Become A Last Boss With System

Become A Last Boss With System
Ch.15 - Kesalahpahaman



“Nadya… Menikahlah denganku.”


“?!”


Pernyataan itu keluar dengan begitu mudah dari mulut Yulius.


Suaranya kosong, tanpa meninggalkan sedikitpun perasaan cinta, dia menyatakan hal itu kepada Nadya. Membuat wanita itu melebarkan matanya terkejut.


Tapi, tidak ada perubahan apapun di ekspresi Yulius. Dia hanya menunggu, tanpa mengedipkan matanya sekalipun, dia terus menunggu Nadya untuk membalasnya.


Tatapannya yang tajam, terus mengawasi emosi yang terlukis di wajah wanita itu.


Keheningan sesaat menghantui mereka, tetapi begitu terlewat beberapa detik. Dia melihat Nadya yang menarik nafasnya dalam-dalam.


Itu membuat alis mata Yulius terangkat.


Kemudian, tangannya terulur, memegang lembut tangan Yulius yang saat ini dengan erat menggenggam pergelangan tangan wanita tersebut.


Yulius tampak terkejut, dia segera menoleh untuk mengintip wajah Nadya.


Di sana, Yulius melebarkan kedua matanya.


“Jadi… apa ini jalan yang anda pilih?” Berkata dengan suara yang halus bagaikan nyanyian peri, Nadya tersenyum. Itu adalah senyuman tipis yang sangat indah.


Dia memandang Yulius dengan tatapan yang bersimpati, seolah-olah sedang mengasihaninya.


Mata zamrud Nadya basah dalam kilauan kesedihan.


Melihat itu, hati Yulius terasa sesak.


Dia menundukkan kepalanya, dan sembari mengigit bibirnya, dia berkata.


“Yah, ini pilihanku, dan ini adalah perintah. Kau tidak memiliki hak untuk menolaknya. Jika kau ingin melindungi rakyatmu. Nadya Vin Teresan, aku memerintahkanmu untuk menyerahkan seluruh jiwa dan ragamu kepadaku!”


Menahan semua rasa sakit di dadanya, Yulius berkata, masih dalam suaranya yang dingin dan tatapan matanya yang kosong.


Tapi, setiap kata yang keluar adalah rasa sakit.


Hati Yulius seakan tertusuk oleh duri-duri yang tajam setiap kali kata-kata buruk itu keluar dari mulutnya. Dia sangat ingin mencela dirinya sendiri tentang seberapa menjijikkannya dia saat ini.


Tapi,—


(Aku sudah tidak bisa mundur lagi.)


Alasan Yulius melakukan semua ini adalah untuk melindungi kota Nadya dari pemberontakan yang kemungkinan akan terjadi.


Karena selama ini mereka tidak memiliki ide untuk menurunkan kegelisahan dan ketakutan para penduduk. Satu-satunya cara yang tersisa adalah dengan menikahi Nadya, yang menjadi sosok penyelamat bagi mereka semua.


Yulius telah mendengar semua yang terjadi.


Awalnya dia cukup heran tentang bagaimana pria busuk itu mengelola wilayahnya sendiri sehingga itu dapat berkembang sampai sejauh ini.


Tapi, sekarang dia tau bahwa yang sebenarnya mengelola wilayah ini bukan pria itu, melainkan Nadya sendiri.


Wanita itu dengan baik menahan pemberontakan dari para penduduk kota, dia melakukan berbagai hal untuk membuat seluruh penduduknya dapat hidup dengan bahagia.


Dia lah yang selama ini menjadi sosok penyelamat untuk mereka semua, sebagai keberadaan yang sangat dicintai dan dipercaya oleh penduduknya.


Karena itulah, di sini Nadya merupakan kunci untuk menguasai seluruh kota tanpa melibatkan pertumpahan darah yang tidak Yulius inginkan.


Hatinya tidak terlalu kuat untuk melihat seorang anak kecil yang menatap penuh kebencian kepadanya sembari membawa pisau di tangan kecilnya.


Pada saat itu, dia yakin yang sakit hati tidak hanya dirinya.


Tapi, Nadya dan Nia juga akan sangat sedih, dan prajurit Yulius jelas akan kehilangan tekad mereka untuk bertarung.


Itulah kenapa, dia harus mencegah pemberontakan apapun caranya.


Demi melindungi masa depan seluruh kota ini, satu-satunya cara adalah dengan menikahi Nadya yang merupakan sosok paling terpercaya di kota ini.


Kemungkinan besar Robert dan Albert juga menyadari hal itu. Tapi, mereka juga tau bahwa Yulius tidak akan pernah menerima usulan tersebut.


Karena Yulius tidak ingin membuat Nadya kembali menderita karena pernikahannya dengan dirinya.


Wanita itu selama ini telah menahan diri untuk menghadapi sosok suaminya yang buruk, jadi dia pantas untuk mendapatkan sebuah kebahagiaan.


Bukan berarti Yulius membencinya.


Jika mereka menikah, anak itu pasti akan mencintainya.


Akan tetapi, Nadya tidak akan pernah menjadi yang pertama.


Bagaimanapun, Lin adalah sosok yang paling dia cintai di dunia ini dan itu tidak akan pernah bisa tergantikan apapun yang terjadi.


Jadi, jika Nadya dan Yulius menikah, Nadya akan menjadi nomor dua.


Sedangkan Yulius tidak suka dengan hal itu.


Tapi, di sini dia juga tidak memiliki pilihan untuk mundur.


Dia harus mengambil semua tanggung jawab yang telah menjadi kewajibannya. Meskipun dia tau bahwa itu akan terlalu menyakitkan untuk Nadya.


Karena bagaimanapun, wanita yang sangat menginginkan cinta itu, tidak akan pernah menjadi yang pertama di dalam hidupnya.


Jadi, setidaknya dia ingin Nadya membencinya.


Untuk itulah…


Yulius akan melamar Nadya dengan cara yang terburuk, hanya agar membuat wanita itu membenci dirinya.


Namun,—


“Tuan Yulius, apa anda masih ingat tentang pembicaraan kita yang kemarin malam. Tentang pertanyaan apakah anda memiliki seseorang yang anda cintai?”


Seakan tidak membaca suasana, dengan suara yang lembut, Nadya menanyakan hal itu, yang mana membuat Yulius membuka matanya dengan terkejut.


Akibatnya, tanpa sadar dia mengeluarkan suara yang aneh, dan wajahnya membeku dengan ekspresi yang konyol.


Melihatnya, Nadya tertawa kecil.


Yulius segera memalingkan pandangannya, untuk menyembunyikan wajahnya yang saat ini memerah karena rasa malu.


“A-Aku tidak tau! Emang siapa pula yang peduli dengan omongan wanita buruk sepertimu?!” ketusnya, dengan nada suara yang kasar.


Tapi, Nadya hanya tertawa. Dia benar-benar terlihat sangat cantik saat dia tertawa dengan sangat anggun, membuat Yulius semakin terheran-heran.


Memikirkan tentang bagaimana ini akan berakhir dengan Nadya yang merasa senang dengan perlakuan kejam Yulius. Jelas, itu akan menjadi masa depan yang sangat merepotkan.


Dia tidak tau harus melakukan apa jika Nadya memang memiliki minat dibidang “Itu”.


Yulius hanya bisa berpikir optimis, dan terus melakukan aktingnya.


Tapi,—


“Tuan Yulius, waktu itu saya mengatakan bahwa di dunia ini satu-satunya orang yang saya cintai hanyalah Nia. Tapi… sebenarnya saya berbohong,” ujar Nadya, dengan suara yang santai, yang mana merebut kembali pandangan Yulius.


Anak itu menaikkan alisnya, dan secara spontan menoleh ke arah Nadya.


Pada saat yang bersamaan.


Dia melihat senyuman tipis di bibir wanita itu.


Itu adalah senyuman licik, seperti iblis kecil yang sedang bermain-main.


Yulius sedikit bingung.


Namun, sebelum dia sadar, tubuhnya telah terdorong.


Nadya dengan cepat mengambil jarak yang sangat dekat dengan Yulius, dan menempelkan tubuh seksinya ke tubuh anak itu.


Sesaat, Yulius dapat merasakan kehangatan di tubuhnya, terutama dari bagian dadanya yang merasakan sensasi kelembutan dari kedua gunung besar itu yang menempel dengan sangat erat.


“Na— Mmh?!”


Begitu Yulius ingin menjauh dan melepaskan diri dari sana.


Dia dibuat terkejut, matanya terbuka dengan sangat lebar.


Sebelum dirinya sempat untuk memanggil nama wanita itu.


Ketika itu juga,—


“Mmh?!!”


—Nadya telah lebih dulu merebut suaranya.


(Hm?!)


Pikiran Yulius langsung berubah menjadi kosong.


Itu adalah tindakan yang benar-benar tidak dia duga.


Saat ini, untuk yang pertama kalinya…


Dia merasakan bibirnya yang bersentuhan dengan bibir seorang wanita.


(Tunggu?! Apa ini ciuman?!)


Rasa hangat dan lembut dari bibir mereka yang saling menempel membuat Yulius tidak dapat berpikir dengan jernih. Bahkan saat ini matanya berputar-putar dengan perasaan yang campur aduk ketika Nadya terus menciumnya.


Wanita itu bahkan semakin memeluknya dengan sangat erat, ketika dia tidak membiarkan Yulius untuk mendapatkan kembali ketenangannya.


Setelah itu, begitu semuanya sudah selesai.


Pada saat mata dan pikiran Yulius masih berkeliaran entah kemana, Nadya menatap Yulius dengan pandangan mata yang penuh arti.


Itu adalah sebuah pandangan yang dipenuhi oleh gairah cinta yang membara.


Kemudian, dengan suara yang menggoda, dia berkata.


“Tuan Yulius, jangan berpikir saya akan memberikan rasa nyaman dengan membuat saya membenci anda. Ini adalah balas dendam karena telah mengatakan sesuatu yang jahat kepada saya.”


Nadya membelai pipi Yulius yang terbaring di atas pahanya, dan tersenyum lembut saat dia melanjutkan perkataannya dengan suara yang ceria.


“… Jadi, anda harus bertanggung jawab karena telah membuat saya jatuh cinta!”


“Eh?”


Mendengar itu, Yulius berseru kaget.


Kemudian, tubuhnya mulai gemetar, dan wajahnya berubah menjadi suram.


(Ja-Jangan-jangan…)


Dia telah keliru.


Menyimpulkan semua tindakan dan perkataan Nadya sampai saat ini. Yulius akhirnya mengerti bahwa selama ini dia telah salah.


Hanya memikirkannya saja, itu membuat dia semakin gemetaran.


Dia tidak percaya, bahwa Nadya selama ini, —


(… Wa-Wanita ini…….! Jangan bilang dia bukan “Masokis”, tapi “Sadistik”?!)


Seperti itulah, kisah cinta mereka yang berakhir dengan kesalahpahaman.