
Angel menghampiri Bam dan Pak Heru
bersma Albet
"Ayah"
angel memanggil ayahnnya pak heru pun menoleh dan terseyum pada anak gadisnya itu
"kami datang,apa yang terjadi ayah"
"penabrak itu tidak senghaja menabrak ibumu,dia sebenarnnya sakit mengidap kangker darah sadium lanjut dan dokter mendiaknosa umurnya kurang dari 3 bulan lg,dia juga menolak perawatan,"
"jadi ayah"
"jadi menurutmu bagaimana angel?"
"lupakan saja lah ayah,aku pergi duluan ayah"
angel melangkah pergi dari kantor police albet pun pamit izin duluan dan mengejar angel
"angel tunggu"
angel berhenti dtempat saat itu juga,albet berlari dan menarik kepelukannya,air mata basah d jas mahalnya,
"paman mengapa dia begitu harus dikasihani padahal aku juga sangat inggin menghukumnya"
angel masih berdiri dipinggiran jalan dan memeluknnya hingga seseorang mengenali albet,yaitu pak tua itu yang mencoba mengambil mencuri perusahaannya,dia pun terseyum licik saat itu
"cari tahu identitas perempuan itu"
teriak pak tua itu trhadap asistennya
"ayo cepat jalan kita kekantor utama sekarang,pantasan sejak kepulangan k negara ini macan kecil itu belum satu kali pun keperusahaan ternyata ahhhh"
pak tua itu terseyum sumeringah penuh kegembiraan melihat adegan itu
kembali lagi kepada anggel dan albet,
mereka cukup lama berpelukan dan angel berlahan melepaskan
"uhhh,maaf jas mahalmu basah paman kena inggus juga,"
"tidak apa apa,sebentar duduk di sini,paman akan membawa mobil dulu"
albet berlari dan membawa kendaraannya,albet keluar dan membawa angel kedalam mobil
"ambil ini,dan minumlah,ini sudah jam makan siang,ayo kita makan bersama"
angel pun tersedak minumannya,
"uhuk uhuk uhuk..."
"minumlah berlahan tidak ada yang akan mengambil minumanmu"
"paman aku ada janji dengam seorang teman"
"laki laki perempuan?"
"laki laki dan bersama ke 2 teman wanitaku desi dan dara"
albet pun mencengkramkan lebih kencang terhadal setirnnya,lalu albet memberikan wajah datar dan menjawab
"ohhh"
tak lama kemudian ponsel angel berdering
"hallo"
"dimana kamu"
"dijalan,soal makan siang ini iya,dimana kita akan makan?"
"restoran korea,kamu tahu alamatnya,atw perlu aku menjemputmu"
"tidak,sbentar lagi aku sampai"
albet diam diam mengintip angel,yang tadi nya dalam suasana duka sekarang berubah terseyum manis,albet merasa memakan cuka yang begitu banyak
"paman tolong turunkan angel d restoran depan situ,"
albet pun diam tanpa menjawab,dan akhirnnya dengan berat hati albet menurunkan di depan restoran itu
angel pergi dan seorang lelaki cantik sudah menunggu dia,
alex melambaikan tanganya dan menyapa
"dari mana saja kamu,ku cari dkampus tidak ada,dan k2 temanmu juga tidak mengetahuinnya?"
"maaf ada sedikit urusan keluarga"
alex pun memegang tangan angel dan angel pun tidak keberatan dengan tindakan alex,tetapi sepasang mata yg tajam melihat mereka pergi menjauh dari pandangannya
Albet pergi dalam suasana hati yang buruk lalu menelpon asistennya
"Rehan,bawa kan 1 set pakain kekantor,dan umumkan kedatangan dan kita adakan rapat sekarang juga inggat jangan terjadi kesalahan apa pun,"
didalam kantor pusat
Rehan secepat kilat memberi arahan kepada semua staf dan para sekertarisnnya untuk tidak membuat kesalahan,karna boss nya dalm suasana yg buruk sepertinya sedangkan d kantor sebelah pak tua itu yang lain namannya adalah zhanglia
sebenarnnya pak tua ini adalah teman baiknya kakek albet,tapi albet tidak menyukai nya karna keserakahannya itu trhadap perusahan,pak zhanglia adalah keturunam tionghoa dan menikah dengan warga setempat dan memiliki perusahan dan keluarga disini,sama selerti albet
albet sdikit berbeda dari warga kbanyakan tidak seperti wajah wajah warga setempat karna albrt sangt mirip dengan kakeknya
albet pun datang para karyawan pun menyambut dipintu depan,dam menyapa mereka
"selamat datang pak"
rehan pun mengikuti dibelakang albet
"rehan bawa saya ke ruanganku dan apa kamu membawa apa yang saya pinta"
"semuanya sudah beres pak,tolong lewat sini"
albet dan rehan pun berjalan k lif dan menekan tombol lantai 20,perkantoran ini cukup tinggi dan besar ini adalah kantor pusat periklanan negara M yg paling besar dan yang paling makmur kesejahteraan para karyawannya
tiba lah albet diruangannya
ruangan yg sangat besar terdiri dari beberapa ruangan,ada kamar mandi,tempat tidur untuk beristirahat karna bosnya ini sring sekali menghabiskan waktu dkantornnya untuk mengurus semuannya,dapur kecil lalu ruangan untuk mengurus urusan pekerjaannnya,
alber berjalan k ruangan samping dan melihat lemari lalu membuka isiannya 1 setel jas hitam kemeja abu sudah menggantung ddalamnnya,albet pun mandi tidak lama kmudian albet beres dengan kebutuhan pribadinnya dan bersiap kluar dan rehan sudah menunggu ddalam kantor
"pak semuanya sudah menunggu"
Mereka pum berjalan kruangan rapat dan semua sudah menunggu termasuk pak zhanglia
mereka semua berdiri lalu albet pun duduk
"mari kita mulai"
rapat pun dmulai dari laporan laporan proyek ini dan itu hingga membuat albrt merasa marah dengan semua stap yang kurang kompeten dalam bidangnya albet pun berkata
"hanya itu saja"
pak zhang pun turut berbicara,
"lalu rencana apa yg bapak akan ambil untuk kedepan"
"kita akan mencoba memasuki daerah perfileman,investasi,percerakan buku buku novel atw mendirikan Rumah produksi kita bisa mencari seorang berbakat mendidiknya dan memberikan nama yg besar untuk mereka,dan mengontrak artis artis lain nya,bisa kita lakukan dalam perusahan ini dari tahap awal sampai tahap akhir,bagaimana kalau kita hanya mengandalkan ini semua yang kita miliki akn habis dalam sekejap apa bila kita tidak mengikuti perkembangan zamn meski tidak bisa menjamin tapi kita bisa mencoba,bagai mana?"
semua orang terdiam dan pak zhng pun berbicara
"pa bila semua ini gagal apa yang akan kamu ambil"
"maka aku akn memberikan semua saham ku atas nama mu pak zhang,rapat sudah selesai dan kalian boleh pergi kecuali pak zhang,ada sedikit yg harus kita bicarakan secara pribadi antara kita"
mereka pun berbondong bondong pergi dengan keringat basah dseluruh tubuh mereka,semua karyawan mendesah panjang faktot kelelahan bathin 5 thn tidak bertemu sekali bertemu seakan raja iblis telah bangkit dari neraka itulah yg mereka pikirkan dari semua karyawan,disana hanya ada mereka berdua dan albet mulai mendekat kursi pak zhang
"sebenarnnya apa yang kamu ingginkan,menyingkirkanku
tidak semudah itu"
"albrt kamu tidak berubah sedikit pun masih tetap arogan dan tidak sopan terhadap orang tua"
"karna terhadapmu aku tidak perlu sopan,kamu telah memcoba apa yang kamu bisa untuk bertindak curang"
"kenapa kamu masih tidak memberi perusaham hak penuh kendali kepadaku padahal kamu memiliki semu warisan dari kakekmu,dari mulai bisnis properti,perumahan,perhotelan,yg begitu besar dan sebuah mol yang berkembang pesat akhir akhir ini,tapi perusahan kecil ini kenapa kamu begitu cekatan untuk mempertahankannya?"
"karna perusahn ini penuh dengan darah daging dan keringatku,jadi tidak segampang itu kamu bisa memilikinnya"