Analaa

Analaa
jalan jalan



Dua hari setelah Rangga di datangi oleh Anita, yang berujung pergi dengan kesadaran sendiri. Kini Rangga siap siaga dengan kedatangan tamu yang tidak di undang seperti itu. Dengan cara Rangga minta kepada pihak rumah sakit untuk melakukan pengamanan di gerbang rumah sakit, khusus untuk orang – orang yang ber lagat aneh.


Hari minggu ini, sepertinya tidak ada kata libur untuk Rangga, hari minggu adalah hari yang tidak tanggal merah oleh pihak rumah sakit. Karena orang sakit tidak hanya sakit di tanggal hitam saja. Rangga mendapatkan gilirannya piket kebetulan hari minggu untuk minggu ini.


“kang, hari ini kamu ke rumah sakit kan?”, tanya Anala lagi, untuk memastikan jadwal Rangga.


“iya, emang kenapa, kamu mau ikut?”, jawab Rangga dari dalam kamar yang sudah siap – siap pergi kerja di hari libur itu.


“nggak, aku mau pergi ke mall sama Diana dan putri kang, aku bawa Maryam, boleh yah, sekali - sekali”, sanggah Anala.


“oke, tapi kamu mau ngapain?”, tanya Rangga dengan pura –pura tidak tahu kegiatan orang ke mall.


‘lah, percuma aja pintar nih orang, masa ke mall ditanya ngapain’, batin Anala sambil menggeleng – gelengkan kepalanya.


“lah mau ngapain lagi kang, lah belanja lah bro, mau ngapain lagi”, jawab nyeleneh Anala.


“iya ya”, jawab Rangga singkat sambil menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal itu.


Suasana pagi itu lebih baik dari tiga hari yang lalu. Dan Rangga masih bisa menyimpan rahasia mengenai perempuan yang sering menghubunginya itu. Itu hal yang dapat mengganggu perasaan Anala jika Rangga berterus terang terlalu cepat kepada Anala, oleh karena itu Rangga mencari celah untuk menceritakan pada Anala. Walaupun Anala sudah mencurigakan hal itu, dan juga sudah tahu orangnya dari temannya.


“nih, pin nya 120089”, ucap Rangga sambil menyodorkan ATM yang didominasi oleh warna hitam itu.


“ha, apaan ini kang, saya nggak minta”, jawab Anala bingung dengan benda tipis itu di depannya yang berikan Rangga.


“pakai aja, katanya mau belanja kan, pakai aja sayang”, suruh Rangga sambil mengambil beberapa lembar urang seratusan dari dalam dompet kulitnya itu.


“apa ini kang, nggak, saya nggak mau, saya punya uang kok” tolak Anala kembali menggeser kartu dan uang itu ke arah depan Rangga.


Ada yah guys perempuan kayak Anala. Kalau saya , yah saya ambil aja dengan senang hati ;).


“ambil aja Ann, ini buat kamu, anggap aja ini nafkah bulan ini,kamu ambil aja semuanya”, ucap Rangga lagi sebelum memakai sepatu kerjanya.


“beneran ini kang?”, tanya Anala lagi memastikan. Mimpi apa Anala semalam mendapatkan rezeki berlimpah di pagi buta.


“iya, ambil aja, suami kamu ini kayak loh Ann, nggak usah kamu ragukan, kamu apa aja, saya beliin”, ucap Rangga sombong.


“lah malah sombong dianya, baru juga kita mau muji, udah sombong duluan”, ucap Anala memonyongkan mulutnya.


“makasih ya kang, semoga rezeki kamu semakin berlimpah, dan bisa terus untuk membelikan apa yang saya mau”, balas Anala dengan senyum merekah.


Jatuh cinta emang pakai hati, tapi mempertahankannya pakai rekening beserta saldo yang berlimpah.


“sama – sama”, balas Rangga sambil menyodorkan tangan kanannya, bertanda akan di cium Anala sebagai tanda hormat istrinya.


Anala yang sudah tidak sabar me time bersama teman geng nya, mengejar jalanan ibukota dengan sedan hitamnya tersebut dengan kecepatan sedang, dan ada Maryam di sampingnya. Me time, tapi bawa anak, itulah nasib Anala, walaupun orang banyak mengira bahwa Maryam hanya adiknya.


“uma, hari ini kita mau ke mall aja, nggak kemana – kemana gitu uma?”, tanya Maryam memecah keheningan di dalam mobil itu.


“iya nak, kita ke mall, emang kamu mau kemana?”, tanya Anala penasaran apa yang dimaksud Maryam.


“ke waterpark yuk uma”, ajaknya sambil cengengesan.


“ha, ke waterpark nak, jangan sekarang yah, kita mau ketemu sama anti Diana sama anti Putri sayang”, bujuk Anala.


‘lah teman – teman mamak lu udah pada gede gede nak, mana mau dia di ajak ke waterpark’, batin Anala.


“yah, nggak asyik “, respon Maryam yang tidak mendapatkan persetujuan mamaknya itu.


“nanti yah, kalau baba libur kerja kita water park”, bujuk Anala lagi.


“ok deh uma, kalau gitu”, jawabnya pasrah yang langsung berubah moodnya .


Anala pun bingung kenapa tiba –tiba Maryam minta ke waterpark, tadi pagi dia mau – mau aja di ajak ke mall.


“kenapa tiba – tiba mau ke water park nak, tadi pagi kita kan janjinya mau ke mall kan sayang”, tanya Anala.


“kemaren teman aku cerita uma, dia mau berenang sama bunda dan ayahnya ke waterpark, aku juga mau uma, sama uma dan juga abah”, ucapnya yang membuat Anala tertegun sebentar.


“nanti yah nak, abah kan kerja sekarang, minggu depan yah, kayaknya abah libur deh”, bujuk Anala.


“ok , janji yah, minggu depan”, tantang gadis kecil itu.


“ok”, jawab Anala tersenyum ke arah Maryam.


Setelah Anala melihat ke kanan kiri sisi parkiran mall, tidak ada tanda – tanda kedatangan Diana dan Putri di dekatnya, padahal Anala sudah menelpon mereka, bahwa mereka sudah sampai di parkiran mall.


tok.. tok. tok


Anala yang merasa kaca mobilnya di ketuk seseorang dari luar, dan memalingkan wajahnya ke arah kaca tersebut, tapi Anala tidak melihat siapapun di luar sana.


tok. tok.. tok


Kembali kaca mobil itu di ketuk, tapi kaca kali ini, kaca belakang lah yang menjadi sasarannya.


“siapa itu nak?”, tanya Anala pada Maryam yang juga kelihatan bingung.


“nggak tau uma, siapa ya”, tanya Maryam balik.


“hahaha”, tertawa Diana dan Putri di balik kaca mobil Anala.


“ternyata anti Di dan anti Putri uma”, ucap Maryam sambil tertawa kecil.


“ih ngapain kamu ngetuk – ngetuk nggak jelas sih, aku pikir ada penjahat, mana akau berdua sama Maryam lagi”, kesal Anala lagi yang melihat tingkah dua sahabatnya itu yang sudah membuat jantungnya berdetak tak karuan.


“hey Maryam ayok sini sama anti”, ajak Diana sambil membuka pintu mobil Anala sebelah duduk Maryam.


“ayok kita shopping”, ajak Putri dengan girang.


“bahagia banget kamu Put, ada kabar bahagia nih”, curiga Anala sambil melirik halus ke arah Diana, yang sedang membimbing tangan Maryam.


“lah kamu nggak tahu Ann, kayaknya sebentar lagi kita mau cari Bridesmaids deh Ann”, ucap Diana yang Anala sudah tahu maksud dan tujuannya.


“lah, beneran Put, sama Putra itu, kapan, keman aja kamu sama dia?”, tanya Anala yang mencecar Putri dengan pertanyaannya.


“lah kamu percaya sama Diana, belum lagi”, balas Putri yang mengundang sebuah pertanyaan lagi.


“oh .. belum lagi, tapi mau jadi gitu ”, balas Anala yang membuatnya dan Diana tertawa kecil.


“ayok masuk, nanti sampai sore kita di sini guys”, ajak Putri yang kesal, Anala dan Diana malah menanyakan hal – hal yang dibuat. bingung untuk menjawabnya.


Berlari – lari dan sambil tertawa, itulah kegiatan mereka tiga sahabat itu sambil mengasuh Maryam.


“Ann, asyik deh kalau kita main itu”, ucap Diana pada salah satu mainan boneka capit.


“kamu kok malah lebih kanak – kana dari Maryam sih, malu dong, dia aja nggak mau main apa - apa”, balas Putri yang melihat tingkah Diana.


“lah sekali – sekali Put, kapan lagi, kalau udah punya anak nanti nggak bisa kita kayak gini”, balas Diana.


“masih bisa kok, ini buktinya”, lugas Anala sambil tertawa.


“ye, dapat ”, ucap Diana yang mendapatkan boneka beruang pink itu dengan mudahnya.


“ini buat kamu sayang”, Diana memberikan boneka tersebut pada Maryam.


“makasih anti”, balas Maryam girang.


Mata perempuan akan lemah dan terbuai ketika melihat barang – barang dapur dan hal –hal yang berhubungan dengan berdandan. Mereka melihat betapa indahnya sepatu dan baju beserta koleksi tas terbaru di salah satu toko di mall tersebut.


“insyaf mata, insyaf mata”, ucap Diana sambil mengucek matanya.


“aduh bisa khilaf nih”, tambah Putri.


“kamu mau beli apa?”, tanya Anala sambil berjalan masuk ke dalam toko tersebut.


“kayaknya aku mau beli tas deh Ann, bagus – bagus cuy”, balas Diana tanpa melihat Anala, melainkan hanya melihat tas – tas yang berjejer rapi di tempat yang diberikan pencahayaan yang bagus itu.


“kamu mau pilih yang mana?”, tanya Anala.


“yang ini bagus Ann, ini juga bagus”, ucap Diana dan Putri.


“owh ya udah ambil aja”, dengan santai Anala berucap pada Diana dan Putri. “hemat Ann, tanggal tua sekarang”, balas Diana dan di setujui oleh Putri.


Anala dengan cepat mengambil dua tas yang terpampang tanpa banyak pikir dan membawanya ke kasir.


“mbak ini dua, berapa mbak?”, ucap Anala sambil memberikan tas tadi ke mbak kasir.


“segini mbak”, tunjuk ke arah Anala dengan harga yang lumayan, tapi Anala tidak memperhatikan harga untuk menyenangkan teman – temannya.


“Ann, ini beneran buat kita?”, tanya Diana dan Putri yang telah menerima paper bag yang berisi tas yang mereka sukai itu.


“iya , ambil aja, anggap itu traktiran wisuda saya”, balas Anala.


“ini mahal loh Ann”, ucap Diana sambil melihat harga yang dia lihat tadi.


“nggak apa – apa, apanya yang mahal , yang penting kamu senang kan”, ucap Anala sambil melihat Diana dan Putri.


“thank you Ann, enak yah belanja sama teman yang hobi traktiran kayak gini”, ucap Putri.


“udah cocok belum gue kayak sugar daddy?”, tanya Anala bercanda.


“luh mau jadi sugar daddy, atau sugar mommy”, tanya Diana.


“nih bukan bukan yang sugar mommy, tapi Rangga lah yang menjadi sugar daddy kita hari ini”, ucap Anala sambil tersenyum.


“asik yah kalau jalan – jalan saa istri orang kayak, mau apa aja di beliin”, balas Diana meledek.


“bukan kayak, tapi royal”, ucap Anala sambil tertawa.


Hari itu mereka habiskan dengan berbelanja dan tertawa, sambil bercerita dengan curhat, mereka bertiga juga tidak lupa ber swa foto yang sampai sekarang tidak pernah di posting di sosial media mereka. ;)


......................


Bersabarlah dengan orang – orang yang berilmu


maka kamu akan ketularan ilmunya


...................