
Ketika Bam sampai dirumah pertama yang dia lihat adalah pintu garasi yang terbuka lalu Bam mendekat dan melihat kendaraan angel hilang,lalu dia berlari secepatnya kelantai atas,yang dia lihat hanya kamar yang kosong seketika Bam menelpon no adiknya tetapi tidak tersambung,Bam hanya menduga duga lalu Bam kembali turun dan pergi kepemakam ibunya,tapi sangat sayang disana Bam tidak bisa menemukan
kembali 1 jam yang lalu
albet melangkah pergi ke mobilnnya tapi dia merasakan perasaan yang tidak nyaman meninggalkan angel sendiri dalam cuaca hujan dan dalam keadaan seperti itu,diam diam dbalik kaca mobil albet memperhatikan angel,hingga pada satu titik angel mencoba berdiri dan dia jatuh lemas,albet pun berlari kearahnya dan membawa angel kedalam pelukan
"angel buka matamu angel,sepertinya aku harus membawamu keRS
"tidak jangan kumohon"
angel pun tertidur
albet pun membawa angel kedalam mobil,
setibannya di apartemen albet
angel berada dalam punggungnya secepat mungkin membuka pintu,pintu pun terdorong kedalam mereka pun masuk,
hal pertama yang albet lakukan adalah membawa angel kedalam kamar mandi karna angel penuh dengan tanah dan lumpur,angel berada dalam bak perendaman bundar dengan kepala pancuran diatasnya meniru alam curah hujan
albet dengan cepat melepaskan pakaian luarnya karna sangat kotor
lalu albet berlahan mendekati angel dan melempar semua pakain kotornya lalu membersihkan dirinya
tidak cukup lama buat albet untuk membersihkan
angel pun tidak bergerak bahkan bersuara dia seperti mati
angel pun terbungkus handuk lalu albet membawa angel ketempat tidur
albet menelepon asistennya untuk membawakan beberapa pakaian wanita dan kebutuhan wanita
tak lama kemudian Rehan pun datang
"Pak ini yang bapak minta"
Rehan pum memberikan penuh tas kertas berwarna warni,dengan isian kebutuhan perempuan dari pakain seksi hingga piyama wanita
"oh iya cari tahu no telpon Pak heru ataw Bam beri tahu angel sakit dan ada dirumahku,katakan pada mereka besok pagi aku akan mengantarkannya kalau mereka khawatir beri saja no telpon bisnis ku"
diam diam asisisten itu terseyum malu
"apa yang kamu pikirkan"
"tidak pak maaf"
"Bos mu ini bukan seekor binatang oke,oh iya sebelum kamu pergi telepon dokter Candra suruh dia kesini dan tidak lupa tutup pintunya"
Rehan pun pergi dalam suasana hati yang fantastis bos nya yang tidak pernah menyentuh wanita sekarang bersama seorang gadis dibawah atap yang sama,semoga ini adalah awal yang baik
Bam cukup strss dengan ketidak dewasaan angel selama kejadian ini
tidak butuh lama telpon Bam berbunyi
"hallo ini dengan kakak laki lakinya angel"
Bam syok mendengar lelaki itu bicara Bam berpikir apa yang dia takutkan terjadi tetapi
"iya,ada apa langsung ke intinya saja"
tanpa basa basi Rehan menceritakan semunya
"oke saya mengerti,minta saya no Bossmu"
Rehan pun memberikan no telpon bossnya
tanpa jeda panjang Bam menelpon albet
diapartemen albet
dengam kemeja digulung setengah tangan albet memakai celemek Albet sedang masak bubur untuk angel dia tampak segar setelah mandi secepat kilat
telponnya pun bergetar dan muncul dilayar no yang tidak dia kenal
"hallo,"
"ini Bam,adikku bersamamu?"
"iya,sudah terlalu malam untuk mengantarnnya pulang,dan dia jatuh tertidur"
"oh mungkin efek dari obat itu bekerja kembali,aku percaya padamu karna kita tidak punya lagi kesalah pahaman dimasa lalu,tolong jaga sementara adikku mungkin dia sakit karna dari tadi pagi hanya memakan sarapannya,angel alergi masakan laut jangan campur apa pun dalam makanannya maaf merepotkanmu"
"hnmmmm,akanku inggat"
Bam meresa hati nya tenang dan hangat setidaknya malam ini adiknya jauh dari kekacauan dirumah bam pun pulang,dan menyuruh supir untuk membawa mobil angel dari sana
bel pintu albet berbunyi dan dokter candra pun tiba
"tidak salah aku melihatmu ataw sesuatu memecahkan kepalamu?kenapa kamu memanggilku dijam bermain?baru juga menikmati liburan,aku juga harus memenuhi keinginan pribadiku,"
"hentikan sifat hooliganmu,cepat dan lihat seseorang dikamarku"
"seorang gadis muda,"
Dokter candra tidak berpikir secara mendalam lagi pula bukan urusannya tetapi soal majikan diluar kendalinnya
pemeriksaa telah selesai hanya mengalami tekanan darah rendah dan faktor kelelahan saja,
dokter candra mengembalikan kembali tangan angel yang selembut cake dibalik selimbut
dokter candra keluar dan memberi tahu albet sesuatu yang menurut dia harus tahu
"sepertinnya gadis itu dalam keadaan syok dan ada tanda tanda dia pemakain obat penenang"
"ibunya baru meninggal tadi pagi,jd keluargannya memberi suntikan"
"ini ilegal,mana bisa,dari keluarga mana?"
"kamu pun mengenalnnya,dia ank Dokter Heru dari RS kota dan adiknya dokter Bam"
"oppss oh my God,tidak salah kenapa berakhir dirumahmu"?
diam diam dokter candra duduk dan siap untuk mendengarkan ceritanya tapi sayang albet sudah selesei memasak semangkuk bubur dan bersiap membawanya
"hay"
Dokter candra pun merasa frustasi dengan rasa inggin tahunya
"yah sudah kalau kamu tidak mau berbagi,beri dia makan dan beri dia obat itu diatas meja kopimu,kalau tidak dia akan deman tinggi"
"tutup pintunnya kembali"
"cihh cukup tidak tahu malu setelah selesei d buang seperti sampah,aku sabar karna uang mu,aku pergi"
albet terseyum menyurupai bulan sabit,
angel berlahan membuka kedua matannya,angel seperti binggung
"dimana ini?"
langit langit yang asing buat angel linglung seketika,bau makanan mengugahkan perut yang dari tadi meminta pengisian daya,
lampu yang kecil terpasang sejajar dengan kepalannya perabotan yg simple buku buku tartata rapi persis bukan di kamar angel
"kamu sudah bangun,duduk dan makanlah ini"
"sebentar apa aku mengenalmu?,dan aahhahahhhhhh apa yang kamu lakukan terhadapku,siapa yang mengganti pakaianku"
"aku,tidak ada yang pantas untuk dilihat kamu seperti bayi besar saja,"
"sudah duduk dan makan"
"tidak berselera"
angel kembali tidur tapi krubukbbkkk suara perut angel
"tapi perutmu beda dari mulutmu,cepat bagun dan duduklah,ataw perlu aku suapin"
angel pun bangun dengan wajah yang memerah semerah tomat yang siap untuk pecah kapan saja detak jantung angel sangat perpacu karna pandangan albet dan berlahan angel merunduk karna malu
angel mengambil mangkuk itu berlahan
albet kembali duduk memperhatikan angel,
matanya bergerak dari kepala hidung bibir mencoba menimbang nimbang
"sangat cantik aku baru merasa dia cukup menggoda dengan dada yang bulat dan terasa penuh dimata"
tetapi tubuhnnya semakin kurus dari yang terakhir kali,
angel sudah selesei memakannya makanannya,meminum obat
"bagaimana keluargaku"
"mereka sudah tahu besok pagi pagi aku akan mengatarkanmu,cepat tidurlah kembali"
angel hanya bisa menggigit bibir bawahnya dia kembali tidur tanpa ada perlawanan sedangkan albet duduk dsamping jendela besarnya untuk membereskan pekerjaan yg begitu bayak yang tertunda
ditengah malam keringat dinggin melanda angel,dia bermimpi seakan berjalan dijalan yang gelap dan tidak ada batasnnya hanya ada kegelapan
barulah sampai diakhir jalan ada cahaya terang yg berlahan muncul dan sosok ibunya datang
"angel hiduplah dengan baik temukan seorang lelaki yang mencintaimu seperi aku menyayangimu berbahagialah dan lupakan semua kenangan buruk"
"ibu ibu ibu"
teriakan angel memecah kesunyian dimalam hari yang diam
albet bergegas memeluk angel.