Become A Last Boss With System

Become A Last Boss With System
Ch.34 - Memulai cerita



“Hei, apa kalian tau tentang rumor itu?”


“Rumor apa?”


“Aku dengar akhir-akhir ini ada kelompok bandit yang berkeliaran di hutan Iblis, dan kudengar mereka telah membakar habis dua desa di sekitar hutan itu.”


“Kau serius? Itu kejam sekali.”


“Yah, aku dengar mereka juga menjual para penduduk desa sebagai budak.”


“Eh, benarkah? Menakutkan.”


“Yah, karena itulah lebih baik kita tidak mendekati hutan Iblis.”


“Tapi, aku pikir kita tidak perlu mengkhawatirkannya.”


“Huh, memang kenapa?”


“Apa kau sudah dengar tentang rumor ‘Ksatria Kegelapan’?”


“Yah, aku tau itu. Dia telah menjadi tren akhir-akhir ini. Aku dengar dia suka memburu bandit-bandit tiap malam. Berkat itu juga, banyak pedagang dan penduduk setempat yang berterima kasih kepadanya.”


“Benar. Sampai sekarang tidak ada yang tau siapa dia sebenarnya, banyak yang bilang kalau dia memiliki rambut hitam dan memakai topeng.”


“Yah, apapun itu, dia telah sangat membantu. Jadi aku tidak peduli siapa dia sebenarnya. Aku yakin kali dia pasti akan memburu para bandit itu lagi.”


“Aku harap begitu.”


“Kita tidak perlu khawatir, yang perlu kita lakukan hanya menikmati hari ini sambil berterima kasih kepada Ksatria Kegelapan!”


“Ahaha, kau benar. Mari kita bersulang untuk Ksatria Kegelapan!”


“Semoga dia tetap membantu kita seperti ini.”


“Hidup Ksatria Kegelapan!!”


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain, berada di dalam hutan.


Beberapa orang tengah berjaga sambil membuat wajah yang mengantuk ketika mereka bersandar di dekat gerobak kereta kuda sambil mengawasi keadaan sekitar.


Mereka adalah sekelompok bandit yang sedang dibicarakan akhir-akhir ini, dan sekarang mereka tengah beristirahat di dalam hutan setelah berhasil merampok harta dari para pedagang.


Suara hutan malam yang sepi membawa hembusan angin yang dingin.


Saat itu, seorang pria berambut pirang dengan wajah yang suram berjalan memasuki hutan.


“Oi, kau mau kemana?” Temannya yang melihat itu menegurnya.


Tapi, tidak memperdulikan hal itu, pria berambut pirang itu hanya melambaikan tangannya dengan tidak semangat, “Cuma buang air bentar.”


Setelah itu, dia pergi jauh ke dalam hutan dan membuang air kecil di dekat salah satu pohon. Namun, selagi dia dengan puas membuang air kecil, tiba-tiba semak-semak yang ada di dekatnya bergemerusuk.


“Huh? Apa itu?” Dengan rasa curiga, bandit itu menatap ke arah semak-semak yang bergerak, matanya menyipit tajam.


Tapi, begitu dia terus menatap semak-semak itu, tiba-tiba seekor kelinci keluar dari dalam semak-semak itu dan pergi begitu saja.


“Cuma kelinci ya.”


Dia terlihat lega, dadanya mengempis dan helaan nafas keluar dari mulutnya. Setelah memastikan bahwa tidak ada yang perlu dia takuti, pria itu berbalik.


Dan saat itu juga…


‘Jruk’


… Kepalanya tertusuk.


Sebuah bilah pedang hitam mencuat dari dahinya dan menusuk tepat ke dalam otaknya, membuat dia mati seketika. Begitu pedang itu ditarik dari kepalanya, tubuh bandit itu terjatuh seperti boneka yang talinya terputus.


Kemudian, berjalan keluar melalui kegelapan, siluet seorang pemuda berambut hitam terlihat jelas dengan senyumannya yang melengkung.


“Nah, mari kita lihat. Sejauh mana mereka bisa berjuang?”


Mengatakan hal itu, sosok tersebut kembali menghilang di dalam kegelapan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pada saat itu, pandangannya terangkat, dia melihat ke arah jalan di mana sebelumnya, temannya pergi melewati jalan itu untuk membuang air kecil.


Di sana, dia melihat siluet seseorang yang mendekat.


“Darimana saja kau? Cepatlah kembali ke posisimu, atau kita akan dimarahi oleh bos. Aku ingin cepat-cepat pergi dari hutan ini, dan kembali ke kota.”


Penampilan dari siluet yang berjalan mendekat tidak kelihatan karena gelap, tetapi dia pikir itu adalah temannya yang baru saja kembali, jadi dia tidak terlalu waspada.


Itulah yang membuatnya ceroboh.


“Dasar bodoh.”


“Huh? Ka-Kau?! Mungkinkah?!”


Memperlihatkan wujudnya dari balik kegelapan, bandit itu membuka matanya lebar-lebar begitu melihat siluet asli dari orang yang mendekatinya.


Dia memiliki rambut hitam legam yang dipotong pendek, dan juga memakai topeng dansa berwarna hitam yang menutupi wajahnya.


Melihat sosok itu, tubuh bandit tersebut gemetar ketakutan, dan kemudian dia berteriak keras menyebut julukan sosok hitam itu.


“Ksatria Kegelapan?!”


“Itu benar. Senang bertemu denganmu, dan … selamat tinggal.”


“Ah?”


‘Jruk!’


Mengayunkan pedang hitamnya, Ksatria Kegelapan membelah tubuh bandit itu menjadi dua bagian, memisahkan bagian kiri dan kanannya dengan simetris. Darah merah muncrat membentuk jembatan ketika tubuhnya terbuka menjadi dua, sedangkan organ dalamnya tercerai berai ke mana mana.


Saat itu, beberapa teman bandit itu yang menyadarinya adanya keributan, segera datang dan melihat temannya dibunuh tanpa pandang buluh.


“Se-Serangan musuh!!”


“Ksatria Kegelapan telah datang untuk memburu kita!!”


Mereka berdua berteriak keras, mengabari semua temannya tentang serangan musuh. Namun, itu adalah sebuah kesalahan ketika mereka teralihkan dari Ksatria Kegelapan.


‘Jruk! Jruk!’


Tidak dibuat berkutik sedikitpun, tebasan pedang hitam langsung memotong tubuh mereka berdua menjadi beberapa bagian dan membunuhnya seketika.


“Bau darah segar yang menyengat mungkin akan mendatangkan monster, jadi aku harus menyelesaikan ini dengan cepat.”


Menatap mayat mereka yang mati tanpa perlawanan, dengan tubuh yang telah termutilasi tanpa ampun, Ksatria Kegelapan itu bergumam dengan suara yang tenang tanpa memperlihatkan rasa bersalah sedikitpun.


Tapi, selagi dia memikirkan hal itu, bala bantuan musuh telah datang.


“Bunuh dia! Jangan biarkan dia melakukan seenaknya kepada kita!! Jangan takut! Jika kita menyerangnya secara bersama, dia pasti akan mati!!”


Mereka ada lebih dari dua puluh orang.


“Tampaknya kali ini banditnya memiliki skala yang besar.” Melihat jumlah musuh yang lebih banyak dari yang dia pikirkan, dia sedikit terkejut.


Namun, mengangkat bibirnya ke atas, Ksatria Kegelapan tersenyum lebar, dan dia memandang para bandit itu dengan mata yang dipenuhi oleh semangat.


“Itu artinya, aku bisa mengharapkan apa yang mereka miliki.”


Kemudian, dengan hentakan kaki yang meledak, Ksatria Kegelapan terbang ke arah para bandit itu dan pada saat itu juga dia membunuh mereka semua dalam sekejap mati.


Tidak ada satupun dari mereka yang bisa menghentikannya. Bahkan, sebelum para bandit itu sempat untuk melawan balik, tebasan Ksatria Kegelapan telah lebih dulu memotong tangan mereka dan dilanjutkan dengan kepala mereka.


Tapi, tetap saja, bala bantuan musuh datang lagi dan menyerangnya. Meskipun pada akhirnya, dia menjadikan mereka semua daging cincang yang menjijikan.


Darah merah bertebaran ke atas langit, dan jeritan demi jeritan menggelegar di seluruh hutan. Sedangkan di sisi lain, suara tawa dari Ksatria Kegelapan menjadikan malam yang sunyi itu menjadi mimpi buruk yang kejam bagi para bandit, sebelum mereka semua langsung dibuat pergi ke neraka.


Pada akhirnya, itu selalu berakhir seperti biasa.


Genangan darah merah dan tumpukan mayat dari para bandit yang bertebaran di mana mana, serta semua harta yang menghilang tanpa jejak.


Hari ini pun, Yulius melakukan hobinya seperti biasa.


Setelah menyelesaikan kegiatannya, sambil membawa banyak koin emas di genggaman tangannya, Yulius menatap bulan malam yang indah dan berkata sendiri dengan senyuman yang tipis.


“Kurasa, ini sudah saatnya aku pergi ke Akademi.”