
Satu mangkok yang sudah habis tak bersisa, satu hal yaitu kenyang sudah dirasakan perut masing teman Anala, termasuk Anala juga sudah kenyang. Proses pembayaran sudah selesai mereka mereka mobil sedan putih milik Anala yang berada di samping warung bakso tersebut, tidak sengaja teman Anala melihat ada satu ban mobil Anala yang kurang angin dan belum kempes maksimal.
“Ann, lihatlah! ban mobil kamu sepertinya kurang angin ya”, sambil menunjuk ban mobil yang kempes itu.
“iya yah, kok bisa, hari sudah malam juga mana ada bengkel yang buka malam-malam gini”.
“coba saya lihat dulu di gps ya Ann, mana tau ada bengkel buka 24 jam”, tambah Diana sambil membuka gps di handphonenya.
Dan alhamdulilah ada, cuma jaraknya tidak berada di dekat warung bakso tersebut, harus menempuh sekitar seratus meter dari warung bakso, jadi keputusan mereka, Anala sendiri yang menaiki mobil dan yang lainnya jalan kaki menuju bengkel.
“pak, sepertinya ban mobil saya bocor pak, bisa tambal ban disini kan pak?”, tanya Anala sambil mengecek ban mobil lain jika ada yang bermasalah.
“bisa nak”, kata tukang bengkel sambil memegang ban mobil Anala yang diduga bocor itu.
“nih nak ada paku gede nih yang menancap di ban mobil kamu”, kata tukang bengkel sambil mencabut paku tersebut dari ban mobil Anala menggunakan tang.
“waduh, besar banget ya pak”, kata Anala sambil terheran melihat paku besar tersebut ada di ban mobilnya ternyata itulah penyebab bocor ban mobilnya.
“wow besar banget pakunya Ann”, timpal teman-teman Anala yang sudah tiba di bengkel, setelah melakukan jalan marathon di malam itu.
“tunggu dulu ya nak, bapak tambal dulu bannya”.
“ya pak”, jawab Anala dan teman-temannya. Sekitar dua puluh menit berlalu, akhirnya ban mobil Anala sudah selesai ditambal dan mereka pulang menuju villa , karena hari sudah mulai tengah malam.
Setiba di villa mereka sholat isya bersama di ruang tamu, dan selesai sholat mereka kembali carita-cerita hal yang terjadi selama hari itu, karena kebanyakan bercerita rasa kantuk mereka langsung hilang, tibalah saatnya Diana yang bertanya pada Anala.
”Ann, boleh tanya nggak, btw dokter tadi siapa yah?”.
“ya Anala saya juga penasaran mana ganteng banget lagi tuh dokter hehehe”, timpal teman Anala sambil meledek Anala dan mencongkel pipi merah tomatnya,
“ih kalian apaan sih, itu dokter yang ada di rumah sakit tempat aku magang, dokter Rangga namanya”, jelas Anala.
“boleh tau instagramnya nggak Ann”, tambah teman Anala yang sudah siap dengan tombol pencarian aplikasi tersebut.
“ih kalian, tapi jangan macam-macam yah, awas loh”, pinta Anala sambil mengetik nama username di handphone temannya dan mereka betapa ganteng dan berkharismanya dokter Rangga, dan mereka menyadari, sepertinya di media sosialnya itu tidak ada sosok seorang perempuan alias pacarnya yang di unggahnya.
“dia udah punya pacar belum Ann?”, tanya genit teman Anala, “mana saya tahu saya bukan teman dekatnya, Cuma sekadar kenal saja, kamu tanya aja kalau gitu”, jawab Anala kesel karena teman-temannya menanyakan banyak hal tentang dokter Rangga.
Kring..kring bunyi notifikasi panggilan video call handphone Anala berbunyi.
”hay assalamualaikum ya Maryam, cantik sekali malam ini nak, udah malam loh kenapa belum tidur”, tanya Anala yang membuat Maryam agak sedih karena ingin berada dekat umma dan teman-temannya.
“umma, tadi aku sama oma pergi jalan-jalan kee kebun binatang, asyik banget”, jawab Maryam sambil tersenyum dan ingin curhat banyak pada uma nya.
“oh ya kamu senang nggak sayang”, jawab Anala seperti belum mengetahui tentang kegiatan anaknya hari itu, sebenarnya dia sudah tahu semua atas informasi dari mamanya mengenai Maryam.
“ya nak”, “Hay Maryam”, sapa teman Anala yang begitu senang melihat tingkah lucu Maryam.
“hey anti”, sapa Maryam sambil melambaikan tangannya.
“udah ya nak ini udah malam, tidur lagi yah”, suruh Anala pada princess itu.
“ya umma, assalamualaikum”, jawab Maryam.
Udara pagi di puncak merupakan udara sekaligus pemandangan yang sangat dinanti-nanti semua pengunjung yang bermalam disana, kabut yang dibalik bukit seakan semain mendekat ke arah villa mereka dan membuat jarak pandang semakin dekat. Secangkir teh hangat dan sepotong roti panggang di atas meja siap menemani pagi indah mereka dengan pemandangan yang asri.
“lihat itu guys, cantik banget pemandangannya”, tunjuk salah satu teman Anala yang berada di balkon itu.
“iya, sebentar lagi kabut ini akan hilang karena matahari sebentar lagi akan muncul”, jawab Anala.
Villa yang Anala sewa dengan temannya itu berada di dekat villa lainnya yang berjarak cukup dekat. Dari balkon villa sebelah kanan ada seorang laki-laki dengan bergaya khas bapak-bapak komplek di pagi hari lengkap dengan sarung kotak-kotak dan juga kaos polos berwarna putih, sambil melihat handphone dan di tangan kananya memegang secangkir kopi hangat, Anala sepertinya tidak asing dengan siapa pria di villa sebelah, dan teman-teman Anala sepertinya dari tadi memperhatikan pandangan Anala yang melihat ke villa sebelah.
“Ann, itu siapa yah, ganteng banget pagi-pagi”, timpal teman Anala tiba-tiba dan membuat Anala malu karena ketahuan melihat orang yang ada di balkon villa sebelah.
“nggak tahu, kurang jelas mukanya”, jawab Anala bohong, sebenarnya dia tahu bahwa yang disebelah mereka nginap semalam itu adalah dokter Rangga dan teman-temannya.
“kemana saya pergi kenapa ada dia yah”, batin anala, ketika mendengar kebisingan dari villa sebelah laki-laki tersebut sadar bahwa ada segerombolan perempuan yang sedang bercerita di balkonnya, setelah pria tersebut menoleh semuanya sadar bahwa laki-laki tersebut adalah orang yang mereka jumpai di warung bakso semalam.
“dia kan dokter Ranga kan Ann?”, tanya Diana pada Anala, dengan santai dan ekspresi datarnya Anala menjawab.
“sepertinya iya”, “kamu kok seperti nggak suka aja ketemu dia Ann?”, tanya teman-teman Anala.
“ya bukannya ngak suka, ya kita ketemu dia lagi, ya udah, terus saya mau ngapain, meluk dia?, kan nggak mungkinlah”, jelas Anala sambil melihat pemandangan disekitar villa mereka.
“ya senang kek, apa gitu, nih santai aja kamu”, timpal teman Anala yang lain.
“Ann, kamu udah buka hati nggak Ann untuk yang lain?, kalau kamu berkenan menjawab, kalau nggak juga nggak apa-apa”, tanya Diana dan membuat teman-teman yang lain hening ingin mendengar jawaban Anala.
“gini guys, dulu awal kepergian kang Kamil, saya memang tidak ingin menikah dengan siapa pun, tapi setelah belajar banyak hal keputusan itu sudah saya serahkan semua sama Allah, mau Allah kasih saya jodoh satu kali saya terima dengan lapang dada, kalau ngga dikasih, ya udah saya harus terima dengan lapang dada, berarti itulah yang terbaik untuk saya , keluarga saya dan juga Maryam,”.
“tapi kalau saya menikah lagi, saya ingin dia yang tidak hanya menyayangi saya tapi juga lebih sayang pada Maryam”, jelas Anala sambil tersenyum di akhir kalimatnya.
“semoga kamu mendapatkan jodoh terbaik ya Ann”, sambung teman Anala sambil memeluk Anala.
“terima kasih kalian selalu ada bersama saya, walau apa pun yang terjadi guys”, ucap Anala sambil memegang tangan sahabatnya itu.
Laki-laki yang ada di balkon sebelah tersebut nampak tersenyum melihat kisah pertemanan perempuan itu.