Albet And Angel

Albet And Angel
Lamaran 3



Perjalan kali ini memerlukan waktu setidaknya dua jam.


Angel yang dalam posisi yang penuh dengan kecanggungan terhadap Albet mencoba memecahkan kesunyian,hingga suara kekanakan Angel terdengar.


"Paman apa ada makan,saya sangat lapar,perut saya tidak bisa bertahan lebih lama lagi?".(◕ᴗ◕✿)


Dengan wajah yang imut Angel meminta.


Bulu mata yang berkibar itu secara alami menutup dan membuka,kali ini Albet kalah,Albet terseyum dan tertawa kecil,


"Gadis ini bisa membuat ku gila setiap hari"


Lalu Albet melirik Rehan, dengan tatapan seperti itu Rehan sudah mengerti bosnya arti tatapan itu.Rehan pun memberikan kantong kertas berukuran sedang,setelah dilihat isiannya adalah roti lapis bermacam-macam isian ada sayur dan daging,susu dan yogurt.Albet pun berikan kepada Angel.


"Makanlah ini terlebih dahulu"


Angel membuka kantong itu dan Angel membinarkan matanya,tanpa banyak bicara mobil Van berhenti di jalur pemberhentian yang legal,karna sebagai asisten bosnya dan calon nyonya masa depannya Rehan mulai memahami kebiasaan dan mencoba mencari tahu kebiasaan nyonya kecilnya itu, seperti lapar setiap saat,tidur dalam sekejap,dan tidak banyak bicara.Rehan adalah orang yang cepat tanggap,pintar cekatan,cerdas,Rehan menghela nafas panjang,saat ini.


Sangat melelahkan harus menjadi asisten seseorang yang seperti Albet,yang awalnya benci jadi cinta seperti novel saja.


Kaca mobil terbuka,udara segar seketika masuk tanpa celah,membuat sedikit rambut Angel bergoyang.


Rehan dan pak supir keluar dari mobil mencoba memberikan privasi terhadap Bos dan nyonya masa depannya.


Angel mulai menggali makannya,tidak lupa memberikan bagian untuk Albet,Angel bukan tipe seorang wanita pemilih Angel suka makan apa saja,yang penting itu bersih.


Saat makan seperti biasa hening tidak ada pembicaraan yang berarti,kali ini kecerobohan Angel saat makan terjadi,remah roti menempel di sudut bibirnya,Albet melihat itu.


Albet terseyum,Albet menyimpan makanannya lalu dia membersihkan remah roti itu dengan kecupan ringan disudut bibir Angel.


Seketika Angel terdiam tak berdaya,wajah cantik itu sepenuhnya memerah kembali di depan Albet,sehingga Albet tergoda untuk hal yang lebih jauh lagi.


Tetapi Albet mengendalikan dirinya,demi kebaikannya juga, Albet takut gadisnya akan ketakutan oleh cintanya.


Albet membelai pipi Angel yang cukup montok sangat enak untuk di cubit,


"Lanjutkan makannya"


Seolah tak terjadi apa-apa Albet melanjutkan sisa dari bagian nya.


Menit-menit berlalu, semuanya telah selesai Rehan dan pak supir pun kembali.


Meski dalam perjalanan,Albet masih melakukan urusan perusahan yang mendesak untuk dilakukan.


Yang membuat Angel mengantuk untuk melihatnya, berkas-berkas dengan bahasa asing yang tidak Angel mengerti,sangat membosankan dan pada akhirnya Angel tertidur di Van,


Rehan melihat kebelakang dan tertawa kecil melihat nyonya masa depannya itu,Angel tertidur sangat cantik,bulu mata yang panjang bergelombang,hitam pekat, jembatan hidung yang tinggi,bibir yang sangat mempesona,membuat laki-laki tergoda untuk menyentuh nya dan mencicipi nya.


Albet melihat tatapan Rehan, Rehan pun merasakan hawa keasaman telah masuk dalam mobil Van,bosnya membukakan mata sipitnya dengan penuh ***** hitam.


Albet membuka jas hitamnya,mulai memakaikan diatas tubuh Angel,Albet tidak pernah suka sama sekali terhadap seseorang yang menatap wanitanya, meskipun orang itu adalah orangnya sendiri.


Semua orang harus menghormatinya meskipun Angel masih muda tetap dia adalah nyonya masa depan Zhang company.