Albet And Angel

Albet And Angel
Pertemuan



Dua minggu kemudian Angel mendapatkan keputusan bahwa dia akan pergi sebagai siswa yang memenangkan beasiswa ke universitas luar negri.


Dalam jurusan sastra, Angel sibuk mengemas buku dan barang barang kesehariannya.


Meski hatinya terasa berat meninggalkan keluarga.


Dan kamarnya yg bergaya klasik ini.


Dengan cat berwarna putih, perabotan dengan sedikit gaya kuno sangat bersih meski terlihat usang,tapi memiliki citra tersendiri.


Dengan jendela samping begitu besar dari biasanya seolah menebus dingding,pandangan langsung terlihat taman bunga.


Dan cahaya jingga matahari bisa langsung masuk tanpa ada jeda dalam kedatangannya.


Setiap malam akan terasa indah bisa melihat bintang-bintang di atas karna ada satu jendela lagi di atas tempat tidur Angel.


Dengan rembulan yang tampak sempurna untuk dilihat,Angel bergumam dalam hati


"Semua ini aku akan merindukannya,tunggu aku pulang"


sambil menutup pintu dan membawa barang bawaannya,Angel meninggalkan kamar yang sudah menemaninya belasan tahun.


Tak lama kemudian,Bam datang membawa barang bawaannya.


"Ibu dan ayah sudah menunggu dibawah,cepatlah turun penerbangan mu kurang dari dua jam lagi"


Bam bicara sambil berjalan.


Disepanjang perjalanan mereka mengobrol ringan tentang kehidupan disana.


Meninggalkan seorang ank berusia 18thn di negeri orang membuat sang ibunya tak luput dri rasa cemas. Khawatir dan lain sebagainya mulai meracuni pikiran ibunya.


"Santai Bu pihak universitas sudah menyiapkan semuanya,dari hal terkecil sampai hal yang cukup pribadi,saya juga tinggal di asrama jadi semuanya aman,"Angel mencoba untuk menenangkan perasaan batin ibunnya.


Isak tangis sang ibu membuat angel menjatuhkan air mata.


"Bu ini hanya sebentar beberapa tahun dan akan kembali setiap libur semester,saya akan pulang toh kakak jga bisa mengunjungi ku disana,ayah ibu juga bisa mengunjungi saya"


Tiba-tiba sebuah mobil besar bermuatan gas hilang kendali dan menabrak mobil yang lainnya,sedangkan posisi saat ini sedang berada di turunan yang cukup curam.


Mobil bermuatan gas mulai melaju tidak beraturan.


Beberapa mobil sudah tersingkir dari ruas jalan dan saat ini mobil itu menuju lurus ke depan pas berada dibelakang mobil Keluarga pak Heru.


sekarang.


Mobil seketika mendorong mobil kecil itu,saat ini bam sudah mulai khawatir,keringat deras sudah membasahi seluruh badannya,lalu Bam berteriak


"Pegangan yang kuat"


Mobil kecil sudah terhempas ke laju lawan jalan,mobil muatan gas itu dengan garangnya menabrak belakang mobil keluarga pak Heru.


Mobil keluarga Bam pun menabrak sebuah mobil buatan Jerman.Angel terlempar keluar menembus kerasnya kaca yang sangat tebal,saking kuatnya tabrakan itu.


Ledakan,yang menggema seluruh jalan,dooooooorrrr.


Kini terdengar dengan radius km,api mulai muncul membakar apa yang terlihat.


Saat ini jalanan sudah menjadi pembakaran massal kendaran,api berkobar dengan jahatnya.


silih berganti,suara jeritan sirine,mulai menjerit-jerit di siang hari.


Asap tebal hitam mulai berubah di udara menjadi putih.Evakuasi korban cukup cepat,kini air gas sudah mulai melebur menjadi satu.


Saat ini Bam sudah tak sadarkan diri bersama kedua orang tuanya ada beberapa dokter seorang perawat wanita yang sedang merawat mereka.


Mereka pun sadar dari ketiadaan.


"Alhamdulillah,kalian semua bisa selamat tanpa ada luka yang berat"sambil mengobati luka Bam perawat itu bicara.lalu Bam melihat sekeliling ini seperti rumah sakit tepatnya IGD,dengan sedikit pusing Bam bertanya kepada perawat itu.


"Kemana adikku?"perawatan itu terseyum


"Kami hanya merawat kalian bertiga sepertinya kalian satu keluarga?"


"Tetapi adikku"Bam mulai menggosok wajahnya yang pucat basi.


Bam mulai berlari dan bertanya,lalu datang seorang petugas kebakaran,


"Apa kamu mencari seorang gadis kira-kira berumur 18 tahun,ikut saya"


Bam pun mulai mengikutinya,ke sebuah papiliun sebelah,karna kecelakaan yang besar ini,pihak RS tidak bisa menampung semua korban di ruangan IGD jadi ruangan sebelah yang kosong di jadikan IGD sementara,


Seorang gadis cantik kini telah tertidur dengan luka luar pecahan kaca dangkal di seluruh tubuhnya,mungkin luka ini akan sedikit berbekas tetapi dengan obat mujarab zaman sekarang semua bisa hilang,yang terlihat jelas adalah darah kering yang sudah menghitam,di atas kepala.


Mundur dua jam yg lalu albet tiba d bandara disambut dengan kedua orangtuanya dan adik perempuannya.


"Selamat datang kembali anakku"


Albet hanya memberi seyuman sinis diwajahnya tanpa ada jeda yg panjang.


"Bu ayolah cepat aku lapar"teriak sasa adik Albet.


Mereka pun pulang dgn langkah yg cukup besar karna rengekan seorang ank perempuan.


Dalam perjalanan pulang mereka pun dalam suasana yang bahagia selama 20 thn mereka bertemu hanya beberapa kali saja.


Albet yang usia sekarang ini 28 thn sedangkan adiknya berumur 16 thn cukup perbedaan yg jauh dan mereka hanya bertemu di hari Libur saja atau bahkan tidak pernah bertemu dalam satu tahun.


Jadi kedua saudara itu tidak cukup akur dengan persaudaraan.Tetapi Albet sangat menyayangi nya jauh didalam hatinya.Setiap tahun Albet selalu mengirimkan hadiah saat ulang tahunnya,setiap kenaikan kelas bahkan kado akhir tahun pun Sasa dapatkan.


Di dalam mobil dgn antusias yg besar ibunya bercerita tentang perubahan kota yg sekarang dan dulu.


Tiba tiba mobil yg mereka kendarai mengalami kecelakaan yg sama djln itu krna ledakan gas dlm sebuah mobil yg membawa pasokan gas untuk sebuah pabrik dan mobil keluarga Albet ditabrak oleh mobil dri keluarga Angel,adik perempuannya dlm keadaan berlinang darah dri tubuhnya.


Angel dalam keadaan setengah sadar dan tidak sadar ketika seseorang melangkah maju menyelamatkannya Angel kira itu adalah ilusi.


Lalu seseorang membawanya,


Mata Angel melihat sosok tinggi yg membawa dirinya dengan ke dua tangannya membawa dalam gaya putri.


Menempatkan dia dalam ambulan.


Mengapa Angel di bawa terlebih dahulu karna Angel menabrak adik perempuan albet,


disitulah pertemuan pertama mereka bertemu dari sebuah kecelakaan.