Analaa

Analaa
takut jujur



“kenapa Ann”, tanya Rangga sambil menggenggam tangan Anala dan menatap mata Anala dengan serius.


Kenapa tidak dengan Anala merasakan hal yang janggal. Anala yang merasakan hal tidak baik- baik saja terhadap suaminya. Tapi dia lebih memilih hening dan banyak perdebatan dengan suaminya. Seperti orang – orang pada umumnya.


“hmmm”, Anala hanya kaget kegugupan menjawab pertanyaan Rangga yang yang dia pikir Rangga sudah tidur, rupanya dia hanya pura – pura tidur dengan terus menggenggam masalah yang tidak diinginkannya itu.


“kamu belum tidur kang?”, tanya Anala gugup dan memilih memeluk gulingnya ke arah berlawanan dari Rangga.


Rangga dengan ada perasaan aneh. Mengapa Anala sangat berbeda sekarang di bandingkan dengan hari kemaren.


“lah kamu kan nanya, setelah itu menghadap ke sana, kenapa sayang”, tanya Rangga sambil menarik pergelangan tangan Anala.


“nggak ada apa – apa kang, tadi saya nanya kamu, tadi nggak mau jujur, kayak ada yang kamu sembunyikan dari aku yah?”, tanya Anala jujur dengan apa yang dia lihat.


“nggak tau Ann, sekarang tuh banyak banget orang yang mengganggu apa yang sedang kita perjuangkan”, jawab dengan tidak berbicara terus terang kepada Anala, karena dia takut Anala belum bisa menerima hal itu dengan tenang.


‘nanti kamu akan tahu Ann, tapi waktu itu bukan sekarang Ann’, ucap Rangga dalam hatinya.


Hal inilah yang sebenarnya ingin di jauhi oleh pasangan mana pun, hal yang sangat sensitif yang bisa mnejadi hal yang rumit jika tidak menemukan titik pemecahan. Rangga sekarang mencari itu. Berbeda dengan Anala yang lebih mencari penyebab itu terjadi.


Selingkuh dan yang di selingkuhi itu adalah hal yang kejam bagi hati yang lemah.


Yang hobi melakukannya itu adalah manusia yang mempunyai hati yang sudah terlatih.


Selingkuh?.


Itulah kata – kata yang selalu ada di dalam kepala Anala mengingat Rangga yang selalu sibuk dengan handphonenya akhir – akhir ini. Bagaimana tidak, ketika di toilet Rangga tidak pernah membawa handphone sekali pun, tapi beberapa hari yang di curigai ini, Rangga selalu bertingkah layaknya seorang tersangka, yang di sangka kan Anala di dalam kepalanya.


‘tidak mungkin, itu tidak mungkin, kami baru menikah belum sampai satu bulan, bahkan’, ucap Anala terus seiring untuk mengobati hatinya yang sedang gundah. Kalau ini benar, Rangga benar – benar keterlaluan.


“kalau ini benar , Rangga benar – benar keterlaluan”, ucap salah satu teman Anala yang dari tadi tidak melihat sedikit pun cahaya kebahagiaan yang ada di matanya. Dengan terpaksa Anala membeberkan dan berpesan, hal itu hanya mereka yang tahu. Teman- temannya pun mencari solusi dan mencari cara untuk menyelidiki apa yang terjadi sekarang ini pada Anala.


“dari kapan Ann, ada yang nggak beres kayaknya nih”, ucap Diana sang kepala detektif geng nya.


“tapi ya udah lah, saya pun belum tahu pastinya guys, dia ada skandal di belakang, atau saya yang over thinking sama dia”, timpal Anala.


“kamu lihat aja, kalau ada hal janggal dan lebih janggal menurut kamu, dan itu hal tidak biasa – biasa, kamu lapor ke kami aja, biar kami bantu”, ucap Diana dengan lantang.


Setiba di rumah, Anala pun bingung, ketika jam tersebut Rangga sudah sampai di rumah, ada pun kalau telat dai akan hubungi Anala. Ini tidak ada kabar. Tidak ada notifikasi apa pun dari orang yang sangat diminta kejujurannya itu.


“kemana Rangga?”, lirih Anala sambil membuka pintu dan juga ada Maryam yang sedang bergelantungan di tangannya.


“nggak tau uma nak, kayaknya abah lembur deh”, jawab asal Anala, sebenarnya dia belum tahu apa yang terjadi dengan Rangga saat ini.


Di rumah sakit.


Rangga masih sibuk memegang handphone dan membalas chat dari Anita si perempuan setengah iblis itu. Kenapa Rangga masih melayani?. Apakah masih sayang?.


“sudahlah Anita saya nggak mau kamu hubungi saya terus, saya merasa terganggu”, ucap Rangga dengan tujuan ingin segera mengakhiri chatting nya.


“tunggu dulu sayang, aku masih kangen kamu, besok aku akan k rumah sakit tempat kamu bekerja”, balas Anita dengan kalimat gilanya.


“gila apa kamu, jangan coba – coba kamu Anita, saya nggak mau nama baik saya, di rusakkan oleh kamu di sini, kamu carilah orang lain ke sana Anita, kamu punya segalanya dan banyak kok laki – laki yang menginginkan dirimu di luar sana ”, balas Rangga yang sudah muak dengan ancaman Anita.


“kamu jangan bodoh Rangga, saya mau nya kamu, nggak mau yang lain, ngapain aku cari yang lain, yang aku ingat cuma kamu”, jawab Anita yang tidak tau malu itu.


“Anita kenapa, kenapa harus saya?”, tanya Rangga sekali lagi.


“kamu adalah orang yang dulu pernah menolak saya mentah – mentah di depan teman – teman kita dulu, sampai membuat aku malu bertemu dengan teman – teman saya, sekarang saat nya saya balas dendam sama kamu, saya nggak mau lihat kamu bahagia, saya ingin melihat kamu bahagia dengan aku aja tuan Rangga”, jawab Anita dengan ekspresi kejamnya ratu iblis itu.


Rangga yang shock dengan jawaban yang tak terdeteksi dari mulut Anita itu kembali mengingat hal yang di sampaikan Anita. Rangga jauh membawa pikirannya di awal SMA, ada cewek yang selalu mengekorinya kemanapun dan sampai – sampai Rangga pun suka menjauh dari siap pun, dan jarang untuk keluar dari kelas. Dengan beraninya perempuan itu menyampaikan cinta untuknya, yang pada saat itu dia anak yang tidak mau mengenal cinta karena ilmu lebih berarti dari apapun.


Di lapangan basket yang berkedok lapangan voli itu, Anita si cewek rese ini menembak Rangga yang sedang membaca buku dengan temannya di pinggi lapangan. Kenapa tidak Rangga si anak jenius ini malu dengan tindakan bodoh Anita tanpa ada aba – aba terlebih dahulu.


“terima.. terima”, teriak teman – teman yang keluar dari ruang kelas mereka, melihat kejadian itu.


Dengan langkah seribu, Rangga langsung berlari ke kelas dengan wajah memerah dan juga malu. Si Anita bikin masalah.


“hu hu”, sorak anak – anak yang melihat Anita di tolak mentah mentah oleh Rangga dan akhirnya Anita pun balik ke kelas dengan perasaan marah dan juga malu. Ingat Anita apa yang kamu inginkan belum tentu kamu dapatkan.


.......


Sekarang Rangga baru menyadari, kenapa Anita begitu ingin balas dendam kepadanya, karena tindakannya dulu, Anita menyimpan rasa malu yang luar biasa. Tapi itu bukan salah Rangga sepenuhnya, kejadian itu berawal dari keberanian dan nekatnya Anita yang bar – bar. Dulu, tidak ada harga dirinya jika perempuan menembak seorang laki – laki duluan. Berbeda dengan sekarang. Istilahnya jika tidak berbuat lebih cepat di ambil orang, seperti itulah pemikiran sebagian anak gadis zaman sekarang. Cukup berani.


........................................


Jangan memaksa kehendak


sampai menepikan rasa malu yang mulia itu


........................................