
Didunia ini tidak ada yang benar benar tulus dalam bentuk hal apa pun,itu lah yang dipikirkan pak Heru,
pak heru mendesah panjang melihat kelangit langit rumah
3 hari telah berlalu dari kematian istri terkasihnya
sekarang hanya tinggal 1 wanita dalam rumah yang harus benar benar protektif
Didalam apartemen albet
angel langsung mengembalikan ponsel albet
"terima kasih,paman"
"hnmmm"
"jadi kapan paman akan membawaku pulang?
sambil terseyum geli angel bertanya
"oh iya paman,angel suka tinggal disini boleh kah angel ke sini kapan kapan,hmnnmm"
dengan mata kucing angel meminta
"ayo cepatlah turun,kakakmu sudah menunggu"
mereka ber2 pun turun angel menunggu ddepan pintu sedangkan albet turun lebih bawah kparkiran untuk membawa mobilnya bentley hitam berhenti pas didepan angel,
albet turun,dan membawa tangan angel,lalu membukakan pintu mobil
"masuk lah,awas kepalamu perhatikan"
lalu albet menutup pintu dan kembali kekemudi
albet melihat angel telah menguap kembali
"tidak cukupkah kamu tidur sepanjang malam?pasanglah sabuk pengamanmu kalau tidak pamanmu ini harus berurusan dengan polisi"
"oke,tapi paman lihat ini macet"
albet pun mendekati angel dan menarik sabuk pengaman angel
"lihat ini tidak apa apa"mereka saling bertatap mata dan sedikit lagi bibir mereka bersentuhan
"hehehehehe,aku hanya sedikit menggodamu saja paman,"
"jangan lakukan itu lagi,"
"apakah paman marah"
"tidak,hanya saja,ahh sudah lupakan saja,"
mereka pun berlahan berkendara diam diam angel melirik albet
"apa yang kamu lihat"
"hnmmm,paman sangat tampan"
jari telunjuk angel menyentuh pahanya
wajah albet memerah kembali,dan jantungnya mulai berdetak cepat seperti berlari maraton saja
"paman ada apa dengan wajahmu seperti itu,"
"lalu"
"angel menyukai seorang pria tampan,seperti kak bam,dan pastinya paman juga,oh iya paman,berapa usiamu"
"28"
"uhhhhh,kita berjarak 10 tahun lebih tua dariku,paman apa paman sudah punya tunangan ataw pacar?"
"belum"
dalam suara kecil angel berkata
'asyik masih ada kesempatan'
"apa yang kamu katakan?"
"tidak paman lupakan saja oke,
paman rumahku lurus dan belok kanan yah disitu"
45 menit perjalanan yang ditempuh dan kini mereka tiba dikediaman angel
rumah yang cukup besar dengan dua lantai,
"paman aku tinggal dilantai atas,itu disitu,"
halaman depan penuh dengan bunga dan pohon,karna mendiang ibu angel sangat menyukin bunga,dari gerbang depan sampai pintu depan rumah diberikan tampilan yang pemandangan yang benar benar asri,sangat indah
"paman ayo turun,ayah dan kakak mungkin sudah menunggu kita"
mereka pun masuk
"selamat sore nona dan tuan"
seorang pelayan menyapa keduanya
"dimna ayah dan kakakku"
"mereka menunggu d ruangan tamu,mari saya antar,"
albet dan angel memasuki dalam rumah,
sambil berjalan albet melihat lihat isian rumah
rumah angel cukup luas dan sederhana tanpa banyak sekatan rumah,
seolah rumah mereka seperti lapangan bola,
dengan gaya perabotan minimalis,
fhoto fhoto keluarga masih terpangpang sempurna,keluarga 4 orang.
"apa yang paman lihat?"
"ini,siapa?"
"oh itu "
"aku,sangat imutkan"
sampil mengedipkan mata,
albet bermuka datar
"ayo paman,"
Albet berjabat tangan dan menyapa ayah dan bam,
mereka pun bercakap cakap tetapi tidak cukup lama albet pamit pulang,
"sepertinya saya harus pulang sekarang karna banyak yang harus saya urus"
"iya,kapan kapan mampirlah,angel antar albet ke depan"
"baik ayah"
angel mengantar albet k depan
"paman ini no telponku"
angel menyelipkan secarik kertas k tangan albet,
"sampai jumpa paman,hati hati berkendara sudah sampai kabari saya,dadadah"
albet diam tanpa menjawab angel
tetapi kertas yang angel berikan dia masukan kedalam saku celananya
dalam perjalanan pulang albet terbuai dalam pikirannya,
ketika saat menyakiti angel,
albet pun menarik wajah panajang dan berbicara sendri
'bagaimana kalau dia adalah gadis yang kucari,dan bagaimana bila dia mengetahui dibalik kematian ibunnya adalah kesalahan aku'
albet terganggu oleh pikiran itu hingga dia menerobos lampu merah,saat itu juga albet mengerem,
albet berhenti dpersimpangan jalan
lalu memutar no asistennya,
"Rehan sudahkah kamu menyelidiki angel?"
"sudah pak sudah saya kirim lewat email bapak"
"tidak satu pun terlewatkan"
"iya pak dari dia kecil sampai sekarang dan dengan orang orang yang pernah terlibat dengannnya,termasuk cinta masa kecilnya sekolah dan yang lainnya:"
"oke jangan sampai kamu melakukan kesalahan ataw bonus akhir bulan mu akan hilang"
rehan mendesah berat,dan albet menutup telponnya
'nasib jadi bawahan penuh dengan ancaman'
rehan
sesampainya di apartemen,
albet mendorong pintu masuk
apartemen yang ditinggalkan tadi sangat berantakan tetapi sekaran rapih dan bersih dan seseorang menyapanya
"Tuan bekerjaan rumah sudah saya seleseikan semuanya sesuai kebiasaan anda,lalu bagaiman dengan beberapa pakain wanita,sudah saya cuci,saya simpan ataw saya buang?"
"oh,itu simpan saja ditempat yang biasa,"
"apa tuan akan makan malam,saya akan menyiapkannya"
"hnmmmm"
pelayan itu adalah adalah bibi Nuam,pelayan albet dari kecil sampai dia dewasa dan sebelum pergi ke negri M
sesekali dia membersihkan apartemen ini meski kosong tetap kebersihan harus dijaga
albet setengah berlari menuju kamarnya dan mulai duduk dikursi tempat dia bekerja dan mulai menyalakan laptopnnya,
'klik'
dia melihat email identitas angel pun terpangpang dilayar tanpa ada kesalahan fhoto masa kecil,sekolah menengah,kebersamaan dengan keluarga dan pacar masa kecilnnya,
albet menyipitkan matanya saat melihat pacar masa kecilnnya,laki laki ini sekilas mirip dirinya,
'ini memang diriku,rehan sangat bagus dalam dalam bekerja sepertinya aku menaikan bonus akhir bulannya'
albet terasa melayang diangkasa saat milihat fhoto dirinya,
albet pun terus melihat dan membaca hingga tiba d halaman fhoto seorang perempuan bermata bulat bibir yang sempurna,rambut berkepang dua,yaitu angel gadis usia 8 tahun sesuai dengan fhoto yang dia pegang sekarang
selepas setelah melayang diangkasa albet merasa terhempas jatuh kelantai,
'auhhhh kepalaku,rasanya sakit,mungkinkah ini kesalahan?tetapi fhoto dirumah itu adalah kebenaran,'
albet berputar putar didalam kamarnnya rasa penyesalan mulai menggerogoti pikirannya
'apakah dia akan memaafkan ku seandainnya ku beritahu yang sebenarnya
tapi itu seperti bentuk pembelaan diri saja,
aku hanya meminta untuk menakuti seperti trakhr kali bukan untuk membunuh'
albet berputar putar dan berbicara sendiri hingga berbaring dilantai
hingga ketukan pintu terdengar.