
Keesokan harinya, ini adalah hari di mana aku akan pergi ke Ibukota Kerajaan Eiffel, yaitu El-Viana, untuk mendaftar di dalam Akademi.
Sekarang ini, aku berpamitan dengan semua orang yang ada di mansionku. karena dalam perjalananku ke sana, aku akan pergi sendiri.
Ketika kau ingin mendaftar ke Akademi, kau tidak diperbolehkan untuk membawa seorang pelayan ataupun budak, karena tempat itu memiliki asrama sendiri, dan semua siswa diwajibkan untuk tinggal di dalam asrama selama di Akademi.
Tapi, tentu saja, jika ada liburan panjang, kami diperbolehkan untuk pergi meninggalkan Akademi, dan masuk lagi ketika waktunya telah tiba.
Jujur saja, ini cukup menyebalkan. Berpikir tentang berbagai hal yang merepotkan tentang alur cerita di dalam game, kepalaku benar-benar sangat sakit.
Yah, meskipun ada banyak hal juga yang ingin kulakukan di sana. Jadi, aku juga sangat menantikan hal ini. Mari anggap saja ini sebagai liburan dari hari-hari lelahku yang hanya dipenuhi oleh dokumen-dokumen yang menyakitkan.
Kurasa tentang itu saja aku harus bersyukur bisa mendaftar ke Akademi.
“Kuharap ini baik-baik saja.”
Menatap ke arah luar jendela kereta dengan tatapan yang sayu, aku menghela nafas lesu sembari berharap tidak terlibat dengan masalah apapun.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Butuh waktu 3 hari 2 malam untuk bisa sampai ke Ibukota dari wilayahku jika menggunakan kereta kuda. Tapi, itu jika dihitung waktu istirahat dan kecakapan dari pengawal yang melindungi kereta itu dari monster dan para bandit.
Sedangkan kereta kudaku tidak memerlukan hal itu semua. Aku bisa memulihkan kembali kudaku dengan menggunakan sihir pendukung, dan aku bahkan bisa mempercepat kecepatannya.
Selain itu, kusir yang menjaga kudaku juga bukan manusia. Dia adalah undead yang kuminta dari Emi, jadi dia tidak membutuhkan istrahat sama sekali. Dia juga memakai jubah untuk menutupi identitasnya. Meskipun begitu, aku harus dirinya jika aku sudah sampai di Ibukota, aku tidak ingin dicurigai karena bau undeadnya.
Untuk pengawalannya, aku juga tidak memerlukannya.
Aku sendiri sudah cukup.
Karena itulah, aku bisa sampai lebih cepat dari yang seharusnya.
Saat ini, aku juga telah berada di Ibukota, dan tepat di depanku adalah sebuah pemandangan yang mengagumkan di mana ribuan orang berlalu lalang melewati jalan utama yang sangat luas.
Ini memiliki suasana yang sedikit berbeda dari desaku dan kota Renwell.
Tempat ini benar-benar sangat luas, aku bisa saja tersesat jika tidak berhati-hati.
“Nah, aku sudah menjual kuda dan keretanya. Selanjutnya, apa yang harus aku lakukan?” Memegang setumpuk koin emas di tanganku, aku memikirkan hal itu sembari melihat ke sekeliling Ibu kota.
“Lagipula, aku memiliki lebih banyak waktu karena aku sampai lebih cepat dari jadwal. Acara Pembukaan juga masih tiga hari lagi, jadi kupikir aku bisa sedikit bersenang-senang selama waktu itu.”
Sebenarnya aku bisa saja langsung pergi ke Akademi dan memasuki asramaku sebelum Acara Pembukaan untuk menyambut murid baru dimulai.
Tapi, rasanya membosankan jika langsung pergi. Padahal aku sudah jauh-jauh datang ke ibukota, jadi setidaknya aku ingin melakukan sesuatu di sini.
“Hm?”
Pada saat itu, mataku secara kebetulan menoleh ke sebuah bangunan yang tampak sedikit berbeda dengan bangunan kota lainnya. Itu terlihat lebih besar dan memiliki atmosfer yang berbeda, terutama untuk para pengunjungnya. Mereka terlihat memiliki tekanan intimidasi seperti seorang prajurit, dan hampir semua dari mereka memiliki status yang lebih kuat daripada prajurit biasa.
Ketika aku melihat papan nama bangunan tersebut, alis mataku terangkat, dan tubuhku secara tidak sadar mulai tertarik untuk pergi ke tempat tersebut.
Bibirku juga perlahan-lahan mulai terangkat membentuk senyuman lebar.
“Benar, jika itu Ibukota... Sudah pasti mereka memiliki ‘Serikat Petualang’!”
Kemudian, dengan penuh semangat aku pergi ke tempat tersebut.
Tapi, sebelum aku pergi.
Aku terlebih dahulu mengganti penampilanku, karena akan merepotkan jika mereka mengetahui identitas asliku yang sebenarnya. Aku tidak ingin terlalu menarik perhatian ketika berada di sini.
Tujuanku hanya mengawasi jalan cerita yang ada di dalam game, jadi sebisa mungkin aku tidak ingin terlibat ke dalamnya dan membuat keributan.
Untuk itu, aku perlu menyamar ketika ingin bersenang-senang.
Melihat kekuatanku saat ini, akan terlalu mencolok jika semua orang mengetahuinya. Karena itu, jika ingin bersenang-senang dan pamer, aku harus berubah menjadi orang lain.
Memang merepotkan, tapi apa boleh buat.
“Oke, kurasa ini sudah bagus.”
Memeriksa seluruh penampilanku saat ini, aku mengangguk dengan puas dan setelah itu baru pergi masuk ke dalam Serikat Petualang.
Saat ini, aku telah merubah rambutku menjadi warna putih. Selain itu, aku juga memakai topeng putih dengan dua lubang sempit untuk membuka penglihatanku. Ini mungkin sedikit mencolok. Tapi, karena ini keren, aku tidak peduli.
“Mari kita lihat, seperti apa Serikat Petualang di dunia ini?” Mengatakan hal itu, aku membuka pintu bangunan tersebut.
Di sana, begitu aku masuk— tidak ada yang peduli.
Semua orang pada sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Beberapa memang ada yang menoleh ke arahku, tapi mereka segera bersikap tidak peduli seperti tidak terjadi apa-apa.
Mungkin penampilanku kurang mencolok.
Yah, bukan berarti aku berniat untuk mendapatkan perhatian. Aku hanya ingin mendapatkan kesan pertama yang bagus.
Saat itu, selagi memikirkan hal tersebut, seseorang menabrak tubuhku dari belakang. Itu seorang pria pria dengan wajah yang menyeramkan melototiku.
“Oi, jangan berdiri di situ terus, cepat masuk!”
Dia mengeluh, dan kemudian pergi meninggalkanku.
Sikapnya memang sedikit menyebalkan, tetapi aku juga salah karena melamun di depan pintu, jadi aku tak bisa terlalu menyalahkannya.
“Yah, mari lupakan itu. Kehidupanku sebagai seorang petualang baru dimulai, jadi ini adalah hal yang wajar. Pertama, mari kita mendaftar dulu.”
Membuang semua batu di dalam pikiranku, aku segera pergi ke meja resepsionis untuk melakukan pendaftaran sebagai seorang petualang.
Di dunia ini, seorang petualang memiliki beberapa tingkatan, dari tingkat E, D, C, B, A, dan tingkat tertinggi adalah tingkat S. Untuk saat ini, orang yang berhasil mencapai tingkat S hanya ada beberapa orang.
Saat di dalam game, mereka hanya menjadi narasi dalam cerita, dan tidak diperlihatkan secara menyeluruh, jadi aku tidak pernah melihat mereka.
Yah, aku pikir aku bisa bertemu dengan mereka nanti.
Lagipula, dengan kekuatanku saat ini, mencapai tingkat S kurasa tidak akan terlalu sulit. Aku mungkin bisa mencapainya dengan mudah. Saat itu juga mungkin aku bisa memecahkan rekor sebagai petualang tercepat yang mencapai tingkat S.
Yah, intinya, cepat atau lambat, aku bisa bertemu dengan tingkat S lainnya jika aku bisa menjadi tingkat S juga.
“Permisi, apa di sini aku bisa mendaftar sebagai petualang?” tanyaku, kepada seorang wanita resepsionis yang sedang berjaga.
Ketika menjawab, dia membuat senyuman yang sempurna, dan berbicara dengan sikap yang sangat sopan dan berwibawa. Dia adalah perempuan yang cantik.
Memiliki rambut coklat hitam yang dipotong sebahu, dan iris mata dengan warna yang sama. Dia juga memakai pita berwarna ungu dengan gaya ponytail di sebelah kanannya, dengan pakaian jas elegan seperti wanita kantoran.
Ini membuatku sedikit terkejut. Ini adalah pertama kalinya aku melihat seseorang dengan rambut hitam kecuali aku dan Lin.
Dia membuatku tertarik.
“Apa ini pertama kalinya anda ke sini, Tuan?” tanya balik resepsionis tersebut.
Mendengar itu, aku tersentak, dan sedikit terlambat dalam menjawabnya.
“Eh, ya-yah…”
Tapi, meski begitu, wanita itu dengan sabar menanggapiku. Senyumannya yang indah masih tidak meleleh, ini membuatku sedikit terkesan.
“Begitu ya. Jika niat anda ingin menjadi seorang petualang, anda perlu melakukan beberapa tes sebelum mendaftar. Apa anda bisa membaca dan menulis?”
“Yah, tidak masalah.”
“Apa anda juga tidak ada masalah dengan perhitungan sederhana?”
“Tidak.”
“Kalau begitu, tolong ikuti saya ke sini.”
“Umm, oke…”
Setelah wanita itu menanyakan beberapa pertanyaan, aku dibawa pergi ke suatu tempat. Di sana aku berjalan mengikutinya dari belakang, dan kami sampai di halaman belakang Serikat Petualang.
Tempat ini cukup luas, bahkan ada penghalang sihir di sekitarnya.
Melihat ke arah punggung wanita berambut hitam itu, aku menyipitkan mataku.
Di sana, aku melihat isi statusnya.
[Nama: Viola Hooshin]
[Level: 117 (Rank B)]
[Kekuatan: 790]
[Kepintaran: 664]
[Kecepatan: 1238]
[Ketahanan: 383]
[Pesona: 600]
[Keahlian: Sihir Air (lv.5), Sihir Cahaya (Lv.3), Sihir Angin (Lv.5), Ahli Negosiasi (Lv.7), Ahli Sandiwara (Lv.6), Ahli Belati (Lv.10), Ahli Sembunyi (Lv.10), Wilayah Bayangan (Lv.8), Penguasaan Jebakan (Lv.4), Teknik Membunuh (10)]
[Title: Pembunuh Bayaran, Putri dari Ketua Klan Hooshin, Calon Penerus Klan Hooshin.]
“……”
Melihat isi statusnya, mulutku terbungkam, dan ekspresiku membeku.
Aku tidak tau lagi harus mengatakan apa.
Rasanya seperti melihat sesuatu yang seharusnya tak kulihat.
“Apa ada sesuatu yang salah, Tuan?”
“Eh?”
Selagi aku melamun dengan pikiran yang kosong, tiba-tiba Viola menegurku dan itu langsung membawaku kembali secara paksa dari alam bawah sadarku.
Aku berkedip beberapa kali, pikiranku masih belum selaras.
“Umm, Tuan? Apa di wajah saya ada sesuatu yang aneh?” Viola terlihat cemas saat dia melihatku yang hanya terdiam.
Melihat itu, aku dengan buru-buru segera menjawabnya.
“Ti-Tidak! Semuanya aman!”
“Aman?” Tidak mengerti maksud perkataanku, Viola memiringkan kepalanya, tapi dia segera mendapatkan kembali senyuman indahnya, “Kalau anda baik-baik saja, itu bagus. Tapi, jika ada masalah, tolong jangan sungkan untuk mengatakannya. Karena setelah ini anda akan melakukan tes bertarung.”
“Aku mengerti,” jawabku singkat.
Yah, mari kita lupakan saja tentang masalah statusnya.
Pertama-tama, lebih baik aku fokus dengan tes bertarungku kali ini.
Aku penasaran, orang seperti apa yang akan bertarung denganku?
Ini membuatku tidak sabar.
Selagi aku memikirkan hal itu, tiba-tiba Viola berkata, seakan baru mengingat sesuatu yang telah dia lupakan, dia menyatu kedua tangannya membentuk tepukan, dan tersenyum lembut seperti musim semi.
Meskipun bagiku itu terlihat seperti senyuman musim dingin.
“Oh, benar juga, saya lupa. Sebenarnya ada satu orang lagi yang akan melakukan tes hari ini. Jadi saya harap anda juga bisa akrab dengannya.”
“Satu orang lagi?”
Mendengar perkataannya, alis mataku terangkat.
Pada saat itu juga, kami akhirnya sampai di tempat tujuan. Sembari memikirkan tentang orang lain yang mengikuti tes yang sama denganku, aku mengangkat kepalaku untuk melihat depan.
Di sana, terdapat dua orang yang sedang menunggu kami.
Salah satunya adalah seorang pria besar dengan tinggi lebih dari 200cm, dengan kulit coklat, dan otot-otot yang sangat mengagumkan. Di belakangnya juga terdapat sebuah kapak raksasa dengan ukuran yang tidak jauh beda dari tubuhnya sendiri.
Sedangkan yang satunya lagi adalah seorang gadis, dia adalah—
“—Huh?”
Kenapa?
Melihat penampilannya, tubuhku langsung mematung. Itu bagaikan tembakan lurus yang mengenai tepat di kepalaku.
Aku benar-benar tidak bisa bergerak.
Pikiranku dibuat tersentak, dan wajahku tertegun melihat sosok gadis itu.
Ini membuatku bertanya-tanya
Bagaimana bisa dia ada di sini?
Kenapa… Kenapa…
“… Kenapa bisa ada protagonis di sini?”
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...\=\=\=[Pengumuman]\=\=\=...
...Untuk semua pembaca, Author memiliki kabar yang sedih untuk kalian....
...Ini adalah tentang update dari novel ini. Author ingin memberitahu kepada kalian bahwa mungkin Author tidak bisa update bab baru secara konsisten lagi seperti up sehari sekali....
...Alasannya, karena di real-life, Author terlalu sibuk dengan urusan sekolah. Soalnya sebentar lagi Author akan menjadi anak kuliah....
...Kalau bisa doakan Author agar bisa lulus di universitas yang Author inginkan....
...Tapi, jangan terlalu khawatir, sebisa mungkin Author akan tetap meluangkan waktu untuk menulis dan meng-update novel ini, meskipun itu akan membutuhkan waktu yang agak lama....
...Author minta maaf, dan terima kasih atas perhatian dan dukungannya selama ini....
...\=\=\=[Informasi Novel Terbaru]\=\=\=...
...Selain tidak fokus untuk menulis cerita ini, Author juga terlena dengan menulis cerita yang lain. Ini adalah novel baru buatan Author, yang mungkin akan Author publish di platform ini....
...Ceritanya mengenai satu kelas yang berpindah dunia ke dunia fantasi dengan bonus kekuatan yang diberikan oleh seorang Dewi....
...Namun, berbeda dengan teman-temannya yang lain, dimana mereka hanya diberikan satu bonus kekuatan. Sang protagonis diberikan dua kekuatan karena alasan tertentu....
...Selain itu, berbeda juga dengan teman lainnya. Sang protagonis dikirim ke dunia lain bukan di kerajaan manusia, melainkan dirinya dikirimkan langsung ke kastil Raja Iblis, dan sebagai akibatnya dia harus tinggal di sebuah penjara, sehingga dirinya tidak dapat menggunakan bonus kekuatan yang dia miliki....
...Alasannya, karena bonus kekuatan yang dia bawa adalah sebuah pesawat tempur luar angkasa super canggih yang bernama Karen....
...Ini adalah cerita di mana nantinya sang protagonis akan menjadi musuh terkuat bagi seluruh umat manusia yang dilindungi oleh teman-teman sekelasnya....
...Alur cerita akan berjalan lambat. Tapi, Author harap kalian dapat menyukainya....