Analaa

Analaa
surprise



Hari pembagian rapor Maryam bertepatan dengan hari jumat, walaupun maryam masih sekolah di taman kanak – kanak, proses penerimaan rapor juga diadakan, hanya untuk kesenangan anak – anak dan juga ajang evaluasi bagi guru, anak – anak dan juga orang tua.


Anala yang tampak sibuk ingin mencari baju yang couple dengan Maryam untuk acara menerima rapor.


“uma, hari ini kita pakai baju apa?”, tanya Maryam yang baru selesai mandi dengan mengenakan handuknya.


“ini uma lagi cari, baju samaan sama kamu, biar kita couple”, ujar Anala yang masih melihat satu persatu baju yang ada di jajaran lemarinya tersebut.


“ini dia, bagus nggak?”, tanya anala sambil mengangkat baju yang sudah dia dapatkan dari dalam lemarinya itu.


“bagus uma, cantik, hari kita pakai batik”, ucap Maryam senang dengan pilihan baju uma nya.


“girang amat, dapat harta karun apa?”, tanya Rangga dari balik pintu kamar,


“ini cari baju couple sama Maryam, bagus nggak?”, Anala kembali memperlihatkan baju batik itu pada Rangga.


“bagus, tapi ada yang kurang sayang”, ucap Rangga sambil memperhatikan baju yang sedang di pegang Anala tersebut.


“apa nya yang kurang kang?”, tanya Anala penasaran.


“kurangnya, aku nggak punya baju kayak gitu, nggak asyik”, pasrah Rangga yang menjauh dari mereka berdua menuju ruang makan untuk sarapan terlebih dahulu, dia tahu menunggu perempuan kalau berdandan harus punya tingkat kesabaran yang tinggi. “aku tunggu di meja makan ”, ucap Rangga pada Anala, sedangkan Maryam sudah melesat ke kamarnya,


“ok”, ucap Anala sambil mencari jilbab mana yang sesuai dia pakai untuk acara hari ini.


Rangga sambil menyantap hidangan sarapan pagi dengan sepiring roti bakar dan juga segelas susu. Tampak tangannya sedang sibuk men scroll layar tab yang ada di depannya.


kring.. kring.. kring


“ya, wassalamualaikum”, ucap Rangga menjawab telpon dari seseorang dari seberang sana.


“sudah beres semua tiket dan lainnya?”, tanya Rangga.


“ok kalau gitu makasih banyak ya”, balas Rangga dengan wajah sumringah menerima jawaban dari lawan bicaranya tersebut.


“Alhamdulillah”, ucap Rangga ditambah dengan senyum manis tujuh kelilingnya itu.


“kang, belum pergi kan?”, tanya Anala dengan sedikit berteriak.


“belum, aku udah siap?”, tanya Rangga menerima jawaban dari suara yang bertanya tadi.


“belum dikit lagi”, jawab Anala.


“huh, ayo cepetan”, jawab Rangga dengan sedikit mendengus kecil. ‘apa kan aku bilang, jangan berharap dengan perempuan ketika dia lagi berdandan, itu kenapa yang berperang di dominasi oleh kaum laki – laki, karena perempuan yah kayak gini lah, lama’, batin Rangga yang sudah menyesuaikan diri dengan kebiasaan sang istri dan bisa itu akan menjadi rutinitasnya setiap pagi nanti.


“iya iya”, jawab Anala sambil mempercepat gerak geriknya.


“abah, udah siap”, ucap Maryam yang langsung duduk di samping Rangga sambil meminum susu yang sudah dibuatkan uma nya.


“uma belum lagi nak?”, tanya Rangga melihat ke arah pintu kamar Anala dan sekilas rangga melihat putaran jam yang ada di pergelangan tangannya.


“belum bah, uma lama”, jawabnya sambil tertawa.


Sepuluh menit kemudian..


“udah selesai”, ucap Anala sambil menutup pintu kamarnya, dan menoleh ke arah meja makan.


“loh kalian mana?, hey dimana, uma udah selesai”, ucap Anala sambil mencari keberadaan dua orang yang dia cari tersebut.


“disini uma, kami di depan nungguin uma”, jawab Maryam sambil memberi makan ikannya di kolam.


“iya, ayo berangkat”, ucap Anala sambil mengunci pintu rumah.


“kayaknya acara pembagian rapor sudah selesai deh sayang”, ucap Rangga.


“ih kamu lebay, nggak selama itu juga aku siap – siap nya”, balas Anala.


Mobil mereka menjauh dari pekarangan perumahan asri tersebut. Percakapan manis yang saling membalas antara satu sama lain menambah kesejukan bagi keluarga baru itu.


“Ann, nanti pulang aku jemput yah”,


“lah kamu kan kerja kang nanti pembagian rapornya kelarnya cepat, nanti kami pulang sama angkutan online aja”, ucap Anala.


“emangnya nggak apa – apa?”, tanya Rangga memastikan.


“ya nggak apa – apa lah, aman kok, insyaallah”, balas Anala.


“nanti kau mau kasih surprise”, tiba – tiba Rangga mengumumkan berita yang akan menggembirakan itu.


“surprise apa kang?”, tanya Anala penasaran.


“ya elah pakai surprise surprise segala kang”, balas Anala.


Tiket dan sudah dipesan Rangga dan tour ke beberapa negara setelah umroh tersebut sudah selesai di booking semua. Rangga meminta tolong kepada temannya yang merupakan agen travel tour. Dan negara Turki adalah salah satu negara impian Anala sejak lama.


“dah bah, hati - hati”, ucap Maryam sambil melambaikan tangannya ke arah mobil Rangga yang telah menjauh dari mereka itu.


.....


“selamat ya Maryam mendapatkan nilai A, kamu pintar sekali”, ucap salah satu guru maryam itu.


“terima kasih ibu”, ucap Maryam sambil menerima gulungan kertas hasil proses belajarnya selama ini.


“makasih bu”, tambah Anala yang tersenyum melihat perkembangan anaknya yang mendapatkan nilai bagus.


Setelah menerima rapor Anala dan Maryam singgah terlebih dahulu di mall untuk beli makanan dan juga Anala ingin membelikan Maryam hadiah dari hasil rapornya yang bagus.


“nak, kamu pengen apa?”, tanya Anala.


“pengen...”, ucap Maryam sambil melihat kepada toko yang menjual es krim.


“mau es krim?”, tanya Anala.


“nggak uma, mau boneka”, terang Maryam.


“tapi lihatnya ke sana, ”, tanya Anala tertawa.


“tapi pengen boneka juga umma”, jawab Maryam terkekeh.


“ayok, kita beli boneka nya”, ajak Anala.


Anala membawa maryam ke toko boneka beragam bentuk dan warna itu, pastinya sangat menyejukkan mata siapa pun yang memandang. Dari ukuran ulat bulu sampai ukuran dinosaurus pun ada di sana. Maryam terlihat sulit untuk menjatuhkan pilihan ke boneka mana yang mau dia pilih.


“uma aja yang pilihan uma, bingung aku mau pilih yang mana, banyak banget”, ucap Maryam menyerah.


“hahaha”, tertawa Anala.


“uma sih pengennya yang beruang itu, tapi susan nanti kita bawa pulangnya nak”, jelas Anala.


“yang ulat bulu itu aja uma, kecil kan”, saran Maryam.


ups.. sekarang yang mau beli boneka uma atau Maryam sih?.


“ya itu kecil banget nak”, tambah Anala.


“kalau nggak yang itu sayang”, tunjuk Anala pada salah satu boneka empuk nan menggemaskan itu, yaitu boneka boba.


“iya deh itu aja uma, bagus”, anggukan kepala Maryam pun ikut menyetujui permintaan uma nya.


“Kegiatan untuk hari ini sudah usai saatnya kembali pulang ke rumah”, ucap Anala sambil menjinjing barang bawaan mereka keluar dari mall tersebut.


Janji kejutan pagi tadi yang sudah terucap oleh Rangga seakan kembali teringat di kepala Anala di saat perjalan menuju pulang, ‘apa yah’, batin Anala selalu bertanya – tanya.


Sepertinya hari ini adalah hari singkat bagi Rangga, ketika Anala pulang dari sekolah Maryam dan mall, ternyata mobil Rangga sudah terlebih dahulu terparkir di garasi rumah mereka.


“uma, abah udah pulang aja?”, tanya Maryam bingung.


“kayaknya sudah nak, ayok kita masuk”, ajak Anala sambil menenteng bahan belanjaan mereka ke dalam rumah.


“assalamualaikum”, salam Anala dan Maryam.


“waalaikumsalam”, jawab sumber suara dari dalam rumah.


Dari raut wajah Rangga ketika membuka kan pintu sudah kelihatan, bahwa ada sesuatu yang ada dia beritahu. Tapi Rangga masih menahan informasi tersebut.


“sepertinya ada yang mau di ucapin nih”, pancing Anala.


“iya ada surprise untuk kita bertiga”, ucap Rangga sambil memberikan amplop berkas pada Anala, sekilas amplop tersebut memuat banyak dokumen di dalamnya.


“wah.. wah..wah”


“alhamdulillah, masyaallah kang”, ucap Anala berlinang air mata ketika melihat tiket umroh yang ada di dalam amplop tersebut.


“beneran ini kang?”, tanya Anala yang masih tidak percaya dengan semua yang dia terima tersebut.


“beneran, kita umroh bertiga nanti, kamu senang nggak ?”