
malam ini malam tanpa sinar rembulan
jalanan yang sepi menambah kergilaan dalam hati
albet yang mengendarai mobilnya dengan kecepatan maksimal
sepanjang perjalan ini perasaaan albet berkecambuk tentang rasa
apakah angel akan mendengar penjelasannya atw angel akan marah dan tidak akan menemuinya lagi pemikiran terakhir yang membuat albet menjadi menggigil
kini sampai didepan rumah angel
dia berhenti didepan rumah angel
anggin yang mengelilingi tubuh kuyu albet menambah suasana perih yang nampak jelas diwajahnya
dewa bisnis yang kejam sekarang ini mengemis cinta
albet hanya bisa memandang mansion itu,tidak berani masuk,
albet melihat
kamar angel masih bercahaya terang
berarti dia masih bangun itu adalah pemikiran albet berbeda lain hal dengan kenytaan saat ini
seorang gadis muda sedang tidur dan bermimpi dalam tidurnya,
dia kembali ke usia kanak-kanak
angel menyeringai dalam tidur nya
puluhan menit telah berlalu,albet masih berdiri tidak bergeser sama sekali dari tempatnya
beberapa puntung rokok tersebar berserakan di bawah lantai aspal itu
bam yang sedang bekerja dirumah tiba tiba tenggorokan kan merasa kering,dia inggin segelas air,
bam mulai berjalan menuju dapur,anggin yang cukup kencang mulai menggoyang kan jendela jendela kaca yang menunjukkan seorang pria muda sedang berdiri disamping mobil mewah memandangi sudut kamar adiknnya
bam pun berjalan keluar untuk mengetahui siapa pria itu,
albet yang memandang kamar angel dengan lamunan sepinya
tidak mengetahui ada seseorang yang datang menghampiri,
"apa yang kamu lakukan di jam seperti,? kamu bisa dilaporkan sebagai penguntit ?"
untuk seperkian detik albet baru sadar ada sosok bam didepan wajahnya
"aku hanya mengkwatirkan gadis itu"
"ayo kita cari tempat yang nyaman,ataw kamu inggin pergi dan melihatnnya?,disini cukup dinggin tidak baik untuk kesehatan"
mereka pun berjalan melewati pekarangan rumah dan sampailah di bilik rumah angel papiliun yang tidak sering orang perhatikan,ruangan itu cukup luas,bersih meski tersembunyi jauh dari pandangan orang
"tempat angel bersembunyi setelah dia menimbulkan masalah"
"tunggu sebentar "
sedari tadi bam masih memegang cangkir minumnya,tanpa dia sadari
bam pun pergi meninggalkan albet
separti biasa albet mulai melihat lihat
ruangan itu, ruangan yg dipenuhi mainan anak perempuan,majalah majalah gadis dan ada sebuah piano tua
bam datang dengan membawa sekantong bir
"ayo kita minum,ini rendah alkohol,kita perlu melepaskan semua beban kita"
"apa yang akan kamu lakukan dengan angel?aku sekarang tidak memukulmu karna sebuah alasan, sebab memikirkan perasaan angel,seandainya kamu kupukuli aku takut menyakiti perasaannya,
sebagai kakak aku tahu angel mulai menyukai mu,dilihat dari tingkahmu saat ini,wah wah perasaan angel tidak bertepuk sebelah tangan ternyta,adikku telah tumbuh dewasa,
ngomong ngomong,
bro dia masih gadis perasaannya itu harus dijaga dan dimanja cara kamu memperlakukan nya bukan seperti cinta"
albet hanya mendengarkan ocehan sang kakak yang mencoba melindungi adiknya
"sekarang angel dimana apa boleh aku melihatnnya?"
"dia mengalami deman,dan tertidur di bathtub'"
"lalu"
"aku menemukan kannya,dan merawatnnya"
dengan muka yang seperti dibawah panci sangat hitam,dan bau bau kecemburuan mulai menyebar,tatapan mata albet terhadap bam setajam pisau,bila dia melemparkan mata pisau
bam sudah mati puluhan kali
"santai aku seorang dokter,semua pasien sama tidak ada perbedaan gender,lagi pula dia juga adik ku jadi knpa kamu harus marah,seharusnya aku yang harus memarahiku membuat angel terkena deman disaat musim seperti ini"
"bolehkah aku melihatnnya"
"ikuti aku"
mereka pun melewati halaman belkang dan tikungan tikungan dan pada akhirnya sampai
di samping rumah
ada sebuah tangga yang langsung tersambung kebalkon atas.
catatan penulis
Terimakasih banyak yang telah menyimak dan mengikuti cerita ini,salam kenal untuk semua☺️☺️