Become A Last Boss With System

Become A Last Boss With System
Ch.24 - Awal kehancuran



Rentetan kekacauan berkicau di mana-mana, dengan ritme ketidakberaturan itu, mereka menjadikan malam ini menjadi pesta kehancuran yang mengundang ratusan hingga ribuan kematian.


Suara teriakan, raungan, dan jeritan menggelegar di seluruh dunia.


Saat itu juga, kilatan dari tebasan pedang dan kengerian dari cakar monster bentrok. Memenuhi langit dengan kematian dan darah yang bertebaran, dunia menjadi merah pekat.


Kemudian, meninjau semua daratan yang ada. Itu adalah sebuah banjir, yang jika tidak segera dihentikan akan memakan ribuan hingga ratusan ribu nyawa orang-orang tak bersalah. Sebuah parade monster yang tampak seperti tsunami itu, seakan bersiap-siap untuk menghancurkan segalanya.


Di tempat itu juga, menyandang nama ksatria dengan kilauan pedang dan perisainya yang terus berjuang untuk memenuhi harapan semua orang. Nia mengayunkan pedangnya, membunuh monster-monster yang mencoba untuk menerobos masuk ke dalam kota.


“Bertahanlah semuanya!! Kita pasti bisa!! Ulurlah waktu sebanyak mungkin sampai Tuan Yulius kembali!! Lindungi kota dengan nyawa kalian!!!”


“Oooouuuuhhh!!!” teriak semua orang.


Menekan perutnya dan mengambil nafas, Nia memberikan cahaya harapan kembali ke mata para prajurit seperti itu.


Dan mereka yang mendengarnya tanpa ragu-ragu mempercayai perkataan Nia. Karena mereka tau, seperti apa kekuatan Yulius yang sebenarnya, dan mereka percaya bahwa anak itu dapat melakukan sesuatu untuk mengatasi masalah ini.


Terutama untuk pasukan Nia, yang telah menyaksikan dan menerima langsung kekuatan asli dari anak berambut hitam tersebut. Jadi, mereka adalah orang-orang yang paling percaya bahwa selama bersama anak itu, mereka bisa menang.


Itu meningkatkan moral mereka semakin tinggi.


Namun, melihat ini, mau tidak mau Nia harus mengernyit sakit.


(Aku memang mengatakan itu untuk membuat mereka menjadi lebih terdorong. Tapi, situasi ini benar-benar gawat. Jika terus seperti ini, sebelum Tuan Yulius datang, kami tidak akan bisa mempertahankan kotanya.)


Itu jelas akan hancur.


Nia yang menyadari bahwa pertempuran mereka adalah sesuatu yang mustahil untuk dimenangkan hanya dengan mereka sendiri, dia terlihat sangat kesal dan sedih.


Jika mereka tetap mempertahankan pertempuran mereka seperti ini terus, cepat atau lambat, mereka akan dihancurkan.


Selain itu,—


“Nona Nia, bukankah menurut anda ada yang aneh dengan para monster itu?” Berlari mendekat ke arah wanita muda itu yang mengenakan full armor berwarna peraknya, Robert menanyakan hal itu sembari menebas monster yang menyerangnya.


Pada perkataan pria tua itu, Nia mengangguk, dia setuju.


“Apa Tuan Robert juga menyadarinya? Pergerakan monster-monster itu terlihat lebih berantakan daripada sebelumnya. Mereka sekarang lebih terlihat seperti… monster sungguhan.”


“Yah, para bajing*n ini sekarang terlihat lebih buas. Sebelumnya, mereka terkesan seperti pasukan siap mati yang hanya bertujuan untuk menghancurkan seluruh kota.”


“Anda benar. Aku juga penasaran dengan api besar yang sebelumnya, itu benar-benar membuatku merinding, dan semburan api itu juga membuat [Mana] di sekitar menjadi tidak stabil, dan aku tidak dapat menggunakan sihirku dengan baik. Apa anda yakin Tuan Yulius saat ini baik-baik saja?” tanya Nia khawatir, dan dia langsung melangkah maju untuk menebas monster yang menyerang.


Robert juga mengikutinya dari belakang, berhati-hati agar dia tidak menganggu pergerakan Nia. Pria tua itu mengayunkan tombak besarnya, dan menusuk lebih dari dua monster di ujung tombaknya, seperti tusuk sate.


“Jika soal Tuan Yulius, anda tidak perlu khawatir, Nona Nia. Orang itu terkadang memang terlihat tidak dapat diandalkan, tapi selama dia masih bernafas. Saya ragu akan ada orang yang bisa membunuhnya.”


“Be-Begitu, yah itu bagus.” Ragu bagaimana dia harus menanggapi, Nia tersenyum kaku saat dia memberikan pendapatnya yang gagap.


“Yah, Tuan Yulius kami sangat kuat. Jadi, dia tidak akan mati dengan mudah—”


Meloncat tinggi hingga beberapa meter, Robert menusuk kepala seekor monster berbadan besar itu dengan mudah seperti tahu, dan dia membunuh monster tersebut dengan seringai lebar.


“—Karena itu juga, kita harus mempertahankan kota ini sampai dia kembali!” lanjut Robert, dengan rasa percaya diri yang tinggi.


Itu juga membuat Nia mendapatkan kembali semangatnya. Sekarang dia dapat dengan mudah menggunakan seluruh kekuatannya lagi, karena sebelumnya dia benar-benar dibuat paranoid akan kemenangan mereka.


Rasa percaya dirinya telah kembali, dan cahaya mulai terlihat di depannya, yang mana akan menuntunnya pada kemenangan.


‘Buuumm!!’


“—Hk?!!”


Tersentak oleh guncangan dari tanah yang bergetar, Nia mengerutkan dahinya, dan dia segera menoleh untuk melihat apa yang terjadi.


Itu bagaikan sebuah meteor yang terjatuh dari langit, di mana pada bekas tabrakannya telah terukir sebuah kawah besar yang mengerikan. Itu juga terjadi secara tiba-tiba, sehingga membuat Nia terlambat untuk meresponnya.


Akibat guncangan yang keras itu juga, beberapa monster dan prajurit sampai terhempas oleh kekuatan udara yang meledak dan membuat sedikit dari mereka harus mati.


Debu-debu di sekitar mengepul, sehingga menutup apa yang ada di tengah-tengah dari kawah besar yang terbentuk itu.


Bersamaan dengan itu juga, Nia beserta beberapa prajurit juga bersiap dengan kemungkinan bahwa ini adalah serangan musuh baru.


Robert diam-diam mengawasi, sembari membunuh setiap monster yang menghalanginya dan membantai mereka semua satu per satu.


Sedangkan Nia, dengan ketegangan yang terus meningkat di dadanya, sembari menahan nafas. Dia perlahan-lahan berjalan mendekati ke tengah-tengah kawah besar yang berbentuk lingkaran tersebut.


Kemudian…


Saat itu juga,—


“Baiklah, mari mulai awal dari kehancuran ini.”


—Dia mendengar suara dari dalam asap.


Itu bagaikan tali benang yang terputus, ketika Nia segera menyadari bahwa ini adalah sesuatu yang berbahaya, dia berteriak. Seakan putus asa, dia segera berteriak kepada semua orang dengan suara yang keras.


“SEMUANYA CEPAT LARI DARI SINI—!!!”


Wajahnya tersentak, yang melukiskan tentang keputusasaannya. Dia berulang kali menyuruh semua prajuritnya untuk segera melarikan diri dari tempat itu.


Namun,—


“Itu sudah terlambat, dasar bodoh.”


Detik berikutnya, cahaya merah pekat memenuhi seluruh pandangan semua orang. Itu adalah kekuatan penghancur yang menjadi mimpi buruk untuk semua yang melihatnya.


Di mana, sebuah tombak cahaya berukuran raksasa menerjang bagaikan laser, dan menghancurkan benteng kota beserta rumah-rumah para penduduk yang mengikuti jalur lurus dari laser tersebut, yang memanjang sampai menembus awan langit.


Melihat itu, mata semua orang jatuh ke dalam keputusasaan.


Nia dan juga Robert menatapnya melotot seakan tak mempercayainya.


Hati mereka semua membeku, dan membuat mereka hanya bisa terdiam seperti patung. Garis-garis kegelapan juga menutupi wajah semua orang, sehingga itu seakan membuat waktu di sekitar mereka berhenti.


Dibandingkan dengan Nia, Robert, dan para prajurit, sesosok monster berbentuk humanoid yang menjadi dalang dari kehancuran itu, dia hanya tersenyum lebar. Menjadikan dirinya seakan dimandikan oleh tatapan keputusasaan.


Itu membuatnya benar-benar merasa sangat bahagia.


Sembari merentangkan tangannya lebar-lebar, dia berkata.


“Pertama-tama, mari kita lenyapkan kota yang menjijikan ini.”


Setelah itu, kehancuran yang sesungguhnya datang dalam sekejap mata dan menjadikan seluruh kota menjadi neraka hidup.