
Suatu hari, gadis itu pernah bermimpi untuk menjadi seorang pahlawan. Karena itu dia setiap hari terus berlatih dan berlatih untuk bisa mengwujudkannya.
Dia memiliki guru yang sangat tegas, tapi dia adalah guru yang baik, setiap kali dirinya terjatuh karena kelelahan, gurunya selalu membawanya ke tempat tidur agar dia bisa beristirahat dengan nyenyak.
Gadis itu sudah menganggap gurunya sebagai sosok pengganti orang tuanya.
Karena orang tua gadis itu pergi meninggalkannya saat dirinya masih belia, satu-satunya orang yang bisa memberikannya kasih sayang keluarga hanya gurunya saja.
Karena itulah, dia ingin memberikan yang terbaik untuk gurunya.
Meskipun latihan yang dia miliki sangat ketat dan melelahkan, dia ingin gurunya memuji dirinya. Untuk itu dia harus berjuang keras tanpa boleh mengeluh.
Sekalipun tubuhnya menjerit oleh rasa sakit yang mengerikan, dan dia muntah-muntah. Dia masih harus melakukan yang terbaik agar suatu hari, mimpinya untuk menjadi seorang pahlawan akan terwujud.
Awal dia ingin menjadi seorang pahlawan adalah saat orang tuanya menceritakan sebuah kisah di mana seorang pahlawan menyelamatkan dunia dari kehancuran dan membuat dunia di mana semua orang bisa tersenyum bahagia.
Gadis itu mengagumi sosok pahlawan yang seperti itu.
Sambil terus memimpikannya, dia terus berjuang dan berjuang.
Gurunya juga mendukung mimpi gadis tersebut, karena itu gurunya selalu mengajarinya berbagai hal yang dia perlukan untuk menjadi sosok pahlawan yang sangat dia kagumi.
Lalu, suatu hari, ketika dia sedang tertidur. Dia mendengar suara yang aneh di dalam mimpinya. Itu adalah suara bisikan yang berdengung, sehingga gadis itu tidak dapat mencerna semua perkataan yang dikatakan oleh suara itu.
Namun, satu hal yang dapat dia dengarkan.
‘Tolong selamatkan anak itu’
Itu adalah sebuah pesan kecil yang terdengar sangat lirih.
Gadis itu tidak mengerti apa maksud dari perkataannya—tidak, dia mungkin memiliki pemikirannya sendiri untuk menganalisa pesan tersebut.
Tapi, tetap saja dia masih tidak paham.
Dia tidak tau keselamatan seperti apa yang diminta dan siapa yang harus dia selamatkan. Namun, ketika tertidur lagi, suara itu tidak pernah lagi muncul.
Dia pikir itu hanya perasaannya, jadi dia tidak terlalu memikirkannya dengan serius.
Meski begitu, entah kenapa kata-kata tersebut telah terukir di dalam jiwanya dan dia tidak dapat melupakannya. Itu telah menjadi sumber kekuatannya untuk melangkah lebih jauh dalam menggapai impiannya.
Setiap kali dia memikirkan kata-kata tersebut, kekuatan yang besar mengalir di dalam tubuhnya dan itu membuatnya dapat menggunakan sihir yang luar biasa.
Gurunya bahkan juga sangat terkejut.
Menyadari hal itu, gadis tersebut sangat senang dan dia merasa bahwa bayangan tentang masa depannya sebagai Pahlawan bukan hanya sekedar angan-angan saja.
Lalu, suatu hari, gadis itu diam-diam melarikan diri dari rumah dan pergi ke hutan. Dia bermaksud untuk bertarung melawan seekor monster.
Dia tau jika dia ketahuan oleh gurunya, dia akan dimarahi habis-habisan. Tapi, membawa semua kepercayaan diri yang besar, dia merasa bahwa dirinya bisa melakukan apapun yang dia inginkan dengan kekuatan itu.
Namun, itu adalah sebuah kesalahan.
Dia terlalu naif untuk berpikir bahwa dunia luar sebaik itu, dan pada akhirnya tanpa dia sadari dirinya telah diculik oleh orang-orang jahat yang berniat untuk menjualnya sebagai budak.
Gadis itu sangat ketakutan.
Dia bisa saja melawan mereka dengan kekuatannya yang sekarang, namun dia tidak bisa melakukannya karena tubuhnya tidak dapat bergerak sesuai dengan keinginannya.
Melihat para orang jahat itu membunuh seseorang di depan matanya langsung, gadis itu merasa seluruh pikirannya runtuh, sehingga membuatnya tidak dapat menggunakan sihirnya dengan baik.
Hal itu benar-benar membuat gadis itu ketakutan.
Dia menyesal karena telah melanggar aturan gurunya untuk pergi keluar.
Namun, semuanya sudah terlambat.
Dia akan mati, atau mungkin lebih buruk lagi dari itu.
Itu lah yang dia pikirkan saat dirinya dikurung di sebuah kurungan besi yang dingin sambil gemetar ketakutan. Wajahnya menjadi suram penuh dengan bayangan tentang masa depan yang gelap, dan membuat air matanya menetes.
Akan tetapi, pada saat itu juga, seseorang menyelamatkannya.
Itu adalah seorang anak laki-laki yang seumuran dengannya. Dia memiliki rambut hitam legam yang sangat langka, dan anak itu juga memiliki kekuatan yang sulit dipercaya bahwa dia hanya seorang anak kecil.
Anak laki-laki itu mengalahkan semua orang jahat dengan sangat mudah, dia bahkan tertawa keras saat dirinya membunuh semua orang jahat itu dengan kekerasan yang di luar nalar.
Melihat itu, gadis tersebut tercengang.
Mungkin baginya itu terlihat sangat kejam, tetapi meskipun begitu gadis itu tidak bisa berhenti dibuat terpesona ketika anak laki-laki itu mengayunkan pedangnya dengan gerakan yang sangat indah. Dia bahkan juga bisa menggunakan sihir yang sangat luar biasa.
Gadis itu terpana oleh kekuatan anak tersebut.
Saat anak laki-laki itu ke arahnya, dia pikir dirinya juga akan dibunuh. Namun, anak itu hanya memotong jeruji besi yang mengurungnya dan juga item sihir yang menyegel kekuatan sihirnya.
Setelah itu, dengan senyuman lebar dia pergi meninggalkannya begitu saja.
“Hati-hatilah saat kau berjalan pulang.”
Itu adalah satu-satunya kata yang dia berikan kepadanya sebelum anak laki-laki itu menghilang di dalam kegelapan.
Dia seakan menyaksikan langsung sebuah adegan yang sering diceritakan oleh orang tuanya tentang seorang pahlawan yang menyelamatkan seorang gadis cantik, dan kemudian gadis cantik itu menikah dengan pahlawan tersebut.
Ini membuat detak jantung gadis itu berdetak kencang.
Namun, saat itu, dia masih belum bisa memahami tentang perasaannya sendiri. Jadi, pada akhirnya dia mengabaikan hal itu dan kembali pulang ke rumahnya.
Tentu saja, dia dimarahi habis-habisan oleh gurunya setelah itu.
Karena itu juga, keesokan harinya dia dilatih dengan lebih keras lagi orang gurunya, dan membuatnya sangat menyesal karena telah membuat gurunya marah dan khawatir.
Semenjak, gadis itu lebih bersungguh-sungguh lagi dalam latihannya.
Kemudian, 4 tahun telah berlalu, dan saat ini usianya telah beranjak di 15 tahun. Ketika itu, gurunya pergi meninggalkan dirinya, dan membuatnya benar-benar sangat sedih karena sekarang dia menjadi sendirian.
Namun, sebelum gurunya pergi, dia meninggalkan pesan kepada gadis itu.
Itu adalah sepucuk surat yang ditinggalkan di kamar gurunya.
Gadis itu membaca isinya.
Di sana, gurunya berwasiat kepada dirinya agar dia pergi belajar di Akademi Kerajaan untuk melanjutkan latihannya di sana.
Karena itulah, —
“Tunggulah, Guru. Aku pasti akan menjadi pahlawan yang bisa Guru banggakan!”
—Dengan tekad seperti itu, gadis itu memutuskan untuk menuruti perkataan gurunya dan pergi ke Akademi untuk melanjutkan latihannya di sana.