleh wajah tampan nan oriental XiaoFei. Namun Mae masih tidak sadar,, kalau orang yang sedang dikaguminya saat itu adalah si abang ganteng.


" Yang di belakangnya juga ganteng, Mae. Mukanya jutek kayak beruang kutub,, ga kalah ama yang didepan. Emang bener ya,, salah satu dari mereka anak yang punya nih perusahaan,,? " Zanza menyikut tangan Mae.


Sementara Mae menjawabnya dengan mengangkat bahunya. Mae pun segera mengisi daftar hadirnya diikuti oleh Zanza.


Sementara itu,,


Kedua pria tampan tadi yaitu XiaoFei dan Jack saat ini sudah berada didepan ruangan sang Mommy.


XiaoFei memang sengaja datang tanpa memberitahu keluarganya termasuk sang Mommy. Dan dia pun sengaja menyuruh sopirnya mengatakan pada receptionis kalau anak pemilik perusahaan itu datang saat dia baru saja turun dari mobil mewahnya.


*Tok,,


Tok,,


Tok*,,


XiaoFei mengetuk pintu tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Bahkan Jack pun ikut-ikutan diam.


" Masuk,, " suara XiaoYue terdengar dari dalam ruangan.


" Mom,,, " panggil XiaoFei saat dia sudah berada didepan meja sangat Mommy.


Jari-jari tangan XiaoYue yang sedang mengetik, berhenti seketika saat sebuah suara terdengar. Mata XiaoYue membulat karena suara itu yang terdengar familiar. XiaoYue pun mengalihkan pandangannya dari laptop nya.


Dan sesaat kemudian,, bulir bening memenuhi pelupuk mata XiaoYue. Dengan perlahan dan sedikit gemetar, XiaoYue bangun dari duduknya. Dia berjalan mendekat kearah XiaoFei yang sedang berdiri dihadapannya sambil merentangkan kedua tangannya.


Bibir XiaoFei tersenyum walau matanya sudah berair. Dengan sekuat tenaga ditahannya supaya tidak keluar dan jatuh.


Walaupun kakinya terasa lemas, namun XiaoYue tetap mendekat dan kemudian menatap wajah pria tampan dihadapannya.


Tangannya perlahan terangkat dan menyentuh pipi pria itu. Tangan itu sedikit bergetar saat menyentuh pipi XiaoFei. Dan air mata yang sejak tadi ditahannya, akhirnya luruh juga.


XiaoYue segera menghapus air mata XiaoFei, namun airmatanya justru ikut keluar. XiaoYue langsung memeluk tubuh anak sulung nya yang sudah empat tahun tidak dilihatnya.


XiaoYue memang sempat datang mengunjungi XiaoFei. Itu pun empat tahun yang lalu, saat XiaoYue mengantar XiaoWu dan XiaoZhan.


XiaoYue lalu memeluk XiaoFei erat, bahkan dia pun mulai terisak, menangis. XiaoFei membalas pelukan sang Mommy dan mengusap pelan punggung XiaoYue.


" Mom,,, " panggil XiaoFei dengan suara serak.


XiaoYue tidak menjawab, dia justru mengeratkan pelukannya. Bahkan tangannya kini memukul pelan punggung XiaoFei.


" Anak nakal,,, " omel XiaoYue, membuat XiaoFei tersenyum kecut.


" Ehemm,,, "


XiaoYue dan XiaoFei melepas pelukannya saat mendengar Jack berdeham. XiaoFei menatap tajam Jack sementara XiaoYue kembali terisak saat menatap wajah tampan anak sulungnya itu.


" Kita duduk disofa. " ajak XiaoYue dan mereka pun duduk di sofa yang ada disana.


XiaoYue duduk disamping XiaoFei, sementara Jack berada disamping XiaoFei. XiaoFei duduk ditengah.


" Dasar anak nakal,,!! Kenapa tidak memberi kabar kalau akan pulang,,? " omel XiaoYue.


XiaoFei justru tersenyum dengan omelan sang Mommy. Omelan yang sudah sangat dirindukan nya. XiaoFei meraih tangan XiaoYue lalu mengecup punggung tangannya.


" Fei, Hǎo xiǎng nǐ mā,,. " ucap XiaoFei pelan.


( Fei sangat merindukan mu, Mom)


XiaoYue tersenyum dan matanya kembali berair. Dia kemudian menatap pria yang ada disebelah XiaoFei.


" Dia,,,? "


" Oo,,, di Jack, Mom. Yang waktu itu Fei pernah ceritakan pada Mommy. " Jack tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


" Selamat pagi, Nyonya XiaoYue. " sapa Jack dengan sopan. XiaoYue tersenyum.


" Pagi, Jack. Panggil Mommy saja. "


" Tapi,,, "


" Tidak ada bantahan, Jack. " potong XiaoYue.


" Cih,,,. Ibu dan anak sama saja,, tidak terbantahkan. " gerutu Jack dalam hati.


" Baik, Mommy. " jawab Jack pasrah dan XiaoYue kembali tersenyum.


" Kalian kapan sampai,,? " tanya XiaoYue, pertanyaan yang sejak tadi sudah gatal ingin keluar.


" Semalam, Mom. Kami pulang ke apartemen Paman Li. " jawab XiaoFei santai.


" Kalian tahu, Mommy sangat ingin menghajar kalian satu persatu, karena Mommy kesal sekaligus gemas dengan kalian. " XiaoFei tertawa mendengar ucapan sang Mommy.


" Tapi Mommy lebih ingin memeluk dan mencium kalian. " lanjut XiaoYue. Dia pun pindah tempat duduk, menjadi di tengah-tengah.


" Sebaiknya jangan Mommy. Sungguh,,, " Jack memohon dengan sangat sementara XiaoFei justru terkekeh.


" Selamat datang dikeluarga Mommy ku, Jack. Mommy ku sangat suka memeluk dan mencium saat dirinya gemas dan khawatir. " ejek XiaoFei.


Jack menatap XiaoFei dengan masam, dan XiaoFei kembali terkekeh melihat wajah Jack. Sementara XiaoYue dengan gemas justru mencubit pipi Jack yang sedang terlihat kesal.


" Aaww,,, " pekik Jack sambil memegangi pipinya yang sudah memerah karena cubitan XiaoYue.


XiaoFei tertawa terbahak hingga mengeluarkan airmata. Sementara XiaoYue justru tersenyum melihat tingkah Jack.


*


*


*


~~ Bersambung,,


******Satu bab dulu ye,, ntar othor lanjut lagi. Othor mau ngelepengin jari-jari othor dulu, sekalian ngerjain kerjaan didunia nyata.


Malam othor up lagi,, anggap aja bayar utang nyang kemarin. Oke guy's,,


Lope lope kalian sekebon kopi******,,,


Salam love and peace dari othor,,


❤❤✌✌


**