Albet And Angel

Albet And Angel
Akhir pekan



malam yg dinggin menyelimbuti hari ini,


dewi malam tidak nampak d langit yg pekat karna hujn yg lebat turun d ats bumi ini,


angel tidur dlm mimpi yg panjang,


mimpi yg kembli pada usia dia 6 thn,dgn kuncir kudanya sepatu putih dan rok balonnya,


tetapi ada sepasang mata yang mengawasi angel sedang bermain,


tak lain dia albet tetangga angel,mereka berpisah saat usia angel 8 thn,


karna ke dua orang tua angel harus pindah oleh pekerjaan sang ayahnya


"kakak besar ayo main bersama"


"permainan apa lagi yang bisa dilakukan anak perempuan masak masak lagi?membosankan


g enak pahit masakan mu nona kecil"


"hahahaha nanti setelah dewasa nona kecil ini akan membuat masakan yang enak buat mu tunggu aku dewasa kakak yang besar"


angel pun terseyum manis dalam mimpinya,tapi seketika mimpi itu berganti dengan kecelakan menjelang kberangkatan kebandara dan silih berganti dengan kecelakaan yang tadi siang terjadi,keringat membasahi rambut dahi dan seluruh tubuhnya,tiba tiba angel melihat seorang lelaki yang membawa angel dari dalam mobil,tapi seketika dia terbangun dari mimpi itu,


"ahhhhhhhhhh wajahnya itu siapa dia yang menyelamatkanku,wajahnya tidak jelas terlihat tetapi aku pernah melihatnya,dimana?"


fajar pun datang berganti dari malam yang panjang,


pintu pun terbuka dan wajah sang ibu yg bersih cantik bagai mentari menghangatkan muncul


"ayo bagun temani ibumu ini berbelanja ini akhr pekan


anak gadis tidak pantas tidur sampai matahari tinggi


cepat mandi turunlah makan sarapanmu"


angel pun secepat mungkin mandi dan turun


ayah kakaknya sudah menunggu diruangan makam


tiba tiba bam berkata,


"nona kecil tahu kah kamu dsaat kcelakan sewaktu kebandara itu,kamu diselamatkan oleh seorang lelaki,karna mobil kita menabrak mobilnya dan tubuhmu menabrak adik perempuannya,dan adik perempuannya meninggal saat kamu terbangun dari koma"


"Ayah benarkah itu,kakak tidak berhohong"


"hnmmmm"


hanya jawaban singkat yang diberikan oleh ayahnnya,


"terus haruskah kita meminta maaf karna itu sebuah kecelakaan dan kita pun tidak senghaja melakukannya "


"hay nona kecil mereka menolak permintaan maaf kita mereka hanya membuang muka saat ayah dan aku melihat kepemakaman adiknnya itu"


"kakak dari keluarga manakah dia,nanti aku secara pribadi akan kesana untuk meminta maaf"


"jangankan memberi alamat rumahnnya menatap wajahnya pun mereka membuang wajah"


ibu angel pun datang menyela pembicaraan kakak beradik itu,


"sudah sudah,jangan membahas hal seperti itu d pagi hari nanti akan membawa sial,ayo mari kita makan,hargailah makanan ini mungkin besok lusa akan tidak ada lg makanan seperti hari ini,selagi panas nikmati lah makanan kalian"


"memangnya ibu mau kemana kita keluarga dan akan selalu bersama"


beberapa saat kemudian angel telah menghabiskan makanannya


"ibu ayo cepat kita berjalan jalan sambil mencerna makanan kita,bukannya ibu mau berbelanja,mungpung masih pagi tidak terlalu panas udara masih adem untuk dihirup"


"sebentar ibu harus membereskan ini dulu tunggu lah di halaman depan"


angel menunggu sang ibu dhalaman depan rumahnnya,


sambil menbwa tas kecil dengan celana panjangnya rambut ekor kuda,


atasan kaos putih sepatu olah raga putihnya seakan dia persis nona kecil


tak lama kemudian ibunya datang mereka pun berlahan pergi


sesampainnya disupermarket mereka dua ibu dan ank berbelanja kebutuhan sehari hari dari mulai makanan ringan sayur danging kbutuhan untuk mencuci dan kbutuhan yg lainnya hingga 2 troli besar barang bawaannya


sesampainya ditempat parkir angel pun menelepon bam


untuk menjemput mereka karna barang bawaan yg sangat banyak


entah apa yang terjadi kantong belanjaan yang dibawa sang ibu terlepas,


ibu angel pun berjongkok untuk memungut barang bawaannya


tetapi tiba tiba datang peseda motor yg mau menabrak ibu angel,


suara rem motor terdengar nyaris melukai telinga


asap motor pun seakan menutupi penglihatan angel


lengkingan dan teriakan angel bergema d parkiran bawah


"oh tidak ibuuuuuuuuu"


angel pun terhujung hujung pergi mendekati sang ibu


"tolong tolong,ibu aku menyesal meninggalkan mu sendiri,aku menyesal ibu,ibu tolong buka matamu ibu,oh ini darah darah ibu ibu,tolong ku mohon tolong lah ibu ku,"


tangisan angel bergemuruh,seakan kejadian kemarin terjadi kembali tidak lama kemudian seseorang datang dan membawa ibu angel kdalam mobil untk dibawa k rumah sakit tak lain adalah albet yang memantau menunggu dan melihat menderitaan angel


sesampainnya d rumah sakit kota


"cepat pasien dalam keadaan tidak sadarkan diri,telalu bayak darah keluar,maaf anda tidak bisa masuk,tolong minggir"


itu adalah seorang dokter UGD yg menyambut kedatangan pasien


angel pun tidak bisa berhenti menangis karna dia adalah ibu yg sangat mencintainya,dan dia teramat sangat mencintainya,air mata bercampur keputus asaan terlihat jelas dimata angel,tiba tiba albet memegang pundaknya mencoba menenangkan pikiran angel


"sudah berhenti menangis dokter sedang mencoba menyelamatkan ibumu"


entah apa yang dirasakan albet bukan rasa puas ataw k bahagian tetapi rasa pahit yang ada dihatinya melihat dia terisak isak dan tiba tiba dokter datang,


"mana keluarga pasien"


angel pun melangkah maju,tetapi dokter tidak berbicara tetapi melihat angel yg sudah tidak waras dari tadi melihat dari bawah keatas menduga duga seperti seseorang yg dia kenal


"bukannya ini angel anaknya dokter Heru dan adiknnya dokter Bam,oh tunggu sebentar"


dokter itu pun berbalik melangkah mundur ke ujung lorong


ternyta dokter itu diam diam menelepon ayah dan kakaknya angel


nyaris percakapan mereka tidak cukup terdengar


tidak lama kemudian hanya dalam hitungam menit datang lah ayah dan bam


"angel apa yang terjadi"


"ibu ayah kecelakaan sewaktu kami menunggu kakak"


"ok tunggu disini bersama kakakmu,ayah akan ksana"


ayah angel pun melangkah pergi k ruangan pasien dan sudah dtunggu oleh dokter yg mencoba menyelamatkan istrinya,tp sayang nywa sang istri tidak bisa diselamakan karna gagal jantung,dan terlalu banyak mengeluarkan darah,pak heru pun keluar dengan hati yang sangat berat,denga mata merah dan disudut mata terlihat basah,pak heru pun mendesah dan berkata


"bam siapkan pemakaman"


angel pun tidak bisa berkata kata seakan akan tersiram air es diam membeku,hingga beberapa saat dia terjatuh,


kaki yang semula kuat kini tidak bisa menopang jiwanya lagi,dia pun tertawa menangis sambil berkata


"ayah bukannya kamu dokter yg hebat bisa menyelamatkan orang yang kesakitan bahkan dalam menuju kematian kenapa kamu tidak bisa menyelamatkan nyawa ibuku,ayah dengarkan aku ayah selamatkan ibu ku kembalikan ibu


kalian dokter macam apa yang bisa menyelamatkan orang lain tetapi tidak ibuku,


ayah kakak semua nya bodoh tidak bisa menyelamatkan ibu ku,mengapa mengapa ini terjadi?mengapa harus ibuku ayah jawab aku ayah jawab aku,ayahhhhhh?"


teriakan tangisan angel bergema diseluruh koridor rumah sakit,


tak lama kemudian angel pun runtuh dia pingsan,,


albet pun dalam situasi yang canggung saat ini,dia bingung sikap apa yg harus dilakukan,hingga hati nya berkata


"ini yang kuharapkan nyawa d balas nywa tetapi hati ini sakit melihat dia,perasaan apa ini,iba atw,,???