
Di aula istana yang megah dan mewah, sebuah pesta dansa sedang berlangsung dengan sangat luar biasa dan mengagumkan.
Riasan para bangsawan yang tiada tandingnya dan dekorasi mewah yang menghiasi seluruh ruangan, membuatnya menampilkan kesan-kesan yang istimewa.
Hanya berdiri di sana saja sudah terasa seperti berada di dunia lain.
Suara ricau dari orang-orang yang berpesta terlihat sangat gembira. Namun, hal itu tidak berlangsung lama ketika tokoh utama dalam pesta tersebut berteriak keras memarahi seseorang.
Hal itu mengundang banyak perhatian dari orang-orang di sekitarnya.
“Rosanna, mulai sekarang jangan lagi kau menyentuh atau mendekati Emilia lagi!! Pada saat ini juga, aku memutuskan pertunangan di antara kita!!!”
Pemuda tampan dengan mata biru semurni langit dan rambut emasnya yang membuat siapapun merasa kagum dan cemburu akan kilauannya itu, berteriak keras. Memarahi seorang wanita yang tidak lain adalah tunangannya sendiri.
Sedangkan pemuda itu adalah seorang putra mahkota dari Kerajaan Eiffel.
Orang-orang yang memperhatikannya terlihat tercengang dan tertegun. Mereka seakan tidak percaya dengan apa yang terjadi.
Seorang pangeran dengan kehendaknya sendiri memutuskan pertunangan yang sudah mereka jalin selama sepuluh tahun lebih.
Jelas, ini akan menjadi skandal yang menggemparkan seluruh kerajaan.
“Aku tau selama ini bahwa kau terus membully Lia dan menjelek-jelekkannya dari belakang! Kau benar-benar mengecewakanku, Rosanna…”
“Yang Mulia! Saya tidak pernah melakukan sesuatu yang seperti itu!!”
“Jangan bohong! Lia sendiri lah yang telah mengatakan dan membuktikannya kepadaku! Bahwa kau memimpin gadis-gadis yang lain untuk membullynya!!!”
“Saya… Saya hanya ingin melindungi anda, Yang Mulia! Wanita itu benar-benar tidak baik untuk anda!! Dia—“
“Hentikan!!!” Teriak pangeran itu dengan suara yang keras.
Seketika, Rosanna menarik nafasnya secara spontan, dan orang-orang yang memperhatikan mereka juga merasakan amarah dari suara sang pangeran yang menggelegar keras sampai ke seluruh ruangan.
Setelah itu, dengan tatapan yang sinis, pangeran itu melanjutkan.
“Jangan buat aku semakin marah lagi, Rosanaa. Tidak ada lagi yang bisa kubicarakan kepadamu. Aku akan meminta ayahku untuk memutuskan pertunangan di antara kita.”
“Ti-Tidak! Yang mulia, tunggu sebentar! Atas nama Dewi Aradia! Saya bersumpah tidak pernah melakukan apapun kepada wanita itu!!”
Merasa dirinya telah divonis untuk kesalahan yang tidak dia lakukan, Rosanna dengan terburu-buru mencoba untuk menyampaikan suaranya.
Namun, tidak satupun mata yang memandangnya seperti manusia. Semua orang yang berada di sana mulai berbisik-bisik dan mencela dirinya.
Ini membuat hati Rosanna benar-benar runtuh.
“Kau dengar itu, dia benar-benar kasihan. Yah, ini akibatnya jika dia mengganggu Yang Mulia! Sekarang dia tau rasa!”
“Dasar wanita busuk! Bahkan meskipun wajahnya cantik, aku tidak akan sudi untuk menikahi wanita seperti itu! Untung saja pangeran sangat pintar untuk memutuskan pertunangannya dengan wanita itu!”
“Benar, hidup Yang Mulai!”
“Hidup Yang Mulia Julian!!”
“Putuskan saja wanita busuk itu, Yang Mulia! Anda berhak untuk meraih kebahagiaan anda sendiri!! Jangan ikuti perkataan orang lain!!”
Semua orang mulai bersorak-sorak untuk Yang Mulia, dan itu benar-benar membuat Rosanna terlihat sangat menyedihkan, layaknya serangga yang tidak dipedulikan.
Matanya terbenam oleh keputusasaan. Tapi, lain dari itu, ada seutas benang kemarahan yang hampir terputus.
Dengan tatapan yang tajam, Rosanna menatap ke arah wanita yang saat ini sedang berada di sebelah pangeran, yang berpura-pura polos seolah-olah dia tidak ada kaitannya dengan ini semua.
“Yang Mulia, tolong hentikan ini. Saya merasa kasihan kepada Nona Rosanna…”
Memeluk lengan pangeran dengan erat, dan membuat wajah yang memelas imut. Gadis yang bernama Emilia itu memohon kepada Julius, untuk memberikan belas kasihan yang terburuk kepada Rosanna.
Hal itu hampir membuat Rosanna benar-benar marah.
“Kau—!!”
“Rosanna!! Cukup sudah!! Hubungan kita sudah berakhir!! Mulai sekarang aku akan bertunangan dengan Lia!! Lebih baik kau tidak mengganggu kami lagi!!”
“?!”
Mendengar pernyataan itu, mata Rosanna terbuka lebar.
Dia benar-benar sangat menyedihkan. Tidak hanya dicampakkan, tapi bahkan dia telah digantikan oleh wanita lain.
Apa ada penghinaan yang lebih buruk lagi daripada ini?
“Yuuhuu!! Itu baru Yang Mulia kita!!!”
“Hidup Yang Mulia Julian!!”
Sembari menundukkan wajahnya, berusaha keras untuk tidak menangis dengan mengigit bibirnya sendiri. Hati Rosanna seakan tercabik-cabik ketika dirinya mulai dilempari dengan makanan dan minuman.
Membendung semua kesedihan ini seorang diri, dia terlihat sangat terpuruk.
Matanya kosong tanpa cahaya. Berdiri diam di tempat itu, dia sama sekali tidak bisa melawan. Hanya bisa gemetar sambil menunggu semua ini berlalu.
Dadanya terasa sesak, dia benar-benar hancur.
Menahan semua rasa malu itu, dia seakan ingin mati.
Namun—
Pada saat yang bersamaan.
“Hei hei, kau yakin ingin membuangnya, Yang Mulia?”
“?!”
Tiba-tiba seorang pemuda yang tidak diketahui asal asulnya, dengan mengenakan topeng dansa, dia berjalan mendekati Rosanna yang telah menjadi pusat perhatian sembari tersenyum santai.
Ini membuat semua orang terkejut, tidak terkecuali Rosanna dan sang pangeran.
Sekarang pemuda itulah yang menjadi pusat perhatian semua orang.
Dia berjalan mendekati Rosanna. Kemudian, dengan santainya, sembari memasang wajah yang mengejek, dia mengangkat dan menggendong Rosanna.
Setelah itu, dengan keras dia berkata.
“Jika kau tidak memerlukannya lagi. Bisakah dia menjadi milikku saja?”
“?!”
Sekali lagi mereka dikejutkan.
Apa yang dikatakannya terdengar sangat tidak masuk akal bagi mereka semua. Itu terdengar seperti ocehan dari orang gila. Mereka seakan tidak mempercayainya.
Namun, pemuda itu sama sekali belum selesai berbicara.
“Kau sudah membuang wanita ini, kan? Dan memilih wanita itu sebagai penggantinya. Jadi, kau tidak akan keberatan jika aku mengambilnya, kan?”
Setiap kata yang dia lontarkan sama sekali tidak mengandung tata krama yang jelas. Tidak peduli bahkan jika sang pangeran lawan bicaranya.
Dia dengan ringannya berbicara tentang apapun yang dia suka.
Pemuda dengan rambut hitam itu menyipitkan matanya dengan tajam, menatap ke arah wajah sang pangeran yang terlihat tercengang.
Seringai iblis terlukis di wajahnya.
“Kau…! Kau pikir apa yang sudah kau—!“
“Eeeh, apa kau keberatan?! Bukankah kau sudah punya yang baru~ Kenapa kau tidak ingin memberikan yang satu ini kepadaku saja? Dia tidak akan pernah mengganggu hubungan kalian lagi, dan kau akan terbebas darinya. Sedangkan aku akan bersenang-senang dengan wanita ini. Bukankah itu happy ending?”
“Keh…! Si-Siapa yang bilang aku keberatan?!”
“Kalau begitu tidak ada masalah lagi. Aku akan mengambil wanita ini untukku.”
Tidak memiliki apapun lagi yang perlu dia bicarakan, pemuda berambut hitam itu pergi dari tempat pesta, sembari menggendong Rosanna di kedua tangannya.
Tapi, begitu dia sudah sampai di depan pintu keluar.
Tiba-tiba sang pangeran berteriak keras menghentikan langkahnya.
“Tunggu!!!”
“Apa? Apa kau punya masalah lagi?”
“?!”
Pemuda itu memalingkan kepalanya, dan dengan tatapan seekor predator yang haus darah, serta suara yang dingin dan penuh dengan hasrat membunuh. Dia membuat pangeran itu bergidik merinding dan tidak berani untuk melangkah lebih lanjut.
“Ti-Tidak… Tidak ada!”
“Kalau begitu aku permisi dulu.”
Karena tidak dapat menahan tubuhnya yang gemetar karena ketakutan, kaki sang pangeran sampai mati rasa, dan dia tersungkur di lantai ketika pemuda berambut hitam itu sudah meninggalkan ruangan pesta dengan membawa Rosanna pergi.
Seketika, ruangan jatuh dalam keheningan total.
Mereka hanya dapat menatap dengan mulut yang ternganga melihat punggung pemuda itu yang kian menghilang dalam kegelapan malam.