Become A Last Boss With System

Become A Last Boss With System
Ch.35 - Hari terakhir



Di kediaman keluarga Luciffer.


Seperti biasa, pagi ini aku berdiri di atas atap rumah dan melihat ke arah desaku yang perlahan-lahan mulai menjadi sebuah kota kecil.


Ini membuatku senang.


Akhir-akhir ini juga semakin banyak pedagang yang datang kemari.


Berkat itu, kemajuan desa menjadi semakin pesat, dan aku juga telah menarik pajak kembali dengan biaya yang normal, sehingga itu membuatku dapat membangun lebih banyak infrastruktur di desa ini.


Khususnya untuk jalanan dan saluran irigasi.


Selain itu, aku juga berinvestasi di fasilitas-fasilitas lainnya, seperti bidang pertanian, bidang kesehatan, bidang militer, dan lainnya.


Berkat itu juga, saat ini aku memiliki cukup banyak uang di kantongku, meskipun semua kuinvestasikan lagi ke tempat yang lain. Ini agar aku bisa menjalani masa pensiunku dengan damai.


Aku berniat untuk hidup selama lebih dari 300 tahun dengan menggunakan kekuatan sihir, atau mungkin aku akan mencari cara untuk hidup abadi.


Namun, untuk melakukan itu, aku harus memiliki uang yang banyak, sehingga kehidupanku bisa lebih terjamin di masa depan nanti.


“Khuku, aku sudah tidak sabar.”


“Tuan Muda, apakah anda ada di dalam?”


Selagi aku memikirkan sesuatu yang jauh di masa depan dengan senyuman lebar, pintu kamarku di ketuk, dan seseorang memanggilku.


Dari suaranya, aku pikir itu adalah Lin. Jadi, aku segera turun dari atas atap dan masuk ke dalam kamarku kembali melalui jendela, kemudian membukakan pintu itu untuknya.


Di depanku, sosok Lin yang cantik seperti biasa tersenyum.


“Selamat pagi, Tuan Muda.”


“Yah, pagi. Kau perlu sesuatu?” tanyaku.


Lin menjawab, dengan suaranya yang indah.


Dia menggelengkan kepalanya.


“Tidak… Saya hanya khawatir karena sejak tadi anda tidak terlihat keluar kamar dan pergi untuk mengambil sarapan. Apa anda sedang sibuk?”


Oh ya, aku lupa untuk pergi sarapan.


Aku terlalu fokus dengan kegiatan sehari-hariku, sehingga itu membuatku lupa dengan semuanya. Aku harus mulai menahan diri dari sekarang.


“Tuan Muda?” Bingung denganku yang terdiam, Lin memiringkan kepalanya.


Melihat itu, aku dengan buru-buru segera menjawabnya.


“Tidak, aku baik-baik saja. Maaf karena telah membuatmu khawatir. Sekarang, kenapa kita tidak pergi sarapan? Apa kau sudah sarapan, Lin?” tanyaku, dengan maksud untuk mengganti topik pembicaraan.


Di sana, masih mempertahankan senyum cantiknya, Lin menjawab.


Dia terlihat bahagia.


“Tidak, saya menunggu anda, dan di sana juga sudah ada Emi dan lainnya.”


“Benarkah? Maaf.”


“Kami baik-baik saja, Tuan Muda… Tapi, saya rasa Emi sebentar lagi akan segera merajuk, jadi kita harus cepat menyusulnya.”


“Yah, kau benar.”


Aku keluar dari kamarku, dan berjalan bersama Lin menuju ruang makan.


Sesampainya di sana, aku melihat Emi yang sudah menunggu dan beberapa orang lainnya yang juga duduk di meja makan yang sama. Aku menghampiri mereka.


“Anda terlalu lama, Tuan Yulius!” ketus seorang wanita dengan tatapan yang tegas ketika dia menyilangkan tangannya dengan wajah yang kesal.


Dia adalah seorang wanita petarung, dengan paras wajahnya yang tegas dan lebih berani dari laki-laki. Dia memiliki rambut coklat panjang dengan gaya ponytail, dan tinggi badan yang hampir setara dengan tinggiku yang sekarang, yaitu 187 cm.


Tapi, yang membuatnya berbeda dengan orang-orang lainnya, adalah kenyataan bahwa dia memiliki dua telinga hewan dan ekor yang berbuluh, seperti seekor serigala.


Benar, dia adalah keturunan Beastman.


—Eliza Cruelclaw, komandan militer keluarga Luciffer yang baru.


Alasan aku mengangkatnya adalah karena dia tiba-tiba saja datang ke mansionku dan menantangku. Aku pikir dia hanya orang gila, tapi aku tetap menerima tantangannya tanpa pikir panjang, dan mengalahkannya.


Dia cukup kuat untuk membuatku sedikit kesulitan.


Namun, saat aku pikir itu sudah berakhir, dia malah tiba-tiba mengajakku untuk melakukan hubungan badan. Tampaknya niat awal dia menantangku karena dia sedang mencari seseorang yang lebih kuat darinya untuk dijadikan suami.


Tentu saja, aku menolak tawarannya itu, tetapi dia tetap memaksa.


Aku tidak punya pilihan lain, jadi aku mengabulkan keinginannya.


Itu benar-benar menyebalkan ketika dia setiap hari selalu datang ke kediamanku dan terus berteriak untuk menghamilinya. Berkat itu, aku mendapatkan beberapa rumor aneh tentang seorang penguasa yang Dermawan Wanita.


Itu membuatku kesal, jadi aku melakukannya dengan sedikit intens.


Lagipula saat itu aku juga sudah memiliki persetujuan dari Lin dan Nadya, yang merupakan seorang wanita yang memiliki pengalaman tidur denganku.


Jadi, bisa dibilang sekarang aku memiliki tiga wanita yang harus kuurus.


Itu membuatku sedikit kelelahan, tapi untung saja aku memiliki skill yang berguna untuk sesuatu yang seperti itu, sehingga itu sangat membantuku.


“Tuan Yulius, selamat pagi.”


“Oh, Rambelt! Kau juga ada di sini?”


“Yah, tapi nanti saya ada pekerjaan lain yang harus saya urus. Jadi, setelah ini saya akan segera pergi.”


“Benarkah? Maaf membuatmu menunggu.”


“Tidak apa-apa, Tuan Yulius. Itu juga tidak perlu terlalu terburu-buru.”


Di sisi lain, terdapat seorang pria berumur sekitar 40-an. Dia memiliki rambut hitam kribo, wajah yang bulat, perut gendut, dan kumis melintir yang menjadi kebanggaannya, bahkan saat ini dia sedang memain-mainkan kumisnya.


Dia adalah Rambelt Ugoi, seorang pedagang ulung yang bermitra denganku.


Aku memberikannya pekerjaan untuk membantuku dalam menjual produk yang kami produksi di wilayahku dan menjualnya ke wilayah lain. Dia adalah seseorang yang bisa diandalkan, dan aku juga menyukainya.


Berkat usahanya, uang di dompetku tidak pernah habis.


Dengan uang segitu, aku bisa saja langsung melunasi utang-utang yang tinggalkan orang tua sialan itu. Tapi, Lin bilang aku tidak perlu terburu-buru, dan menyuruhku untuk membayar tagihan utangnya dengan bayaran seperti biasa.


Dia bilang itu untuk menjaga kurva ekonomi di wilayah ini, karena jika kami langsung melunasi utang-utang yang kami miliki sekaligus. Pemerintah Kerajaan akan meminta kami untuk membayar pajak dengan lebih banyak, dan itu akan membuat wilayahku sedikit lebih lama lagi untuk bisa berkembang menjadi kota yang utuh, karena saat ini desaku telah berubah menjadi kota kecil yang ramai.


Rambelt juga setuju dengan pendapat itu. Dia bilang untuk melakukannya ketika pemasukan dana di wilayahku menjadi lebih stabil.


Aku tidak tau apa-apa, jadi aku menyerahkannya kepada mereka saja.


“Yah, kau juga, Nadya.”


Selanjutnya, juga ada Nadya yang saat ini berada di meja makan. Dia sekarang memiliki wujud manusia yang sempurna, tanpa meninggalkan tanduk dan ekor naganya.


Alasan dia ada di sini— Yah, ceritanya cukup panjang.


Tampaknya dia berhasil menggunakan sihir yang dapat memisahkan dirinya dengan tubuh utamanya, yaitu seekor Dragon Lord, yang sekarang masih tinggal di wilayah kota Renwell untuk melindungi kota tersebut.


Di sana aku juga meninggalkan Albert dan Nia untuk mengatur wilayah itu, karena aku juga tidak bisa membiarkannya begitu saja. Sedangkan saat ini tanganku sudah sangat penuh hanya dengan urusan di tempat ini.


“Guru, selamat pagi! Emi sudah sangat lapar! Tapi, Emi berusaha untuk menahannya, karena Emi ingin makan dengan Guru!”


“Begitu, aku senang. Mari kita makan bersama.”


Melihat Emi yang dengan ceria mengatakan hal itu, aku merasa terselamatkan dari rasa lelah yang sebelumnya menumpuk. Dia adalah satu-satunya orang yang bisa memberikanku perasaan nyaman, aku benar-benar menyayanginya.


Ini membuatku selalu ingin mengelus kepalanya, karena dia selalu menggemaskan seperti biasa. Emi memiliki tubuh yang kecil karena dia adalah seorang Elf, dan itu membuat pertumbuhannya menjadi sangat lambat.


Bahkan, sekarang dia masih terlihat seperti anak SMP, tetapi dengan kelakuan yang kekanak-kanakan seperti anak SD. Dia sama sekali tidak berubah semenjak empat tahun lalu.


“Yah, tidak usah tunggu lama lagi. Mari kita makan, semuanya.”


Semua orang telah lengkap berkumpul, dan aku mengatakan hal itu sambil memandang wajah semua orang yang berada di meja makan.


Setelah itu, dengan suasana yang hangat, kami makan bersama-sama.


Karena mungkin, ini akan menjadi kali terakhir kami bisa berkumpul seperti ini.


Sebab, besok aku akan masuk ke dalam Akademi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam telah tiba.


Saat ini, aku terbangun dari tidurku.


Aku tidak bisa tertidur.


Alasannya, karena ini adalah hari terakhir aku akan berada di mansion ini.


Jujur saja, itu membuatku sedih.


Jika bisa, aku tidak ingin pergi ke Akademi.


Aku lebih suka tinggal dan hidup dengan damai di wilayahku apa adanya, daripada harus pergi ke tempat yang penuh dengan hal-hal merepotkan.


Tapi, aku tidak bisa melakukan hal itu.


Karena bagaimanapun, cerita utama dari game ini akan bermula di Akademi. Jadi, jika bisa aku ingin mengawasi jalannya cerita yang ada di dalam game secara langsung.


Itu karena aku takut jika alur ceritanya akan maju ke jalur bad ending.


Itu artinya adalah akhir bagi seluruh Kerajaan.


Itu adalah adegan di mana sang protagonis kehilangan semua keyakinannya untuk menjadi Pahlawan, dan membuat seluruh Kerajaan hancur.


Jika itu terjadi, aku tidak yakin bisa menghentikannya atau tidak.


Saat ini, bos sampingan yaitu Raja Bandit telah kukalahkan, dan jelas itu akan mempengaruhi jalan cerita dari game simulasi kencan itu sendiri secara signifikan.


Selain itu, aku sendiri, yang memiliki peran sebagai Last Boss diakhir cerita, tidak berniat untuk mengambil peran tersebut. Sehingga ini akan membuat alur cerita menjadi berantakan.


Jika tidak ada Last Boss, maka tidak akan ada juga kekuatan cinta yang bersatu untuk mengalahkan Last Boss tersebut.


Jadi, aku benar-benar tidak tau lagi seperti apa jalan cerita dalam game ini akan berlanjut, karena itu aku perlu mengawasinya secara langsung agar itu tidak berakhir menjadi bad ending.


Diakhir cerita, selain aku yang menjadi Last Boss, akan ada peristiwa lain yang lebih merepotkan, dan aku tidak yakin untuk membiarkannya begitu saja.


Jadi…


Tidak ada pilihan lain selain pergi ke Akademi.


“Haahhh…”


Memikirkan hal itu, aku memegangi kepalaku seakan merasa kesakitan dan tanpa sadar helaan nafas lesu juga keluar dari mulutku.


Saat itu juga, mungkin karena mendengar suaraku, Lin yang saat ini tidur di sebelahku dengan tubuh telanjangnya yang tertutupi oleh selimut, terbangun.


Alasan dia telanjang—Yah, kuserahkan itu kepada imajinasi kalian.


Seharusnya hari ini aku tidur dengan semua wanitaku, tetapi dua lainnya mungkin memikirkan tentang kondisiku yang akhir-akhir ini kurang sehat, dan mereka memutuskan untuk hanya menugaskan Lin sebagai perawatku malam ini.


Karena itulah, saat ini aku hanya tidur berdua bersama dengan Lin.


Dia membuka matanya sambil mengernyit sebentar.


“Unh… Tuan… Muda, ada apa?” Suara Lin terdengar lembut, itu menggelitik di telingaku seakan sedang menggodaku, dan dia juga masih setengah tertidur.


Melihatnya, aku tersenyum dan membelai pipinya.


Lin tidak melawan, dia justru terlihat senang ketika aku melakukannya. Kulit pipi Lin yang lembut dan halus terlihat sedikit memerah, dia terlihat sangat manis.


“Maaf, aku membuatmu terbangun. Tapi, kau tidak perlu khawatir, aku hanya sedang banyak pikiran dan sekarang aku sudah menyelesaikannya.”


“Apakah, begitu?” tanya Lin, yang masih telihat cemas.


Itu membuatku merasa sangat senang. Belaian tanganku juga semakin menjadi lebih manja, dan aku mulai menjamah hampir seluruh wajahnya. Mulai dari rambut, telinga, pipi, dan kemudian bibirnya.


“Umn, Tuan Muda… Hah, haa… hah.” Nafas Lin mengembara dan tubuhnya juga mulai memanas. Dia menatapku dengan tatapan yang memelas, ketika suara lemahnya dengan lembut menghasut hasratku.


Pipinya juga semakin memerah, dan dia benar-benar terlihat sangat menggoda.


Jadi, tanpa sadar aku telah mendekatkan wajahku ke wajahnya, itu sangat dekat sampai aku bisa meraih bibir manisnya kapan saja.


Di sana, aku juga dapat merasakan nafasnya yang panas terhembus di dekat wajahku. Hal itu membuat tubuhku juga semakin memanas, dan memompa kembali gairahku.


Setelah itu, dengan sentuhan yang lembut, bibir kami saling bertemu.


“Mmh!”


Lin sama sekali tidak menolak ketika aku menciumnya. Itu membuatku menjadi semakin liar, dan aku mulai menciumnya lagi dan lagi.


Ini seakan tubuh kami kerasukan oleh sesuatu yang tidak kami kenali, dan membuat kami terjatuh ke dalam kenikmatan duniawi.


Setelah itu, kami berdua melakukannya sekali lagi, untuk melanjutkan malam panas kami yang masih panjang.


Ini menyebalkan karena hal ini juga akan menjadi yang terakhir kalinya aku bisa bermanja-manja dengan mereka.


Apa aku harus menghancurkan seluruh Kerajaan dan membuat Kerajaan ku sendiri?