
Seminggu telah berlalu semenjak Vincent menjadi Yulius di dunia ini.
Banyak hal yang telah dia pelajari selama berada di dalam dunia ini. Namun, yang paling penting adalah, bahwa dia tidak hidup kaya seperti yang dia bayangkan.
“Ini salah! Ini pasti salah!! Pasti ada kesalahan di sini!! Jika tidak! Tidak mungkin aku akan mengalami semua ini!!” Teriak Yulius sambil membanting tangannya ke meja kerja dengan keras dan membuat tumpukan dokumennya berjatuhan.
“Tuan muda, tolong bersabarlah. Saya tau perasaan anda. Namun, anda harus tetap sabar, karena tidak ada gunanya juga anda marah-marah seperti itu.”
Seorang pelayan yang berada di sisinya menenangkan Yulius, sembari mengambil kembali dokumen-dokumen yang berjatuhan.
Pelayan itu bernama Lin Cengshi. Dia merupakan pendamping Yulius selama dirinya bekerja dan selalu merawatnya dengan sangat baik.
Karena orang tua Yulius telah meninggalkannya semenjak dia kecil, Lin adalah satu-satunya sosok yang menggantikan peran orang tua baginya. Itulah yang Yulius ketahui ketika dia membaca ingatan Yulius sebelumnya.
“Tapi Lin! Aku sudah muak dengan semua ini!”
“Tapi, jika anda tidak melakukan ini semua, yang ada malah masalah Tuan muda akan bertambah banyak. Jangan khawatir, saya akan membantu anda juga. Jadi, mari kita berjuang sedikit lagi.” Ujar Lin sambil tersenyum ceria dan menyemangati Yulius.
“Eghh… Aku mengerti.”
Itu membuat hati Yulius meluluh dan dia dengan tenang kembali lagi bekerja.
Selama beberapa hari ini, dia telah mengalami banyak siksaan hanya dengan memandangi dokumen-dokumen di depannya, bahkan itu sampai kebawa mimpi. Membuatnya bahkan tidak dapat beristirahat dengan nyenyak.
Pekerjaannya selama berada di mansion ini hanya mengurus dokumen dan dokumen. Hal ini dikarenakan wilayah kekuasaan Yulius memiliki terlalu banyak masalah dan kekurangan di berbagai bidang, dari ekonomi sampai militer.
Karena itu juga, orang tua Yulius memutuskan untuk pergi meninggalkannya sendiri dalam mengurus semua masalah ini, dan mereka melarikan diri dengan membawa semua uang yang seharusnya digunakan untuk mengembangkan wilayahnya saat ini.
Mengingatnya sekali lagi, itu membuat kepalanya benar-benar sakit.
Jika dia bertemu dengan orang tuanya suatu hari, dia pasti akan memukul mereka.
Untungnya, berkat bantuan Lin. Entah bagaimana mereka berhasil terhindar dari kehancuran, atau lebih tepatnya menunda kehancuran. Masih banyak masalah yang menumpuk dan dia harus menyelesaikannya satu per satu.
‘Tok tok tok!’
Pintu ruang kerja di ketuk.
Melihat itu, dia segera mengambil posisi yang tegas dan menghentikan pekerjaan
“Masuklah.” Ujar Yulius.
Setelah itu, pintu ruang kerjanya terbuka, dan seorang pria paruh baya dengan tubuh yang buncit dan berkumis panjang memasuki ruangan tanpa permisi.
Ini membuat Yulius sedikit berkedut.
“Selamat pagi, tuan Yulius. Hari ini anda terlihat tampan seperti biasanya.” Ucap pria itu sambil memainkan kumis kebanggaannya.
Nada suaranya terkesan sombong. Itu membuat Yulius sangat kesal ketika dia melihat perilaku pria itu seolah-olah dia adalah yang berkuasa. Bahkan, pakaian yang dia memiliki lebih bagus daripada milik Yulius.
Pria paruh baya itu adalah seorang komandan militer di wilayahnya. Tapi, semua yang dia kerjakan benar-benar sangat buruk. Namun, di samping itu dia terus menerus menuntut hal-hal yang tidak penting untuk ajukan.
Karenanya juga, kondisi ekonomi keluarga Luciffer saat ini benar-benar hancur.
“Yah, Komandan Tibel. Anda juga terlihat sangat sehat seperti biasanya. Ada perlu apa anda sampai datang ke kantor saya?” Tanya Yulius, berusaha keras untuk tidak memperlihatkan kebencian dan rasa jijiknya kepada pria itu.
Pada saat itu juga, mata Yulius menyipit tajam dan dia mengaktifkan skill penilai yang dia dapatkan dari sistem yang dia miliki.
Menggunakan itu, dia melihat status milik Tibel.
[Nama: Tibel Grevero]
[Level: 8]
[Kekuatan: 5]
[Kepintaran: 11]
[Kecepatan: 3]
[Ketahanan: 4]
[Pesona: 1]
[Keahlian: Sihir Api (Lv.2), Etiket Bangsawan (Lv.5), Manipulasi (Lv.3)]
[Title: Komandan pasukan keluarga Luciffer, Pemabuk berat, Sampah masyarakat, Pemain wanita.]
Melihat isi statusnya, itu membuat Yulius sedikit tertawa.
(Dia lebih buruk dari yang kuduga. Bahkan diriku yang sebelumnya tidak akan seburuk ini. Dia benar-benar cerminan dari sampah itu sendiri.)
Yulius tidak percaya orang sepertinya bisa menjadi Komandan pasukan.
“Apa ada yang bisa saya bantu, Komandan Tibel?” Tanya Yulius sekali lagi, sambil masih mempertahankan ekspresi lembutnya.
“Yah, sebenarnya ini pembicaraan yang cukup memalukan. Saya tidak yakin apakah ini adalah perilaku yang pantas untuk orang yang sehebat anda.” Ujar Tibel sambil tersenyum vulgar.
Saat dia bicara sekalipun, tatapan matanya sama sekali tidak melihat Yulius. Dia hanya terus menatap ke arah tubuh Lin yang berada di sampingnya.
Tapi, meski begitu, Yulius masih memasang wajah nyamannya seperti biasa.
“Tidak masalah, katakan saja.”
“Hehe… Um, yah, mungkin ini sedikit berat. Tapi, saya ingin anda sedikit menaikkan anggaran untuk keperluan militer. Karena saat ini saya sedang memikirkan sebuah proyek hebat yang bisa meningkatkan kekuatan militer kita. Ah, itu benar, jika anda berkenan. Bisakah saya memperkerjakan Nona Chengshi sebagai ajudan saya. Seperti yang anda tau, saat ini kita tengah kekurangan personal yang dapat di-andalkan. Saya yakin Tuan Yulius yang bijaksana akan mengerti dengan perasaan saya.” Ujar Tibel sambil menundukkan kepalanya.
Itu adalah kebohongan.
Semua perkataannya murni hanya berasal dari napsunya saja.
Selama ini, Yulius telah memperhatikan semua orang yang bekerja di bawahnya, dan itu benar-benar mengejutkan. Bahwa hampir semua orang itu telah melakukan korupsi yang jumlahnya sampai membuatnya ingin pingsan.
Itu adalah jumlah yang cukup untuk membangkitkan kembali wilayahnya, atau melunaskan sebagian hutang-hutang yang mereka miliki.
Tapi, sampah-sampah seperti Tibel telah memakai semua uang itu hanya untuk kesenangan mereka sendiri dan sama sekali tidak bekerja.
“Tampaknya aku harus menyelesaikan masalah ini terlebih dahulu.”
“Hm? Tuan Yulius?”
Tanpa dia sadari, kepalanya telah copot dari tubuhnya yang lain dengan ekspresi wajahnya yang masih membeku bersama senyumannya yang menjijikan.
Kemudian, tubuh tanpa kepalanya terjatuh dan menuangkan lebih banyak darah di lantai.
Yulius telah menghunuskan pedangnya dan menebas kepala Tibel dengan ekspresi yang dingin dan tatapan mata yang sinis.
Melihat itu, Lin buru-buru mendekati Yulius dan mengelap darah yang terciprat mengenai wajah dan pakaiannya.
“Tuan muda, anda tidak perlu sampai membunuhnya. Anda bisa saja menyuruh saya untuk melakukannya, tidak perlu sampai mengotori tangan anda sendiri.” Ujar Lin yang dengan tulus mengkhawatirkan Yulius, dan mengambil pedang yang dipegang Yulius.
Saat itu juga Lin segera menyadari bahwa tangan anak itu gemetar.
Sejak Tibel menampakkan hidungnya di depan Yulius, dia benar-benar tidak dapat menahan semua amarah yang membara di setiap pembuluh darahnya.
Hanya melihat pria sampah itu saja, sudah membuatnya mendidih.
Namun, tidak sampai di situ saja. Dia bahkan mencoba untuk melecehkan Lin, yang merupakan satu-satunya orang yang Yulius sayangi semenjak dia datang ke dunia ini.
Dari semua pelayan yang ada di mansion ini, hanya Lin saja yang selalu melakukan pekerjaannya dengan baik, karena kebanyakan pelayan di sini hanya tau mengoceh tanpa bekerja dengan benar.
Berkat itu juga, Yulius sebelumnya sampai terpeleset jatuh ketika menuruni tangga sebab lantainya tidak dikeringkan dengan benar.
Semua orang yang ada di mansion ini benar-benar sangat buruk, kecuali Lin.
Dia lah yang selalu memanjakan Yulius, merawatnya dengan penuh kasih, dan selalu menemaninya apapun yang terjadi.
Itulah mengapa, Lin telah menjadi orang nomor satu di hatinya. Dia tidak akan pernah memaafkan siapapun yang berani menyentuh atau menghina Lin.
Dosa itu, layak untuk dibayar dengan kematian.
“Maaf, Lin. Aku hanya tidak ingin tangan cantikmu itu ternodai oleh sampah busuk sepertinya. Aku tau kau kuat. Tapi, aku benar-benar tidak tahan ketika sampah ini mencoba untuk menyentuhmu.” Ujar Yulius, sambil menginjak kepala Tibel yang terpotong dan terus mengepalkan tangannya sampai berdarah.
“Oh, ya ampun. Lihatlah, anda jadi terluka. Saya mengerti perasaan anda. Tapi, Tuan muda, tolong jangan terlalu memaksakan diri anda hanya untuk seseorang seperti saya.” Balas Lin sambil meraih telapak tangan Yulius yang terluka.
Kemudian, dia menggunakan sihir penyembuh untuk memulihkannya.
[Heal]
Menguncapkan mantra dengan suara yang rendah, sebuah cahaya hijau mulai bersinar di telapak tangan Yulius dan menghilangkan lukanya dengan kehangatan dari sihir penyembuh yang luar biasa.
“Padahal aku juga bisa menggunakannya.” Gumam Yulius, tetapi Lin sama sekali tidak mendengarkannya.
“Saya juga akan membersihkan ruangan ini, jadi sebaiknya anda—“
“—Tidak.” Potong Yulius.
Melihat Lin yang segera beranjak ingin pergi dari ruangan itu. Yulius segera menghentikannya dengan memegang tangan Lin dan menahannya di tempat.
Itu membuat Lin heran.
“Tuan muda?”
“Biarkan tugas ini dikerjakan oleh pelayan yang lain.” Ujar Yulius dengan tatapan yang tajam.
“Tapi—“
Lin terlihat ragu, namun Yulius segera memotongnya.
Dengan suara yang jengkel, sambil membuat ekspresi yang benar-benar marah, dia berteriak.
“Aku sudah muak dengan semua ini! Aku tidak ingin melihatmu lagi harus tersiksa dengan semua pekerjaan bodoh ini!!”
Hampir semua pekerjaan rumah dikerjakan oleh Lin sendiri, bahkan ketika pelayan yang lain membuat kesalahan. Mereka selalu menjadikan Lin sebagai kambing hitam.
Tidak hanya itu, Lin juga yang membuat makanan untuk semua orang. Dia bahkan terkadang mendapatkan pelecehan seksual dari para pria di mansion ini.
Dia sudah terlalu banyak menderita. Namun, Lin selalu berusaha keras untuk menahan semua itu dan terus memanjakan Yulius meskipun dia tau itu bukanlah urusannya.
Dia selama ini selalu memaksakan dirinya. Bahkan Yulius sempat memergokinya meminum obat-obatan agar membuatnya tidak memerlukan istirahat.
Yulius sudah muak dengan semua itu.
… Dan sekarang, sudah saatnya untuk mengakhiri segalanya.
“Tuan muda, tolong tenanglah! Anda tidak perlu mencemaskan saya! Saya—“
“Tidak.” Potong Yulius, dengan suara yang tegas, sampai membuat Lin spontan menarik nafasnya.
Kemudian, dengan tatapan mata yang tajam dan ekspresinya yang seolah mengutuk seluruh dunia, dia melanjutkan.
“Aku akan mengakhiri semua ini. Mulai dari sekarang, aku akan serius untuk merubah semuanya menjadi lebih baik lagi! Karena itulah, Lin… Aku tidak ingin kau memaksakan dirimu lagi. Kau cukup berada di sampingku, kau mengerti?”
“.....”
Lin terbungkam.
Wajahnya memerah ketika Yulius mengatakan hal itu secara langsung. Matanya dibuat terpesona oleh tatapan mata Yulius yang serius.
Mendengar perkataan tuannya, Hati Lin dipenuhi oleh kebahagiaan.
Setelah itu, dengan senyuman yang lembut, dan air mata yang menetas. Menaruh kedua tangannya di depan dadanya, Lin berkata.
“Anda benar-benar curang Tuan muda. Jika anda mengatakannya sampai sejauh ini, bagaimana bisa saya menolaknya?”
“Jadi?”
“Tentu saja, saya akan berjanji akan selalu berada di samping anda!”
Mengelap air matanya dengan jari telunjuknya, Lin tersenyum lebar.
Pada saat itu juga, Yulius bersumpah akan membuatnya bahagia selamanya dan tidak akan lagi membuatnya harus menderita seperti ini.
Untuk itu, pertama-tama. Dia harus membersihkan sampah-sampah yang berada di dekatnya, dan menghukum semua pelayan yang berani menentangnya.
Tidak akan dia biarkan satupun dari mereka lolos.