Analaa

Analaa
pernikahan ipar



Jentik - jentik jari yang beradu dengan meja riasnya


menandakan sebuah irama yang tak berlirik


seakan hilang semua kata karena dirinya


tak lagi ada dalam setiap untaian kisah


Sudah......


ikhlaskan dan berdoa


semoga apa yang dirasa


seakan terganti dengan sebuah tawa


Tapi....


itu tidak mudah, kisah yang dulu pernah tercipta


seakan kembali memohon untuk dibuka


dan berbisik disaat jiwa gundah gulana


Mentari....


tolong kau simpan kenangan dengan dirinya


dan katakan pada hujan


jatuhkan ditempat yang tak mampu aku gapai selamanya


sudah terlalu sakit untuk mengingat semua luka yang pernah dulu ada


Sekarang dia sudah bahagia dengan untaian kisah yang berbeda


yang tak peduli bagaimana aku menanggung luka


yang sulit untuk dipadamkan dengan pura-pura lupa


Apalagi tersenyum dengan ekspresi tawa yang bercampur marah


sudahlah.........


“Ibuk ini enak banget, enak banget bu, nggak bohong “, tambah anal yang tampak sangat senang dengan makanan nya saat ini dan juga bahagia dengan suasana pada sat itu, sama dengan seperti dulu dia menjadi menantu orang situ, dan sekarang walaupun sudah tidak menjadi menantu, Anala tetap merasakan hal yang sama hangatnya seperti dulu, itu kenapa Anala betah dan nyaman bersama mantan suaminya itu, karena dia diperlakukan layaknya seperti anggota inti dari kelurga mereka sendiri.


“kak Ann, tolongin dong, sebentar lagi acara pengajian akan dimulai, tapi dari tadi udah aku telpon yang make up belum juga datang”, kata nadia adik kamil yang akan menikah tidak lama lagi itu.


“emangnya kamu percaya sama kakak untuk menghiasi kamu nad”, tanya Anala pasti.


“kakak kan juga yang make up ini aku waktu wisuda”, jawab nadia lagi.


Waktu nadia wisuda tidak ada salon di sekeliling kampus yang kosong, jadi nadia harus berfikir siapa yang bisa berhias untuk dirinya, dia ingat bahwa Anala bisa make up, walaupun tidak banyak orang yang tahu, tapi hasil make up Anala hasilnya bagus dan tampak seperti natural gitu, dan pada saat wisuda banyak teman nadia yang bertanya tentang diaman dan siapa yang make up ini nadia, nadia menyebutkan dan menginformasikan pada teman – teman nya tentang Anala yang hobi make up, dan pada saat yang banyak yang ingin dengan jasa Anala pada saat itu pula musibah menimpa anala dan kamil dan juga keluarga mereka yang lain.


“nad, kamu ingin make up yang seperti apa?”, tanya Anala yang muai berjalan menuju kamar nadia di lantai dua rumah itu.


“kaak aku ingin make up yang look seperti orang arab kaka, bisa kan”, tanya nadia dan berharap Anala memberi respon seperti yang dia inginkan.


sekaligus dilarang komplain di awal per make up.


“ok, saya janji nggak akan banyak tanya kok kak, saya turuti aja apa yang kakak mau, dan seperti apa hasilnya saya terima kak”, jawab nadia.


“ok kita mulai, kamu udah cuci muka nad”, tanya Anala.


karena sebelum make up sebaiknya untuk mencuci muka dan membersihkannya terlebih dahulu.


“sudah kak, aku udah cuci muka tadi dan udah pakai skincare juga, kita tinggal make up aja lagi”, kata nadia.


“kamu pakai foundation yang sih nad, ”, tanya Anala, yang tampak bingung dengan foundation yang mana yang akan dipakai nadia, karena di sana banyak kotek foundation dengan berbagai merek dan juga berbagai warna.


“yang ini aja kak”, ucap nadia sembari memberikan langsung kotak foundation tersebut ke tangan Anala.


“ouch yang ini, mahal ini ya nad, bagus banget lagi”, “nggak kok kak, nggak mahal kok, biasa - biasa aja”, jawan nadia malu - malu dengan menjawab harga barang tersebut.


“bagus yah nad, ketika dia udah mendarat di muka seperti mengcover semua jenis permukaan kulit tanpa ada yang menonjol yang juga bertumpukan, bagus banget nad”, jawan Anala sembari meratakan foundation nadia.


“selanjutnya, kita pakai aja nad, setelah itu baru pakai ceding yang khas seperti orang arab yang kamu mau”.


“kak yang bagus ya, make up nya, soalnya foto ini akan dilihat calon mama mertua kak”, jawab nadia genit, yang membuat Anala geram dan tidak menahan mencubit pinggul calon penganten tersebut.


“kamu yah, uda mulai genit, lama lagi dua minggu nad, tahannnn”, sambung Anala.


”kak sepertinya saya udah nggak tahan untuk menikah dan bersanding di pelaminan kak”, ujar nadia yang semakin membuat Anala membulatkan bola matanya.


“nad, diam dulu yah, ini nggak rapi loh pemasangan eye shadow nya”, tahan Anala untuk tidak membiarkan nadia sembarang ngomong yang nggak – nggak di dekatnya.


”kak, aku suka banget dengan hidungnya dan juga warna softlens nya, arab banget kak , koko bisa gitu kakak memilihkan warna sesuai untuk aku dan juga postur mukaku, hebat benget pokoknya”, puji nadia.


“diam dulu kamu nad, nih kakak nggak fokus nih nad, sering kamu puji –puji, nanti hasil ini ngak bagus loh”, bohong Anala.


“kak jangan gitu lah, masa nggak cantik aku di malam pengajian ini”,cemberut nadia.


“itu makanya kamu diam aja, nggak banyak ngomong dan nggak banyak gerak, kaka jadi sudah untuk fokus kan nad”.


“iya kak, ok deh aku diam dan tidak bergerak, aku akan jadi patung untuk beberapa menit ke depan”, ulas pasrah nadi yang tidak boleh bergerak sama sekali oleh Anala yang sekarang disulap menjadi make up nya nadia.


“nad, kamu suka pakai lipstik yang mana”, tanya Anal yang sepertinya sedang melihat – lihat lipstik dan jajarannya di lemari hias nadia yang sudah seperti orang jualan lipstik, mungkin dari segi bentuk dan juga dalam bermacam warna ada di sana semuanya.


“yang nude pasti mantap yak kak”, ide nadia yang biasa dia pakai pasti bagus kelihatannya dan penampilannya menjadi segar.


“kita ombre aja nanti gimana dek”, tanya anala lagi yang tampak memastikan dan memberikan ide untuk nadia tentang lipstik yang akan dia pakai.


“ok juga kak, di ombre pasti lebih segar kan”, “mata seperti menyala gitu kak, layaknya perempuan – perempuan bercadar di atas kuda yang sedang melintasi air dan bajunya ikut di kipas angin yang sedang melaju kencang”, kata nadia.


“baju mana yang ingin kamu pakai nad, ”, tanya Anala yang membuka lemari yang berisi ratusan baju nadia yang disusun berdasarkan warnanya itu.


“yang kaftan itu aja kak, kemarin baru kau beli, dan nitip teman yang pergi ke mekah untuk umroh, bagus nggak kak”, tanya nadia yang menanyakan pendapat Anala tentang baju yang akan dia pakai.


“cantik banget nad, ada Swarovski nya , mahal banget kelihatannya nad, kamu pakai jilbab kan?”.


“ya iyalah kak, nanti kena marah ayah kalau nggak pakai jilbab”, jawab nadia yang menekankan.


Wahhh cantik bangret nadia, itulah bentuk rasa kagum sanak saudara yang hadir pada malam itu