Albet And Angel

Albet And Angel
kebenaran dibalik kecelakaan 3



setelah beberapa saat setelah mendapatkan telpon dari bam


Albet mulai berkendara dia tidak pulang ke apartemen nya,


melainkan pulang ke rumah kedua orang tuannya,


rumah ke dua orang tua nya cukup luas dengan fasilitas lengkap,


namanya juga kehidupan kelas sosial tinggi


albet pulang pas untuk jam makan malam


sesampainya di pintu rumah albet mendengar suara yg familiar


albet pun masuk tanpa bersuara


ketika albet berjalan seseoran memanggil namanya dan itu adalah suara ibunya,


"baru pulang mari kita makan bersama"


sebenarnya ini adalah kepulangan albet pertama kerumah setelah dia kembali kenegara ini


banyak rencana yg terabaikan bahkan tidak akan pernah sama sekali terjadi,


albet pun menolak tetapi dipaksa oleh ibunya,


untuk menghormati seorang tamu maka kita harus makan bersama tidak boleh mengabaikan nya,


itu adalah kepercayaan ibu albet


pakaian yang tadi basah kini sudah kering tetapi rasa tidak nyaman sudah menghampiri albet jadi dengan cepat albet menghabiskan makanan nya untuk pergi kekamarnya untuk membersihkan diri


ablet pun dengan sopan pamitan ke pada rekan bisnis kedua orangtuanya itu,


albet pun naik kekamarnya


setelah mendorong pergi pintu albet masuk dan mata albet jatuh pada sebuah majalah kesehatan yang jatuh dibawah meja kopi,


albet pun memungut dan melihat isiannya,dengan wajah yang kecewa albet melihat artikel tentang geger otak yang dapat memicu untuk bunuh diri


disana menjelaskan geger otak bisa mengakibatkan efek jangka pendek dan jangka panjang,


yaitu sulit berkonsentrasi,ingatan bermasalah,mudah marah,terjadi perubahan kepribadian,peka terhadap suara dan cahaya,gangguan tidur dan depresi.


lalu albet teringt perubahan yang dialami angel dalam seperdetik,perubahan emosi,mungkinkah dia mengalami geger otak saat lecelakan itu,


albet pun langsung menelpon Rehan,untuk menyelidiki hasil pemeriksaan kesehatan dirumah sakit Pertama kota tempat pertama angel dirawat


"hello Rehan,selidiki hasil cek up angel hari ini,dan saat kecelakan itu, mendetail tidak kekurangan sedikit pun,inggat!"


albet pun duduk sambil membaca baca artikel itu,mulai dari gejala,dan pengobatan


saat pertama kali pertemu angel,


saat mereka bertabrakan dikoridor kampus dan saat melihat interaksi dengan teman temannya


angel bukan tipe seorang gadis yang dengki


tapi lebih terlihat seperti gadis yang ceria,simple,rajin cerdas dan tidak membosankan,


albet tersentak dari lamunanny dengan bunyi suara handphone nya,sprti biasa asisten yang suka bikin gagal fokus,siapa lagi kalau bukan Rehan


"maaf pak, hasil pemeriksaan angel dirahasiakan pihak rumah sakit tidak bisa mengakses data apa pun yang bapak harapkan,


semuanya sudah bersih tidak ada kejanggalan


apa pun,


kalau bapak inggin tahu tentang Nona,bapak harus bertanya ke pada kakaknya pada dokter Bam,karna dia yang merawatnya saat ini"


telepon pun berakhir dan albet duduk kembali sambil berpikir,


'koneksiku sangat lemah untuk saat ini di negara ini, ternyata'


albet pun mulai mencari cari kontak sahabat karib dinegara M lalu sambungan telpon terhubungkan


"hallo,"


"kenapa kamu menghubungi ku,apa kamu tahu jam berapa sekarang disini,sudah lewat tengah malam,kamu mengganggu aktivitas malam saya, bro?"


disamping telepon terdengar suara wanita, bertanya


"Win,siapa?"


"tolong menjauhlah dulu dari wanitamu,


ada sesuatu yang harus kamu lakukan,tolong selidiki keluarga pak Heru dari rumah sakit Pertama kota,menyeluruh tidak kurang apa pun, secepatnya"


"apa yang kudapat untuk hal ini"


"apa pun yang kamu mau, terkecuali hal pribadiku,"


"ok,tunggu paling lama satu minggu"


albet pun menutup jaringan telepon itu,dengan penjepit ke dua alisnya,


Albet merasa hari ini cukup panjang dan sangat melelahkan bila menyangkut perasan dan emosi,


albet mulai berdiri melepaskan semua pakaiannya,dan bersiap untuk mandi,